p-Index From 2021 - 2026
5.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JEJAK El Dinar IJTIHAD Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Menara Riau: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pengembangan Masyarakat Islam IJTIHAD Dinar: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Suhuf Jurnal Terapan Abdimas Falah : Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Profetika AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Economica: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Journal of Islamic Economic Laws Indonesia Journal of Halal Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Shirkah: Journal of Economics and Business Jambura Science of Management Iqtishoduna: Jurnal Ekonomi Islam Journal of Islamic Monetary Economics and Finance Journal of Islamic Accounting and Finance Research Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Digital Marketing and Halal Industry AL IQTISHOD: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam Insight Management Journal Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Abdi Psikonomi Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Hikmatuna Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam International Journal of Islamic Economics (IJIE) Iqtishadia: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Suhuf: International Journal of Islamic Studies Profetika: Jurnal Studi Islam Economics and Digital Business Review
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : profetika

ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL Thamrin, Dzaky Adam; Habibi, Boby; Sari, Dewi Permata; Athief, Fauzul Hanif Noor
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11059

Abstract

Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Peneliti mencoba mengangkat sejauh mana strategi ICE dapat menjadi solusi dalam membangun perekonomian desa, sehingga strategi ini dapat menjadi solusi bagi desa tertinggal lainnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi dalam pengumpulan data. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilaksanakan dengan informan dari pemuka masyarakat, perwakilan masyarakat, dan instansi kabupaten. Dari hasil analisa, strategi ICE yang dilakukan Desa Gerdu memiliki 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Pendidikan dan Kerjasama, 2. Pelaksanaan dan Pengelolaan, 3. Evaluasi dan Perencanaan. Selain itu, faktor pendorong internal dalam kesuksesan ICE terletak pada keaktifan pemuka dan pemuda desa dalam mempraktikkan ekonomi Islam. Adapun kerjasama dengan pihak eksternal seperti BAZNAS, DISPARPORA, serta lembaga lainnya sekitar desa yang aktif membantu dalam pembangunan desa.The rural economic sector has a substansial role for the welfare of society and the economic support of nation. Data from Indonesian Ministry of Villages (2018) showed 13.232 underdeveloped villages in Indonesia due to economic reasons. The lack of human resources was the major reason. Therfore, the improvement of human resources throught entrepreneurship is needed. One of the successful village throught entrepreneurship is Gerdu Village in Karanganyar, which also has succeeded in becoming an islamic tourism village. The entrepreneurship strategy is carried out collectively based on islamic values or known as islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Researchers try to find how far the effecticeness of ICE strategy as a solution for othe underdeveloped villages. This is a descriptive qualitative research with using observation for collecting data. The data is obtained through interviews with some informants: community  leader, community representative, and district institution in Karanganyar. The result is the ICE strategy was carried out by Gerdu Village has three stages: 1. Education and Cooperation, 2. Implementation and Management, 3. Evaluation and Planning. In addition, the internal driving factor in ICE?s success lies in the activeness of village leader and youth in practicing islamic economics. The collaborationwith external parties such as BAZNAS, DISPARPORA, as well as other intitution around the village are actively helping in village development
ANALISIS STRATEGI ISLAMIC COLLECTIVE ENTREPRENEURSHIP (ICE): SOLUSI MENGATASI DESA TERTINGGAL Dzaky Adam Thamrin; Boby Habibi; Dewi Permata Sari; Fauzul Hanif Noor Athief
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11059

Abstract

Sektor ekonomi desa memiliki peran substansial bagi kesejahteraan masyarakat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Desa (2018) menunjukkan masih ada 13.232 desa tertinggal karena faktor ekonomi. Adapun kendala besar dalam ketertinggalan desa adalah rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan SDM pada desa salah satunya dengan berwirausaha. Hal ini telah dilakukan oleh Desa Gerdu yang berhasil menjadi Desa Wisata Islami. Strategi wirausaha dilakukan secara kolektif yang berlandaskan nilai-nilai Islam atau dikenal Islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Peneliti mencoba mengangkat sejauh mana strategi ICE dapat menjadi solusi dalam membangun perekonomian desa, sehingga strategi ini dapat menjadi solusi bagi desa tertinggal lainnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan observasi dalam pengumpulan data. Data tersebut diperoleh dari hasil wawancara yang akan dilaksanakan dengan informan dari pemuka masyarakat, perwakilan masyarakat, dan instansi kabupaten. Dari hasil analisa, strategi ICE yang dilakukan Desa Gerdu memiliki 3 (tiga) tahap yaitu: 1. Pendidikan dan Kerjasama, 2. Pelaksanaan dan Pengelolaan, 3. Evaluasi dan Perencanaan. Selain itu, faktor pendorong internal dalam kesuksesan ICE terletak pada keaktifan pemuka dan pemuda desa dalam mempraktikkan ekonomi Islam. Adapun kerjasama dengan pihak eksternal seperti BAZNAS, DISPARPORA, serta lembaga lainnya sekitar desa yang aktif membantu dalam pembangunan desa.The rural economic sector has a substansial role for the welfare of society and the economic support of nation. Data from Indonesian Ministry of Villages (2018) showed 13.232 underdeveloped villages in Indonesia due to economic reasons. The lack of human resources was the major reason. Therfore, the improvement of human resources throught entrepreneurship is needed. One of the successful village throught entrepreneurship is Gerdu Village in Karanganyar, which also has succeeded in becoming an islamic tourism village. The entrepreneurship strategy is carried out collectively based on islamic values or known as islamic Collective Entrepreneurship (ICE). Researchers try to find how far the effecticeness of ICE strategy as a solution for othe underdeveloped villages. This is a descriptive qualitative research with using observation for collecting data. The data is obtained through interviews with some informants: community  leader, community representative, and district institution in Karanganyar. The result is the ICE strategy was carried out by Gerdu Village has three stages: 1. Education and Cooperation, 2. Implementation and Management, 3. Evaluation and Planning. In addition, the internal driving factor in ICE’s success lies in the activeness of village leader and youth in practicing islamic economics. The collaborationwith external parties such as BAZNAS, DISPARPORA, as well as other intitution around the village are actively helping in village development
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI DAN SAHAL MAHFUDH TENTANG ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN EKONOMI Yayuli Yayuli; Fauzul Hanif Noor Athief; Dewi Nur Utari
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16798

Abstract

Poverty is still a serious problem for Muslims. The distribution of zakat on target should be used to solve economic problems, especially poverty. Zakat besides being distributed consumptively can be done in a productive way. Productive Zakat can be used for economic empowerment which is useful for alleviating poverty. This writing aims to examine the thoughts of Islamic leaders who have thoughts about productive zakat which is useful for economic empowerment including Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh. This research is a library research using a qualitative approach. This study chooses data sources related to the research topic based on the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh by comparing backgrounds, main ideas, implementers, targets, standard limits, and steps for economic empowerment. The results of this study found that firstly, Yusuf Qardhawi had an idea including dividing economic problems into five categories and developing issues related to zakat management, making a person, society and government as executors of economic empowerment, distributing zakat for mustahiq zakat and the poor, and steps economic empowerment is done by conveying theories to reach the minimum and maximum limits of meeting the needs of the community. Secondly, Sahal Mahfudh has ideas including economic problems and improving zakat management, making a person, community, and government as executors of economic empowerment, zakat distributed to the poor, and empowerment steps carried out with concrete actions and have succeeded in setting minimum and maximum limits of fulfilling needs Public. Third, the similarities and differences in the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh in economic empowerment through productive zakat. The similarities and differences of thought between the two are in the background, main ideas, implementers, targets, standard boundaries, and steps in economic empowerment.Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang serius bagi umat Islam. Pendistribusian zakat yang tepat sasaran seharusnya dapat digunakan untuk memecahkan masalah ekonomi terutama kemiskinan. Zakat selain didistribusikan secara konsumtif dapat dilakukan dengan cara produktif. Zakat produktif dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi yang berguna untuk mengentaskan kemiskinan. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran tokoh Islam yang memiliki pemikiran tentang zakat produktif yang berguna untuk pemberdayaan ekonomi diantaranya adalah Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini  memilih sumber data yang berkaitan dengan topik penelitian berdasarkan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dengan membandingkan latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah pemberdayaan ekonomi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pertama, Yusuf Qardhawi memiliki gagasan diantaranya dengan membagi masalah ekonomi menjadi lima kategori dan mengembaangkan isu yang berkaitan dengan manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, mendistirbusikan zakat untuk mustahiq zakat dan fakir miskin, dan langkah pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan menyampaikan secara teoritis untuk mencapai batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kedua, Sahal Mahfudh memiliki gagasan diantaranya adalah problem ekonomi dan memperbaiki manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat, dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, zakat didistribusikan untuk fakir miskin, dan langkah pemberdayaan dilakukan dengan tindakan nyata dan telah berhasil menetapkan batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ketiga, persamaan dan perbedaan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dalam pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif. Persamaan dan perbedaan  pemikiran keduanya terdapat pada latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah dalam pemberdayaan ekonomi. 
Co-Authors Abdelkader Laallam Adityo Wiwit Kurniawan Afief El Ashfahany Afief El Ashfahany Agus Miswanto Agustina, Ricka Ahmad Baehaqi, Ahmad Ahmad Mardalis Akhtiar, Muhammad Najid Aminullah Furqoni Angga Aprilio Prabowo Annisa ul Lathifah Arum Brawijaya Putri Ashri Ainin Bashiri Muslimah Azhar Alam Bayu Arie Fianto Bela Septiana Wahyu Priyadika Boby Habibi Darlin Rizki Dewi Nur Utari Dewi Permata Sari Dewi Permata Sari Dewi Puspitaningrum Dhidhin Noer Ady Rahmanto Dwi Swasana Ramadhan Dzaky Adam Thamrin Elif Pardiansyah Erland Sakti Anindito Putra Fahmi Ali Hudaefi Faizah, Annisa Nur Faqiatul Mariya Waharini Filka Catur Windiastuti Friska Dwi Damayanti Furqoni, Aminullah Habibi, Boby Hafizah Abdul Rahim Hakim, Lukmanul. Hassan, Fauziah Hendri Tanjung Ilham Rosyadi, Jundi Faaiq Imron Rosyadi Isman Isman Isman Iva Faizah Izzah, Luthfiyyah Nurul Jadidah, Wanti Nur Khaira Gina Yuda Jakti Lestari, Wuryaningsih Liana Mangifera Linda Isma Cahyaningrum Lukman Hakim Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Luthfiyyah Nurul Izzah Marwini Maulidyah Indira Hasmarini Mega Atika Mohammad Aulia Rachman Mohd Shahid Bin Mohd Noh Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Amir Anshori Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Nurcholis Muhammad Zakiy Nafis, Zulhaznizam Nihayatul Masthuroh Nur Faizah, Annisa Nurul Latifatul Inayati Pratwindya, Arum Purwantini, Anissa Hakim Putri, Arum Brawijaya Putri, Salwa Shafiyya Rafiq Azzam Al Afif Resti Hedi Juwanti Ricka Agustina Sausan Liski Aulia Suharto Suharto Supriyanto , Trisiladi Susanti, Neng Fitri Hedi Thamrin, Dzaky Adam Tika Widiastuti Ulin Nuha Veronika Candra Dewi Waharini, Faqiatul Mariya Windiastuti, Filka Catur Yayuli Zaenal Abidin Zakiy, Faris Shalahuddin