Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Manajemen Gizi dengan Status Gizi dan Pola Makan Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo Tahun 2025 Lahabu, Rendi Afriyanto; Kasim, Vivien Novarina A; Karim, Cecy Rahma; Iman, Dian Pratiwi; Pateda, Sri Manovita
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i6.607

Abstract

Pengetahuan manajemen gizi berperan penting dalam membentuk status gizi dan pola makan mahasiswa kedokteran yang memiliki kebutuhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan manajemen gizi dengan status gizi dan pola makan mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 130 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengetahuan manajemen gizi diukur menggunakan kuesioner 40 item, status gizi ditentukan melalui IMT, dan pola makan dinilai menggunakan FFQ 59 item. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,8% mahasiswa memiliki pengetahuan manajemen gizi kurang, 53,8% memiliki status gizi normal, dan 66,2% memiliki pola makan cukup. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara pengetahuan manajemen gizi dan status gizi (ρ = 0,444; r = 0,068). Sebaliknya, terdapat korelasi signifikan namun negatif antara pengetahuan manajemen gizi dan pola makan (ρ = 0,000; r = –0,309). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan manajemen gizi belum sepenuhnya tercermin dalam status gizi maupun pola makan mahasiswa, serta faktor lain di luar pengetahuan kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk kedua kondisi tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA ISIMU SELATAN, KECAMATAN TIBAWA Handayani, Dwi Lutvia; Karim, Cecy Rahma; Antu, Yuniarty; Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Zuhriana K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 03 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i03.36713

Abstract

Status gizi anak usia prasekolah merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan derajat kesehatan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan gizi anak tidak terlepas dari peran ibu, khususnya terkait dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah di Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tibawa. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri atas 41 ibu yang memiliki anak usia prasekolah (3–6 tahun), yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengetahuan ibu tentang gizi diukur melalui kuesioner terstruktur, sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan gizi dalam kategori baik (51,2%). Status gizi anak usia prasekolah paling banyak berada pada kategori gizi baik (36,6%), meskipun masih ditemukan anak dengan gizi kurang, gizi lebih, dan obesitas. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak usia prasekolah (p = 0,041), dengan koefisien korelasi sebesar 0,321 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup.. Simpulan: Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan secara signifikan dan positif dengan status gizi anak usia prasekolah, sehingga penguatan edukasi gizi bagi ibu perlu menjadi fokus intervensi kesehatan masyarakat dan pengembangan penelitian selanjutnya.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Remaja Usia 15-23 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Dungaliyo, Gorontalo, Indonesia Polapa, Noval Y. DJ.; Jusuf, Muhammad Isman; Lamangantjo, Chairunnisah J.; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2440

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global, termasuk pada kelompok usia remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi pada remaja usia 15-23 tahun di wilayah kerja Puskesmas Dungaliyo Kabupaten Gorontalo, menggunakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional study. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan tensi meter. Sampel sebanyak 262 remaja diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 faktor memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p < 0,05), yaitu faktor genetik, jenis kelamin, IMT (berat badan lebih), pola makan, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol, akses layanan kesehatan, kualitas tidur, peran petugas kesehatan, teman sebaya, pengetahuan remaja, serta akses makanan sehat. Faktor paling dominan adalah peran petugas kesehatan OR/Exp(B) = 0.499; p-value = 0,021. Penelitian ini menekankan perlunya upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta skrining kesehatan berkala oleh petugas kesehatan di puskesmas, posyandu dan sekolah guna menurunkan risiko hipertensi sejak usia remaja.
Quality and Nutritional Adequacy Review of the Free School Meal Program (MBG) for Elementary School Children in Gorontalo City. Moridu, Nanda Dwi Fakhriyyah; Kasim, Vivien Novarina A.; Paramata, Nanang Roswita; Karim, Cecy Rahma; Daud, Serly
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1773

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi anak sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, khususnya Kota Gorontalo dengan prevalensi gizi buruk, gizi kurang, kelebihan berat badan , dan obesitas yang cukup tinggi. Tujuan: Mengidentifikasi kualitas dan keseimbangan gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi (AKG). Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif observatif pada 147 siswa di SDN 77 Kota Tengah Gorontalo dan MI Terpadu Al-Ishlah Gorontalo. Data kualitas makanan diperoleh melalui kuesioner, analisis kandungan gizi menggunakan NutriSurvey berbasis DKBM 2019 selama 5 hari. Hasil: mayoritas siswa menilai makanan berkualitas baik (78-84%) pada kebersihan, porsi, rasa, dan kematangan, namun hanya 41% yang menyatakan makanan hangat. Rata-rata energi menu MBG 377,46 kkal, di bawah standar AKG 531 kkal. Protein (17,76 g) dan lemak (15,98 g) tidak memenuhi standar, karbohidrat (41,52 g) sesuai, kandungan mikronutrien bervariasi. Simpulan: Program MBG perlu diperkuat melalui diversifikasi menu berbasis pangan lokal, pemantauan berkelanjutan, dan kolaborasi BGN dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Saran: Penelitian selanjutnya mengkaji keamanan pangan dan dampak terhadap status gizi antropometrik siswa
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Hubungan Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Pohuwato, Indonesia Lasalutu, Astuti; Kadir, Sunarto; Kasim, Vivien Novarina A.
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2453

Abstract

Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kematian neonatal serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa kanak-kanak dibandingkan bayi dengan berat lahir normal. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadian BBLR adalah kondisi kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil, yang dapat diperberat oleh adanya penyakit infeksi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kekurangan energi kronik pada ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir rendah di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu melahirkan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kondisi KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR, di mana keberadaan penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK memiliki peluang lebih besar terhadap kejadian BBLR (OR = 5,11). Temuan ini menunjukkan bahwa penyakit infeksi pada ibu hamil dengan KEK merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian BBLR di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Pohuwato. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan KEK serta penyakit infeksi selama kehamilan perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan ibu guna menurunkan risiko kejadian BBLR.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WEIGHT FALTERING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA TENGAH Lasena, Sri Wijayanti Saputri; Kasim, Vivien Novarina A.; Mohamad, Rini Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54800

Abstract

Weight faltering adalah kondisi di mana pertumbuhan anak mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan berat badan yang tidak bertambah sesuai dengan standar kenaikan berat badan minimal berdasarkan grafik pertumbuhan normal. Status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel berjumlah 95 anak yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi, household food insecurity access scale (HFIAS), dan lembar observasi weight faltering. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif yakni Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,002). Sementara itu, terdapat juga hubungan signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,035). Penelitian ini diharapkan dapat membantu puskesmas dalam memperhatikan faktor sosial ekonomi dan ketahanan pangan yang berhubungan dengan kejadian weight faltering.
Analysis of Nutritional Intake Determinants and Anemia Incidence in Adolescent Girls in Senior High Schools in Bone Bolango Regency Amanda Iin Melisa P.H. Harun; Sunarto Kadir; Vivien Novarina A. Kasim
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 2 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i2.34999

Abstract

Introduction: Anemia is a pathological state defined by a reduction in red blood cell mass, evidenced by decreased hemoglobin concentrations (11 g/dL), hematocrit values, and erythrocyte counts. Preliminary data indicate that out of 3,073 adolescents screened for hemoglobin levels in Bone Bolango Regency, 225 were identified as anemic. This study aims to investigate the factors contributing to the prevalence of anemia among female high school students in this regency.Method: This study was carried out in three schools in Tapa District, using a quantitative research design. The sample comprised 225 adolescent girls of reproductive age. Logistic regression analysis was used to examine the relationships between anemia incidence and several independent variables, including iron tablet consumption, iron intake, protein intake, vitamin C intake, vitamin B12 intake, zinc intake, meal frequency, and dietary diversity.Results: The findings indicated that among the adolescent female population in Bone Bolango Regency, 77 individuals were anemic, whereas the remaining 148 presented with normal hemoglobin levels. Bivariate analysis revealed that iron intake was the only variable significantly associated with the occurrence of anemia, with no other factors demonstrating a statistically significant relationship.Conclusion: This study demonstrates that iron intake is the primary determinant significantly associated with anemia among adolescent girls, showing a stronger influence than other nutritional factors and variables examined in the study.Keywords: Adolescent girls, anemia, dietary diversity, iron intake, meal frequency
Analysis of Determinants Related to Stunting in Toddlers in the Working Area of the Buntulia Community Health Center, Pohuwato Regency Nur Istiqoma Suja; Sunarto Kadir; Vivien Novarina A. Kasim
Jambura Medical and Health Science Journal Vol 5, No 2 (2026): Jambura Medical and Health Science Journal
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jmhsj.v5i2.34584

Abstract

Introduction: Stunting is a health problem and associated with the risk of illness and death, suboptimal brain development, resulting in impaired motor and mental growth. Gorontalo Province ranks 12th out of 38 provinces, where Pohuwato District has a stunting prevalence of 18.4% among toddlers. Several variables can influence the incidence of stunting in children, including nutritional intake, infectious diseases, food availability, feeding patterns, and environmental sanitation. This study aims to assess the relationship between nutritional intake, infectious diseases, food availability, feeding patterns, and environmental sanitation with the incidence of stunting in Buntulia Community Health Center working area.Method: The study was conducted at the Buntulia Community Health Center using quantitative methods with cross sectional approach. A sample of 272 toddlers was obtained using the Slovin formula. The data analysis used logistic regression consisting of univariate, bivariate and multivariate method.Results: 91.2% of the toddlers did not experience stunting. Regarding individual determinants, 81.1% of the subjects had insufficient nutritional intake, while 89.3% had no history of infectious diseases. Household food security was observed in 57.4% of cases, yet 87.1% of toddlers exhibited inadequate dietary patterns. Additionally, 93.8% of respondents maintained good environmental sanitation. The results of the multivariate model revealed that nutritional intake (95% CI: 0.00) and dietary pattern (95% CI: 0.00) were significant predictors, while food availability (95% CI: 0.15) showed a broader confidence interval in relation to the incidence of stunting.Conclusion: Only food availability are associated with stunting in the Buntulia Community Health Center working area. Keywords: Environmental sanitation, feeding patterns, food availability, nutritional intake, stunting
The Association Between Stress Levels and Nutritional Status Among Preclinical Medical Students at The State University of Gorontalo Nurqurratul Aini S. Djunubi; Cecy Rahma Karim; Sri Manovita Pateda; Vivien Novarina A. Kasim; Sri Andriani Ibrahim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 12 No. 2 (2026): Vol 12, No 2, 2026, In Press
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v12i2.322

Abstract

Introduction. Malnutrition remains a global public health concern with significant implications for young adults, including medical students who are exposed to high academic demands that may induce persistent stress and subsequently affect eating behavior and nutritional status. This study aimed to identify stress levels and nutritional status and to analyze the relationship between the two among preclinical medical students at the Faculty of Medicine, Gorontalo State University. Methods. An observational analytical study with a cross-sectional design was conducted involving 191 respondents selected through total sampling. Stress levels were assessed using the Medical Student Stressor Questionnaire (MSSQ), while nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI) obtained from standard anthropometric measurements. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. Results. The results showed that most students experienced moderate stress levels (51.8%), with academic-related stressors being the most dominant, and the majority of respondents had normal nutritional status (56.5%). Bivariate analysis demonstrated no significant correlation between stress levels and nutritional status (r = −0.131; p = 0.071). Conclusion. In conclusion, stress levels were not significantly associated with nutritional status among preclinical medical students. Other factors, such as daily calorie intake, physical activity, sleep duration, and genetic or family history, may play a more prominent role in determining nutritional status. Nevertheless, stress management interventions and the promotion of healthy lifestyles remain important to support the overall well-being of medical students.
Co-Authors Abdul Rahman Ahmad Abdul, Romy Abubakar Sidik Katili Adzani, Alviyani M. Aini, Muthia Qurrota Akbar Patuti Amanda Iin Melisa P.H. Harun Antu, Mihrawaty S Antu, Yuniarty Aryaputra, fadhil Ayu Rofia Nurfadillah Basir, Ita Sulistiani Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Cecy Rahma Karim Chairunnisah J Lamangantjo Daud, Serly Djuna Lamondo Ervan Djafar Faradila Wahab Fatra Fasya Gusasi Fidyatul Husna Dwi Putri Hasan Fitri Nento Gabriella Desche Veronica Haji Jafar, Cindy Puspita Sari Handayani, Dwi Lutvia Herlina Jusuf Hinelo, Annisa Hunawa, Rachmawaty Dirham Iman, Dian Pratiwi Jeane Novita Irene Abbas Jusna Ahmad Jusuf, Muh. Isman Karim, Cecy Rahma Lahabu, Rendi Afriyanto Lasalutu, Astuti Lasena, Sri Wijayanti Saputri Manaf, Tyas Pratiwi Margaretha Solang Megahrizka Oktasyah Puteri Suleman Moh Yahya Mohamad, Rini Wahyuni Mohammad Alvin Febrian Tiffany Moridu, Nanda Dwi Fakhriyyah Muh Nur Syukriani Yusuf Muhammad isman Jusuf Muhammad Rafli Abdullah Nanang Roswita Paramata Nanang Roswita Paramata Nikma Suryana Harun Nirwanto K. Rahim Nur Auliyah Roidah Abd. Kadir Nur Istiqoma Suja Nurliana Ibrahim Nurqurratul Aini S. Djunubi Pakaya, Inang Novianti Ekaputri Pakaya, Yusnan Paris, Nurlinda Shafitri R. Polapa, Noval Y. DJ. Potutu, Aliffa Cahya Riri Devita Ratnasari Romy Abdul Safera Ariyanti Said, Adiba Sari, Wahyuningsih Ratna Sartika Siregar, Muchtar Nora Ismail Sitti Rahma Sri Andriani Ibrahim Sri Manovita Pateda Suliyanti Otto Sunarto Kadir Sunarto Kadir Teti Sutriyati Tuloli Ufairah, Putri Sally Ulyas, Melystiya Wahjudi, Chairul Wardhany, Rifa Az Zahra Winansih Gubali Yusuf, Nur Ayun R Zuhriana K Yusuf Zuhriana K.Yusuf