Articles
MODIFIKASI METODE NEWTON DENGAN KONVERGENSI ORDE TIGA UNTUK MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN NONLINEAR
Yuli Rahayu;
Evi Noviani;
Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v9i4.43316
Metode Newton merupakan metode iterasi yang digunakan untuk mencari akar-akar persamaan nonlinear maupun sistem persamaan nonlinear dengan orde konvergensi dua. Pada penelitian ini dibahas tentang penyelesaian sistem persamaan nonlinear dengan modifikasi metode Newton. Metode yang diperoleh dengan modifikasi metode Newton mempunyai orde konvergensi tiga. Langkah-langkah untuk mencari solusi sistem persamaan nonlinear dengan menggunakan metode ini adalah mencari nilai sebagai solusi dari iterasi ke- dengan toleransi error . Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut dapat menyelesaikan sistem persamaan nonlinear dengan orde konvergensi tiga.Kata kunci: Metode Newton, Orde konvergensi, Galat, Norm, Sistem Persamaan Nonlinear
METODE GUPTA DALAM MENENTUKAN SOLUSI PARTIKULAR PERSAMAAN BEDA LINEAR TAK HOMOGEN DENGAN KOEFISIEN KONSTAN
Frananta Maha;
Mariatul Kiftiah;
Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i4.50701
Persamaan beda yaitu persamaan yang memuat penerapan operator beda pada fungsi dari satu atau lebih variabel terikat terhadap satu atau lebih variabel bebas. Penelitian ini mencari solusi partikular dari persamaan beda linear tak homogen dengan koefisien konstan menggunakan Metode Gupta, dengan bentuk tak homogennya adalah perkalian fungsi eksponensial dengan fungsi polinomial. Pada Metode Gupta, persamaan beda linear dinyatakan dalam bentuk operator geser. Selanjutnya, ditransformasikan ke dalam bentuk operator beda maju sampai diperoleh solusi partikular persamaan beda linear tak homogen. Kata Kunci: Operator geser, operator beda maju, transformasi.
METODE BEDA HINGGA EKSPLISIT DAN IMPLISIT UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN PANAS
Lili Oktaviana;
Evi Noviani;
Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 2 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.928 KB)
|
DOI: 10.26418/bbimst.v9i2.39942
Persamaan difusi adalah persamaan diferensial parsial orde dua yang termasuk ke dalam tipe persamaan diferensial parsial parabolik. Persamaan difusi dapat juga disebut persamaan panas. Persamaan panas dapat diselesaikan dengan menggunakan metode beda hingga. Metode beda hingga memiliki beberapa skema diantaranya skema eksplisit dan skema implisit. Penelitian ini membahas penyelesaian persamaan panas dimensi satu dengan metode beda hingga eksplisit dan implisit. Langkah pertama pada penelitian ini yaitu memodelkan aliran panas pada batang kawat homogen menjadi persamaan panas dimensi satu. Selanjutnya, mendiskritisasi persamaan panas dimensi satu dengan menggunakan turunan numerik. Kemudian, menyelesaikan persamaan panas dimensi satu menggunakan skema eksplisit dan skema implisit dengan membentuk pola iterasi. Solusi persamaan panas dimensi satu dengan menggunakan metode beda hingga eksplisit yaitu dengan , dan . Sedangkan, dengan menggunakan metode beda hingga implisit yaitu dengan , dan . Nilai merupakan solusi hampiran metode beda hingga eksplisit dan implisit dengan dan , dimana N adalah jumlah total titik-titik dan adalah jumlah total titik-titik . Terakhir, menggunakan program Scilab dilakukan simulasi penyelesaian persamaan panas dimensi satu dan menghasilkan solusi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa adanya perubahan suhu dari temperatur tinggi ke temperatur rendah yang dipengaruhi oleh waktu karena adanya proses perpindahan panas pada batang kawat homogen. Kata Kunci: perpindahan panas, turunan numerik, skema eksplisit, skema implisit
PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA ORDE DUA DENGAN METODE BLOK K-LANGKAH
Muhammad Adiyan Septianda;
Mariatul Kiftiah;
Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 4 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v10i4.7126
Penelitian ini mengkaji dan menentukan penyelesaian numerik persamaan diferensial biasa orde dua menggunakan metode blok k-langkah dengan banyaknya langkah yaitu dua langkah dan tiga langkah. Nilai masing-masing koefisien pada metode blok dua langkah dan tiga langkah diperoleh dengan ekspansi deret Taylor. Metode ini mampu menghitung penyelesaian numerik di dua titik atau lebih. Hasil penelitian diperoleh penyelesaian numerik dengan galat yang kecil mendekati penyelesaian eksaknya sehingga metode ini bisa menjadi alternatif untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa orde dua linear maupun nonlinear dengan baik. Kata Kunci: Persamaan diferensial biasa, metode blok k-langkah, deret Taylor
OPTIMASI TRANSPORTASI TIDAK SEIMBANG MENGGUNAKAN METODE LOWEST SUPPLY LOWEST COST (LSLC) DAN STEPPING STONE
Saputra, Irpan;
Pasaribu, Meliana;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81853
Masalah transportasi berhubungan dengan pendistribusian barang dari beberapa sumber ke beberapa tujuan. Masalah transportasi tidak seimbang adalah masalah transportasi saat jumlah persediaan tidak sebanding dengan banyaknya permintaan; dengan kata lain, jumlah persediaan yang tersedia lebih besar atau lebih kecil dari pada banyaknya permintaan. Masalah transportasi adalah cara pengalokasian Yang tepat agar produk tersebut dapat didistribusikan sehingga biaya yang dikeluarkan seminimal mungkin. Tujuan pada penelitian ini adalah menentukan Solusi optimal suatu masalah transportasi. Permasalahan beras RASKIN diformulasikan ke dalam model transportasi. Model tersebut selanjutnya dicari Solusi fisibel awalnya dengan menggunakan metode Lowest Supply Lowest Cost (LSLC). Setelah itu diuji keoptimalannya dan dilakukan revisi tabel menggunakan metode Stepping Stone. Berdasarkan hasil diperoleh bahwa Gudang Wajok Hulu mendistribusukan beras ke Mempawah dan Landak, dan Gudang Sungai Raya mendistribusikan beras ke Pontianak dan Kubu Raya. Dengan demikian biaya pendistribusian adalah Rp. 1.903.539.690. Kata Kunci: Solusi Fisibel Awal, Revisi Tabel, Solusi Optimal
ANALISIS PELABELAN TITIK PADA GRAF SIERPINSKI GASKET S_n DAN PENCARIAN BILANGAN DOMINASI TOTAL UNTUK n=1-4
Tripina, Maria;
Kusumastuti, Nilamsari;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v13i4.78045
Diberikan graf G=(V,E) dengan V adalah himpunan titik dan E adalah himpunan sisi yang menghubungkan sepasang titik. Dua buah titik u,v dikatakan bertetangga jika u,v є E Himpunan S subset V(G) disebut himpunan dominasi dari graf G jika setiap titik dari V(G) - S yang bertetangga setidaknya satu titik dari S Himpunan dominasi S dari suatu graf G tidak tunggal dan kardinalitas himpunan terkecil dari graf G adalah bilangan dominasi γ (G) Persekitaran dari himpunan S atau N(S) adalah himpunan semua titik di G yang bertetangga dengan titik di S Himpunan S subset V adalah himpunan dominasi total di G jika setiap titik v є V yang memenuhi N(S)=V dan kardinalitas himpunan dominasi total terkecil dari graf G adalah bilangan dominasi total yang dilambangkan dengan γt (G). Penelitian ini membahas tentang analisis pelabelan titik pada graf Sierpinski Gasket dan mencari bilangan dominasi total pada graf Sierpinski Gasket Sn untuk n=1-4. Graf Sierpinski Gasket Sn dikontruksikan berdasarkan segitiga Sierpinski. Segitiga Sierpinski merupakan fraktal yang serupa dengan dirinya yang dibangun dari sebuah segitiga sama sisi yang dibagi secara rekursif menjadi buah segitiga yang kongruen dengan skala setengah dari segitiga sebelumnya. Hasil dari penelitian ini diperoleh bilangan dominasi total pada graf Sierpinski Gasket Sn.n є N yaitu: γt (S1)=2, γt (S2)=2, γt (S3)=5, γt (S4)=5Kata Kunci : Himpunan persekitaran, himpunan dominasi, bilangan dominasi.
PELABELAN RATA-RATA GEOMETRIS PADA GRAF ULAR mC_n
Sakti Simanjuntak, Junjungan Dwipa;
Fran, Fransiskus;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 2 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v14i2.92198
Sebuah pemetaan yang memetakan unsur-unsur dari graf yaitu sisi maupun titik dengan bilangan asli yang dikenal sebagai label disebut pelabelan graf. Satu variasi pada pelabelan graf adalah pelabelan rata-rata geometris, merupakan bentuk khusus dari pelabelan rata-rata aritmetika. Pada pelabelan rata-rata geometris pada graf terdapat titik dan sisi merupakan injektif dari domain dan kodomain yang menginduksi fungsi bijektif dengan domain dan kodomain sehingga untuk sisi berlaku. Graf rata-rata geometris adalah graf yang memenuhi pelabelan rata-rata geometris. Dalam artikel ini, dibahas suatu pelabelan rata-rata geometris untuk graf ular dengan untuk. Proses kontruksi pelabelan ini dilakukan dengan melabeli titik-titik pada graf tersebut sehingga menghasilkan label sisi-sisi yang sesuai dengan definisi pelabelan rata-rata geometris dan menghasilkan suatu pola label untuk masing-masing titiknya. Berdasarkan hasil kontruksi pelabelan rata-rata geometris untuk graf ular dengan untuk diperoleh bahwa, graf ular dengan untuk adalah graf rata-rata geometris. Kata Kunci : label, fungsi injektif, fungsi bijektif.
PENENTUAN ALIRAN MAKSIMUM PADA JARINGAN PENDISTRIBUSIAN GAS MENGGUNAKAN ALGORITMA EDMONDS KARP
Tantri, Eliana;
Helmi, Helmi;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v14i4.96036
PT. Livina Aurora Cemerlang merupakan perusahaan gas elpiji yang mendistribusikan gas non-subsidi ke beberapa pangkalan. Perusahaan melakukan pendistribusian gas dengan jumlah permintaan pengiriman yang berbeda-beda untuk setiap pangkalan, keterbatasan kapasitas kendaraan dan lokasi pangkalan yang tersebar dengan jarak lumayan jauh dari satu pangkalan ke pangkalan lain. Sehingga perusahaan memerlukan strategi agar pendistribusian dapat dilakukan secara efisien dengan mengetahui nilai aliran maksimum. Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu masalah jaringan pendistribusian gas yang direpresentasikan dengan graf berarah, dengan setiap busurnya mempunyai bobot. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini menentukan aliran maksimum pada jaringan pendistribusian gas elpiji dengan mempertimbangkan kendala kapasitas setiap busur, kendala aliran di simpul sumber dan simpul tujuan menggunakan Algoritma Edmonds Karp pada jaringan pendistribusian gas elpiji dimana pencarian lintasan penambahnya menggunakan Algoritma Breadth First Search (BFS). Tahap-tahap dalam pencarian aliran maksimum yaitu membuat jaringan pendistribusian ke bentuk graf berarah, tahap kedua memulai dengan menetapkan nilai aliran awal menjadi 0 di semua busur. Tahap ketiga mengidentifikasi lintasan penambah yaitu jalur berarah yang menghubungkan simpul awal dan simpul tujuan menggunakan Algoritma BFS, tahap keempat menentukan kapasitas sisa minimum busur pada lintasan penambah yang diperoleh, kapasitas sisa minimum digunakan untuk mengoptimalkan aliran pada lintasan penambah. Proses ini dilakukan hingga tidak ditemukan lagi lintasan penambah dan diperoleh nilai aliran maksimum pada jaringan pendistribusian gas. Hasil pencarian aliran maksimum menggunakan Algoritma Edmonds Karp pada jaringan pendistribusian gas elpiji 5,5 Kg diperoleh 61 tabung gas sedangkan pada jaringan pendistribusian gas elpiji 12 Kg diperoleh 53 tabung gas dengan 5 lintasan penambah.
PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA TAK LINEAR ORDE DUA MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI NATURAL
Nisa, Khairun;
Kiftiah, Mariatul;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 4 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v12i4.70481
Metode Dekomposisi Natural (MDN) merupakan suatu metode untuk menyelesaikan persamaan diferensial. MDN adalah kombinasi dari teori Transformasi Natural dan Dekomposisi Adomian. Pada penelitian ini dikaji penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa (PDB) tak linear orde dua homogen koefisien konstan menggunakan MDN. Langkah-langkah penyelesaian PDB tak linear orde dua homogen koefisien konstan menggunakan MDN diawali dengan menentukan sifat-sifat Transformasi Natural. Kemudian PDB ditransformasi dengan Transformasi Natural. Selanjutnya, langkah dilanjutkan dengan menggantikan nilai awal yang telah diberikan. Kemudian, dilakukan invers Transformasi Natural pada kedua ruas persamaan untuk mendapatkan solusi bagian linear. Langkah berikutnya yaitu menentukan nilai awal iterasi yang diperoleh dari solusi bagian linear dan mengaplikasikan Metode Dekomposisi Adomian untuk mendapatkan solusi bagian tak linear. Pada tahap akhir, solusi yang dihasilkan diformulasikan dalam bentuk deret. Hasil pembahasan menunjukkan PDB tak linear orde dua homogen kofisien konstan menggunakan MDN dapat menghasilkan solusi eksak maupun solusi hampiran. Kata Kunci : Transformasi Natural, Dekomposisi Adomian, Sifat-sifat Transformasi Natural.
MENENTUKAN INVERS MOORE-PENROSE DENGAN METODE DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DEKOMPOSISI QR
Ratih, Ratih;
Noviani, Evi;
Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 6 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/bbimst.v12i6.71428
Invers Moore-Penrose, yang disimbolkan sebagai , adalah invers matriks dari yang memenuhi empat persamaan Penrose. Invers Moore-Penrose ada untuk setiap jenis matriks, termasuk matriks persegi yang singular dan matriks yang non-persegi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami metode Dekomposisi Nilai Singular dan Dekomposisi QR dalam menentukan invers Moore-Penrose. Pada metode SVD membagi matriks awal menjadi tiga matriks yaitu matriks ortogonal , matriks diagonal , dan matriks ortogonal . Proses dekomposisi SVD melibatkan perhitungan nilai-nilai singular dan vektor-vektor singular dari matriks awal. Sedangkan pada metode Dekomposisi QR membagi matriks awal menjadi dua matriks yaitu matriks ortogonal dan matriks segitiga atas . Proses dekomposisi QR melibatkan perhitungan matriks orthogonal dan matriks segitiga atas melaluli langkah-langkah proses Gram-Schmidt. Menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode SVD dengan rumus dan menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode Dekomposisi QR dengan rumus . Kata Kunci: Matriks Ortogonal, Nilai Singular, Proses Gram-Schmidt.