Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Kandungan Kimia Biji Kopi Arabika Solok berdasarkan Tingkat Kematangan yang Berbeda Fitri Yuwita; Ulfah Anis; Damres Uker
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v10i1.170

Abstract

ABSTRACT The rate of increase in coffee production in Solok, especially Arabica coffee, must be accompanied by a good post-harvest period. Now the rate of increase in the area of ​​Arabica coffee production in the Solok area has not been matched by the uniformity of the quality produced. The first thing to pay attention to in maintaining quality is the maturity level the coffee beans harvest. The purpose of this study was to determine the characteristics of the chemical content of Solok Arabica coffee beans with two different maturity levels. The material used in the study was Arabica Solok coffee beans harvested directly from the farmers' gardens. Coffee beans are picked at two different maturity levels, namely ripe and overripe Arabica coffee beans. The method used is descriptive analytics to determine the chemical properties of coffee with two maturity levels. The results showed that the level of maturity affected chemical compounds such as caffeine, protein, and fat in Solok Arabica coffee beans. Caffeine content at ripe maturity is 1.56% and increases at overripe to 2.38%. Protein content at ripe maturity is 13.35%, which increases at overripe to 13.54%. The ripe fat content, which was 13.06%, decreased to 11.70%. Keywords: Arabica Coffee, Chemical Content, Level of Maturity   ABSTRAK Laju peningkatan produksi kopi di Solok, khususnya kopi arabika harus diiringi dengan pasca panen yang baik. Saat ini laju peningkatan area produksi kopi arabika di daerah Solok belum diimbangi dengan keseragaman mutu yang dihasilkan. Hal pertama yang harus diperhatikan untuk menjaga mutu adalah tingkat kematangan dari panen biji kopi. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kandungan kimia dari biji kopi arabika Solok dengan dua tingkat kematangan yang berbeda. Bahan yang digunakan pada penelitian adalah biji kopi Arabika Solok yang dipanen langsung dari kebun petani. Biji kopi dipetik dengan dua tingkat kematangan yang berbeda yaitu biji kopi arabika masak sempurna (ripe) dan kelewat matang (overripe). Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik untuk mengetahui sifat kimia kopi dengan dua tingkat kematangan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan mempengaruhi kandungan kimia seperti kafein, protein, dan lemak pada biji kopi arabika Solok. Kadar kafein pada kematangan ripe 1,56%, meningkat pada overripe menjadi 2,38%. Kadar protein pada kematangan ripe 13.35 %, meningkat pada overripe menjadi 13.54 %. Kadar lemak ripe yaitu 13.06% mengalami penurunan menjadi 11.70 %. Kata kunci : Kopi Arabika, Kandungan Kimia, Tingkat Kematangan  
Sosialisasi Dampak Stunting dan Upaya Pencegahannya dengan Mengonsumsi Gulai Sari Buah Kelapa Sawit dan Lele Budiyanto Budiyanto; Ulfah Anis; Fitri Yuwita; Arina Fatharani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16472

Abstract

Abstrak: Desa Tapak Gedung merupakan salah satu desa yang memiliki kasus stunting di kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu 1) memberikan pengetahuan terkait stunting, faktor penyebab stunting, dampak stunting, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting 2) memberikan pengetahuan terkait produk pangan yang mengandung zat gizi untuk mencegah stunting. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi kepada 25 orang mitra yang terdir dari remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, ibu menyusui yang memiliki anak beresiko stunting, kader posyandu, dan ibu-ibu PKK desa Tapak Gedeung. Kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan evaluasi untuk mengukur pengetahuan mitra mengenai materi sosialiasi tersebut dengan mengisi kuisioner sebelum dan setelah materi sosialisasi disampaikan Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan mitra terkait stunting dan upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting dengan mengonsumsi gulai sari buah kelapa sawit dan lele. Peningkatan pengetahuan tersebut ditunjukkan dengan hasil evaluasi yang meningkat sebesar 29% dibandingkan sebelum disampaikannya materi sosialisasi.Abstract: Tapak Gedung Village is one of the villages that has stunting cases in Kepahiang district, Bengkulu. The objectives of this community service activity are 1) providing knowledge related to stunting, the causes of stunting, the impact of stunting, and efforts that can be taken to prevent stunting, and 2) providing knowledge related to food products that contain nutrients to prevent stunting. The method used in this community service activity was outreach to 25 target audiences: young women, pregnant women, breastfeeding mothers, nursing mothers with children at risk of stunting, posyandu cadres, and PKK mothers in Tapak Gedeung village. The service activity is followed by an evaluation to measure the target audience's knowledge of the socialization material. This community service activity results in an increase in the target audience's knowledge regarding stunting and efforts made to prevent stunting by consuming palm oil and catfish juice. The increase in knowledge is shown by the evaluation results, which increased by 29% compared to before the socialization material was delivered.
PERBAIKAN PROSES PENGOLAHAN PADA PRODUK OLAHAN REBUNG KELOMPOK PEREMPUAN PEDULI LINGKUNGAN (KPPL) DI KABUPATEN REJANG LEBONG Ulfah Anis; Damres Uker; Fitri Yuwita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2536-2540

Abstract

Rebung mengandung nutrisi yang bermanfaat dalam kesehatan tubuh manusia. Rebung biasanya dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk sayuran. Akan tetapi, terdapat beberapa olehan dari rebung yaitu tepung rebung yang bisa dibuat menjadi produk donat, mie basah, nugget, dan stik rebung. Stik rebung sudah dikembangkan sebagai salah satu produk pangan olahan oleh Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) karya Mandiri di Rejang Lebong. Akan tetapi stik rebung yang dihasilkan kualitasnya masih perlu ditingkatkan, misalnya teksturnya yang kurang renyah. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan proses pengolahan pada produk rebung untuk meningkatkan kualitas mutunya terutama tekstur stik rebung yang dihasilkan. Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini yaitu diskusi dan tanya jawab antara tim pengabdian dengan khalayak sasaran (pertemuan 1). Pertemuan kedua dilanjutkan dengan praktek pembuatan stik rebung dengan mencoba resep baru. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah resep yang berbeda yaitu penggunaan margarin dan irisan rebung dapat memperbaiki tekstur dari stik rebung yang dihasilkan.
Penanganan Bahan Baku dan Pengolahan Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus) menjadi Selai Ulfah Anis; Ridha Rizki Novanda; Muhammad Dani
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.808

Abstract

Buah nangka yang ada di Desa Lawang Agung jumlahnya cukup banyak. Pohon nangka di desa tersebut di tanam hamper di setiap rumah. Akan tetapi, buah tersebut hanya di konsumsi dalam bentuk segar serta dijual oleh masyarakat desa. Masyarakat belum mengetahui produk olahan yang dapat dibuat dari nangka. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan kepada masyarakat desa dalam penanganan bahan baku serta pembuatan produk selai dari nangka. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 18 orang yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan anggota kelompok tani. Kegiatan pengabdian diawali dengan persiapan antara tim pengabdian dengan perangkat desa; penyuluhan mengenai penanganan nangka dan tahapan pembuatan selai nangka; praktek pembuatan selai nangka; dan evaluasi dengan pengisian kuisioner. Pengetahuan masyarakat desa Lawang Agung meningkat sebesar 22,28% setelah dilakukan kegiatan pengabdian mengenai penanganan nangka dan pengolahannya menjadi selai.
Penyuluhan Pemurnian Crude Palm Oil (CPO) Ulfah Anis; Yazid Ismi Intara; Hidayat Koto
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.817

Abstract

Pasar Bembah merupakan desa yang memiliki potensi dalam pengolahan kelapa sawit. Desa tersebut memiliki perkebunan sawit yang cukup luas dan terdapat industry skala rumahan untuk pengolahan CPO. Tujuan kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pemurnian CPO dan produk turunan dari kelapa sawit. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu persiapan; sosialisasi (penyuluhan mengenai metode pemurnian minyak kelapa sawit); diskusi, dan tanya jawab. Khalayak sasaran pada pengbdian ini yaitu beberapa masyarakat desa Pasar Bembah, warga yang memiliki usaha pengolahan CPO, dan aparat desa. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemurnian CPO menggunakan metode sederhana, yaitu tahap deodorisasi dengan dialiri nitrogen, dan produk turunan lain dari kelapa sawit yaitu lilin dan sabun.
Pengendalian Mutu Selai Kecombrang Melalui Perbaikan Pengolahan Pada Koperasi Perempuan Pelestari Hutan (KPPH) di Rejang Lebong Anis, Ulfah; Yuwana, Yuwana; Intara, Yazid Ismi
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 1 (2023): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i1.22472

Abstract

Target community of this activity was forest conservative women who produced various food products including jam, syrup, “dodol” cake, and sticks whose qualities needed to be improved. It was observed that the “kecombrang” jam and syrup brought up different colors for each production run. The unpleasant taste was identified in the dodol cake. The jackfruit stick lacked crunchiness which might be due to improper drying. The objective of this community service activity was a technology transfer consisting of three topics: (1) Quality control in material handling to avoid browning of raw material (2) Quality control of food processing to improve the quality of resulting products, and (3) Introduction of food drying utilizing a YSD-UNIB12 solar dryer. The activity included: meeting coordination and material preparation, counseling, and interactive dialogue. The result indicated that 70% mastered the delivery topics and 30% understood some parts of them. Participants were very enthusiastic in participating in the counseling conducted by the team.
Analisis Perubahan Warna Gurita (Octopus sp.) Selama Pengeringan dengan Pengering Hibrid Bertenaga Surya Fatharani, Arina; Maissy, Faulina; Anis, Ulfah; Yuwita, Fitri; Firmansyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v11i1.192

Abstract

Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah penghasil gurita. Salah satu produk unggulannya adalah gurita kering dan prosesnya dijemur di bawah sinar matahari langsung. Penjemuran dengan menggunakan sinar matahari langsung dapat menghasilkan warna gurita dengan kualitas rendah karena telah terpapar oleh sinar matahari secara langsung dengan durasi yang cukup lama. Diperlukan alat pengering yang dapat menjaga kualitas warna gurita selama proses pengeringan dan menghindarkan gurita dari kontaminasi di sekitarnya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pengering hibrid bertenaga surya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memodelkan warna gurita selama proses pengeringan menggunakan alat pengering hibrid bertenaga surya. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 taraf perlakuan, yaitu kapasitas gurita 1, 3, dan 6 kg. Perubahan warna yang dianalisis adalah Hue Angle dan Chroma dengan analisis matematis berupa persamaan kinetika dan regresi. Nilai Hue Angle dan Chroma gurita selama proses pengeringan menggunakan pengering hibrid bertenaga surya menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada setiap perlakuan. Perubahan kedua parameter tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan persamaan kinetika dan regresi dan didapatkan nilai rerata R² sebesar 0,787. Pemodelan dapat dilakukan pada rentang perlakuan kapasitas gurita sebesar 1-6 kg.
The Quality of Lokan (Geloina erosa ) Rendang Oil Substituted with Red Palm Oil Olein Budiyanto, Budiyanto; Anis, Ulfah; Jayadi, Iqbal; Syafnil, Syafnil
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 7 No. 1: Volume 7. Number 1, December 2023 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v7i1.29764

Abstract

Rendang is a typical Minangkabau cuisine in West Sumatra, which is usually made with beef and other protein resources such as Lokan, which contains amino acids L-leucine and L-isoleucine. It is made with coconut milk that produces oil during cooking. The oil can be substituted with Red Palm Oil Olein (RPOO), which contains nutrients essential for the body as antioxidants. This study aims to determine the effect of RPOO substitution in Lokan rendang on color properties, vitamin A content, antioxidant activity, and organoleptic properties. A Completely Randomized Experimental Design (CRD) with one factor and five treatment levels was used in this study.  The treatment factor was RPOO substitution with 0, 25, 50, 75, and 100% Lokan rendang oil. Each treatment was repeated three times resulting in 15 experimental runs. The data of vitamin A and antioxidant activity were analyzed using ANOVA followed by LSD, whereas sensory data were analyzed using the Friedman Ranking Test. The result showed that RPOO substitution significantly affected the antioxidant activity and organoleptic properties (taste, aroma, and overall) of rendang Lokan. The greater the substituted RPOO, the greater the vitamin A content in Lokan rendang. The substitution of 50% oil in rendang lokan with RPOO   improved provitamin A and antioxidant activity significantly without disrupting the acceptability its sensory values. Therefore, the 50% substitution of rendang lokan oil can be utilized to fortify vitamin A.
Kajian Pengeringan pada Pengering Tipe Rak dengan Konveksi Panas dari Pipa yang Dialiri Air Panas Geothermal Yedi Gunawan; Yazid Ismi Intara; Bosman Sidebang; Ulfah Anis
Newton-Maxwell Journal of Physics Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/nmj.v5i1.33301

Abstract

This research aims to obtain the temperature performance of heat convection from hot water flow in pipes in the drying chamber during the drying process. This research method descriptively examines the drying function and the hot air flow process in the drying system. The results obtained from the research show that the average temperature in the drying room is 37oC while the temperature outside the dryer (environmental temperature) is 22oC. To dry 2 mm thick cassava slices from an ingredient weight of 23 g to 8 g, it takes 8-10 hours. The longer the drying time, the lower the moisture ratio value. An increase in temperature affects a decrease in the moisture ratio in geothermal hot water flow dryer. The decrease in the moisture ratio value was influenced by the decrease in the water content of the material during the drying process. The distribution of temperature movements that occur in the drying room at the beginning of the drying process where the room temperature moves turbulensitly from 30.8 - 35.1oC. During the drying process, the movement of heat distribution shows the active phenomenon of a convection heat source from the side of the drying chamber which is a spiral-shaped heating design around the drying chamber. The constant temperature is 36 – 38oC which is the hottest temperature that is almost uniform in the drying room. The use of hot water energy from geothermal hot springs can be an alternative continuous and hygienic drying process
Studi Pelayanan Administrasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa Di Jurusan Teknologi Pertanian (TP) Universitas Bengkulu Lestari, Ela Sri; Anis, Ulfah; Fatharani, Arina; Setiawan, Trio P; Darmatama, Iman
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 11 No 2 (2024): Desember
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v11i2.7266

Abstract

Organizations are assessed based on academic services, especially to students. A college operates based on student satisfaction. The best services must be offered by the academic sector. Providing exceptional customer service is crucial for business success, particularly for companies and establishments in the service industry. The purpose of this study is to determine how satisfied students are with the administrative services provided by Bengkulu University's Department of Agricultural Technology. In this study, all enrolled students majoring in Agricultural Technology at the Faculty of Agriculture, Bengkulu University. Descriptive and quantitative research methods used simple random sampling were used for this research. through their perceptions of the quality of academic services. Using a straightforward random sampling method, SPSS software was used to handle the research sample. By examining the quality from the tangible aspect of the physical evidence, the aspect of reliability, the element of responsiveness, the aspect of assurance, and the aspect of empathy, students can gauge how satisfied they are with academic services. According to the study's findings, the evaluation of satisfaction comprises the following elements: physical aspects (tangible) at 86%, aspects of reliability (84%), aspects of responsiveness (86%), aspects of assurance (68%), and aspects of empathy (92%).