Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI BEKAM TERHADAP KADAR KOLESTEROL DI KLINIK HOLISTIC CENTER ASY- SYAAFI PALEMBANG Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Adi Saputra; Lenny Astuti; Lela Aini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.6356

Abstract

Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak atau molekul lemak yang terdapat di dalam sel tubuh yang sebenarnya di butuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Apabila kadar kolesterol melebihi >200mg/dl dapat berisiko terkena penyakit jantung dan stroke, untuk mengatasi kadar kolesterol berlebih di butuhkan terapi non farmakologis seperti terapi bekam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberikan terapi bekam terhadap kadar kolesterol di Holistic Center Asy Syaafi Palembang. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode quasi eksperiment dengan menggunakan desain One Group Pretest dan Posttest. Jumlah sampel 33 responden yang memiliki kreteria inklusi. Tehnik sampling yang di gunakan purposive sampling  dan Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata kadar kolesterol sebelum dilakukan terapi bekam  di Holistic Center Asy Syaafi Palembang adalah 216.03 dengan standar deviasi 55.851, Rata-rata kadar kolesterol sesudah dilakukan terapi bekam di Holistic Center Asy Syaafi Palembang adalah 185.48 dengan standar deviasi 40.328. Kesimpulan Terapi bekam efektif terhadap kadar kolesterol di Holistic Center Asy Syaafi Palembang dengan p value sebesar 0.000. Disarankan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode lain seperti metode terapi akupuntur/ metode akupresur dengan sampel yang lebih banyak.Kata kunci : Terapi bekam, kadar kolesterol, Holistic Center Asy Syaafi
PENGARUH SIMULASI FIRST AID KEGAWATDARURATAN KECELAKAAN TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN FRAKTUR Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.369

Abstract

Latar belakang: Kegawatdaruratan merupakan suatu keadaan di mana seseorang berada pada suatu kondisi ancaman kematian yang memerlukan pertolongan segera guna menghindari kecacatan dan kematian. Upaya untuk mengurangi dampak negatif dari kasus kegawatdaruratan adalah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya Pengaruh  Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan Terhadap Pengetahuan penanganan fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa tingkat II Prodi DIII Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 71 siswa. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa dengan teknik sampel random sampling. Pengumpulan data penelitianmenggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Penelitian: uji paired sample t-test pengetahuan sebelum simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 76,19, standar deviasi 9,690 dengan nilai minimal 63 dan nilai maksimal 89, hasilpaired sample t-test pengetahuan sesudah dilakukan simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 85,62, standar deviasi 7,420 dengan nilai minimal 68 dan nilai maksimal 100. terdapat pengaruh Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan terhadap Pengetahuan penanganan fraktur p-value= 0,000< α = 0,05. Saran: Disarankan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan melihat efektivitas penggunaan metode simulasi yang telah dibentuk menjadi suatu kurikulum atau program yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kata Kunci: Pengetahuan, simulasi first aid kegawadaruratan, pertolongan pertama fraktur
Pencegahan Konstipasi pada Anak Melalui Penyuluhan Implementasi Evidence Based Practice tentang Makanan Berserat dan Air Putih Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dea Mega Arini; Shinta Maharani; Dewi Rury Arindari; Sri Hartati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5231

Abstract

ABSTRAKKonstipasi merupakan kondisi di mana feses mengeras sehingga susah dikeluarkan melalui anus,dan menimbulkan rasa terganggu atau tidaknya pada rektum. Konstipasi dapat terjadi akibat kurangnya makan berserat, kurang minum putih dan pengaruh obat yang dikonsumsi. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan konstipasi pada anak melalui penyuluhan impementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih. Tujuan Pengabdian adalah untuk Meningkatkan pemahaman anak mengenai pencegahan konstipasi melalui penyuluhan implementasi evidence based practice tentang makanan berserat dan air putih di Panti Asuhan Darussalam Palembang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan anak (100%) di Panti Asuhan Darussalam Palembang tentang makanan berserat dan konsumsi air putih untuk mencegah kejadian konstipasi. Kata Kunci: Konstipasi, Makanan berserat, dan Air Putih ABSTRACT Constipation is a condition in which the stool hardens so that it is difficult to expel it through the anus, and causes discomfort or discomfort in the rectum. Constipation can occur due to lack of fiber eating, drinking less mineral water, and the influence of drugs consumed. One of the things that can be done to increase public awareness is to provide counseling on the prevention of constipation in children through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and water. The purpose of this service was to increase children's understanding of preventing constipation through counseling on the implementation of evidence-based practice about fibrous food and mineral water at the Darussalam Orphanage in Palembang. The method used in community service activities through health education with lecture and demonstration methods. The conclusion is that there was an increase of knowledge of children (100%)at the Darussalam Orphanage in Palembang about fibrous food and water consumption to prevent constipation. Keywords: Constipation, Fibrous Food, And Mineral Water.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat RT 22 Kelurahan Pahlawan Palembang Tentang Pencegahan Covid-19 Berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Shinta Maharani; Lela Aini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5217

Abstract

ABSTRAKCovid-19 merupakan penyakit yang penyebabnya adalah virus corona yang menyerang sistem pernapasan. Pemerintah sudah menghimbau masyarakatnya dengan memberikan protokol kesehatan untuk menghindari penularan wabah COVID-19, untuk dapat menerapkannya dibutuhkan kesadaran masyarakat. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat adalah dengan memberikan penyuluhan tentang Pencegahan COVID-19 berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M. Tujuan Pengabdian adalah untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat RT 22 Kelurahan Pahlawan Palembang tentang Pencegahan COVID-19 berbasis Keluarga dengan Menerapkan 5M dapat terlaksana dengan baik. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kesimpulan adanya peningkatan kesadaran masyarakat berbasis keluarga di RT 22 kelurahan Pahlawan Palembang dalam menerapkan protokol Kesehatan 5M. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengimplementasikan dan memberikan informasi terbaru tentang pencegahan virus Covid 19 selain penerapan 5M pada masyarakat yang lebih luas. Kata Kunci: Peningkatan Kesadaran Masyarakat, Menerapkan 5M, Pencegahan        Covid 19 ABSTRACTCovid-19 is a disease caused by a coronavirus that attacks the respiratory system. The government has appealed to the public by providing health protocols to avoid the transmission of the COVID-19 outbreak, to be able to implement it, public awareness is needed. One of the things that can be done to increase public awareness is to provide counseling about Family-based COVID-19 Prevention by Implementing 5M. The purpose of this service is to increase public awareness of RT 22 Pahlawan Palembang Village regarding Family-based COVID-19 Prevention by Implementing 5M can be carried out properly. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. The conclusion is that there is an increase in family-based community awareness in RT 22, Pahlawan Palembang village in implementing the 5M Health protocol. It is recommended for further researchers to be able to implement and provide the latest information about the prevention of the Covid 19 virus in addition to the application of 5M to the wider community. Keywords: Increasing Public Awareness, Implementing 5M, Prevention of Covid             19
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari; Lela Aini; Lenny Astuti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5230

Abstract

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara online antara dosen dan mahasiswa. Dengan adanya pembelajaran daring seringkali membuat mahasiswa menjadi cemas yang dapat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar mahasiswa. Tujuan Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang Di Masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa Prodi D.III Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 130 siswa. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dengan instrumen berbasis online berupa google form dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil menunjukkan Tingkat Kecemasan ringan pada mahasiswa sebanyak 109 responden, tingkat kecemasan berat sebanyak 6 responden (4.6%) dan prestasi belajar mahasiswa Sangat memuaskan (2.76 – 3.50) sebanyak 109 responden (83.8). Kesimpulan Tidak ada Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Hasil Belajar Pada Mahasiswa STIK Siti Khadijah Palembang di masa Pandemi Covid - 19 dengan tingkat signifikan (r= 1.000; sig 0.478>0.05). Saran Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah sampel penelitian dan dapat menggunakan metode penelitian lain untuk dapat dibandingkan agar diperoleh pendekatan yang efektif.
Efektifitas Penggunaan Electricblanketpada Pasien Yang Mengalami Hipotermi Post Operasi Di Instalasi Bedah Sentral (Ibs) Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari Tahun 2018 Dessy Suswitha
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v8i1.1067

Abstract

Perubahan fisiologis pada tubuh pasien yang menjalani pembedahan menurut Brunner Suddarth(2002) dapat berupa penurunan suhu tubuh atau hipotermi. Hipotermi merupakan keadaan suhu tubuh berada dibawah batas normal fisiologis, yaitu 36,6oC – 37,5oC.Hipotermi dapat terjadi pada pasien yang mengalami pembedahan dan disebabkan oleh beberapa faktor. Penanganan yang bisa diberikan untuk mengatasi permasalah hipotermi tersebut diantaranya dengan pemberian selimut hangat elektrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas  penggunaan electric blanket dalam mengatasi hipotermi pada pasien post operasi. Penelitian di laksanakan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Palembang BARIpada tanggal 15 Juni – 27 Juni 2018.Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan Posttest Only Control Group Design, dan menggunakan sampel sebanyak 22 responden yang terdiri dari 11 responden
Implementasi Hasil Penelitian tentang Self Efficacy Ibu melalui Promosi Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-19 pada Anak Usia Sekolah di Rt.09 Kelurahan Sukajaya Palembang Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Lenny Astuti; Lela Aini; Shinta Maharani; Sri Hartati; Sri Mulia Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7859

Abstract

ABSTRAK                                                           Indonesia merupakan negara di kawasan Asia dengan kasus covid-19 pada anak tertinggi. Kasus Infeksi Virus Corona pada anak usia sekolah tercatat 14% dari keseluruhan total kasus Covid-19 di Indonesia. Tingginya kasus covid-19 pada anak ini dapat disebabkan karena tindakan pencegahan yang kurang di dalam keluarga. Ibu memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan perilaku kesehatan. Oleh karena itu penting  bagi  tenaga  kesehatan  dalam  mengencarkan promosi  kesehatan  yang  efektif berbasis efikasi diri masyarakat dalam pencegahan COVID-19.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya Self Efficacy ibu terhadap tindakan pencegahan penularan COVID-19 di RT.09 Kelurahan Sukajaya Palembang. Bentuk kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan metode ceramah dan diskusi. Media pembelajaran yang digunakan adalah leaflet, flip chart dan banner. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, hal ini dibuktikan dengan feedback yang baik selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman ibu tentang kepercayaan dan keyakinan diri tentang kemampuannya dalam tindakan pencegahan penularan COVID-19 pada anak usia sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat RT. 09 Kelurahan Sukajaya Palembang khususnya ibu-yang memiliki anak usia sekolah dapat menerapkan tindakan pecegahan penularan COVID-19 terutama pada masa peralihan pandemi. Kata Kunci: Pencegahan Penularan COVID-19, Self Efficacy Ibu, Anak Usia Sekolah, Promosi Kesehatan  ABSTRACT Indonesia is the Asian nation with the highest rate of children COVID-19 cases.  Covid-19 cases in Indonesia were 14% infections in school-aged children. A lack of family preventative actions may be to blame for the high number of COVID-19 cases in children. Mothers have a significant part in enhancing healthy behavior. To prevent COVID-19 effectively, health professionals must use effective health promotion strategies based on community self-efficacy. In RT.09, Sukajaya Village Palembang, this research sought to advance knowledge and comprehension of the significance of mothers' self-efficacy in reducing the spread of COVID-19. This activity took the shape of health promotion and community empowerment through lectures and group discussions. Leaflets, flip charts, and banners were the learning material that was employed. The positive feedback received during the session showed how excited the participants were to participate. The outcomes of this activity point to an improvement in the mother's knowledge, awareness, confidence, and self-confidence regarding her capacity to prevent COVID-19 transmission in school-aged children. Through this activity, it is intended that the public of RT. 09 Sukajaya Palembang Village, particularly mothers with school-age children, would be able to put preventative measures in place to prevent the spread of COVID-19, particularly during the pandemic's transitional phase. Keywords: Prevention of COVID-19 Transmission, Self-Efficacy Mothers, School Age Children, Health Promotion
Implementasi Water Tepid Sponge dalam Mengatasi Masalah Hipertemia pada Penderita Demam Berdarah Dangue Lela Aini; Lenny Astuti; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arinda; Shinta Maharani; Sri Muliasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i8.6483

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular infeksi yang memiliki gejala peningkatan suhu tubuh atau hipertermia, apabila kurangnya penangan yang tepat dapat menimbulkan dengue shock syndrome. Salah satu penangan demam dapat berupa pemberian kompres hangat (tepid sponge). Water Tepid Sponge merupakan satu upaya untuk menurunkan suhu (hipertermia) yang menggabungkan teknik kompres blok pada pembuluh darah supervisial dengan teknik seka atau tindakan memandikan dengan tujuan terapeutik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang implementasi tepid water sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dengue. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah berbentuk pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demontrasi. Seluruh (100%) pasien yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang dapat memahami implementasi water tepid sponge dengan baik. Adanya peningkatan pengetahuan yang berkunjung di Puskesmas Sei Baung Palembang tentang implementasi water tepid sponge dalam mengatasi masalah hipertemia pada penderita demam berdarah dangue Kata Kunci: Water Tepid Sponge, Hipertermia, Demam Berdarah Dangue  ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious infectious disease that has symptoms of increased body temperature or hyperthermia, if the lack of proper handling can cause dengue shock syndrome. One of the fever handlers can be in the form of giving a warm compress (tepid sponge). Tepid Water Sponge is an effort to reduce temperature (hyperthermia) that combines the technique of compressing the block on the superficial blood vessels with the technique of wiping or bathing for therapeutic purposes. water sponge in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue hemorrhagic fever. The method used in community service activities is in the form of health education with lecture and demonstration methods. All of the patient (100%) who had visited Sei Baung Public Health Center Palembang could understand the implementation of water tepid sponge well. The conclusion is that there is an increase in respondents' knowledge (100%) at the Sei Baung Health Center Palembang about the implementation of water tepid sponges in overcoming the problem of hyperthermia in patients with dengue fever and dengue.  Keywords: Water Tepid Sponge, Hyperthermia, Dengue Hemorrhagic Fever
PENGARUH SIMULASI FIRST AID KEGAWATDARURATAN KECELAKAAN TERHADAP PENGETAHUAN PENANGANAN FRAKTUR Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 1 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i1.909

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kegawatdaruratan merupakan suatu keadaan di mana seseorang berada pada suatu kondisi ancaman kematian yang memerlukan pertolongan segera guna menghindari kecacatan dan kematian. Upaya untuk mengurangi dampak negatif dari kasus kegawatdaruratan adalah dilakukan Pendidikan kesehatan dengan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan diketahuinya Pengaruh  Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan Terhadap Pengetahuan penanganan fraktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quassy experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah semua mahasiswa tingkat II Prodi DIII Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang berjumlah 71 siswa. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa dengan teknik sampel random sampling. Pengumpulan data penelitianmenggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Penelitian: uji paired sample t-test pengetahuan sebelum simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 76,19, standar deviasi 9,690 dengan nilai minimal 63 dan nilai maksimal 89, hasilpaired sample t-test pengetahuan sesudah dilakukan simulasi First Aid Kegawatdaruratan dengan rata- rata 85,62, standar deviasi 7,420 dengan nilai minimal 68 dan nilai maksimal 100. terdapat pengaruh Simulasi First Aid Kegawatdaruratan kecelakaan terhadap Pengetahuan penanganan fraktur p-value= 0,000< α = 0,05. Saran: Disarankan peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian dengan melihat efektivitas penggunaan metode simulasi yang telah dibentuk menjadi suatu kurikulum atau program yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan siswa. Kata Kunci: Pengetahuan, simulasi first aid kegawadaruratan, pertolongan pertama fraktur 
Risk Factors for Obstetric Emergencies With Referral Implementation at the Palembang Health Center Tafdhila Tafdhila; Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8393

Abstract

Obstetric emergencies are potentially life-threatening conditions that can occur in pregnant women and even during delivery. The main causes of obstetric emergencies (APGO, AGO and AGDO) are due to bleeding during childbirth, septic infection, hypertension, preeclampsia or eclampsia, and dystocia. One of the effective management efforts in obstetric emergencies is the implementation of appropriate and planned referrals that can save mothers and newborns. The purpose of this study was to determine the risk factors for obstetric emergencies with referrals at the Palembang Health Center. Methods: Quantitative research using a cross sectional approach. The population is all pregnant women who carry out examinations at the Palembang Health Center with a total sample of 128 pregnant women. The results showed that the highest frequency of cases in the APGO risk factor group was pregnant women aged ≥ 35 years (35.9%), in the AGO group it was serotonin (43%), in the AGDO group it was severe preeclampsia/eclampsia (13.3%) , the highest scoring group was High Risk Pregnancy (KRT) (11.7%) and the most referral criteria were planned referrals (91.4%). In conclusion, there was no significant difference in the risk factors for obstetric emergencies in the APGO variable p=0.727 and AGO p=0.328 between planned referrals and late referrals (p>0.05), but there were significant differences in the risk factors for obstetric emergencies in the AGDO variable between planned referrals and referrals late p=0.011 (p<0.05)