Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PURCHASING ACTION RATIO (PAR) DAN BRAND ADVOCACY RATIO (BAR) UNTUK MENCAPAI BRAND EQUITY (STUDI KASUS UD. TOHU SRIJAYA) Bagas Satria Priambudi; Ida Bagus Suardika; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3843

Abstract

Abstrak, saat ini dunia sedang mengalami pergeseran dan perubahan besar pada dunia pemasaran. Untuk mengikuti pergeseran dan perkembangan tersebut UD. Tohu Srijaya harus memiliki acuan agar dapat terus berkembang dan menyaingi kompetitornya. Permasalahan yang muncul saat ini adalah sistem penjualan yang digunakan oleh UD. Tohu Srijaya saat ini masih berfokus pada sistem tradisional atau hanya berorientasi kepada penjualan melalui sistem distibutor saja sehingga aspek lain seperti menguatkan brand serta menguatkan sistem penjualan online tidak terlalu diperhatikan, sehingga membuat kurangnya tingkat pembelian dan penganjuran produk pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pembelian dan penganjuran produk serta menganalisis perilaku pelanggan menggunakan pengukuran dimensi brand equity. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Purchasing Action Ratio (PAR) untuk mengukur tingat pengkonversian kesadaran menjadi pembelian dan Brand Advocacy Ratio (BAR) untuk mengukur tingkat pengkonversian kesadaran menjadi penganjuran produk serta pembelian ulang. Selanjutnya untuk meningkatkan nilai dari PAR dan BAR dilakukan analisis perilaku pelanggan menggunakan empat dimensi brand equity: brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty. Hasil yang diperoleh dari pengukuran PAR 0,63 dan BAR 0,62, nilai tersebut menunjukkan bahwa masih perlu diadakannya peningkatan. Hasil brand equity menunjukkan brand awareness 0,64, brand association 0,59, perceived quality 0,54 dan yang terakhir brand loyalty 0,60. Dari hasil yang telah disebutkan, rata-rata tertinggi pada brand awareness yaitu sebesar 0,64. Pada kasus ini nilai PAR dan BAR masih dapat ditingkatkan menggunakan hasil pengukuran brand awareness, brand association, perceived quality dan band loyalty. Bedasarkan pengukuran tersebut maka perlu dilakukan peningkatan PAR dan BAR menggunakan hasil pengukuran brand equity tertinggi. Sehingga kedepannya tingkat penjualan dan penganjuran produk pada UD. Tohu Srijaya dapat ditingkatkan mendekati angka satu.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI KAOS SABLON DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI HOME INDUSTRY 35 SCREEN PRINTING TUREN, MALANG jesika nursudinda; emmalia adriantantri; soemanto
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3846

Abstract

Home Industry 35 Screen Printing merupakan perusahaan konveksi yang berada di daerah Turen, Malang, yang memproduksi produk sesuai permintaan konsumen. Dengan produk utama adalah kaos sablon. Permasalahan yang terjadi di perusahaan Home Industry 35 Screen Printing adalah sering timbulnya kecacatan pada produk saat proses produksi sedang berjalan dan juga produk-produk yang dihasilkan tidak sesuai standard yang sudah di tetapkan. Penelitian ini bertujuan mencari jenis-jenis kecacatan yang paling sering terjadi dan mengidentifikasi penyebab cacat pada proses produksi serta membuat usulan perbaikan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung ke pihak perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan diagram pareto untuk mencari jenis cacat tertinggi, fishbone diagram untuk mengidentifikasi faktor penyebab cacat, dan tabel FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN), serta Analisis 5W+1H untuk memberikan usulan perbaikan. Hasil analisa dalam penelitian ini, terdapat 7 jenis cacat pada kaos sablon, dengan tingkat kecacatan paling besar 3 jenis yaitu salah penempatan gambar sebesar 32,54%, perbedaan warna hasil produksi dan sampel sebesar 20,21%, dan miss register sebesar 16,71%. Jenis cacat salah penempatan gambar disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, metode, jenis cacat perbedaan warna hasil produksi dan sampel disebabkan oleh faktor manusia, lingkungan, material, dan jenis cacat miss register disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode. Implementasi perbaikan yang diusulkan berupa SOP Pembuatan Kaos, draft pendataan tanggal kadaluarsa bahan baku tinta, serta SOP Pelatihan dan Pengembangan Karyawan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PROSES PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE OBJEKTIVE MATRIX (OMAX) DI UD. MARS MEBEL Devis Baineo; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v4i2.3866

Abstract

Abstak, UD. Mars Mebel merupakan salah satu perusahaan di Jawa Timur yang bergerak di bidang industri funiture. Dalam kegiatan produksinya terkadang UD. Mars Mebel mengalami masalah-masalah seperti kerusakan mesin yang menyebabkan jam kerja mesin berkurang, disamping itu diperlukan perbaikan mesin yang memakan waktu lebih lama menyebabkan efesiensi jam kerja operator rendah. Adanya cacat pada produk mebel menyebabkan pemakaian bahan baku menjadi tidak efisien dan efisiensi pemakaian energi listrik sebagai sumber dari proses produksi, apabila energi tidak digunakan semaksimal mungkin dapat mengakibatkan penurunan produktivitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah agar target produksi yang ditetapkan perusahaan memenuhi standar dan produktivitas bagian produksi mengalami peningkatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Objective Matrix (OMAX) yang dikembangkan untuk mengamati produktivitas disetiap bagian perusahaan dengan kriteria produktivitas dan melakukan pembobotan untuk memperoleh indeks produktivitas. Berdasarkan hasil penelitian produktivitas selama pengukuran periode Bulan Januari sampai dengan Mei 2021 cenderung fluktuatif, peningkatan produktivitas tertinggi terjadi pada Bulan Februari yaitu sebesar 692 %, pada Bulan Maret sebesar 483 %, Bulan April sebesar 592 %, Bulan Mei sebesar 270 %, untuk penurunan produktivitas terendah terjadi pada Bulan Januari yaitu sebesar 246 %. Kata Kunci: Proses Produksi, Produktivitas, Objective Matrix (OMAX)
Analisa Kebisingan Peralatan Pabrik Dalam Upaya Meningkatan Kesehatan Keselamatan Kerja Dan Meningkatkan Kinerja Karyawan Victorio Isliko; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i1.4506

Abstract

PT. Wangi Indah Natural merupakan perusahaan produksi sabun kelapa yang memiliki 1 ruang kerja dan 7 ruang produksi dimana dalam ruang produksi terdapat sejumlah mesin yang menimbulkan suara bising sehingga berdampak negatif pada karyawan yang mengoperasikan mesin tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengendalikan kebisingan guna meningkatkan kesehatan keselamatan kerja dan mengantisipasi kecelakaan kerja dimana rancangan analisis penelitian ini menggunakan data primer berupa tingkat kebisingan dan hasil wawancara. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa mesin memiliki tingkat kebisingan yang memapari karyawan selama jam kerja melebihi nilai ambang batas, dimana tingkat kebisingan tersebut sebesar 89.5 dB(A) di titik pengukuran pertama, 89.6 dB (A) di titik pengukuran kedua, dan 89.8 dB (A) di titik pengukuran ketiga. Dengan tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas, dilakukan pengendalian kebisingan atau noise risk control yang terbagi menjadi 5 metode yakni subtitusi, eliminasi, isolasi, administrative control, dan alat pelindung diri (APD).
IDENTIFIKASI TIMBULNYA PRODUK CACAT DENGAN METODE CTQ DAN DPMO PADA HOME INDUSTRY KERIPIK TEMPE SARI RASA Rochmadita Saputri; Prima Vitasari; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i1.4518

Abstract

Home Industry Keripik Tempe Sari Rasa merupakan suatu usaha yang bergerak dalam bidang produksi keripik tempe. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah banyaknya jumlah kecacatan produk selama proses produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan produk. Penelitian ini menggunakan metode CTQ dan DPMO. Berdasarkan hasil penelitian, jenis kecacatan produk ada tiga yaitu remuk sebagai jenis kecacatan produk tertinggi, gosong, serta kemasan rusak. Faktor penyebab kecacatan produk jenis remuk antara lain : 1) Faktor manusia : karyawan kurang teliti, kelelahan, dan karyawan kurang disiplin, 2) Faktor mesin : pisau pengiris kurang berfungsi dengan baik, 3) Faktor metode : SOP proses produksi yang kurang jelas, 4) Faktor material : mutu bahan baku kurang baik, 5) Faktor lingkungan : ventilasi dan pencahayaan yang kurang. Nilai rata-rata DPMO pada Home Industry Keripik Tempe Sari Rasa yaitu sebesar 33741 yang artinya terdapat 33741 produk yang berpotensi cacat pada saat satu juta produk dihasilkan dan rata-rata nilai sigma sebesar 3.34 yang berarti tingkat Home Industry Keripik Tempe Sari Rasa masih berada pada rata-rata industri di Indonesia.
INTEGRASI METODE FORECASTING, EOQ DAN AHP GUNA OPTIMALISASI PRODUKSI INDUSTRI CONSUMER GOODS Galih Afandy; Emmalia Adriantantri; Soemanto
Jurnal Valtech Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i1.4541

Abstract

CV Kembang Jaya merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang consumer goods dengan memproduksi air minum dalam kemasana (AMDK). Permasalahan yang terjadi di CV Kembang Jaya adalah terjadi penurunan penjualan mencapai 62% pada tahun 2020 akibat pandemi covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial, frekuensi pemesanan bahan kemas dalam satu semester mencapai 9 kali pemesanan serta terjadinya permasalahan produksi mulai dari banyaknya produk cacat, keterlambatan produksi hingga terhentinya proses produksi akibat salah dalam memilih supplier. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menghitung permintaan AMDK cup 220 ml pada periode yang akan datang menggunakan metode peramalan, (2) menghitung jumlah optimum pembelian bahan kemas AMDK cup 220 ml menggunkan metode EOQ, (3) menganalisa serta menentukan supplier terbaik untuk menyuplai kemasan AMDK cup 220 ml berdasarkan metode AHP. Teknik analisa data peramalan dilakukan menggunakan metode forecasting dengan bantuan software POM QM, teknik analisa data persediaan dilakukan melalui metode EOQ dan teknik analisa data untuk pemilihan supplier dilakukan melalui metode AHP dengan bantuan software expert choice 11. Hasil dari penelitian ini adalah peramalan permintaan untuk tahun 2022 adalah sebesar 363.683 dus, EOQ sebesar 3.858.755 pcs dengan safety stock sebesar 8.301 pcs; reoder point di 85.005 pcs dan frekuensi pemesanan dalam satu tahun menjadi 4 kali. Supplier terbaik berdasarkan Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah PT Hokkan Deltapack Industri dengan nilai 0,3843.
ANALISA SYSTEMATIC HUMAN ERROR REDUCTION DAN JOB SAFETY PADA KECELAKAAN KERJA DI UD MEBEL BIMA Ibnu Phansyahri; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i2.5446

Abstract

Abstrak, Pada UD. Mebel Bima proses pekerjaan di lakukan secara manual yang menyebabkan kecelakaan kerja di antaranya seperti, mata kemasukan serpihan kayu, tertimpa potongan kayu, jari tangan terpotong akibat mesin profil kayu, kecelakaan kerja yang terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor yang di sebabkan tidak hanya dari human error saja melainkan dari lingkungan dan fasilitas kerja yang di sediakan. perusahaan UD. Mebel Bima mempunyai kesadaran akan kesehatan dan keselamatan kerja masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa human error kecelakaan kerja di UD.Mebel Bima serta memberikan usulan tahapan pekerjaan kerja di UD.Mebel Bima dengan aman. Dari uraian hasil pengamatan serta pengelolahan analisis data menggunakan metode Sherpa dan Job Safethy Analysis diperoleh 6 jenis pekerjaan yang memiliki nilai probabilitas tertinggi dari semua jenis pekerjaan. Dari uraian hasil Form Job Safety Analysis diusulkan tahapan pekerjaan yang aman ialah: pada pemindahan bahan baku, lakukan pengecekan pada alat angkat bahan baku sebelum digunakan dan pastikan alat penopang pada ruangan produksi bisa bekerja sebelum meletakkan bahan baku pada ruang produksi. pada pemotongan bahan baku ialah: lakukan pengecekan sebelum menyalakan mesin pemotong dan pastikan tidak ada bahan baku ataupun alat yang berada pada alas mesing pemotong agar tidak menggangu jalanya proses pemotongan.
ANALISA SUPPLIER MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN AHP PADA UMKM SARI APEL BROSEM Peter Christian; Prima Vitasari; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i2.5448

Abstract

UMKM Sari Apel Brosem adalah sebuah salah satu usaha mikro yang berada di kota Batu, provinsi Jawa Timur yang memproduksi minuman sari apel dalam kemasan dengan berbagai ukuran. Permasalahan pada perusahaan ini adalah UMKM tidak memliki strategi dalam hal pemesanan bahan baku apel sehingga terjadi penumpukan bahan baku apel yang menyebabkan kerugian dari sisi biaya penyimpanan dan pemesanan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui optimalisasi peresediaan dan pemesanan bahan baku apel menggunakan metode EOQ, (2) menentukan tingkat prioritas kriteria dan pemilihan supplier. Penelitian ini menggunakan metode EOQ untuk mengetahui optimalisasi pembelian/pemesanan bahan baku apel dari setiap supplier. Kemudian, dilanjutkan dengan perhitungan AHP untuk menentukan supplier prioritas dalam melakukan pembelian bahan baku apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode EOQ supplier 3 memiliki nilai optimalisasi terbesar dalam biaya pemesanan bahan baku apel persentase sebesar 69,82% dengan pemesanan optimal sebanyak 488 kg dan frekuensi pemesanan dilakukan sebanyak 28 kali dalam 1 tahun. Supplier 3 juga merupakan supplier dengan prioritas tertinggi dalam perhitungan menggunakan metode AHP dengan bobot nilai sebesar 0,455.
ANALISA PEMILIHAN SUPPLIER UTAMA PADA PRODUK UMKM. LOCA NUSA DENGAN METODE FUZZY AHP DAN TOPSIS M. Fahmi Ainun Najib; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i2.5479

Abstract

UMKM. Loca Nusa merupakan UMKM yang bergerak dibidang distribusi bubuk kopi dengan. Dalam memenuhi kebutuhan pasokan biji kopi tersebut, UMKM. Loca Nusa telah bekerja sama dengan 4 supplier biji kopi untuk mendukung proses produksinya. Dalam memenuhi kebutuhan pasokan biji kopi UMKM. Loca Nusa hanya bergantung pada ketersedian dan kesepakatan harga yang ditawarkan oleh kedua belah pihak, dan tidak mempertimbangkan foktor-faktor lain dalam menentukan supplier. Berdasarkan masalah tersebut maka rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Menentukan Supplier Berdasararkan Kriteria yang Dibutuhkan UMKM. Loca Nusa. Tujuan dari penelitian ini sendiri yakni yang pertama mengidentifikasi nilai bobot kriteria kepentingan prioritas dalam pemilihan supplier dengan menggunakan metode Fuzzy AHP dan yang kedua menentukan urutan prioritas supplier sesuai dengan kriteria terpilih dengan menngunakan metode TOPSIS. Pengumpulan data dalam penelitian ini sendiri yakni menggunakan 3 kuesioner, yaitu kuesioner penentuan kriteria, kuesioner perbandingan berpasangan antar kriteria dan kuesioner penentuan alternatif. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP yang bertujuan untuk mengidentifikasi nilai bobot kriteria kepentingan prioritas dalam pemilihan supplier dan dilanjutkan menggunakan metode TOPSIS untuk menentukan urutan prioritas supplier sesuai dengan kriteria terpilih. Hasil kuesioner I menunjukkan terdapat 4 kriteria dan 12 sub kriteria pada penelitian ini. Pengolahan data pada kuesioner ke II berdasarkan hasil perhitungan metode Fuzzy AHP, kriteria kepentingan prioritas yaitu kualitas & kuantias dengan nilai bobot 0,2787. Hasil penelitian pada kuesioner ke III yang sudah diolah menggunakan metode Fuzzy AHP dan TOPSIS didapatkan supplier dengan nilai solusi alternatif terbaik dan nilai prefrensi tertinggi yaitu supplier C dengan nilai nilai prefrensi sebesar 0,8731.
UPAYA MENGURANGI CACAT PRODUK KERIPIK PISANG DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) (Studi Kasus UMKM Indochips Alesha Trimulya) Yuda Laksana; Emmalia Adriantantri; Sumanto Sumanto
Jurnal Valtech Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v5i2.5480

Abstract

Abstrak, UMKM Indochips Alesha Trimulya bergerak dalam bidang industri keripik pisang dan berlokasikan di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Masalah yang dihadapi adalah bentuk keripik pisang yang tidak sama ketebalannya, keripik pisang yang gosong, dan keripik yang remuk. Indochips Alesha Trimulya juga memiliki standar atau batas cacat yang dihasilkan sebesar 2%. Dalam memenuhi permintaan pasar untuk menjaga mutu dari produknya untuk meminimalisir kecacatan agar tidak menambah biaya produksi dan menurunkan pendapatan perusahaan atau UMKM. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi cacat produk keripik pisang, menganalisis dan menulis cacat produk keripik pisang, dan memberikan solusi atau rekomendasi perbaikan penyebab timbulnya kecacatan pada keripik pisang Indochips Alesha Trimulya. Metode yang digunakan Statistical Quality Control merupakan teknik yang digunakan dalam pengendalian dan pengelolaan proses baik manufaktur atau jasa dengan menggunakan metode statistik. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, peneliti menerapkan metodeaStatistical Quality Controla(SQC) danaFailure Mode and Effect AnalysisA(FMEA) untuk mengetahui penyebab utama kecacatan produk dan memberi usulan perbaikan yang tepat untuk meminimasi permasalahan kualitas di Indochips Alesha Trimulya. Hasil dari penelitian ini jenis cacat atau jenis kerusakan yang terjadi adalah keripik tidak sama tebal dengan jumlah cacat 57 kg, keripik gosong dengan jumlah cacat 47 kg, dan keripik remuk dengan jumlah cacat sebesar 22 kg. Adapun nilai kecacatan melebihi toleransi cacat dari perusahaan yaitu sebesar 2 %, terdapat bulan Maret dengan nilai kecacatan sebesar 3,3 %, bulan Juni dengan nilai kecacatan sebesar 2,6 %, bulan Agustus dengan nilai cacat sebesar 2,5 %. Analisis yang yang diperoleh nilai RPN tertinggi penyebab kecacatan yaitu mata pisau tumpul sebesar 168. Untuk penyebab kecacatan terendah yaitu pisang terjepit dengan nilai RPN sebesar 32. Usulan yang dilakukan pembuatan formulir perawatan dan cara menentukan penjadwalan perawatan secara berkala pada mata pisau atau cutter slice.