Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN DIGITALISASI DAN INOVASI PRODUK UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UPPKA DI MARKETPLACE Cahyani, Afrilia; Yakub, Rahman; Fitria, Ika; Rosi, Eka Eman; Yasmin, Muhammad; Jufri, Supriadi; Tamrin, Muhammad; Ramadhan, Muhammad Rohady; Kumalasari, Anggy; Fatmawati, Fatmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37055

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha UPPKA Lautang Salo di Kabupaten Sidenreng Rappang melalui digitalisasi produksi, pemasaran, dan pelayanan konsumen berbasis perlindungan konsumen. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan kepada 10 anggota UPPKA, mencakup desain label produk, pemasaran digital melalui Shopee dan Facebook Page, serta pelayanan konsumen menggunakan WhatsApp Business. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, angket, wawancara, dan observasi langsung. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pemahaman hukum perlindungan konsumen, keterampilan digital, keaktifan pemasaran daring, dan peningkatan omzet usaha. Hasil menunjukkan 100% anggota mampu mencetak label mandiri, 85% memahami hak konsumen, 80% aktif memasarkan produk secara digital, serta peningkatan omzet sebesar 30%.Abstract: This Community Service Program aimed to enhance the competitiveness and sustainability of UPPKA Lautang Salo in Sidenreng Rappang Regency through the digitalization of production, marketing, and consumer services based on consumer protection principles. The activities employed socialization, training, workshops, and mentoring for 10 UPPKA members, covering product label design, digital marketing via Shopee and Facebook Page, and customer service using WhatsApp Business. The evaluation system applied pre-test and post-test, questionnaires, interviews, and direct observation. Success indicators included increased understanding of consumer protection law, improved digital skills, active engagement in online marketing, and increased business revenue. The results showed that 100% of members independently printed product labels, 85% understood consumer rights, 80% actively marketed products digitally, and group revenue increased by 30%.
INTEGRASI NILAI PLURALISME DAN MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (ANALISIS KEBIJAKAN NASIONAL DI INDONESIA). Tamrin, Muhammad; Kaharuddin; Musa, Muhajir; Nobisa, Yahya Nikmat
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Islam dalam merespons pluralisme dan multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia serta mengkaji implikasi kebijakan pendidikan nasional terhadap pembentukan sikap toleransi, inklusivitas, dan kerukunan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis dan analisis kebijakan. Sumber data diperoleh dari dokumen kebijakan pendidikan nasional, kurikulum Pendidikan Agama Islam, serta literatur akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna yang berkaitan dengan integrasi nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam Pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan nasional secara normatif telah mengakomodasi nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme melalui penguatan pendidikan karakter, kurikulum nasional, dan kebijakan moderasi beragama. Pendidikan Agama Islam diarahkan tidak hanya untuk membentuk kesalehan individual, tetapi juga kesalehan sosial yang tercermin dalam sikap toleran, inklusif, dan berorientasi pada kerukunan. Namun demikian, implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi tantangan di tingkat praksis, terutama terkait pemahaman pendidik, budaya sekolah, dan konteks sosial peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kebijakan nasional dan praktik Pendidikan Islam yang moderat dan multikultural merupakan kunci penting dalam membangun pendidikan yang mampu merawat keberagaman dan memperkuat kohesi sosial di Indonesia.