Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PHLEBITIS PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER INTRAVENA Suswitha, Dessy
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 3: Februari 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v3i1.905

Abstract

Latar belakang: Phlebitis didefinisikan sebagai inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia, mekanik maupun oleh bakteri. Selama 1 tahun terakhir angka kejadian phlebitis  yaitu  pada tahun 2016 sebanyak 23 orang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan  Kejadian Phlebitis pada Pasien yang Terpasang Cateter Intravena di Ruang Transit Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan accidental sampling  dengan responden sebanyak 55 responden sesuai dengan kriteria inklusi . Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 7 Agustus  s.d 2 September 2017. Hasil: Penelitian ini didapatkan Ada hubungan antara umur dengan kejadian phlebitis dengan nilai p = 0,042. Ada hubungan antara ukuran kanula dengan kejadian phlebitis dengan nilai p = 0,013. Ada hubungan antara lokasi pemasangan infus dengan kejadian phlebitis dengan nilai p = 0,040. Ada hubungan antara lama pemasangan kanula dengan nilai p value = 0,025. Saran: Disarankan untuk perawat agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemasangan infus sehingga komplikasi dan ketidaknyamanan akibat pemasangan infus dapat dikurangi. Kata Kunci : Kejadian Phlebitis
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM WILAYAH KERJA PUSKESMAS Arindari, Dewi Rury; Suswitha, Dessy
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.910

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan konsentrasi glukosa darah akibat gangguan pada penyerapan gula darah oleh tubuh yang dapat memicu terjadinya berbagai komplikasi bahkan kematian. Salah satu upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah Diabetes Self Management. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus yang berjumlah 50 responden.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01-30 September di Puskesmas dalam wilayah kerja Kota Palembang. Data telah dianalisa menggunakan deskripsi statistic, Pearson Product Moment dan Point Biserial. Hasil: Diperoleh data statistik responden adalah perempuan (74%), usia  51-59 tahun (76%), lulusan SMA (45%), memiliki pendapatan kurang dari Upah Minimum Regional (76%), Durasi Penyakit antara 1-3 tahun (46%), pengobatan dengan terapi diet dan obat (82%), memiliki level pengetahuan cukup baik (47%) dan perilaku Diabetes Self Management yang kurang baik (62%); Adanya hubungan signifikan secara statistik antara pengobatan dan pengetahuan dengan Diabetes Self Management dengan p value masing-masing secara berurutan adalah <0.001 dan <0.01. Sedangkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, dan durasi penyakit tidak memiliki hubungan yang signifikan. Saran: Dapat digunakan sebagai data empiris pada pengembangan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku Diabetes Self Management pada penderitanya guna mencegah terjadinya komplikasi dan mengurangi angka kematian akibat Diabetes Mellitus. Kata Kunci: Diabetes Self Management, Penderita Diabetes Mellitus, Faktor yang Berhubungan dengan Diabetes Self Management, Penyakit Tidak Menular, Personal Faktor 
EDUKASI SELF CARE MANAGEMENT DIABETES DALAM PENGENDALIAN DM TIPE 2 Sintiya Halisya Pebriani; Dessy Suswitha; Lily Marleni; Mardiah
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.503

Abstract

Prevalensi diabetes melitus tahun demi tahun mengalami peningkatan baik itu di dunia maupun di Indonesia. Mengingat kemungkinan terjadi peningkatan jumlah penderita diabetes melitus di masa mendatang yang nantinya akan menjadi beban yang sangat berat untuk dapat ditangani oleh tenaga kesehatan, maka perlu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit ini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai Self Care Management atau perawatan secara mandiri pada pasien DM tipe 2 guna mengendalikan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan yaitu dengan ceramah, tanya jawab dan diskusi. Media penyuluhan yaitu dengan leaflet. Hasil kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 35 peserta dan mayoritas peserta memahami beberapa cara untuk mengendalikan kadar glukosa darah melalui perawatan secara mandiri.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN DIABETES SELF MANAGEMENT PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Sri Mulia Sari; Shinta Maharani
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.449

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular yang banyak diderita dan dapat menjadi penyebab utama kecacatan akibat komplikasi bahkan kematian. Diabetes Mellitus pun dikenal sebagai “lifelong disease” atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan selama rentang hidup kliennya sehingga penting bagi penderita untuk memiliki kesadaran dan kemampuan dalam melakukan Diabetes self management. Salah satu conceptual framework yang dapat digunakan dan sesuai untuk menumbuhkan perilaku tersebut adalah Health Promotion Model dimana terdapat salah satu bagian dari konsep utamanya ikut berkontribusi dalam keberhasilan pelaksanaan Diabetes Self Management yaitu dukungan sosial. Beberapa penelitian terdahulu telah menyatakan bahwa dukungan sosial sebagai determinan dalam implementasi Diabetes Self Management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan Diabetes Self Management menggunakan pendekatan Health Promotion Model pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan besaran sampel sebanyak 44 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan analisa data menggunakan Spearman-correlation-coefficient. Hasil uji Ranks Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan sosial dengan Diabetes Self Management nilai p < 0.001. Diharapkan petugas kesehatan melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan dengan pendekatan teori Health Promotion Model melalui pendampingan kepada keluarga dan teman sebaya tentang pentingnya dukungan yang diberikan dalam menerapkan Diabetes Self Management pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2.
EFIKASI DIRI DALAM MENGHADAPI PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH: SELF EFFICACY IN DEALING WITH BULLYING BEHAVIOR IN SCHOOL AGE CHILDREN Lily Marleni; Sintiya Halisya Pebriani; Zuhana; Mardiah; Adi Saputra; Dessy Suswitha
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.207

Abstract

Abstrak Tindakan bullying sudah menjadi masalah global yang sering ditemui dan dihadapi banyak orang khususnya remaja termasuk remaja awal di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun di sekolah menengah atas (SMA). Bullying merupakan perilaku yang agresif dan terjadi berulang kali dengan cara menyakiti fisik ataupun mental yang dilakukan oleh seorang maupun sekelompok anak kepada anak yang lainnya. . Dampak yang ditimbulkan ketika seseorang atau lebih melakukan perilaku bullying yaitu cenderung berperilaku agresif lalu terlibat di sebuah kelompok dan aktivitas kenakalan yang lain. Sebaliknya dampak yang dapat dirasakan oleh korban bullying yakni memiliki masalah emosi atau perasaan, harga diri rendah, tertekan, suka menyendiri dan merasa tidak aman Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatakan pengetahuan siswa/siswi mengenai efikasi diri dalam menghadapai perilaku bullying di Sekolah Dasar Negeri 41 Palembang dengan metode penyuluhan. Proses pelaksanaan dalam kegiatan Penyuluhan dengan efikasi diri dalam menghadapi perilaku bullying pada anak usia sekolah di SD N 41 Palembang tahun 2023 telah dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2023.. Pelaksanaan penyuluhan ditujukan pada siswa/siswi setempat dengan media dan alat yang digunakan yaitu leaflet. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan diskusi mengenai efikasi diri dalam menghadapi perilaku bullying. Pada saat materi berakhir di berikan evaluasi ke siswa/siswi yang mengikuti penyuluhan dengan mudah mereka bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di berikan serta ada beberapa siswa/siswi memberikan pertanyaan terkait hal yang belum mereka pahami, kegiatan ini harapannya ke depan bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan Kata Kunci : Efikasi diri, Perilaku Bullying, Usia Sekolah   Abstract Bullying has become a global problem that is often encountered and faced by many people, especially teenagers, including early teens in elementary school (SD), middle school (SMP) and high school (SMA). Bullying is aggressive behavior that occurs repeatedly by means of physical or mental harm carried out by one or a group of children against other children. . The impact that occurs when one or more people engage in bullying behavior is that they tend to behave aggressively and then become involved in groups and other delinquent activities. On the other hand, the impacts that can be felt by victims of bullying are having emotional or feeling problems, low self-esteem, being depressed, liking to be alone and feeling insecure. The aim of this community service is to increase the knowledge of students at State Elementary School 41 Palembang. The implementation process for counseling activities on self-efficacy in dealing with bullying behavior in school-aged children at SD N 41 Palembang in 2023 was carried out on August 11 2023. The outreach was aimed at local students with the media and tools used, namely leaflets. Delivery of material using lecture and discussion methods regarding self-efficacy in dealing with bullying behavior. At the end of the material, evaluation was given to the students who took part in the counseling, they were easily able to answer the questions given and there were several students who asked questions related to things they did not understand. It is hoped that in the future this activity can be carried out continuously and sustainable  Keywords: Self-efficacy, Bullying Behavior, School Age
PENGETAHUAN DAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG: KNOWLEDGE AND LIFESTYLE IN PATIENTS TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN ISLAMIC HOSPITAL OF SITI KHADIJAH PALEMBANG Lily Marleni; Astuti, Lenny; Sintiya Halisya Pebriani; Dessy Suswitha; Adi Saputra; Mardiah
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i2.174

Abstract

Abstrak Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin, dan didiagnosis dengan mengamati peningkatan kadar glukosa dalam darah. Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan  di dunia baik dinegara maju maupun di negara berkembang dan menjadi masalah kesehatan atau penyakit secara umum yang terjadi di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dengan gaya hidup penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tahun 2023. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan cross sectional. Metode pendekatan cross sectional adalah jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel independent dan dependent hanya satu kali pada satu saat. Sampel yang didapatkan 42 orang. Hasil Uji Korelasi Koefisien Kontingensi . Dari Hasil uji statistik didapatkan besaran / koefisien korelasi antara variabel pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus adalah sebesar 0,628. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih lanjut tentang Diabetes Mellitus Tipe 2 yang lain dengan menggunakan metode yang berbeda Kata kunci:  Diabetes Mellitus, gaya hidup, pengetahuan   Abstract Diabetes Mellitus is a chronic condition that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin, and is diagnosed by observing increased levels of glucose in the blood. DM been one of the degenerative diseases that is increasing in the world, both in developed and developing countries. DM has become a general health problem or disease that occurs in society. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between knowledge and the lifestyle of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers at the Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang in 2023. The approach method used in this research is a cross sectional approach. The cross sectional approach method is a type of research that emphasizes measuring data on independent and dependent variables only once at a time. The sample obtained was 42 people. The chi square test results show a p value of 0.000, which means there is a relationship between knowledge and the lifestyle of Type 2 Diabetes Mellitus sufferers. It is hoped that future researchers can carry out further research on other Type 2 Diabetes Mellitus using different methods.  Key words: Diabetes Mellitus, lifestyle, knowledge
PENYULUHAN KESEHATAN FIRST AID PADA PENDERITA SINKOP DI MADRASAH ISLAMIAH AL – AMALUL KHAIR PALEMBANG Dessy Suswitha; Mardiah; Lily Marleni; Sintiya Halisya Pebriani; Adi Saputra; Dewi Rury Arindari
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.369

Abstract

Pertolongan pertama pada penderita sinkop merupakan perawatan yang diberikan segera pada orang yang cidera atau mendadak sakit. Pertolongan pertama hanya memberi bantuan sementara sampai mendapatkan perawatan medis yang kompeten, jika perlu atau sampai kesempatan pulih tanpa perawatan medis terpenuhi. Sinkop merupakan sebuah kondisi seseorang tiba-tiba kehilangan kesadarannya. Kehilangan kesadaran ini diikuti dengan melemahnya kerja otot sehingga penderita jatuh. Melalui pemberian penyuluhan kesehatan sebagai wujud first aid penderita sinkop dapat membantu penderita terpenuhi aliran adarah dan oksigen ke otak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan meningkatkan pemahaman guru dan siswa/i tentang first aid penderita sinkop. Kegiatan penyuluhan kesehatan di laksanakan di lingkungan sekolah dengan menggunakan media poster dan leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua guru dan siswa/i memahami tentang first aid pada penderita sinkop. Diharapakan dari kegiatan penyuluhan mampu memberikan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama pada penderita sinkop. Program ini dijalankan dengan maksud memberikan proteksi tambahan kepada siswa/I terutama Sekolah MI AL – Amalul Khair Palembang agar sebelum berangkat sekolah harus sarapan terlebih dahulu, sehingga tubuh tidak lemas dan pucat saat mengikuti pelajaran di kelas.
PEMERIKSAAN KADAR URIC ACID SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYAKIT RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA Dessy Suswitha; Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Mardiah; Zuhana; Dewi Rury Arindari
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.517

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan suatu penyakit yang menyerang persendian yang menimbulkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, peradangan, dan keterbatasan gerak. Dampak yang terjadi pada rasa nyeri yang sering di alami lansia apabila berlangsung secara berulang-ulang dapat mengakibatkan terjadinya respon stress seperti meningkatnya rasa cemas, denyut jantung berlebihan, tekanan darah meningkat, dan frekuensi nafas meningkat.Upaya yang dapat dilakukan dengan pencegahan dan pemeriksaan kadar uric acid. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan edukasi kesehatan dan Pemeriksaan Kadar Uric acid Sebagai Upaya Preventif Penyakit Rheumatoid Arthritis Pada Lansia. Hasil kegiatan ini menyatakan bahwa Kegiatan pengabdian masyarakat di Panti sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang dengan jumlah 18 lansia dari 68 lansia, diperoleh hasil pemeriksaan uric acid yaitu 18 orang (26,4%) didapatkan hasil kadar uric acid lebih dari normal (>6,0mg/dl), serta perlunya penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan salah satunya pemeriksaan kadar uric acid secara berkelanjutan tentang faktor resiko dan penatalaksanaan penyakit uric acid.
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRSAK (ANNOVAMURICATAL) TERHADAP KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Lenny Astuti; Lela Aini; Dewi Rury Arindari; Dessy Suswitha; Dewi Puspita Sari
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.234

Abstract

Pengendalian kadar gula darah masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia. Rendahnya kepatuhan dalam diet, kebiasaan olahraga dan minum obat teratur serta gaya hidup yang buruk masih menjadi masalah dalam pengendalian kadar gula darah. Penggunaan tumbuhan obat seperti daun sirsak banyak dilakukan oleh masyarakat yang diyakini menurunkan kadar gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun sirsak dalam menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes melitus Tipe II di Puskesmas Talang Ubi Pali. Penelitian ini merupakan quasy eksperiment rancangan sebelum dan setelah dengan grup kontrol. Responden dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 18 orang. Terjadi penurunan rata-rata kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi pemberian rebusan daun sirsak sebesar 67 mg/dl. Hasil analisis diperoleh nilai p=0,003, yang berarti bahwa penurunan kadar gula darah signifikan secara statistik. Ada pengaruh yang signifikan intervensi pemberian rebusan daun sirsak pada pasien diabetes melitus tipe II untuk menurukan kadar gula darah. Controlling blood sugar levels is still a challenge in Indonesia. Low adherence to diet, exercise habits and taking the medication regularly, and a bad lifestyle is still problems in controlling blood sugar levels. The use of medicinal plants such as soursop leaves is widely carried out by the community which is believed to reduce sugar levels. This study aims to determine the effect of soursop leaf decoction in lowering blood glucose in patients with Type II diabetes melitus at the Talang Ubi Pali Health Center. This study is a quasi-experimental design before and after with a control group. Respondents were divided into 2 groups, namely the intervention group and the control group, each with 18 people. There was an average decrease in blood sugar levels before and after the intervention of giving soursop leaf decoction of 67 mg/dl. The results of the analysis obtained a p-value=0.003, which means that the decrease in blood sugar levels was statistically significant. There is a significant effect of the intervention of giving soursop leaf decoction in type II diabetes melitus patients to lower blood sugar levels. 
Improving Community Knowledge on Blood Glucose Control through Health Education in Type 2 Diabetes Mellitus Sintiya Halisya Pebriani; Lily Marleni; Dessy Suswitha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4298

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a non-communicable disease with a prevalence that continues to increase worldwide and in Indonesia. In Indonesia, diabetes mellitus has risen from 7th to 5th place globally, with 19.5 million sufferers and is projected to reach 28.6 million people by 2045, while in South Sumatra there were 605,570 cases recorded in 2023. Type 2 DM is at risk of causing complications when blood glucose levels are not controlled, while low public knowledge regarding blood glucose control is one of the contributing factors. This community service activity aimed to improve public knowledge regarding blood glucose level control in patients with type 2 diabetes mellitus.The activity was conducted on July 26, 2025, in RT 25, Pulokerto Village, Gandus District, Palembang, involving 31 participants. Health education was delivered through lectures, discussions, and question-and-answer sessions using leaflet media. Knowledge levels were evaluated using pre-test and post-test questionnaires administered before and after the educational intervention. The evaluation results showed an improvement in participants’ knowledge after receiving education. Before the counseling session, the majority of participants had a moderate level of knowledge (48.4%) and poor knowledge (32.3%), while only 19.4% had good knowledge. After the counseling session, most participants had a good level of knowledge (80.6%), while the remaining 19.4% had a moderate level of knowledge. This community service activity showed that counseling was effective in improving participants’ knowledge. Before the activity, most participants had moderate and poor knowledge, while after the activity, the majority were in the good knowledge category.