Claim Missing Document
Check
Articles

PENCEGAHAN STUNTING MELALUI “RUMAH GIZI” UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN KETAHANAN PANGAN DI PILOLIYANGA, BOALEMO Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Nur Ayun R; Sartika
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.477

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia, khususnya wilayah timur. Di Provinsi Gorontalo, prevalensi tahun 2022 mencapai 23,9%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi nyata tidak hanya melalui layanan kesehatan formal, tetapi juga program pengabdian masyarakat berbasis komunitas. Kelompok paling rentan adalah ibu–balita, sehingga peningkatan literasi gizi dan keterampilan pengolahan pangan sehat di rumah tangga sangat penting. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui Program Rumah Gizi di Desa Piloliyanga, Kabupaten Boalemo, bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu–balita dalam pencegahan stunting. Sebanyak 11 ibu–balita terlibat aktif. Tahap awal dilakukan asesmen pengetahuan terkait gizi seimbang, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta pemahaman dasar stunting. Selanjutnya diberikan edukasi gizi menggunakan media interaktif, seperti piramida gizi, sudut gizi, dan media Edu TV untuk memudahkan pemahaman. Selain itu, kegiatan inti lainnya berupa demo masak berbasis pangan lokal dengan memanfaatkan bahan sekitar, seperti ikan, umbi, sayur, dan buah. Melalui kegiatan ini, ibu tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis mengolah dan menyajikan makanan sehat. Pendekatan ini meningkatkan keberagaman pangan rumah tangga sekaligus mendukung empat pilar ketahanan pangan: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi dari kategori rendah–sedang, serta keterampilan dalam praktik pengolahan makanan sehat. Perubahan sikap terlihat pada pemilihan bahan pangan, penyusunan menu keluarga, dan penerapan prinsip gizi seimbang. Program Rumah Gizi terbukti meningkatkan literasi gizi sekaligus ketahanan pangan rumah tangga. Program ini dapat direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting.
Determinan Perilaku Konsumsi Junk Food pad Siswa Sekolah Dasar: Studi Cross-Sectional di Kabupaten Gorontalo Manaf, Tyas Pratiwi; Kadir, Sunarto; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2365

Abstract

Peningkatan konsumsi junk food pada anak sekolah dasar menjadi isu penting karena berkaitan dengan pola makan tidak sehat dan risiko gangguan gizi. Tujuan penelitian untuk mengenalisis determinan perilaku konsumsi junk food pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan desain Cross Sectional study. Jumlah sampel sebanyak 107 siswa, teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa teman sebaya, iklan, faktor ekonomi, kebiasaan keluarga, kemudahan akses, harga, kurangnya edukasi, serta preferensi rasa dan kemasan berhubungan signifikan dengan perilaku konsumsi junk food nilai r=0,000 dan analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel Preferensi Rasa dan Kemasan yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi junk food r = 0,000 dengan nilai OR = 20,412. Kesimpulan, terdapat pengaruh yang signifikan dari kelompok sebaya, iklan, faktor ekonomi, kebiasaan keluarga, kemudahan akses, harga, kurangnya pendidikan, serta preferensi rasa dan kemasan terhadap perilaku konsumsi makanan cepat saji siswa sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo, dengan kurangnya edukasi menjadi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumsi junk food.
Efektivitas Pemberian Tablet Zat Besi, Kombinasi Tablet Zat Besi–Kurma, dan Sari Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Wanita Usia Subur Said, Adiba; Kadir, Sunarto; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2390

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih tinggi prevalensinya, terutama pada wanita usia subur (WUS). Penyebab utama anemia adalah defisiensi zat besi akibat asupan gizi yang tidak adekuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma dan sari kurma terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur yang mengalami anemia defisiensi besi. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan pre-post test with control group design. Sampel penelitian 45 orang wanita usia subur penderita anemia di kota Gorontalo, dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, yaitu kelompok tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma, dan sari kurma. Intervensi diberikan selama 14 hari. Teknik analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok pemberian kelompok Tablet zat besi: pretest 9,32 g/dL → posttest 10,95 g/dL (=1,63; p=0,000), kombinasi kurma: pretest 9,19 g/dL → posttest 11,61 g/dL (=2,42; p=0,000), dan Sari kurma: pretest 9,72 g/dL → posttest 10,36 g/dL (=0,64; p=0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tablet zat besi, tablet zat besi kombinasi kurma, dan sari kurma memberikan pengaruh terhadap kadar hemoglobin pada wanita usia subur, namun kelompok tablet zat besi kombinasi kurma memberikan peningkatan kadar hemoglobin paling optimal.
Long Relationship of Suffering with the Incidence of Diabetic Neuropathy in Diabetes Mellitus Patients at the South Bulango Health Center, Bone Bolango Regency Nikma Suryana Harun; Vivien Novarina Kasim; Nirwanto Rahim
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) January 2
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i1.10059

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease characterized by an increase in blood glucose levels in the long term due to insulin disorders and is a growing public health problem. Prolonged hyperglycemia can lead to a variety of complications, including diabetic neuropathy, through peripheral nerve damage and microcirculatory disorders. Therefore, the length of suffering from diabetes mellitus needs to be studied as a factor that plays a role in the occurrence of diabetic neuropathy to support prevention and early detection efforts. This study aims to determine the relationship between the length of time suffering from diabetes mellitus and the incidence of diabetic neuropathy in patients who are treated at the South Bulango Health Center. The study used a quantitative approach with a cross sectional design and involved 116 respondents who were selected through proportional stratified sampling techniques. The research instrument used was the Diabetic Neuropathy Symptom Score (DNS) questionnaire. The results showed that respondents had diabetes mellitus for a long time <5 years, as many as 48 respondents (41.4%) had diabetic neuropathy and 37 respondents (31.8%) did not experience diabetic neuropathy. Meanwhile, in respondents with diabetes mellitus for a long time ?5 years, most of them had diabetic neuropathy, namely 27 respondents (23.2%), and only 4 respondents (3.4%) did not experience diabetic neuropathy. The results of the statistical test using the chi-square test obtained a p-value of 0.002 (<0.05), which shows that there is a significant relationship between the length of suffering from diabetes mellitus and the incidence of diabetic neuropathy in patients with diabetes mellitus at the South Bulango Health Center.
Profil Fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Bentuk Ekstrak Maserasi, Rendaman, dan Perasan: Indonesia Mulyadi, Jesica; A. Kasim, Vivien Novarina; Amu, Ivan Virnanda
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 8 No. 2 (2025): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v8i2.11274

Abstract

Produk jeruk nipis yang kaya akan berbagai senyawa fenolik dan serat makanan, membuat produk jeruk diminati oleh semua kalangan. Dampaknya adalah terdapat sejumlah besar kulit jeruk nipis yang umumnya dibuang sebagai limbah di lingkungan. Limbah lingkungan tersebut ternyata berpotensi sebagai sumber nutraceutical. Metode penelitian true-eksperimen design, Sampel kulit jeruk nipis ekstrak maserasi dengan metanol 3000 terendam selama 3 x 24 jam kemudian dievaporasi sampai terbentuk ekstrak kental. Sampel ekstrak rendaman dari simplisia kulit jeruk nipis dirajang kecil-kecil dilarutkan dalam Ethanol 96% sebanyak 2000 ml terendam sempurna selama 3 x 24 jam dipisahkan antara filtrat dan residu selanjutnya di uapkan. Sampel ekstrak perasan dari jeruk nipis dibelah menjadi dua kemudian diperas dan diambil air perasan selanjutnya diuapkan. Hasil pemeriksaan profil fitokimia dari kulit jeruk nipis, bentuk ekstrak maserasi mengandung 6 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol, untuk ekstrak rendaman mengandung 4 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, fenol dan bentuk ekstrak perasan mengandung 3 senyawa metabolik yaitu alkaloid, steroid, dan fenol. Hasil Kromatografi lapis tipis menggunakan eluen n-heksan : etil asetat dengan perbandingan 3:2 pada lampu UV 366 nm, didapatkan bahwa ekstrak perasan memiliki empat bercak noda, ekstrak rendaman memiliki empat bercak noda, dan ekstrak maserasi memiliki lima bercak noda. Kesimpulannya ekstrak maserasi kulit jeruk nipis lebih banyak kandungan senyawa metabolik dan menghasilkan lebih banyak senyawa terlarut karena pelarut organik masuk ke jaringan kulit. Pemanfaatan limbah lingkungan kulit jeruk nipis diharapkan dapat sebagai terapi adjuvant yang murah, efesien dan ramah lingkungan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Remaja Usia 15-23 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo, Gorontalo, Indonesia Polapa, Noval Y. DJ.; Jusuf, Muhammad Isman; Lamangantjo, Chairunnisah J.; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2440

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk pada kelompok usia remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi pada remaja usia 15-23 tahun di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional study. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan tensi meter. Sampel sebanyak 262 remaja diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 faktor memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p < 0,05), yaitu faktor genetik, jenis kelamin, IMT (berat badan lebih), pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, akses layanan kesehatan, kualitas tidur, peran petugas kesehatan, teman sebaya, pengetahuan remaja, serta akses makanan sehat. Faktor paling dominan adalah peran petugas kesehatan OR/Exp(B) = 0.499; p-value = 0,021. Penelitian ini menekankan perlunya upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta skrining kesehatan berkala oleh petugas kesehatan di puskesmas, posyandu dan sekolah guna menurunkan risiko hipertensi sejak usia remaja.
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WEIGHT FALTERING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA TENGAH Lasena, Sri Wijayanti Saputri; Kasim, Vivien Novarina A.; Mohamad, Rini Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54800

Abstract

Weight faltering adalah kondisi di mana pertumbuhan anak mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan berat badan yang tidak bertambah sesuai dengan standar kenaikan berat badan minimal berdasarkan grafik pertumbuhan normal. Status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel berjumlah 95 anak yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi, household food insecurity access scale (HFIAS), dan lembar observasi weight faltering. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif yakni Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,002). Sementara itu, terdapat juga hubungan signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,035). Penelitian ini diharapkan dapat membantu puskesmas dalam memperhatikan faktor sosial ekonomi dan ketahanan pangan yang berhubungan dengan kejadian weight faltering.
Analysis of Nutritional Intake Determinants and Anemia Incidence in Adolescent Girls in Senior High Schools in Bone Bolango Regency Amanda Iin Melisa P.H. Harun; Sunarto Kadir; Vivien Novarina A. Kasim
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 2 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i2.34999

Abstract

Introduction: Anemia is a pathological state defined by a reduction in red blood cell mass, evidenced by decreased hemoglobin concentrations (11 g/dL), hematocrit values, and erythrocyte counts. Preliminary data indicate that out of 3,073 adolescents screened for hemoglobin levels in Bone Bolango Regency, 225 were identified as anemic. This study aims to investigate the factors contributing to the prevalence of anemia among female high school students in this regency.Method: This study was carried out in three schools in Tapa District, using a quantitative research design. The sample comprised 225 adolescent girls of reproductive age. Logistic regression analysis was used to examine the relationships between anemia incidence and several independent variables, including iron tablet consumption, iron intake, protein intake, vitamin C intake, vitamin B12 intake, zinc intake, meal frequency, and dietary diversity.Results: The findings indicated that among the adolescent female population in Bone Bolango Regency, 77 individuals were anemic, whereas the remaining 148 presented with normal hemoglobin levels. Bivariate analysis revealed that iron intake was the only variable significantly associated with the occurrence of anemia, with no other factors demonstrating a statistically significant relationship.Conclusion: This study demonstrates that iron intake is the primary determinant significantly associated with anemia among adolescent girls, showing a stronger influence than other nutritional factors and variables examined in the study.Keywords: Adolescent girls, anemia, dietary diversity, iron intake, meal frequency
Co-Authors Abdi Dzul Ikram Hasanuddin Abdul Rahman Ahmad Abdul, Romy Abubakar Sidik Katili Adzani, Alviyani M. Aini, Muthia Qurrota Akbar Patuti Alyaa Aladawiyah Lalapa Amanda Iin Melisa P.H. Harun Antu, Mihrawaty S Antu, Yuniarty Aryaputra, fadhil Astri Anita Astuti Lasalutu Ayu Rofia Nurfadillah Basir, Ita Sulistiani Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Chairul Wahjudi Chairunnisah J Lamangantjo Daud, Serly Davina Shafa Felisha Dian Pratiwi Iman Djuna Lamondo Ervan Djafar Erwin Purwanto Faradila Wahab Fatra Fasya Gusasi Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan Fitri Nento Gabriella Desche Veronica Ganesha Aulia Abdul Muis Gobel, Muhammad Rafliansyah Haji Jafar, Cindy Puspita Sari Handayani, Dwi Lutvia Herlina Jusuf Hinelo, Annisa Hunawa, Rachmawaty Dirham Ibrahim Suleman Indah Sulistiowati Putri Ita Sulistiani Basir Jeane Novita Irene Abbas Jufri Febriyanto Poetra Jusna Ahmad Jusuf, Muh. Isman Karim, Cecy Rahma Lasena, Sri Wijayanti Saputri Linda Wati Manaf, Tyas Pratiwi Margaretha Solang Maryadi Megahrizka Oktasyah Puteri Suleman Moh Ikbal Lahabu Moh Yahya Mohamad Idris Hasan Mohamad Zukri Antuke Mohamad, Rini Wahyuni Mohammad Alvin Febrian Tiffany Monayo, Edwina R Muh Nur Syukriani Yusuf Muhamad Nur Syukriani Yusuf Muhammad Fahreza Labdul Muhammad Isman Jusuf Muhammad Isman Jusuf Muhammad isman Jusuf Muhammad N. Syukriani Yusuf Muhammad Rafli Abdullah Muhammad Rafliansyah Gobel Mulyadi, Jesica Nanang Roswita Paramata Nanda Dwi Fakhriyyah Moridu Nikma Suryana Harun Nirwanto K. Rahim Nur Auliyah Roidah Abd. Kadir Nur Ayun R Yusuf Nur Fadhilah Babyonggo Nur Istiqoma Suja Nurdiana Djamaluddin Nurliana Ibrahim Nurqurratul Aini S. Djunubi Pakaya, Inang Novianti Ekaputri Pakaya, Yusnan Paramata, Nanang Roswita Paris, Nurlinda Shafitri R. Polapa, Noval Y. DJ. Potutu, Aliffa Cahya Rachmawaty D. Hunawan Rendi Afriyanto Lahabu Rini Wahyuni Mohamad Riri Devita Ratnasari Romy Abdul Safera Ariyanti Said, Adiba Salawali, Siti Hajar Sari, Wahyuningsih Ratna Sartika Satra Mobilingo Sefry Markswel Pantow Serly Daud Serly Daud Siregar, Muchtar Nora Ismail Siti Hajar Salawali Sitti Rahma Sri A. Ibrahim Sri Andriani Ibrahim Sri Manovita Pateda Sri Wahyuni Gaga Suliyanti Otto Sunarto Kadir Sunarto Kadir Sunarto Kadir Tasmi S. Djafar Teti Sutriyati Tuloli Ufairah, Putri Sally Ulyas, Melystiya Vidya A. Lasimpala Virnanda Amu, Ivan Wahjudi, Chairul Wardhany, Rifa Az Zahra Winansih Gubali Yoyanda Bait Yusuf, Nur Ayun R Zuhriana K Yusuf Zuhriana K. Yusuf Zuhriana K. Yusuf Zuhriana K.Yusuf Zuhriana K.Yusuf