Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN KEHAMILAN K4 DIPUSKESMAS PADA TAHUN 2020 Nelly Mariyam; Annisa Khoiriah; Sri Mulia Sari; Dea Mega Arini; Dessy Suswitha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8493

Abstract

Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan kesehatan obsetrik untuk optimalisasi  luaran maternal  dan neonatal melalui serangkaian  kegiatan pemantauan rutin selama kehamialn.Pendidikan adalah suatu pengembangan kemampuan yang diinginkan adalah proses perubahan mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan proses perubahan. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan pendidikan ibu dengan frekuensi kunjungan kehamilan (K4). Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan studi restrofektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Padang Selasa Palembang tahun 2020. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 896 ibu hamil. Penelitian dilakukan pada november  2020 dengan menggunakan checklist dengan jumlah sempel sebanyak 896 responden.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden yang melakukan kunjungan kehamilan sesuai standar ada 745 responden (83,1%) dan yang tidak melakukan kunjungan kehamilan sesuai standar ada 151 responden (16,9%). responden yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi ada 533 responden (59,5%) dan yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah ada 363 responden (40,5%).Ada hubungan bermakna antara pendidikan dengan frekuensi kunjungan kehamilan (K4) (OR =1.468; ρ value = 0,040).Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pihak puskesmas terutama   petugas kesehatan khususnya bidan di Puskesmas Padang Selasa Palembang dapat memberikan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan.
RESPONSE TIME TINDAKAN KEPERAWATAN DENGAN PENANGANAN CEDERA KEPALA DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT PALEMBANG Dessy Suswitha; Tafdhila Tafdhila; Dewi Rury Arindari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i4.9453

Abstract

 Abstrak: Respon Time Tindakan Keperawatan Dengan Penanganan Cedera Kepala Di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Respon Time merupakan kecepatan petugas instalasi gawat darurat memberikan pertolongan yang memadai pada penderita/pasien Gawat Darurat, saat pasien tiba di depan pintu rumah sakit sampai mendapatkan pertolongan. Pasien gawat darurat harus diberikan tindakan pertolongan paling lama 5 (lima) menit setelah sampai di gawat darurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Respon Time Tindakan Keperawatan dengan Penanganan Cedera Kepala di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dengan total sampling sebanyak 39 responden. Analisa data menggunakan Uji chi square. Hasil penelitian didapatkan Diketahui distribusi respon time tindakan keperawatan cepat yaitu sebanyak 37 responden ( 94.9%) dan respon time tindakan keperawatan lambat yaitu 2 responden ( 5.1%), Diketahui karakteristik Kategori Cedera kepala Ringan yaitu sebanyak 22 responden (56.4%), Kategori Cedera kepala sedang yaitu 15 responden (38.5%), Kategori Cedera kepala berat yaitu 2 responden (5.1%). Dapat disimpulkan Ada hubungan Respon Time tindakan keperawatan dengan penanganan cedera kepala kategori 1, 2, 3 di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang dengan nilai p-value = 0,011. Disarankan bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan respons time dengan tindakan keperawatan pada kasus yang lain seperti kasus trauma dan penyakit lain.Kata kunci : Respon Time, tindakan keperawatan, cedera kepala
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN HIPERTENSI YANG TEPAT BAGI MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RT 17 KELURAHAN PULOKERTO KECAMATAN GANDUS PALEMBANG Dessy Suswitha; Dewi Rury Arindari
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3: September 2021
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v1i3.889

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Penanganan hipertensi yang tidak tepat akan beresiko terhadap timbulnya komplikasi seperti gagal jantung, infark miokard, stroke maupun Cerebral Vascular Accident (CVA).Tujuan pengabdian ini adalah dapat memberikan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan Hipertensi pada masa Pandemi Covid-19, pembagian masker dan hand sanitizer. Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah, demontrasi cara mencuci tangan dengan enam Langkah, dan pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan sebagian masyarakat mengetahui pentingnya pencegahan dan penatalaksanaan pengobatan tradisional penyakit hipertensi dan setelah dilakukan evaluasi didapatkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memeriksakan kesehatan ke Puskesmas terdekat.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PALEMBANG TAHUN 2023 Marleni, Lily; Astuti, Lenny; Mardiah, Mardiah; Saputra, Adi; Suswitha, Dessy; Halisya, Sintiya; Hayun, Zuhana
coba Vol 12 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i2.626

Abstract

Pendahuluan : Tindakan bullying sudah menjadi masalah global yang sering ditemui dan dihadapi banyak orang khususnya remaja termasuk remaja awal di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun di sekolah menengah atas (SMA). Bullying merupakan perilaku yang agresif dan terjadi berulang kali dengan cara menyakiti fisik ataupun mental yang dilakukan oleh seorang maupun sekelompok anak kepada anak yang lainnya. Jika kejadian bullying tidak dapat ditangani dengan baik maka angka kejadian bullying akan terus meningkat, ketika seorang anak dihadapkan pada kasus bullying diharapkan efikasi anak tersebut dapat mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak tersebut, jika tidak dapat diatasi dengan baik, maka dapat berdampak kepada mental anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di SD N 41 Palembang tahun 2023. Metodologi : Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Dan menggunakan rumus slovin, sehingga didapatkan jumlah sampel 99 dan pada saat penelitian hanya 83 responden yang hadir Sampel yang didapatkan 83 orang. Hasil : Hasil uji chi square menunjukkan hasil nilai p value 0,008 yang artinya ada hubungan antara self efficacy dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di SD N 41 Palembang tahun 2023. Kata kunci: Bullying, Efikasi Diri, Usia Sekolah
The Combination of Acupressure and Cupping Therapy for Hypertension Patients' Blood Pressure Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Adi Saputra; Dessy Suswitha; Mardiah; Abbas, Hasriwiani Habo
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (January 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.905

Abstract

Hypertension that is not controlled and occurs in the long term will affect all body organ systems resulting in various complications that can cause death. To prevent complications in hypertension, it is necessary to control hypertension, one of which is by complementary therapy in the form of acupressure and cupping. This study aims to determine differences in blood pressure in patients with hypertension after acupressure therapy combined with cupping therapy with wet cupping therapy. The type of research is Quasy Experiment with pre-post test with a control group design. The study was conducted at the Asy-Syaafi Holistic Center with a sample of 34 hypertension patients where 14 respondents were in the intervention group and 14 respondents in the control group. The data analyst used the Independent T-test. The results found that there was no difference in systolic blood pressure (p-value 0.800) and diastolic (p-value 0.274) between the intervention group and the control group, but there was a significant difference in systolic blood pressure (p-value 0.000) and diastolic (p-value 0.002) in the intervention group. before and after cupping acupressure therapy and there was a difference in systolic (p value 0.000) and diastolic (p value 0.000) blood pressure in the control group before and after wet cupping therapy. it can be concluded that there is no difference in blood pressure between the group given acupressure combination cupping therapy and the group given wet cupping therapy alone.
TIPS HIDUP SEHAT UNTUK MENCEGAH DIABETES MELITUS TIPE 2 DI MASYARAKAT RT 16 KELURAHAN 36 ILIR KECAMATAN GANDUS PALEMBANG. Sintiya Halisya Pebriani; Mardiah; Adi Saputra; Lily Marleni; Dessy Suswitha; Zuhana
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.391

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tahun demi tahun mengalami peningkatan baik itu di dunia maupun di Indonesia. Mengingat kemungkinan terjadi peningkatan jumlah penderita diabetes melitus di masa mendatang yang nantinya akan menjadi beban yang sangat berat untuk dapat ditangani oleh tenaga kesehatan, maka perlu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit ini, dan juga mencegah timbulnya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup penderita DM. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai tips hidup sehat untuk mencegah diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan yaitu dengan ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media penyuluhan yaitu dengan leaflet. Hasil kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 34 perserta dan mayoritas peserta memahami beberapa cara untuk mencegah diabetes melitus tipe 2. Disimpulkan Sebagian besar perserta mengetahui cara hidup sehat untuk mencegah diabetes tipe 2.
APLIKATIF HEALTH BELIEF MODEL MELALU PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA KELUARGA DENGAN RESIKO TINGGI Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Shinta Maharani
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.425

Abstract

Keluarga merupakan modal utama di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Setiap anggota keluarga memiliki masa rawan untuk menderita suatu penyakit terutama pada keluarga dengan resiko tinggi yaitu keluarga yang memiliki faktor yang dapat mengancam kesehatan karena keadaan fisik, mental, maupun sosial ekonomisehingga perlu mendapatkan bimbingan dan asuhan keperawatan serta pelayanan kesehatan akibat ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara kesehatan dan perawatan. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi pada keluarga resiko tinggi dapat dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Upaya promosi tentang PHBS telah dijalankan oleh pemerintah, namun hasilnya belum cukup optimal. Perubahan perilaku individu terjadi seiring dengan perubahan faktor interpersonal berupa persepsi tentang Health Belief Model (HBM) meliputi kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aplikasi dari hasil penelitian yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui pendekatan teori HBM pada keluarga dengan resiko tinggi. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui promosi kesehatan dengan media leaflet, flipchart dan banner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan, pemahaman dan perubahan persepsi dari masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya keluarga dengan resiko tinggi dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri pada setiap sektor dalam lingkungan masing-masing keluarga.
APLIKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa Oleifera) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Dessy suswitha; Dewi Rury Arindari; Sintiya Halisya; Lily Marleni; Mardiah; Zuhana; Adi Saputra
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.458

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas 140/90 mmHg saat tekanan jantung berkontraksi untuk mempompa darah ke seluruh tubuh. Terjadinya hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor yang saling mempengaruhi yaitu Faktor utama yang berperan dalam patofisiologi adalah faktor genetik dan sediktinya tiga faktor lingkungan seperti asupan garam, stres dan obesitas. Salah satu terapi komplementer yang dapat menurunkan tekanan darah adalah tumbuhan kelor. Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Di RT 16 Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang. Hasil kegiatan ini menyatakan bahwa adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan daun kelor dalam mengatasi perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dari kategori kurang menjadi baik sejumlah 34 orang. Diharapkan masyarakat dapat menjaga pola makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas terdekat secara rutin.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA REMAJA Lily Marleni; Sintiya Halisya Pebriani; Dessy Suswitha; Mardiah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 15 No 1 (2025): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v15i1.473

Abstract

Saat ini PTM tidak hanya diderita oleh lanjut usia, namun juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia muda dan produktif, termasuk pada usia anak maupun remaja. Kasus PTM pada kelompok anak sama mengkhawatirkannya dengan kasus PTM pada kelompok dewasa. Obesitas pada anak dapat meningkatkan resiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus tipe 2 maupun penyakit-penyakit lainnya. Perubahan perilaku dan gaya hidup remaja saat ini merupakan faktor yang memegang penting dalam peningkatan resiko PTM, seperti gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, aktifitas fisik kurang, pola makan yang tidak sehat, stress, dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi factor risiko penyakit tidak menular pada remaja. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Metode pendekatan cross sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu saat. Sampel yang didapatkan 51 orang. Distribusi frekuensi yang memiliki status gizi dengan katergori Kurus (berat) sebanyak 41 responden (80,4%), Distribusi frekuensi kadang-kadang konsumsi sayur dan buah sebanyak 40 orang (78,4%). Distribusi frekuensi yang kadang-kadang mengkonsumsi minuman bersoda sebanyak 38 responden (74,5%), Distribusi frekuensi yang kadang-kadang mengkonsumsi makanan cepat saji sebanyak 26 responden (51%), Distribusi frekuensi yang kadang-kadang melakukan aktivitas fisik sebanyak 36 responden (70,6%), Dsitribusi frekuensi yang merokok sebanyak 13 responden (25,5%). Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang penyakit tidak menular dengan menggunakan metode yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih luas lagi.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL Suswitha, Dessy; Arindari, Dewi Rury
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 2: Agustus 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i2.391

Abstract

Latar belakang: Rheumatoid Arthritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh pada manusia. Individu yang mengalami Rheumatoid Arthritis akan mengalami gejala yaitu inflamasi, kekakuan sendi, hambatan gerak persendian, terbentuknya nodul - nodul pada kulit diatas sendi yang akan teraba lebih hangat dan bengkak sehingga akan mempengaruhi lansia dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-harinya. Tujuan: Diketahuinya hubungan aktifitas fisik dengan nyeri Rheumatoid Arthritis pada lansia.  Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang berjumlah 30. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober – 11 Desember 2019 di Panti Sosial Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistik dan Fisher Exact Test . Hasil: Didapatkan aktifitas fisik baik yaitu 17 responden (56,7%) dan aktifitas fisik tidak baik yaitu 13 respoden (43,3%). Lansia yang mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 19 responden (63,3%) dan yang tidak mengalami nyeri Rheumatoid Arthritis yaitu 11 resonden (36,7%). Ada hubungan antara aktifitas fisik dengan nyeri Rheumatoid Arthritis dengan nilai p-value = 0,001. Saran: Diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan stimulasi aktivitas fisik lansia dengan Rheumatoid Arthritis secara rutin untuk mengurangi nyeri dan memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya aktivitas fisik terhadap pencegahan dan pengobatan nyeri Rheumatoid Arthritis.Kata Kunci: Rheumatoid Athritis, Nyeri, Aktifitas Fisik, Lansia