Claim Missing Document
Check
Articles

Visualisasi Peta Cagar Budaya menggunakan Geoportal Palapa pada Kawasan Situs Trowulan dan Gunung Penanggungan Jayed Ali Bachtiar; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.502 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25820

Abstract

Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud kehidupan manusia, pemikiran dan perilaku yang penting untuk memahami sejarah sekaligus ilmu pengetahuan dan budaya nenek moyang kita. Di Jawa Timur ada dua kawasan cagar budaya yang telah dipilih oleh pemerintah: Penanggungan (mulai 14 Januari 2015) dan Trowulan (30 Desember 2013) sebagai cagar budaya tingkat provinsi dan nasional. Dalam penelitian ini, kami membangun infrastruktur data spasial geoportal untuk mengumpulkan, menyimpan dan memvisualisasikan distribusi spasial objek cagar budaya di kedua wilayah ini sebagai salah satu peran dalam menjaga kelestarian cagar budaya. Berdasarkan data geoportal, Situs Trowulan memiliki 80 artefak. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan Trowulan merupakan kawasan hunian. Sedangkan di situs Penanggungan, warisan didominasi oleh benda budaya berupa candi (sekitar 33 objek). Ini mungkin merupakan indikasi bahwa situs Penanggungan merupakan basis ritual pemujaan masyarakat purba. Secara umum, data cagar budaya yang telah berhasil dihimpun di  Situs Trowulan dan Penanggungan jenis artefak sebanyak 84 lokasi,  candi sebanyak 41 lokasi, goa sebanyak 3 lokasi, permukiman kuno sebanyak 5 lokasi, makam kuno sebanyak 6 lokasi, dan saluran air sebanyak 8 lokasi.
Pembuatan Dashboard Data Penginderaan Jauh Menggunakan Platform GeoNode (Studi Kasus : Provinsi Jawa Timur) Ari Matiur; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.38210

Abstract

Penginderaan jauh memegang peran penting untuk mendukung berbagai sektor pembangunan dan pelestarian lingkungan. Pada pelaksanaannya penginderaan jauh tidak lepas dari penggunaan citra satelit untuk mendapatkan informasi dipermukaan bumi. Citra Landsat 8 bisa didapatkan dengan mengunduh melalui web earth explorer. Data yang didapat berupa data mentah. Data ini masih perlu dilakukan proses dulu untuk dapat digunakan. Selain itu data citra satelit merupakan data raster yang memiliki ukuran penyimpanan data (storage) yang besar. Terlebih lagi untuk melakukan pengolahan citra satelit dengan cepat membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Penelitian ini bertujuan melakukan koreksi radiometrik (radiomtric correction) citra Landsat 8, setelah itu membuat dashboard data penginderaan jauh dimana data yang disediakan berupa citra reflektan permukaan (surface reflectance), sehingga data yang diunduh dari dashboard siap digunakan. Metode koreksi radiometrik menggunakan metode Apparent Reflectance ArcGIS, sedangkan pembuatan dashboard menggunakan platform GeoNode. Hasil penelitian ini berupa website yang mampu menampilkan dan mengunduh citra yang sudah dikoreksi radiometrik. Website tersebut baru bisa diakses komputer host dengan membuka alamat IP komputer virtual melalui browser. Raster yang bisa ditampilkan GeoNode adalah raster integer, sehingga citra reflektan permukaan yang berupa raster float harus diubah dulu menjadi raster integer. Untuk mengubah citra reflektan permukaan menjadi raster integer digunakan faktor skala 10000.
Analisis Persebaran Keanekaragaman Hayati pada Pohon dan Potensinya Dalam Penyerapan Emisi Karbon di Wilayah Perkotaan Menggunakan Data Foto Udara dan Lidar (Studi Kasus: Kelurahan Darmo, Kota Surabaya) Faisal Adam Yudithia; Lalu Muhamad Jaelani; Hepi Hapsari Handayani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53674

Abstract

Fenomena urbanisasi yang cepat di zaman modern ini menimbulkan banyak masalah di berbagai aspek, salah satunya aspek lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Surabaya. Kota ini merupakan salah satu wilayah metropolitan yang menjadi pusat perekonomian dengan pertumbuhan yang cepat. Seiring dengan pertambahan populasi dan percepatan pembangunan, optimalisasi fungsi ruang terbuka hijau (RTH) sebagai penyerap emisi karbon menjadi hal penting untuk diperhatikan. Oleh sebab itu, penelitian ini ditujukan untuk mengetahui persebaran keanekaragaman hayati pada pohon dan potensinya dalam penyerapan emisi karbon di salah satu wilayah padat, yaitu Kelurahan Darmo, Kota Surabaya. Pengamatan spesies pohon dilakukan menggunakan data orthophoto dan light detection and ranging (lidar). Untuk mengetahui jumlah pohon berdasarkan tutupan kanopinya, penelitian ini menggunakan algoritma local maxima, serta metode klasifikasi berbasis objek untuk menentukan spesiesnya. Dengan memanfaatkan kedua data melalui metode tersebut, dihasilkan tingkat kesesuaian klasifikasi dengan akurasi kappa sebesar 0,64. Sejumlah 5.429 dari 6.778 pohon yang ada di Kelurahan Darmo teridentifikasi sebagai individu pohon yang diketahui spesiesnya, terdiri dari: Albizia julibrissin, Cerbera manghas, Ficus benjamina, Plumeria rubra, Polyalthia longifolia, Pterocarpus indicus, Roystonea regia, Tamarindus indica, dan Terminalia catappa. Albizia julibrissin merupakan spesies pohon yang mendominasi di kelurahan ini dengan indeks nilai penting (INP) sebesar 0,42 berdasarkan hasil analisis dominansi vegetasi. Melalui perhitungan average nearest neighbor, diketahui bahwa 80,0% kondisi setiap spesies pohon di kelurahan ini memiliki kecenderungan pola persebaran yang menggerombol. Berdasarkan jumlah dan spesies pohon yang diketahui, maka diduga Kelurahan Darmo memiliki cadangan karbon sejumlah 574,8 ton C. Pterocarpus indicus merupakan spesies pohon yang paling berpengaruh terhadap penyimpanan cadangan karbon di kelurahan tersebut dengan jumlah 96,7 ton C atau 16,8% dari keseluruhan cadangan karbon di kelurahan tersebut. Jumlah cadangan karbon di Kelurahan Darmo jika dikonversi menjadi kemampuan pohon dalam penyerapan emisi karbon dioksida setara dengan 2.107,7 ton CO2.
Analisis Perubahan Distribusi Urban Heat Island (UHI) di Kota Surabaya Menggunakan Citra Satelit Landsat Multitemporal Arik Yumna Pratiwi; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53982

Abstract

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dimana jumlah penduduk kota Surabaya setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Peningkatan populasi penduduk di wilayah perkotaan dapat mengubah pola ruang kawasan perkotaan. Pengunaan lahan akan bergeser dari keperluan pertanian menjadi keperluan tempat tinggal, kawasan bisini/industri dan aktivitas lainnya. Perubahan tutupan lahan ini akan berdampak pada kondisi iklim dan cuaca di kawasan perkotaan sehingga menyebabkan terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Pemantauan fenomena ini diperlukan di perkotaan yang mengalami perkembangan pesat, termasuk di Kota Surabaya. Pada penelitian ini akan dianalisis perubahan distribusi Urban Heat Island (UHI) di Kota Surabaya pada tahun 2002, 2014, dan 2019 menggunakan Citra Landsat 7 (ETM+) dan Citra Landsat 8 (OLI/TIRS). Langkah awal yang dilakukan berupa perhitungan Land Surface Temperature (LST) dengan metode Single-Channel Algorithm, kemudian dilakukan analisis distribusi UHI dengan metode Ambang Batas dan Hot Spot Analysis (Getis-Ord Gi*). Hasilnya didapatkan nilai suhu permukaan rata-rata Kota Surabaya untuk tahun 2002, 2014, dan 2019 secara berurutan sebesar 29,094°C; 26,889°C; dan 27,130°C. Uji korelasi Pearson Product Moment dilakukan antara LST dengan suhu lapangan, diperoleh hasi koefisien korelasi (Rxy) sebesar 0,449. Terakhir, dari peta distribusi UHI metode Ambang Batas, luas area yang terdampak UHI selalu mengalami penurunan dari tahun 2002 ke 2014, dan 2014 ke 2019 dengan luas penurunan masing-masing sebesar 0,760 km2 dan 7,995 km2. Hal yang sama juga terjadi untuk metode Hot Spot Analysis, dengan luas penurunan pada tahun 2002 ke 2014, dan 2014 ke 2019 sebesar 2,027 km2 dan 31,168 km2.
Analisis Persebaran Tumpahan Minyak di Perairan Pantura Jawa Menggunakan Satelit Sentinel-1A Metode Adaptive Threshols Niken rahayuningtyas; Lalu Muhamad Jaelani
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53932

Abstract

Sebagai salah satu dengan arus transportasi pelayaran dan pengeboran sumur minyak dan gas yang ramai, Perairan Pantura Jawa sangat rentan terhadap peristiwa pencemaran laut akibat dari peristiwa tumpahan minyak. Karena itu diperlukan sebuah metode yang dapat mendeteksi persebaran tumpahan minyak dengan cepat guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Penginderaan jauh aktif sangat berguna dalam deteksi cepat ini karena memiliki kemampuan untuk melakukan akuisisi data secara independen dari kondisi cuaca dan kemampuan akuisisi pada siang maupun malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis deteksi dan monitoring persebaran tumpahan minyak menggunakan citra satelit Sentinel-1A dengan menerapkan tools oil spill detection pada software SNAP yang mengidentifikasi area hitam menggunakan nilai ambang batas threshold. Diperlukan data tambahan berupa arah dan kecepatan angin yang didapatkan dari metode Wind Field Estimation untuk membedakan area tumpahan minyak. Luas tumpahan minyak di perairan Pantura Jawa pada Bulan Juli, Agustus dan September 2019 sebesar 18,79 km², 15,08 km², dan 19,6804 km², sementara pada Bulan Januari 2020 sebesar 8,62 km².
Estimasi Energi Gelombang Laut Menggunakan Satelit Altimetri Jason-2 Studi Kasus: Selatan Pulau Jawa Muhammad Rizka Arief Pratama; Lalu Muhamad Jaelani; Albertus Sulaiman
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.606 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i1.1233

Abstract

Data tinggi muka air laut (SSH) sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi permukaan laut di suatu perairan. Dari data tersebut dapat diketahui di antaranya kontur permukaan laut dan karakteristik gelombang permukaan yang dipengaruhi angin atau gravitasi. Pengembangan energi terbarukan sangatlah penting untuk membantu pasokan listrik Indonesia yang hingga saat ini masih bergantung terhadap fossil fuel (energi tidak terbarukan). Data tinggi muka laut ini dapat membantu Indonesia sebagai negara maritim dunia untuk mengeksplorasi potensi lautnya terutama dalam bidang energi. Altimetry Radar (Radar Altimetri) adalah salah satu jenis sensor penginderaan jauh yang sedang berkembang, dimana dapat memonitor dan memetakan tinggi permukaan air laut secara akurat dan efektif. Pengolahan data titik nadir satelit altimetri dapat dilakukan di aplikasi pengolah matriks, Matlab setelah mengalami proses pengolahan awal pada software BRAT. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan data satelit altimetry Jason-2 pada tahun 2012, dengan hasil menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2012, di perairan Selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia memiliki panjang gelombang dominan sebesar 2319,208 dan 4638,417  m dan periode sebesar 33,7480 dan  74,9808 sekon yang memenuhi syarat menjadi sebuah swell yaitu di antara 30-300 sekon. Terdapat 3 spot potensial yang memiliki estimasi energi gelombang laut cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.
Sea Surface Temperature Mapping at Medium Scale Using Landsat 8 -TIRS Satellite Image Lalu Muhamad Jaelani; Adillah Alfatinah
IPTEK Journal of Proceedings Series No 6 (2017): The 3rd International Conference on Civil Engineering Research (ICCER) 2017
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i6.3307

Abstract

The Sea Surface Temperature (SST) retrieval from satellites data has been available since 1980’s both temporally and spatially. Some researchers have established SST inversion models depending on the correlation between the TM/ETM+ TIR radiance and the in-situ data. The objective of this research is to evaluate the performance of Landsat 8-estimated SST from 4 existing algorithms: Planck, Mono-Window Algorithm (MWA), Syariz and Split Window Algorithm (SWA) algorithms on  4 different tested areas: Eastern Bali, Bangkalan, Bombana and Poteran waters. Algorithm of Syariz dan SWA produced acceptable accuracy on all tested area with the NMAE ranged at 0.2-19.6% and 3.4-9.9% for Syariz and SWA, respectively. However, MWA and Planck produced NMAE larger than 30% on Bali and Poteran waters. Following the successful of SWA algorithm, the same algorithm was developed using insitu data collected on Poteran waters. The estimated SST by the developed algorithm produced acceptable accuracies on all tested water areas with the NMAE ranged from 0.401% to 16.630%. It was indicated that   Syariz, SWA and the developed algorithms were applicable for SST retrieval on all tested waters
Monitoring of Total Suspended Solid in Coastal Waters due to Conventional Gold Mining Using Multi Temporal Satellite Data, Case Study: Bombana, Southeast Sulawesi Nurgiantoro Nurgiantoro; Lalu Muhamad Jaelani
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.888 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2285

Abstract

Coastal area is an area of transition from terrestrial to marine ecosystems. This area is generally suffered by human, including gold mining activities. The existence of gold in Bombana discovered 2008, making the region as the center of public attention. The appearance of a gold mine in this region other than a blessing, but also brought new problems, especially in coastal areas. Therefore, a routine monitoring is needed to maintain environmental sustainability. Total Suspended Solid (TSS) is one of parameters that are often used for waters quality monitoring. In this research multi-temporal Landsat 8 (2013 to 2015) and in-situ measurement (November 20, 2015) were used to estimate the distribution of TSS. From the analysis, the concentration of TSS in 2014 decreased by 2.88% (36.97 g/m3) and increased by 6.76% (81.64 g/m3) in 2015. The results showed that all estimated-TSS overestimated the permissible water quality threshold (TSS ≤ 80 g/m3), it could be concluded that the gold mining activities in this area has decreased coastal ecological quality.
Estimation of Total Suspended Sediment and Chlorophyll-A Concentration from Landsat 8-Oli: The Effect of Atmospher and Retrieval Algorithm Lalu Muhamad Jaelani; Resti Limehuwey; Nia Kurniadin; Adjie Pamungkas; Eddy Setyo Koenhardono; Aries Sulisetyono
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.683 KB) | DOI: 10.12962/j20882033.v27i1.1217

Abstract

Total Suspended Sediment (TSS) and Chlorophyll-a (Chl-a) are globally knows as a key parameters for regular seawater monitoring. Considering the high temporal and spatial variation of water constituent, remote sensing technique is an efficient and accurate method for extracting water physical parameter. A high accurate estimated data derived from remote sensing depends on an accurate atmospheric correction algorithm and physical parameter retrieval algorithms. In this research, we evaluated the accuracy of atmospheric corrected product of NASA as well as develop algorithms for estimating TSS and Chl-a concentration over Poteran and Gili Iyang island water using Landsat-8 OLI data. The data used in this study was collected from Poteran’s waters (9 stations) on April 22, 2015 and Gili Iyang’s waters (six stations) on October 15, 2015. Low correlation between in situ and Landsat Rrs(λ) (R2= 0.106) indicated that atmospheric correction algorithm performed by NASA has a limitation. The TSS concentration retrieval algorithm produced acceptable accuracy both over Poteran’s Waters (RE of 4.60% and R2 of 0.628) and over Gili Iyang’s waters (RE of 14.82% and R2 of 0.345). Although the R2 lower than 0.5, the relative error was more accurate than the minimum requirement of 30%. Whereas, The Chl-a concentration retrieval algorithm produced acceptable result over Poteran (RE of 13.87% and R2 of 0.416) and failed over Gili Iyang’s waters (RE of 99.140 and R2 of 0.090). The low correlation between TSS or Chl-a measured and estimated TSS or Chl-a concentration were caused not only by performance of the developed TSS and Chl-a estimation retrieval algorithm but also the effect and accuracy of atmospheric corrected reflectance of Landsat product.
Multi-Temporal Chlorophyll-A Monitoring in Lake Matano and Towuti Using Landsat 8 OLI Imagery Lalu Muhamad Jaelani; Rossita Yuli Ratnaningsih
Journal of Applied Geospatial Information Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Geospatial Information (JAGI)
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.352 KB) | DOI: 10.30871/jagi.v3i1.1065

Abstract

Lake Matano and Towuti are two of 15 lake priorities in Indonesia. For preservation purposes, a routine water quality monitoring from satellite is needed. In this study, 11 scenes of Landsat 8 data were processed to produce chlorophyll-a concentration as an indicator of water quality condition on these two lakes. The result showed that water quality in Lake Matano and Towuti were in low cholorphyll-a condition with chlorophyll-a concentration ranged from 0.000– 2.298 mg/m3, 0.000-2.236 mg/m3, respectively. The accuracy of estimated Chlorophyll-a in these two lakes were affected by an inaccurate of atmospheric corrected data. To improve the accuracy, a more accurate atmospheric correction algorithm for Landsat 8 was still required.
Co-Authors Abdul Rasam, Abdul Rauf Adillah Alfatinah Afifi , Zulfahmi Agnes Rusnalia T. Agung Budi Cahyono Ahyudanari, Ervina Aji, Pujo Albertus Sulaiman Albertus Sulaiman, Albertus Alina, Aldea Noor Amalia Putri Rivani Andie Setiyoko Andika Yudha Gutama Andri A. Wibowo Ari Matiur Aries Sulisetyono Arik Yumna Pratiwi Aryasandah H. Dewantoro Aryasandah H. Dewantoro, Aryasandah H. Azmi, Rahajeng Aulia Bachtiar, Jayed Ali Baehaqi Baiq Arasya Wulandari Bangun Muljo Sukojo Bangun Muljo Sukojo, Bangun Muljo Bangun Muljo Sukojo, Husnul Hidayat Benedict Chao-Hung Lin Denaro, Lino Garda Dewinta Heriza Diah Ardiani Eddy Setyo Koenhardono, Eddy Setyo erika yuniar tyastiti Fahlefi , Rizha Faisal Adam Yudithia Feny Arafah Filsa Bioresita Filsa Bioresita, Filsa Firmansyah Maulana Azhali Fitriana Kartikasari Fitriana Kartikasari Fultriasantri, Indah Gathot Winarso Gathot Winarso Gathot Winarso, Gathot Gilang Amrullah Sayono Gutama, Andika Yudha Hanansyah, Megivareza Putri Handis Muzaky Harliyanti, Novi Ika Heni Agustina Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Heriza, Dewinta Hidayat, Arfico Rizky Hidayat, Husnul Husnul Hidayat, Husnul Ilyas Ilyas Irma'atus Sholihah Jayed Ali Bachtiar Jayeng Rangga Bhirawa Kristina Putri Laili, Nurahida Lena Sumargana Lena Sumargana Lin, Chao-Hung Lino Garda Denaro Loryena Ayu Karondia, Loryena Ayu M. Aldila Syariz, M. Aldila M. Nur Cahyadi M. Nur Cahyadi, M. Nur Martanti Aji Pangestu Megivareza Putri Hanansyah Mochamad Indrawan Muhammad Aldila Syariz Muhammad Aldila Syariz Muhammad Arya Pradipta Muhammad Hanif Muhammad Rizka Arief Pratama Muhammad Rizka Arief Pratama, Muhammad Rizka Arief Muhammad Taufik Muhammad Wildan Bobsaid Muhsi Muzaky, Handis Nabilah, Salwa Nadzir, Zulfikar Adlan Nia Kurniadin Niken rahayuningtyas Noorlaila Hayati Noorlaila Hayati, Noorlaila Norida Maryantika Novi Ika Harliyanti Nur Aina Rizki Rahmadani Nurahida Laili Nurgiantoro, Nurgiantoro Oktavianto G. Pamungkas, Adjie Pangestu, Martanti Aji Pratama, Febryanto Pratomo, Danar Guruh Pratomo, Danar Guruh Putri, Rizky Annisa R A, Dwi Ayu Rahmansyah, Ferdian Zaki Ramadhanni, Rizky Fitria Ramdhanu, Lalu Teguh Purnama Resti Limehuwey Ricko Andrew FG. Rivani, Amalia Putri Rizha Fahlefi Romadina Indah Wardani Rossita Yuli Ratnaningsih Salam Tarigan Salsabila, Shada Salwa Nabilaha Sanjaya, Hartanto Sayono , Gilang Amrullah Sekartadji, Ratih Sukojo , Bangun Muljo Sulaiman, Albertus Sulistyah, Umroh Dian Sulistyah, Umroh Dian Tambunan, Mangapul Parlindungan tyastiti , erika yuniar Wardani , Romadina Indah Wulandari, Baiq Arasya Yennie Marini Yennie Marini, Yennie Zulfahmi Afifi