Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Remaja Usia 15-23 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo, Gorontalo, Indonesia Polapa, Noval Y. DJ.; Jusuf, Muhammad Isman; Lamangantjo, Chairunnisah J.; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2440

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk pada kelompok usia remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi pada remaja usia 15-23 tahun di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional study. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan tensi meter. Sampel sebanyak 262 remaja diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 faktor memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p < 0,05), yaitu faktor genetik, jenis kelamin, IMT (berat badan lebih), pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, akses layanan kesehatan, kualitas tidur, peran petugas kesehatan, teman sebaya, pengetahuan remaja, serta akses makanan sehat. Faktor paling dominan adalah peran petugas kesehatan OR/Exp(B) = 0.499; p-value = 0,021. Penelitian ini menekankan perlunya upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta skrining kesehatan berkala oleh petugas kesehatan di puskesmas, posyandu dan sekolah guna menurunkan risiko hipertensi sejak usia remaja.
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WEIGHT FALTERING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA TENGAH Lasena, Sri Wijayanti Saputri; Kasim, Vivien Novarina A.; Mohamad, Rini Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54800

Abstract

Weight faltering adalah kondisi di mana pertumbuhan anak mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan berat badan yang tidak bertambah sesuai dengan standar kenaikan berat badan minimal berdasarkan grafik pertumbuhan normal. Status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel berjumlah 95 anak yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi, household food insecurity access scale (HFIAS), dan lembar observasi weight faltering. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif yakni Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,002). Sementara itu, terdapat juga hubungan signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,035). Penelitian ini diharapkan dapat membantu puskesmas dalam memperhatikan faktor sosial ekonomi dan ketahanan pangan yang berhubungan dengan kejadian weight faltering.
Analysis of Nutritional Intake Determinants and Anemia Incidence in Adolescent Girls in Senior High Schools in Bone Bolango Regency Amanda Iin Melisa P.H. Harun; Sunarto Kadir; Vivien Novarina A. Kasim
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 2 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i2.34999

Abstract

Introduction: Anemia is a pathological state defined by a reduction in red blood cell mass, evidenced by decreased hemoglobin concentrations (11 g/dL), hematocrit values, and erythrocyte counts. Preliminary data indicate that out of 3,073 adolescents screened for hemoglobin levels in Bone Bolango Regency, 225 were identified as anemic. This study aims to investigate the factors contributing to the prevalence of anemia among female high school students in this regency.Method: This study was carried out in three schools in Tapa District, using a quantitative research design. The sample comprised 225 adolescent girls of reproductive age. Logistic regression analysis was used to examine the relationships between anemia incidence and several independent variables, including iron tablet consumption, iron intake, protein intake, vitamin C intake, vitamin B12 intake, zinc intake, meal frequency, and dietary diversity.Results: The findings indicated that among the adolescent female population in Bone Bolango Regency, 77 individuals were anemic, whereas the remaining 148 presented with normal hemoglobin levels. Bivariate analysis revealed that iron intake was the only variable significantly associated with the occurrence of anemia, with no other factors demonstrating a statistically significant relationship.Conclusion: This study demonstrates that iron intake is the primary determinant significantly associated with anemia among adolescent girls, showing a stronger influence than other nutritional factors and variables examined in the study.Keywords: Adolescent girls, anemia, dietary diversity, iron intake, meal frequency
Analysis of Determinants Related to Stunting in Toddlers in the Working Area of the Buntulia Community Health Center, Pohuwato Regency Nur Istiqoma Suja; Sunarto Kadir; Vivien Novarina A. Kasim
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 2 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i2.34584

Abstract

Introduction: Stunting is a health problem and associated with the risk of illness and death, suboptimal brain development, resulting in impaired motor and mental growth. Gorontalo Province ranks 12th out of 38 provinces, where Pohuwato District has a stunting prevalence of 18.4% among toddlers. Several variables can influence the incidence of stunting in children, including nutritional intake, infectious diseases, food availability, feeding patterns, and environmental sanitation. This study aims to assess the relationship between nutritional intake, infectious diseases, food availability, feeding patterns, and environmental sanitation with the incidence of stunting in Buntulia Community Health Center working area.Method: The study was conducted at the Buntulia Community Health Center using quantitative methods with cross sectional approach. A sample of 272 toddlers was obtained using the Slovin formula. The data analysis used logistic regression consisting of univariate, bivariate and multivariate method.Results: 91.2% of the toddlers did not experience stunting. Regarding individual determinants, 81.1% of the subjects had insufficient nutritional intake, while 89.3% had no history of infectious diseases. Household food security was observed in 57.4% of cases, yet 87.1% of toddlers exhibited inadequate dietary patterns. Additionally, 93.8% of respondents maintained good environmental sanitation. The results of the multivariate model revealed that nutritional intake (95% CI: 0.00) and dietary pattern (95% CI: 0.00) were significant predictors, while food availability (95% CI: 0.15) showed a broader confidence interval in relation to the incidence of stunting.Conclusion: Only food availability are associated with stunting in the Buntulia Community Health Center working area. Keywords: Environmental sanitation, feeding patterns, food availability, nutritional intake, stunting
The Association Between Stress Levels and Nutritional Status Among Preclinical Medical Students at The State University of Gorontalo Nurqurratul Aini S. Djunubi; Cecy Rahma Karim; Sri Manovita Pateda; Vivien Novarina A. Kasim; Sri Andriani Ibrahim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 12 No. 2 (2026): Vol 12, No 2, 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v12i2.322

Abstract

Introduction. Malnutrition remains a global public health concern with significant implications for young adults, including medical students who are exposed to high academic demands that may induce persistent stress and subsequently affect eating behavior and nutritional status. This study aimed to identify stress levels and nutritional status and to analyze the relationship between the two among preclinical medical students at the Faculty of Medicine, Gorontalo State University. Methods. An observational analytical study with a cross-sectional design was conducted involving 191 respondents selected through total sampling. Stress levels were assessed using the Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ), while nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI) obtained from standard anthropometric measurements. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. Results. The results showed that most students experienced moderate stress levels (51.8%), with academic-related stressors being the most dominant, and the majority of respondents had normal nutritional status (56.5%). Bivariate analysis demonstrated no significant correlation between stress levels and nutritional status (r = −0.131; p = 0.071). Conclusion. In conclusion, stress levels were not significantly associated with nutritional status among preclinical medical students. Other factors, such as daily calorie intake, physical activity, sleep duration, and genetic or family history, may play a more prominent role in determining nutritional status. Nevertheless, stress management interventions and the promotion of healthy lifestyles remain important to support the overall well-being of medical students.
Status Gizi dan Fungsi Kognitif pada Anak Sekolah Dasar Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Gorontalo Davina Shafa Felisha; Vivien Novarina A. Kasim; Muhammad Isman Jusuf; Cecy Rahma Karim; Sefry Markswel Pantow
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/y8rk4y12

Abstract

Prevalensi kekurangan gizi dan kelebihan gizi masih tinggi di kalangan anak anak Indonesia. Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak. Keberhasilan kesejahteraan dan perkembangan dapat dilihat melalui status gizi dan fungsi kognitif yang baik. Anak usia sekolah yang menderita kesehatan dan gizi yang buruk mengalami perubahan fisiologis yang mengganggu perkembangan kognitif mereka. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran status gizi dan fungsi kognitif pada anak sekolah dasar penerima program makan bergizi gratis di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo melalui metode deskriptif kuantitatif melibatkan 147 siswa kelas lima di dua sekolah dasar di Kecamatan Kota Tengah, menggunakan pendekatan total sampling. Data status gizi didapat dengan cara mengukur berat badan dan tinggi badan dan data fungsi kognitif dikumpulkan melalui kuesioner Mini Mental State Pediatric Examination. Analisis data univariat menggunakan frekuensi distribusi. Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan indikator Berat Badan/Tinggi Badan normal (35,4%), gizi kurang (32,0%), obesitas (23,1%), dan gizi lebih (9,5%). Tidak didapatkan siswa dengan gizi buruk. Indikator IMT/U menunjukkan siswa dengan gizi normal (58,5%), obesitas (17%), gizi kurang (12,9%), dan gizi lebih (11,6%). Hasil fungsi kognitif didapatkan 100,0% siswa memiliki fungsi kognitif baik. Sebagian besar siswa mempunyai status gizi normal dan seluruh siswa memiliki fungsi kognitif yang baik di dua sekolah meskipun masih ditemukan kasus gizi kurang dan obesitas pada sebagian siswa. Sebagai saran, program makan bergizi gratis perlu dievaluasi rutin agar dapat terlihat perubahan yang signifikan pada status gizi dan fungsi kognitif.
The Effect of Dragon Fruit Extract Concentration and Fermentation Duration on the Funtional Properties of Nata from Palm Sap Nur Fadhilah Babyonggo; Sunarto Kadir; Yoyanda Bait; Vivien Novarina Kasim
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.720

Abstract

Changes in modern consumption patterns show a tendency toward low daily dietary fiber intake. One potential solution to increase fiber intake while utilizing agricultural waste is through the use of red dragon fruit peel (Hylocereus polyrhizus). The objective was to analyze the effect of dragon fruit peel extract concentration and fermentation duration on the functional properties of nat a from palm sap. The study used a complete randomized design (CRD) with multiple factors. Factor x was the concentration of dragon fruit peel extract at 10%, 20%, 30%, and 40%, and factor y was the fermentation duration at 7 days, 14 days, and 21 days, with each treatment repeated three times. Data analysis was performed using Analysis of Variance (ANOVA). Significant differences between treatments were analyzed using DMRT. The results showed that the treatment with 40% dragon fruit peel extract concentration and a fermentation period of 14 days showed an increase in antioxidant response and good nutritional content with an antioxidant response of 110.5 ppm (moderate). There is an effect of concentration and fermentation duration on antioxidant response, fiber, thickness, pH, mold/yeast, and ALT, as indicated by a ρ value of 0.000 < α 0.05.
Implementation of Dots as the Primary Determinant of Treatment Adherence During the Intensive Phase of Tuberculosis Patients Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1276

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major public health burden, particularly in high-incidence countries such as Indonesia. The World Health Organization–recommended Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) strategy plays a crucial role in improving treatment success; however, patient adherence during the intensive phase of treatment remains a significant challenge. This study aimed to analyze the relationship between the implementation of the DOTS strategy and adherence to anti-tuberculosis medication during the intensive phase among pulmonary TB patients in Bone Bolango Regency. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. A total of 75 respondents were recruited using total sampling. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using Chi-square tests and logistic regression analysis. The findings demonstrated significant associations between all DOTS components and treatment adherence, including government commitment (p = 0.006), microscopic examination (p = 0.003), treatment supervision (p = 0.000), drug availability (p = 0.002), and recording and reporting systems (p = 0.004). Treatment supervision was identified as the most dominant factor influencing adherence, with a p-value of 0.001 and an odds ratio (OR) of 0.133 (95% CI: 0.039–0.459). The implementation of the DOTS strategy is strongly associated with adherence to anti-tuberculosis medication during the intensive phase of treatment. Strengthening the role of treatment supervisors, ensuring consistent drug availability, and improving recording and reporting systems are essential to enhance treatment success.
Co-Authors Abdul Rahman Ahmad Abdul, Romy Abubakar Sidik Katili Adzani, Alviyani M. Aini, Muthia Qurrota Akbar Patuti Amanda Iin Melisa P.H. Harun Antu, Mihrawaty S Antu, Yuniarty Aryaputra, fadhil Ayu Rofia Nurfadillah Basir, Ita Sulistiani Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Chairunnisah J Lamangantjo Daud, Serly Davina Shafa Felisha Dian Pratiwi Iman Djuna Lamondo Ervan Djafar Faradila Wahab Fatra Fasya Gusasi Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan Fitri Nento Gabriella Desche Veronica Haji Jafar, Cindy Puspita Sari Handayani, Dwi Lutvia Herlina Jusuf Hinelo, Annisa Hunawa, Rachmawaty Dirham Jeane Novita Irene Abbas Jusna Ahmad Jusuf, Muh. Isman Karim, Cecy Rahma Lasena, Sri Wijayanti Saputri Manaf, Tyas Pratiwi Margaretha Solang Megahrizka Oktasyah Puteri Suleman Moh Yahya Mohamad, Rini Wahyuni Mohammad Alvin Febrian Tiffany Muh Nur Syukriani Yusuf Muhammad isman Jusuf Muhammad Isman Jusuf Muhammad Rafli Abdullah Nanang Roswita Paramata Nikma Suryana Harun Nirwanto K. Rahim Nur Auliyah Roidah Abd. Kadir Nur Fadhilah Babyonggo Nur Istiqoma Suja Nurliana Ibrahim Nurqurratul Aini S. Djunubi Pakaya, Inang Novianti Ekaputri Pakaya, Yusnan Paris, Nurlinda Shafitri R. Polapa, Noval Y. DJ. Potutu, Aliffa Cahya Rendi Afriyanto Lahabu Riri Devita Ratnasari Romy Abdul Safera Ariyanti Said, Adiba Sari, Wahyuningsih Ratna Sartika Sefry Markswel Pantow Siregar, Muchtar Nora Ismail Sitti Rahma Sri Andriani Ibrahim Sri Manovita Pateda Sri Manovita Pateda Suliyanti Otto Sunarto Kadir Sunarto Kadir Teti Sutriyati Tuloli Ufairah, Putri Sally Ulyas, Melystiya Wahjudi, Chairul Wardhany, Rifa Az Zahra Winansih Gubali Yoyanda Bait Yusuf, Nur Ayun R Zuhriana K Yusuf Zuhriana K.Yusuf