Claim Missing Document
Check
Articles

INVESTIGATING TRANSLATION METHODS AND TECHNIQUES IN RENDERING THE MAITREYA PANCASUTRA FROM CHINESE INTO INDONESIAN: A CASE STUDY Sutarno Sutarno; Ida Ayu Gede Yadnyawati; Sulan Hermajayo; Vitalia Hanako Murni Simanjuntak; Herman Herman
Indonesian EFL Journal Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v12i1.45

Abstract

This study examines the methods and techniques employed in translating the Maitreya Pancasutra from Classical Chinese into Indonesian, with a focus on how linguistic and cultural complexities are managed. Using a qualitative descriptive approach, this research analyzes how complex linguistic and cultural elements of this sacred Buddhist text are transferred and adapted in translation. Data were collected via document analysis of the source (Classical Chinese) and target (Indonesian) texts, with particular attention to idiomatic expressions, doctrinal terminology, and culture-specific references that pose translation challenges. Using content analysis, the study identifies translation strategies and evaluates their effectiveness in maintaining both semantic fidelity and cultural resonance.,The findings reveal a patterned use of translation methods—including literal translation, borrowing, modulation, adaptation, and communicative enrichment—indicating a consistent strategic effort to preserve sacred terminology while enhancing narrative clarity for Indonesian readers. For instance, the phrase "如是我聞" was translated using a combination of semantic and communicative approaches, while sacred names like “彌勒” (Mílè) were retained through transliteration, reflecting doctrinal respect and the principle of the “Five Untranslatables.” Modulation and cultural approximation were applied to render abstract Buddhist concepts accessible to Indonesian readers, though sometimes leading to simplification of philosophical nuances. The use of adaptation, as in translating “仙人” as “Maharesi,” illustrates how translators navigate cultural gaps between source and target audiences. This study contributes to contemporary Buddhist translation studies by arguing that the Indonesian translation of the Maitreya Pancasutra adopts a hybrid strategy of doctrinal foreignization combined with linguistic and cultural domestication. It underscores the importance of culturally sensitive translation techniques in conveying religious texts meaningfully across linguistic and cultural boundaries.
REINTERPRETATION OF THE INGKUNG TRADITION: AN ANALYSIS OF MEANING AND CONTEXT IN JAVANESE SOCIETY BORN IN SUMATRA Harianto II; Sutikno Sutikno; Rahmat Kartolo; Asnawi Asnawi; Herman Herman
Indonesian EFL Journal Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v12i2.120

Abstract

This study examines the reinterpretation of the Ingkung offering tradition among Javanese people born in Sumatra, particularly in Karang Anyar Village, Simalungun Regency. The study aims to answer three research questions: (1) What are the symbolic meanings of Ingkung offerings as interpreted by the community? (2) How do these offerings function as a medium of communication with God and ancestors, a symbol of harmony, and a carrier of moral values? (3) How has the Ingkung tradition been adapted in the diaspora context? This research employs a descriptive qualitative approach using Charles Sanders Peirce’s semiotic framework. Data were collected through participatory and non-participatory observations conducted over three months and in-depth interviews with 12 participants, including community leaders, traditional leaders, and local residents. Document analysis was also used to support the findings. The results reveal that Ingkung offerings function as a complex symbolic system. The Ingkung chicken, shaped in a prostrating position, symbolizes submission and devotion to God; tumpeng rice represents the cosmic mountain and harmony; while fruits signify fertility and prosperity. These elements collectively convey life messages related to gratitude, balance, and social solidarity. The study also finds that the tradition has undergone adaptation in the Sumatran context while maintaining its core philosophical values. This study contributes to the understanding of cultural reinterpretation in diaspora communities and demonstrates the applicability of Peirce’s semiotic framework in analyzing traditional rituals in contemporary socio-cultural settings.
Sosialisasi Kepemimpinan Visioner dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di SMA Plus Efarina Rodearni Sinurat; Herman Herman; Muktar Bahruddin Panjaitan; Junita Batubara; Sherly Sherly; Marto Silalahi; Sudung Simatupang
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi kepemimpinan visioner, seperti rendahnya pemahaman mengenai visi organisasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mendukung pengembangan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendukung kualitas pelayanan publik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Plus Efarina dengan menggunakan metode sosialisasi partisipatif yang melibatkan 51 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep kepemimpinan visioner, strategi implementasi dalam lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas warga sekolah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sosialisasi Penggunaan Kata Sifat (Adjective) Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Pengetahuan Bahasa Inggris Ruth Cahayani Simanungkalit; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi peningkatan penggunaan grammar adjective kepada mahasiswa semester 2 di stie sultan agung pematangsiantar. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan adjective secara tepat dalam kalimat bahasa inggris, baik dalam konteks menulis maupun berbicara. Banyak mahasiswa mengalami kebingungan mengenai posisi adjective dalam kalimat, perbedaan fungsi antara attributive dan predicative adjective, serta kesulitan membentuk kalimat deskriptif yang efektif menggunakan simple present tense. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman yang mendalam mengenai proses sosialisasi dan pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa. Data diperoleh dari 12 mahasiswa semester 2, pengajar mata kuliah bahasa Inggris, serta dokumen pendukung seperti lembar kerja dan hasil observasi kelas. alat yang dipakai mencakup panduan pengamatan, formulir wawancara semi-terstruktur, dan koleksi hasil tulisan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian, secara signifikan meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan kata sifat dalam kalimat bahasa Inggris. Temuan utama menunjukkan bahwa metode kontekstual yang didasarkan pada contoh konkret dan latihan kerja sama adalah kunci sukses dalam sosialisasi. Kesimpulannya, sosialisasi yang dirancang dengan baik dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dapat secara efektif meningkatkan keterampilan gramatikal mahasiswa, terutama dalam penggunaan kata sifat.
Sosialisasi Pengajaran Spelling di Sekolah TK Asy-Syuhada Yovia Agustin; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2035

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spelling bahasa Inggris pada murid TK Asy-Syuhada, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun. Permasalahan yang melatar belakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan murid dalam mengenal huruf alfabet, di mana sekitar 70% dari 37 murid belum mengenal seluruh huruf alfabet dengan baik dan kesulitan menghubungkan bunyi huruf (phonics) dengan bentuk tulisannya, sementara metode pengajaran sebelumnya dirasa kurang menarik bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa 37 murid TK Asy-Syuhada, serta sumber data sekunder dari guru kelas dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi panduan observasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi foto, sementara analisis data menggunakan metode analisis tematik mengacu pada tahapan Braun dan Clarke (2006). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga fase yaitu persiapan, penerapan, dan evaluasi, dengan pendekatan bermain sambil belajar (play-based learning) berupa nyanyian alfabet bersama, demonstrasi langsung di papan tulis, serta sesi tanya jawab interaktif dalam formasi duduk melingkar (circle time). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 78% dari 37 murid mengalami peningkatan kemampuan mengenal dan mengeja huruf alfabet, sementara seluruh murid tanpa terkecuali menunjukkan peningkatan antusiasme dan motivasi belajar dibandingkan kondisi awal. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan demonstrasi visual dan circle time efektif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan spelling murid usia dini.
Meningkatkan Kemampuan Siswa Melalui Konsep Menulis Kata dalam Bahasa Inggris di UPTD SD Negeri 122377 Oktaviani Sinaga; Esrayani Damanik; Dhepany Putri Sianipar; Elita Meriandani Sinaga; Delima Simbolon; Daniel Andre Devany Sijabat; Herman Herman; Yanti Kristina Sinaga; Juli Antasari Br Sinaga; Rosma Simangunsong
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i2.3106

Abstract

Observasi ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak sekolah dasar melalui konsep menulis dalam bahasa inggris, metode yang digunakan adalah penelitian melalui pengajaran dan interaksi terhadap murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi meningkatkan kemampuan anak UPTD Sekolah Dasar (SD) Negeri 122377 berjalan dengan baik dan berdampak positif dalam meningkatkan kemampuan belajar para siswa menciptakan suasana baru dan memberikan kegembiraan terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan kepada seluruh sekolah dan kegiatan seperti ini bisa berdampak positif untuk kita semua dan mendukung program kurikulum program kampus merdeka belajar yang berlaku pada masa sekarang ini
Sosialisasi Pentingnya Mengenal Tenses dengan Baik di SMP Negeri 1 Siantar Ricardo Sinaga; Jumadi Saudi Nainggolan; Eric Sumanto Pintu Batu; Rivaldi Aditia; Yesica Destri Turnip; Herman Herman; Yanty Maria Rosmauli Marbun; Tiodora Fermiska Silalahi; Elina Lulu Rumapea
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juli-Oktober 2023
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i2.3082

Abstract

Sosialisasi tentang pentingnya pemahaman tenses dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP merupakan langkah yang krusial dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi era globalisasi yang semakin maju. Dalam era ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat penting, dan pemahaman tenses menjadi fondasi utama dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang efektif dalam bahasa Inggris. Studi yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa penguasaan tenses secara mendalam berdampak positif pada kemampuan siswa dalam memahami teks bacaan, mendengarkan, dan menulis dalam bahasa Inggris. Melalui pemahaman yang baik tentang tenses, siswa dapat menyampaikan pesan dengan lebih jelas, akurat, dan terorganisir. Metode pelaksanaan sosialisasi menggunakan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan terstruktur, dengan metode diskusi dan Drilling Method. Dalam sosialisasi ini, siswa diajak untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, sementara pemateri memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa. Namun, sosialisasi juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi siswa dalam mempelajari tenses, seperti kesulitan menempatkan bentuk kata kerja untuk berbagai waktu dan memahami grammar bahasa Inggris. Solusi untuk mengatasi tantangan ini termasuk penggunaan kamus bahasa Inggris, berlatih membuat kalimat, menerjemahkan teks. Dengan menguasai tenses dengan baik, siswa SMP Negeri 1 Siantar akan memiliki dasar yang kokoh dalam mempelajari bahasa Inggris secara lebih lanjut, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan siap menghadapi tuntutan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam memperkuat kemampuan bahasa Inggris siswa dan membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan mereka
Peran Edukasi Patologi Klinik dan Terapi Musik dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Warga Jemaat HKBP Agape Amplas Junita Batubara; Jenny Ria Sihombing; Juliaster Marbun; Rotua Elfrida Pangaribuan; Ance J. Panggabean; Herman Herman
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): November-Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v2i3.3775

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga jemaat HKBP Agape Amplas melalui patologi klinik dan terapi musik. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan ceramah berupa penyuluhan dan intervensi langsung yang melibatkan partisipasi aktif warga jemaat. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman warga jemaat tentang kondisi kesehatan mereka melalui edukasi patologi klinik, serta peningkatan kesejahteraan emosional dan mental melalui terapi musik. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada warga jemaat, tetapi juga meningkatkan kapasitas komunitas dalam mengelola kesehatan dan kesejahteraan mereka secara holistik. Temuan ini memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan di lingkungan gereja dan masyarakat umum.
Strengthening English Grammar Competence through Comparison Degree Instruction for Management Students at STIE Sultan Agung Pematangsiantar Elvina Saragih; Herman Herman; Bobby Pramjit Singh Dhillon
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa Manajemen di STIE Sultan Agung Pematangsiantar tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami penggunaan tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif dalam kalimat bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan 27 mahasiswa semester enam Kelas B Manajemen Pagi yang terdiri dari 19 mahasiswi dan 8 mahasiswa laki-laki. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan, di mana peneliti menyiapkan materi, media, dan latihan yang berkaitan dengan tingkat perbandingan. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan, di mana peneliti menjelaskan definisi tata bahasa, tingkat perbandingan, jenis tingkat perbandingan, pola kalimat, dan contoh tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif melalui presentasi PowerPoint dan diskusi. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menyelesaikan beberapa latihan yang berkaitan dengan materi tingkat perbandingan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berpartisipasi aktif dan antusias selama proses sosialisasi. Sebagian besar mahasiswa mampu memahami penggunaan tingkat perbandingan dan menjawab latihan dengan benar. Mahasiswa juga menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan tata bahasa Inggris dalam kalimat sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi ini telah dilaksanakan dengan sukses dan membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris.
Salam Formal dan Informal: Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Bahasa Inggris Mahasiswa dalam Konteks Sehari-hari dan Akademik Raga Hansdewo; Herman Herman; Mery Chris Isabella Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2116

Abstract

Kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara tepat tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga pemahaman terhadap konteks komunikasi. Salah satu aspek penting dalam komunikasi bahasa Inggris adalah penggunaan formal and informal greetings yang berfungsi sebagai bentuk awal interaksi serta mencerminkan kesopanan dalam berbagai situasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perbedaan, fungsi, dan penggunaan salam formal dan informal dalam komunikasi sehari-hari maupun akademik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan sosialisasi yang terdiri atas penyampaian materi, diskusi, latihan, dan simulasi percakapan. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Pematangsiantar. Materi yang diberikan mencakup pengertian greetings, karakteristik salam formal dan informal, contoh penggunaan, serta penerapannya dalam berbagai konteks komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya memilih ungkapan salam yang sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Melalui metode interaktif seperti diskusi dan praktik percakapan, mahasiswa menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris serta mampu membedakan penggunaan salam formal dalam lingkungan akademik dan profesional dengan salam informal dalam percakapan santai. Dengan demikian, pemahaman terhadap formal and informal greetings dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang lebih efektif, sopan, dan sesuai konteks.
Co-Authors Adrian K Tarigan Agnes Gau Densia Bulu Ahmad Fadillah Albert Welman Daulat Lumbangaol Alianus Zalukhu Ance J. Panggabean Andreas Manurung Angel Grace Karolina Sinaga Angel Nerin Patricia Panggabean Anita Sitanggang Anju Bherna D Nainggolan Arisdani Elman Situmorang Arni Wulandari Sinaga Artha Yuni Trimedia Situngkir Arwin Tannuary Arwin Tannuary Arwin Tannuary Asnawi Asnawi Basar Lolo Siahaan Bernieke Anggita Ristia Damanik Bertaria Sohnata Hutauruk Bobby Pramjit Singh Dhillon Calvyn Sepanya Siregar Cindya Septiany Simanjuntak Citra Hotmauli Viavanni Br. Simbolon Cristina Geovani Manik Daniel Andre Devany Sijabat Daniel Ganda Putra Sihombing Delima Simbolon Desi Peronika Purba Desy Asriliani Simalango Dewi Kristina Hutapea Dewi Sartika Situmorang Dhepany Putri Sianipar Diana Florenta Butarbutar Diyan Ryan Christyan Simbolon Doni Berkat Tabah Hulu Dumaris E Silalahi Dwi Natalia Purba Eka Ria Oktavia Ginting Munthe Elina Lulu Bimawati Rumapea Elina Lulu Rumapea Elina Rosa Sihotang Elita Meriandani Sinaga Elly Susanti Elma Cerinda Sianipar Elvina Saragih Endang Fatmawati Eric Sumanto Pintu Batu Erika Sianturi Ernest Grace Esra Delima Hutabarat Esrayani Damanik Ester Paulina Zendrato Fahrus Zaman Fadhly Fenni Malau Fhingki Vanny Napitupulu Firman Pangaribuan Fitri Meliani Fitrianti Manurung Fransius Jonathan Sitepu Gabriella Clarisa Silaban Gita Nainggolan Grace Hanna Rumapea Hanji Agustina Sitohang Harianto II Hasrida Br Ambarita Hutahaean, David Togi Ida Ayu Gede Yadnyawati Ima Betaria Silalahi Indah Rumondang Manik Injen Pardamean Buta-Butar Irene Adryani Nababan Isry Laila Syathroh Jenny Ria Sihombing Jerico Damanik Joel Jefanya Manasye Marbun Juli Antasari Br Sinaga Juliaster Marbun Jumadi Saudi Nainggolan Junita Batubara Kasih Lestari Zega Lasria Margaretha Simalango Laura Leontina Manalu Leonita Maria E Manihuruk Lerista Permatasari Siringoringo Lestari Bruna Tumanggor Liharnita Saragih Manalu, Andriono Marbun, Yanty Maria Rosmauli Marto Silalahi Melvin M. S Simanjuntak Melvin M. Simanjuntak Mely Christi Sihotang Mery Chris Isabella Saragih Michael Mahagaputra Pandia Miranda Kristin Lumban Tungkup Nabil Al-Awawdeh Nana Soraya Nanda Saputra Natalina Purba Nelly Ervina Nesti Surya Astuti Zebua Nguyen Van Thao Nopa Marbun Novia Aryani Nur Marliana Harum Harahap Nurainun Hasibuan Oktania Rajagukguk Oktaviani Sinaga PANJAITAN, MUKTAR B Peniel Marasi Hutahaean Prakash Puhka Priscilia Grace Dorlya Hulu PURBA, LYDIA Puspita Tamansari Saragih Putri Florensyah Budu Rachel Silalahi Raga Hansdewo Rahmat Kartolo Rahmawati Rahmawati Rasita Apriana Situmorang Renova Sulinda Hutasoit Ricardo Sinaga Richard Berlien Ridwin Purba Rika Budiani Br Manik Riny Riny Riska Sianturi Rivaldi Aditia Rodearni Sinurat Rohanna Sinambela Rose Lina Marpaung Rosma Simangunsong Rosmita Purba Rotua Elfrida Pangaribuan Roy Magelhaens Purba Ruth Cahayani Simanungkalit Ruth Mayasari Simanjuntak Sabar Dumayanti Sihombing Santa Veronika Situmorang Sara Sianipar Sarah Priscilla Silitonga Sepriyana Sagala Sherly Sherly Shinta Grace Adinda Sirait Sijabat, Desi Silvia Sherina Pangaribuan Simatupang, Sudung Sry Tama Butar Butar Sukardo Sitohang Sulan Hermajayo Sulistyani Sulistyani Susanti Sutarno Sutarno Sutikno Sutikno Theresi Theresi Tiarma Intan Marpaung Tiodor Sihotang TIODORA FERMISKA SILALAHI Tria Joys Siburian Tumpal Manahara Siahaan Tutiariani Nasution Tutiarny Naibaho Tya Marchelda Pakpahan Vera Elisabet Siahaan Vera Ningsi Situmeang Vercelly Hot Taruli Manik Vitalia Hanako Murni Simanjuntak Wan Anayati Windi Putriani Sijabat Yanti Kristina Sinaga Yenni Adelina Sinaga Yesica Destri Turnip Yovia Agustin Yuni Enjelina Napitupulu Yusri Handayani Sinaga