Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Motivasi Instrinsik Dan Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan PT. Tae Bong Indonesia Maria Mutmainah; Asep Jamaludin; Zenita Apriani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai pada PT Tae Bong Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 karyawan dari berbagai unit kerja. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (p < 0,01). Selain itu, kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (p < 0,01). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan kontribusi sebesar 92,1% (R² = 0,921). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi intrinsik melalui pemberian otonomi dan umpan balik yang konstruktif, serta penerapan kepemimpinan transformasional yang visioner dan inspiratif, dapat meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya organisasi mengembangkan program kepemimpinan dan kebijakan yang mampu mendorong motivasi internal guna mencapai keunggulan kompetitif.
Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Peserta Magang Di Jepang Melalui LPK Panca Multiguna Sukses Karawang Yusuf Bachtiar; Asep Jamaludin; Zenita Apriani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan peserta magang di Jepang melalui LPK Panca Multiguna Sukses Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 190 orang yang merupakan peserta magang di Jepang melalui LPK Panca Multiguna Sukses Karawang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan menggunakan rumus slovin dimana taraf kesalahan adalah sebesar 5% sehingga diperoleh sampel sebanyak 129 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang berarti bahwa semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh peserta magang. Selanjutnya, stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat stres kerja dapat menurunkan kinerja peserta magang. Selain itu, hasil uji simultan menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan stres kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan sebagian besar variasi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja serta pengelolaan stres kerja yang baik merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja peserta magang di Jepang. Oleh karena itu, lembaga pelatihan kerja dan perusahaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta memberikan dukungan yang memadai bagi peserta magang agar dapat bekerja secara optimal.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Perawat Pada RS Dewi Sri Karawang Dian Japinka; Asep Jamaludin; Zenita Apriani
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.11646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Dewi Sri Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Populasi berjumlah 138 karawang, dengan sampel terdiri dari 103 responden yang ditentukan dengan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja , dan kinerja perawat secara deskriptif berada dalam kategori baik. Secara parsial, motivasi kerja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perawat (sig. 0,085 > 0,05), sedangkan lingkungan kerja menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja perawat (sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan nilai F mencapai 63,401 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,559, yang menunjukkan kontribusi sebesar 55,9%. Oleh karena itu, peningkatan kinerja perawat dapat dicapai melalui pengelolaan lingkungan kerja yang mendukung dan penekanan pada motivasi kerja secara terintegrasi. Kata Kunci: Motovasi Kerja; Lingkungan Kerja; Kinerja Perawat
Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Sigma Inti Presisi Karawang Luthfi Eka Haryanto; Asep Jamaludin; Zenita Apriani
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.11647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Sigma Inti Presisi Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriftif dan verifikatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh karyawan PT. Sigma Inti Presisi Karawang sebanyak 54 orang, dengan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung sebesar 2.689 dan signifikansi 0,010 < 0,05, sehingga hipotesis pertama (H1) diterima. Lingkungan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t hitung sebesar 0.862 dan signifikansi 0.393 > 0,05, sehingga hipotesis kedua (H2) ditolak. Secara simultan, motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F hitung sebesar 19.460 > F tabel 4,030 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga hipotesis ketiga (H3) diterima. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.433 menunjukkan bahwa 43,3% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan lingkungan kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai pentingnya peningkatan motivasi kerja sebagai faktor utama dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Stress Kerja Terhadap Kinerja Karaywan Di PT Cosmo Makmur Indonesia Muhamad Hanip; Asep Jamaludin; Zenita Aprianti
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i1.11648

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan di PT Cosmo Makmur Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Populasi berjumlah 250 karyawan dengan sampel 154 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan stres kerja berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 24,4%, sementara 75,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Kata Kunci: Motivasi Kerja; Stress Kerja;Kinerja Karyawan;Perilaku Organisasi
INTEGRASI WORK LIFE BALANCE DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN LOYALITAS KARYAWAN DI PT. SERBA JAYA ERA DIGITAL Asep jamaludin; Yudi Firmansyah; Nandang; Sihabudin; Rengga Madya Pranata
BUANA ILMU Vol. 10 No. 1 (2025): Buana Ilmu
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/rate8y86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi antara Work Life Balance dan Employee Engagement terhadap Loyalitas Karyawan di PT. Serba Jaya Era Digital. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 karyawan tetap yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Employee Engagement secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan. Strategi integrasi keduanya terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan hidup dan keterlibatan emosional, sehingga mendorong loyalitas karyawan jangka panjang.