Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Praktek Feminine Hygiene Remaja Irma Irma; marlina marlina
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi May 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i1.76

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Feminine hygiene memberikan dampak terhadap kesehatan reproduksi remaja. Remaja awal yang memiliki kecenderungan untuk lebih memperhatikan tubuh mereka termasuk cara memperlakukan tubuh mereka yang sudah mentruasi khususnya organ kewanitaan.Tujuan : Untuk mengetahui praktek feminine hygiene pada remaja awal desain penelitian : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 53 remaja awal berusia 10-13 tahun yang diambil secara random di Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Pengumpulan data menggunakan kueisioner dengan sekali likert Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek kebersihan tubuh meliputi mandi minimal 2 kali sehari, mandi menggunakan spans/penggusok badan, menggunakan pancauran genggam (shower) dan memberishkan vagina dengan air mengalir. praktek kebersihan kewanitaan meliputi penggunaan panty liner, mengganti celana dalam dalam sehari, menggunakan tisu basah, mengusap bagian depan setelah buang air, mencuci tangan setelah buang air, menggunakan pembalut saat haid, mencuci tanagna sebelum membersihakn genetourinary, mandi dua kali sehari dan mengganti pembalut setiap 6 jam Kata kunci : feminine, hygiene, kebersihan wanita, remaja, reproduksi ABSTRACT Background: Feminine health has an impact on adolescent reproductive health. Early adolescents who have a tendency to pay more attention to their bodies, including how to treat their menstruating bodies, especially the female organs, Objective: To determine the practice of female hygiene in early adolescents. Research design: This study is a descriptive study. The research subjects were 53 early teens aged 10–13 years who were taken randomly in the Tamalate District, Makassar City. Data collection using a questionnaire. The results showed that body hygiene practices include bathing at least twice a day; bathing using a body scrub; using a handheld showerhead; and cleaning the vagina with air flow. Changing underwear once a day, using wet wipes, covering the front after defecating, washing hands after defecating, using sanitary napkins during menstruation, washing the soil before birth, bathing twice a day, and changing sanitary napkins every 6 months. o'clock Keywords: feminine, hygiene, female hygiene, adolescents, reproduction,
Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Irma irma; Ayu Sri Wahyuni; Andi Kamal M.Sallo
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.94

Abstract

Kanker payudara terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data Globocan tahun 2020 melaporkan kasus baru kanker payudara paling tinggi dibandingkan jenis kanker yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas artikel yang membahas mengenai hubungan keluarga dan kualitas hidup penderita kanker. Metode yang digunakan adalah literatur review. Penjaringan data menggunakan publish and perish dengan database dari google scholar dan scopus. Dari 237 artikel yang terjaring, dihasilkan 5 artikel yang sesuai dengan kriteria kebutuhan review. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa dukungan keluarga untuk penderita kanker payudara bisa berbentu informati, instrumen, ekonomi dan afeksi. Kualitas hidup penderita berkaitan dengan nilai yang diyakini penderita dalam menjalani hidup dengan puas. Penderita yang mendapatkan dukungan keluarga memiliki kualitas hidup yang lebih baik dibandingkan dengan yang terisolasi. Kata kunci : dukungan keluarga, kualitas hidup, kanker payudara
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DAN EDUKASI SANITASI LINGKUNGAN DI KAWASAN WISATA RAMMANG-RAMMANG Faisal Rizal Zaenal; Risma Haris; Nurkhalik Wahdanial Asbara; Badriani Badawi; Irma Irma; Muh Isnan Khaeran Haris
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35368

Abstract

Abstrak: Rumah baca mitra menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital pengelola, belum adanya sistem manajemen berbasis teknologi, serta kurangnya integrasi aspek sanitasi lingkungan dalam kegiatan literasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola melalui penguatan literasi digital, digitalisasi manajemen rumah baca, dan edukasi sanitasi lingkungan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) sosialisasi partisipatif untuk menggali kebutuhan mitra, (2) pelatihan literasi digital meliputi penggunaan QR Code dan optimalisasi media sosial dalam pengelolaan rumah baca, serta (3) pelatihan edukasi sanitasi mencakup penerapan PHBS, penggunaan media edukatif, dan simulasi pilah sampah. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan literasi digital dan pengetahuan sanitasi peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek tersebut: 46,7% peserta mencapai tingkat literasi digital sedang dan 46,7% menunjukkan pengetahuan sanitasi tinggi. Peserta terdiri dari 15 orang pengelola rumah baca (60% pria dan 40% wanita). Program ini berhasil memperkuat kapasitas komunitas dalam manajemen rumah baca berbasis teknologi sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi lingkungan.Abstract: The partner reading houses face challenges in the form of low digital literacy among managers, the absence of technology-based management systems, and a lack of integration of environmental sanitation aspects into literacy activities. This community service activity aims to increase the capacity of managers through strengthening digital literacy, digitizing the management of reading houses, and providing education on environmental sanitation. The activity was carried out in three stages, namely (1) participatory socialization to explore the needs of partners, (2) digital literacy training covering the use of QR codes and optimization of social media in reading house management, and (3) sanitation education training covering the application of healthy lifestyles, the use of educational media, and waste sorting simulations. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure improvements in participants' digital literacy and sanitation knowledge. The results showed significant improvements in both aspects: 46.7% of participants achieved moderate digital literacy and 46.7% demonstrated high sanitation knowledge. The participants consisted of 15 reading house managers (60% men and 40% women). This program succeeded in strengthening the community's capacity in technology-based reading house management while raising awareness of the importance of environmental sanitation.
Transformasi Edukasi Feminine Hygiene Melalui Media Sosial Irma Irma; Andi Kamal M.Sallo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model edukasi feminine hygiene berbasis media sosial dalam mentransformasi pendidikan kesehatan di kalangan remaja putri. Menggunakan desain quasi-experimental, studi ini melibatkan 60 siswi SMK Fatimah Mamuju yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi melalui konten audio-visual di media sosial, sementara kelompok kontrol mendapatkan edukasi kesehatan standar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan praktik feminine hygiene pada kelompok intervensi (p<0.001). Preferensi media edukasi bervariasi berdasarkan latar belakang budaya dan tingkat pendidikan, dengan video dan aplikasi mobile menjadi pilihan utama. Studi ini mengungkapkan bahwa pendekatan berbasis media sosial efektif dalam meningkatkan aksesibilitas informasi kesehatan, mengurangi stigma, dan mendorong perubahan perilaku positif. Temuan ini menyoroti potensi transformatif dari integrasi teknologi digital dalam pendidikan kesehatan reproduksi, memberikan implikasi penting untuk pengembangan strategi promosi kesehatan yang lebih efektif dan inklusif bagi remaja. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Kebersihan Feminin, Media Sosial, Remaja Putri, Teknologi Digital.   Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of a social media-based feminine hygiene education model in transforming health education among adolescent girls. Employing a quasi-experimental design, the study involved 60 female students from SMK Fatimah Mamuju, divided into intervention and control groups. The intervention group received education through audio-visual content on social media, while the control group received standard health education. Results demonstrated a significant improvement in feminine hygiene knowledge and practices within the intervention group (p<0.001). Preferences for educational media varied based on cultural background and education level, with videos and mobile applications emerging as primary choices. This study reveals that the social media-based approach is effective in enhancing accessibility to health information, reducing stigma, and promoting positive behavioral changes. These findings highlight the transformative potential of integrating digital technology in reproductive health education, providing important implications for developing more effective and inclusive health promotion strategies for adolescents.
Inovasi Kearifan Lokal dalam Optimalisasi Terapi Laktasi untuk Mengatasi Produksi ASI Rendah Ildayanti Ildayanti; Kiki Uniatri Thalib; Irma Irma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50233

Abstract

Hipogalaktia menghambat pencapaian target ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian eksperimental acak terkontrol pada 60 ibu postpartum dengan hipogalaktia (kelompok eksperimen n=30, kontrol n=30). Kelompok eksperimen mendapat kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar selama 14 hari. Outcome primer adalah volume ASI 24 jam; outcome sekunder meliputi skor LATCH, BSES, dan kenaikan berat badan bayi. Peningkatan volume ASI pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi (63,2±21,8% vs 14,0±10,2%, p<0,001). Volume ASI post-test mencapai 734,2±156,8 ml versus 512,4±148,2 ml pada kontrol (p<0,001). Skor LATCH meningkat menjadi 8,7±1,2 versus 6,4±1,5 pada kontrol (p<0,001). Skor BSES meningkat menjadi 42,3±5,8 versus 35,2±6,1 pada kontrol (p<0,001). Kenaikan berat badan bayi adalah 28,5±8,2 gram/hari versus 21,3±6,9 gram/hari pada kontrol (p<0,001). Tingkat kepatuhan 95,8% dengan efek samping minimal (6,7%). Kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar efektif meningkatkan produksi ASI melalui mekanisme sinergis multipathway. Intervensi ini aman dan dapat diterima secara budaya, berpotensi diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan maternal sebagai solusi evidence-based yang mengoptimalkan kearifan lokal Indonesia.
REVITALISASI PENGOBATAN TRADISIONAL MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT LOKAL UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI MODERN Marlina, Marlina; Indrawati, Andi; Irma Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1740

Abstract

Penggunaan tanaman obat lokal sebagai alternatif pengobatan untuk kesehatan reproduksi memiliki potensi yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas di masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi penggunaan pengobatan tradisional melalui pelatihan pemanfaatan tanaman obat lokal dalam konteks kesehatan reproduksi modern. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah interaktif dan video edukasi yang melibatkan 25 peserta dari Kelompok Wanita Melatam Fatimah Azzahra. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 61,50%, dengan kategori identifikasi tanaman obat mencapai peningkatan tertinggi sebesar 81,30%. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat, pengolahan, dan penggunaan tanaman obat lokal dengan aman. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan kearifan lokal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dengan cara yang lebih terjangkau dan aman.