Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

INVESTIGATING TRANSLATION METHODS AND TECHNIQUES IN RENDERING THE MAITREYA PANCASUTRA FROM CHINESE INTO INDONESIAN: A CASE STUDY Sutarno Sutarno; Ida Ayu Gede Yadnyawati; Sulan Hermajayo; Vitalia Hanako Murni Simanjuntak; Herman Herman
Indonesian EFL Journal Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v12i1.45

Abstract

This study examines the methods and techniques employed in translating the Maitreya Pancasutra from Classical Chinese into Indonesian, with a focus on how linguistic and cultural complexities are managed. Using a qualitative descriptive approach, this research analyzes how complex linguistic and cultural elements of this sacred Buddhist text are transferred and adapted in translation. Data were collected via document analysis of the source (Classical Chinese) and target (Indonesian) texts, with particular attention to idiomatic expressions, doctrinal terminology, and culture-specific references that pose translation challenges. Using content analysis, the study identifies translation strategies and evaluates their effectiveness in maintaining both semantic fidelity and cultural resonance.,The findings reveal a patterned use of translation methods—including literal translation, borrowing, modulation, adaptation, and communicative enrichment—indicating a consistent strategic effort to preserve sacred terminology while enhancing narrative clarity for Indonesian readers. For instance, the phrase "如是我聞" was translated using a combination of semantic and communicative approaches, while sacred names like “彌勒” (Mílè) were retained through transliteration, reflecting doctrinal respect and the principle of the “Five Untranslatables.” Modulation and cultural approximation were applied to render abstract Buddhist concepts accessible to Indonesian readers, though sometimes leading to simplification of philosophical nuances. The use of adaptation, as in translating “仙人” as “Maharesi,” illustrates how translators navigate cultural gaps between source and target audiences. This study contributes to contemporary Buddhist translation studies by arguing that the Indonesian translation of the Maitreya Pancasutra adopts a hybrid strategy of doctrinal foreignization combined with linguistic and cultural domestication. It underscores the importance of culturally sensitive translation techniques in conveying religious texts meaningfully across linguistic and cultural boundaries.
REINTERPRETATION OF THE INGKUNG TRADITION: AN ANALYSIS OF MEANING AND CONTEXT IN JAVANESE SOCIETY BORN IN SUMATRA Harianto II; Sutikno Sutikno; Rahmat Kartolo; Asnawi Asnawi; Herman Herman
Indonesian EFL Journal Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v12i2.120

Abstract

This study examines the reinterpretation of the Ingkung offering tradition among Javanese people born in Sumatra, particularly in Karang Anyar Village, Simalungun Regency. The study aims to answer three research questions: (1) What are the symbolic meanings of Ingkung offerings as interpreted by the community? (2) How do these offerings function as a medium of communication with God and ancestors, a symbol of harmony, and a carrier of moral values? (3) How has the Ingkung tradition been adapted in the diaspora context? This research employs a descriptive qualitative approach using Charles Sanders Peirce’s semiotic framework. Data were collected through participatory and non-participatory observations conducted over three months and in-depth interviews with 12 participants, including community leaders, traditional leaders, and local residents. Document analysis was also used to support the findings. The results reveal that Ingkung offerings function as a complex symbolic system. The Ingkung chicken, shaped in a prostrating position, symbolizes submission and devotion to God; tumpeng rice represents the cosmic mountain and harmony; while fruits signify fertility and prosperity. These elements collectively convey life messages related to gratitude, balance, and social solidarity. The study also finds that the tradition has undergone adaptation in the Sumatran context while maintaining its core philosophical values. This study contributes to the understanding of cultural reinterpretation in diaspora communities and demonstrates the applicability of Peirce’s semiotic framework in analyzing traditional rituals in contemporary socio-cultural settings.
Sosialisasi Kepemimpinan Visioner dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di SMA Plus Efarina Rodearni Sinurat; Herman Herman; Muktar Bahruddin Panjaitan; Junita Batubara; Sherly Sherly; Marto Silalahi; Sudung Simatupang
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi kepemimpinan visioner, seperti rendahnya pemahaman mengenai visi organisasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mendukung pengembangan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendukung kualitas pelayanan publik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Plus Efarina dengan menggunakan metode sosialisasi partisipatif yang melibatkan 51 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep kepemimpinan visioner, strategi implementasi dalam lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas warga sekolah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sosialisasi Penggunaan Kata Sifat (Adjective) Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Pengetahuan Bahasa Inggris Ruth Cahayani Simanungkalit; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi peningkatan penggunaan grammar adjective kepada mahasiswa semester 2 di stie sultan agung pematangsiantar. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan adjective secara tepat dalam kalimat bahasa inggris, baik dalam konteks menulis maupun berbicara. Banyak mahasiswa mengalami kebingungan mengenai posisi adjective dalam kalimat, perbedaan fungsi antara attributive dan predicative adjective, serta kesulitan membentuk kalimat deskriptif yang efektif menggunakan simple present tense. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman yang mendalam mengenai proses sosialisasi dan pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa. Data diperoleh dari 12 mahasiswa semester 2, pengajar mata kuliah bahasa Inggris, serta dokumen pendukung seperti lembar kerja dan hasil observasi kelas. alat yang dipakai mencakup panduan pengamatan, formulir wawancara semi-terstruktur, dan koleksi hasil tulisan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian, secara signifikan meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan kata sifat dalam kalimat bahasa Inggris. Temuan utama menunjukkan bahwa metode kontekstual yang didasarkan pada contoh konkret dan latihan kerja sama adalah kunci sukses dalam sosialisasi. Kesimpulannya, sosialisasi yang dirancang dengan baik dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dapat secara efektif meningkatkan keterampilan gramatikal mahasiswa, terutama dalam penggunaan kata sifat.
Sosialisasi Pengajaran Spelling di Sekolah TK Asy-Syuhada Yovia Agustin; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2035

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spelling bahasa Inggris pada murid TK Asy-Syuhada, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun. Permasalahan yang melatar belakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan murid dalam mengenal huruf alfabet, di mana sekitar 70% dari 37 murid belum mengenal seluruh huruf alfabet dengan baik dan kesulitan menghubungkan bunyi huruf (phonics) dengan bentuk tulisannya, sementara metode pengajaran sebelumnya dirasa kurang menarik bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa 37 murid TK Asy-Syuhada, serta sumber data sekunder dari guru kelas dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi panduan observasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi foto, sementara analisis data menggunakan metode analisis tematik mengacu pada tahapan Braun dan Clarke (2006). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga fase yaitu persiapan, penerapan, dan evaluasi, dengan pendekatan bermain sambil belajar (play-based learning) berupa nyanyian alfabet bersama, demonstrasi langsung di papan tulis, serta sesi tanya jawab interaktif dalam formasi duduk melingkar (circle time). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 78% dari 37 murid mengalami peningkatan kemampuan mengenal dan mengeja huruf alfabet, sementara seluruh murid tanpa terkecuali menunjukkan peningkatan antusiasme dan motivasi belajar dibandingkan kondisi awal. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan demonstrasi visual dan circle time efektif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan spelling murid usia dini.
Co-Authors Agnes Gau Densia Bulu Albert Welman Daulat Lumbangaol Alianus Zalukhu Andreas Manurung Angel Grace Karolina Sinaga Arisdani Elman Situmorang Arni Wulandari Sinaga Artha Yuni Trimedia Situngkir Arwin Tannuary Arwin Tannuary Arwin Tannuary Asnawi Asnawi Cindya Septiany Simanjuntak Citra Hotmauli Viavanni Br. Simbolon Daniel Ganda Putra Sihombing Desi Peronika Purba Desy Asriliani Simalango Dewi Kristina Hutapea Doni Berkat Tabah Hulu Dumaris E Silalahi Eka Ria Oktavia Ginting Munthe Elina Rosa Sihotang Elly Susanti Elma Cerinda Sianipar Endang Fatmawati Ernest Grace Ester Paulina Zendrato Fahrus Zaman Fadhly Fenni Malau Fhingki Vanny Napitupulu Firman Pangaribuan Fitri Meliani Fransius Jonathan Sitepu Gabriella Clarisa Silaban Harianto II Hasrida Br Ambarita Ida Ayu Gede Yadnyawati Ima Betaria Silalahi Indah Rumondang Manik Injen Pardamean Buta-Butar Isry Laila Syathroh Juli Antasari Br Sinaga Junita Batubara Kasih Lestari Zega Lasria Margaretha Simalango Laura Leontina Manalu Leonita Maria E Manihuruk Lerista Permatasari Siringoringo Lestari Bruna Tumanggor Manalu, Andriono Marto Silalahi Melvin M. S Simanjuntak Melvin M. Simanjuntak Mely Christi Sihotang Nabil Al-Awawdeh Nanda Saputra Natalina Purba Nelly Ervina Nesti Surya Astuti Zebua Nguyen Van Thao Nopa Marbun Novia Aryani Nur Marliana Harum Harahap Nurainun Hasibuan PANJAITAN, MUKTAR B Peniel Marasi Hutahaean Priscilia Grace Dorlya Hulu PURBA, LYDIA Puspita Tamansari Saragih Putri Florensyah Budu Rahmat Kartolo Rahmawati Rahmawati Rasita Apriana Situmorang Ridwin Purba Rika Budiani Br Manik Riska Sianturi Rodearni Sinurat Rohanna Sinambela Rose Lina Marpaung Roy Magelhaens Purba Ruth Cahayani Simanungkalit Ruth Mayasari Simanjuntak Sabar Dumayanti Sihombing Sara Sianipar Sepriyana Sagala Sherly Sherly Shinta Grace Adinda Sirait Sijabat, Desi Silvia Sherina Pangaribuan Simatupang, Sudung Sukardo Sitohang Sulan Hermajayo Sulistyani Sulistyani Susanti Sutarno Sutarno Sutikno Sutikno Tumpal Manahara Siahaan Tutiariani Nasution Tutiarny Naibaho Tya Marchelda Pakpahan Vera Ningsi Situmeang Vitalia Hanako Murni Simanjuntak Windi Putriani Sijabat Yanti Kristina Sinaga Yovia Agustin Yuni Enjelina Napitupulu Yusri Handayani Sinaga