Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : pmsdu

Sosialisasi Kepemimpinan Visioner dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di SMA Plus Efarina Rodearni Sinurat; Herman Herman; Muktar Bahruddin Panjaitan; Junita Batubara; Sherly Sherly; Marto Silalahi; Sudung Simatupang
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi kepemimpinan visioner, seperti rendahnya pemahaman mengenai visi organisasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mendukung pengembangan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendukung kualitas pelayanan publik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Plus Efarina dengan menggunakan metode sosialisasi partisipatif yang melibatkan 51 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep kepemimpinan visioner, strategi implementasi dalam lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas warga sekolah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sosialisasi Penggunaan Kata Sifat (Adjective) Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Pengetahuan Bahasa Inggris Ruth Cahayani Simanungkalit; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi peningkatan penggunaan grammar adjective kepada mahasiswa semester 2 di stie sultan agung pematangsiantar. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan adjective secara tepat dalam kalimat bahasa inggris, baik dalam konteks menulis maupun berbicara. Banyak mahasiswa mengalami kebingungan mengenai posisi adjective dalam kalimat, perbedaan fungsi antara attributive dan predicative adjective, serta kesulitan membentuk kalimat deskriptif yang efektif menggunakan simple present tense. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman yang mendalam mengenai proses sosialisasi dan pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa. Data diperoleh dari 12 mahasiswa semester 2, pengajar mata kuliah bahasa Inggris, serta dokumen pendukung seperti lembar kerja dan hasil observasi kelas. alat yang dipakai mencakup panduan pengamatan, formulir wawancara semi-terstruktur, dan koleksi hasil tulisan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian, secara signifikan meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan kata sifat dalam kalimat bahasa Inggris. Temuan utama menunjukkan bahwa metode kontekstual yang didasarkan pada contoh konkret dan latihan kerja sama adalah kunci sukses dalam sosialisasi. Kesimpulannya, sosialisasi yang dirancang dengan baik dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dapat secara efektif meningkatkan keterampilan gramatikal mahasiswa, terutama dalam penggunaan kata sifat.
Sosialisasi Pengajaran Spelling di Sekolah TK Asy-Syuhada Yovia Agustin; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2035

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spelling bahasa Inggris pada murid TK Asy-Syuhada, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun. Permasalahan yang melatar belakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan murid dalam mengenal huruf alfabet, di mana sekitar 70% dari 37 murid belum mengenal seluruh huruf alfabet dengan baik dan kesulitan menghubungkan bunyi huruf (phonics) dengan bentuk tulisannya, sementara metode pengajaran sebelumnya dirasa kurang menarik bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa 37 murid TK Asy-Syuhada, serta sumber data sekunder dari guru kelas dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi panduan observasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi foto, sementara analisis data menggunakan metode analisis tematik mengacu pada tahapan Braun dan Clarke (2006). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga fase yaitu persiapan, penerapan, dan evaluasi, dengan pendekatan bermain sambil belajar (play-based learning) berupa nyanyian alfabet bersama, demonstrasi langsung di papan tulis, serta sesi tanya jawab interaktif dalam formasi duduk melingkar (circle time). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 78% dari 37 murid mengalami peningkatan kemampuan mengenal dan mengeja huruf alfabet, sementara seluruh murid tanpa terkecuali menunjukkan peningkatan antusiasme dan motivasi belajar dibandingkan kondisi awal. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan demonstrasi visual dan circle time efektif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan spelling murid usia dini.
Strengthening English Grammar Competence through Comparison Degree Instruction for Management Students at STIE Sultan Agung Pematangsiantar Elvina Saragih; Herman Herman; Bobby Pramjit Singh Dhillon
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa Manajemen di STIE Sultan Agung Pematangsiantar tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami penggunaan tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif dalam kalimat bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan 27 mahasiswa semester enam Kelas B Manajemen Pagi yang terdiri dari 19 mahasiswi dan 8 mahasiswa laki-laki. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan, di mana peneliti menyiapkan materi, media, dan latihan yang berkaitan dengan tingkat perbandingan. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan, di mana peneliti menjelaskan definisi tata bahasa, tingkat perbandingan, jenis tingkat perbandingan, pola kalimat, dan contoh tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif melalui presentasi PowerPoint dan diskusi. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menyelesaikan beberapa latihan yang berkaitan dengan materi tingkat perbandingan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berpartisipasi aktif dan antusias selama proses sosialisasi. Sebagian besar mahasiswa mampu memahami penggunaan tingkat perbandingan dan menjawab latihan dengan benar. Mahasiswa juga menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan tata bahasa Inggris dalam kalimat sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi ini telah dilaksanakan dengan sukses dan membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris.
Salam Formal dan Informal: Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Bahasa Inggris Mahasiswa dalam Konteks Sehari-hari dan Akademik Raga Hansdewo; Herman Herman; Mery Chris Isabella Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2116

Abstract

Kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara tepat tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga pemahaman terhadap konteks komunikasi. Salah satu aspek penting dalam komunikasi bahasa Inggris adalah penggunaan formal and informal greetings yang berfungsi sebagai bentuk awal interaksi serta mencerminkan kesopanan dalam berbagai situasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perbedaan, fungsi, dan penggunaan salam formal dan informal dalam komunikasi sehari-hari maupun akademik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan sosialisasi yang terdiri atas penyampaian materi, diskusi, latihan, dan simulasi percakapan. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Pematangsiantar. Materi yang diberikan mencakup pengertian greetings, karakteristik salam formal dan informal, contoh penggunaan, serta penerapannya dalam berbagai konteks komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya memilih ungkapan salam yang sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Melalui metode interaktif seperti diskusi dan praktik percakapan, mahasiswa menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris serta mampu membedakan penggunaan salam formal dalam lingkungan akademik dan profesional dengan salam informal dalam percakapan santai. Dengan demikian, pemahaman terhadap formal and informal greetings dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang lebih efektif, sopan, dan sesuai konteks.
Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Bahasa Inggris melalui Kegiatan Sosialisasi bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Ahmad Fadillah; Herman Herman; Elina Lulu Bimawati Rumapea
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa Program Studi Manajemen Semester 6, Kelas Pagi A di STIE Sultan Agung Pematangsiantar melalui pembelajaran Bahasa Inggris. Masalah yang ditemukan adalah masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun paragraph Bahasa Inggris. Kesulitan tersebut meliputi penggunaan grammar, pemilihan kosakata, pengembangan ide, serta penyusunan struktur paragraf yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik presentasi materi dan diskusi sederhana mengenai penulisan paragraf dalam Bahasa Inggris. Peserta kegiatan berjumlah 22 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Pada tahap implementasi, mahasiswa diberikan penjelasan mengenai pengertian paragraf, struktur paragraf, topic sentence, supporting sentence, concluding sentence, serta teknik penyusunan paragraph yang baik dan benar. Selanjutnya pada tahap evaluasi, mahasiswa diberikan latihan menulis paragraf sederhana menggunakan Bahasa Inggris dengan topic yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kehidupan kampus sehingga mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu memahami dasar-dasar penulisan paragraf Bahasa Inggris dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa juga mampu menyusun paragraph sederhana sesuai dengan struktur penulisan yang telah dijelaskan. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris ini dapat membantu meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen.
Pengembangan Kepemimpinan Visioner Dalam Pelayanan Publik: Inisiatif Pengabdian Masyarakat Di Uptd Perlindungan Perempuan Dan Anak (Uptd Ppa) Gita Nainggolan; Herman Herman; Liharnita Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1666

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan pendekatan kepemimpinan yang menekankan kemampuan pemimpin dalam merumuskan, mengomunikasikan, dan mewujudkan visi jangka panjang yang berorientasi pada perubahan berkelanjutan. Dalam konteks UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), kepemimpinan visioner menjadi krusial mengingat kompleksitas kasus kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak yang menuntut pelayanan responsif, empatik, dan kolaboratif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas kepemimpinan visioner melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan staf UPTD PPA, penyintas, serta orang tua penyintas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif yang terdiri atas tiga fase, yaitu fase awal (persiapan), fase implementasi, dan fase evaluasi. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya visi jangka panjang, empati dalam pelayanan, serta kolaborasi lintas pihak. Kegiatan ini juga mengungkap tantangan berupa keterbatasan sumber daya, beban kerja emosional, dan stigma masyarakat, yang direspons melalui strategi penguatan kapasitas SDM, pendekatan trauma-informed, dan penguatan jejaring layanan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa kepemimpinan visioner berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan perlindungan perempuan dan anak. Kata Kunci: Kepemimpinan Visioner; UPTD PPA; Pengabdian Masyarakat; Pelayanan Publik; Perlindungan Perempuan dan Anak
Dampak Dan Peran Kepemimpinan Visioner Dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Di Tingkat Kecamatan Rosmita Purba; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1704

Abstract

Stunting merupakan kegagalan tumbuh kembang anak pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis. Pada dasarnya anak yang mengalami kegagalan tumbuh kembang atau dalam konsisi Stunting akan sangat rentan terhadap penyakit, kecerdasan kurang normal, dan pada akhirnya akan menyebabkan daya produktivitas rendah sehingga efek jangka panjangnya Angka Kemiskinan akan tinggi. Oleh karena itu, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun periode 2024-2029 telah melakukan perubahan RPJMD Kabupaten Simalungun Tahun 2024-2029 dengan memasukan Indikator Persentase BalitaStunting menjadi Indikator sasaran yang secara otomatis menjadi tanggungjawab semua OPD terkait tidak hanya Dinas Kesehatan PPKB saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemimpin visioner dalam pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting. Jenis penelitian yang digunakan dalam ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan stranas 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting dari Bappenas yang meliputi Aksi ke 1: AnalisisSituasi, 2: Penyusunan Rencana Kegiatan, 3: Rembuk Stunting, 4: Peraturan Bupati/Walikota tentang Peran Desa, 5: Pembinaan KaderPembangunan Manusia, 6: Sistem Manajemen Data, 7: Pengukuran dan Publikasi Data Stunting, 8: Review Kinerja Tahunan denganteknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melaluli wawancara dan studi dokumentasi. Pencegahanstunting dilakukan melalui 8 aksi integrasi yang terpadu, mencangkup intervensi gizi spesifik dan sensitif. Melalui kegiatan ini makapemerintah Kabupaten Simalungun mampu untuk menyesar kelompok prioritas yang selanjutnya digunakan sebagai kunci pemberian intervensi dan perbaikan tumbuh kembang sehingga keberhasilan dalam rangka menekan angka stunting akan tercapai. Sehingga peneliti memberikan saran sebagai bahan pertimbangan dalam setiap langkah aksi integrasi adanya komitmen pimpinan tertinggi di setiap level sehingga diharapkan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan maksimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Peran Kepemimpinan Visioner Dalam Menyatukan Visi Perencanaan Wilayah Barat Ibu Kota Nusantara Michael Mahagaputra Pandia; Herman Herman; Adrian K Tarigan; Anju Bherna D Nainggolan
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1706

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah program prioritas nasional yang bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan ekonomi di Indonesia. Pembangunan tahap satu Kawasan Inti Pusat Pemerintahan sudah selesai dan dilanjutkan ke tahap kedua. Salah satu wilayah pendukung yang berperan strategis menjadi wilayah pendukung adalah Wilayah Perencanaan Barat. Pengembangan wilayah ini melibatkan berbagai sektor dengan kepentingan dan fungsi yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan kepemimpinan visioner untuk menyatukan visi pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner dalam penyatuan visi multisektor pada perencanaan pengembangan Wilayah Perencanaan Barat Ibu Kota Nusantara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui hasil penyelidikan lapangan, laporan penyelidikan oleh konsultan, dan kegiatan rapat koordinasi daerah yang melibatkan multisektor pusat, daerah, swasta, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner menjadi kunci untuk menyatukan visi lintas sektor dalam menjawab berbagai tantangan implementasi kebijakan pengembangan kota. Dalam penerapannya kepemimpinan visioner memiliki hambatan tersendiri seperti ketidaksesuaian regulasi, perbedaan fungsi kerja tiap sektor, dan kesenjangan antar sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan visioner yang didukung oleh kolaborasi multisektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam penyatuan visi perencanaan kota yang layak huni dan berkelanjutan di Wilayah Perencanaan Barat Ibu Kota Nusantara.
Kepemimpinan Visioner Kaitannya Dengan Bantuan Sosial (Bansos): Inisiatif Pengabdian Masyarakat Di Kantor Camat Bandar Huluan Nana Soraya; Herman Herman; Anju Bherna D Nainggolan; Diana Florenta Butarbutar
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i4.1750

Abstract

Hubungan antara kepemimpinan visioner dan Bantuan Sosial (Bansos) terletak pada bagaimana pemimpin melihat Bansos sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan jangka panjang, yaitu kemandirian ekonomi masyarakat, bukan sekadar bantuan jangka pendek. Selain itu, sesuai dengan Visi 2024-2025 (Pemerintahan Prabowo-Gibran): Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas program bansos seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), PKH, BPNT, dan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan fokus pada keberlanjutan dan penyaluran yang tepat sasaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan berbagi pengalaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, pukul 10.00 WIB, bertempat di Balai Nagori Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan kabupaten Simalungun, dengan Nara sumber : Nana Soraya,SE ( Selaku Kasi Kessos ) . Dari kegiatan ini bisa diambil kesimpulan bahwa bansos yang dikelola dengan kepemimpinan visioner tidak menciptakan "mental bansos", melainkan menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi. Kepemimpinan visioner memastikan bansos menjadi bagian dari struktur perlindungan sosial yang kokoh dan berkelanjutan.
Co-Authors Adrian K Tarigan Agnes Gau Densia Bulu Ahmad Fadillah Albert Welman Daulat Lumbangaol Alianus Zalukhu Ance J. Panggabean Andreas Manurung Andriono Manalu Angel Grace Karolina Sinaga Angel Nerin Patricia Panggabean Anita Sitanggang Arisdani Elman Situmorang Arni Wulandari Sinaga Artha Yuni Trimedia Situngkir Arwin Tannuary Arwin Tannuary Arwin Tannuary Asnawi Asnawi Bangun Bangun Bangun Munthe Basar Lolo Siahaan Bertaria Sohnata Hutauruk Calvyn Sepanya Siregar Cindya Septiany Simanjuntak Citra Hotmauli Viavanni Br. Simbolon Cristina Geovani Manik Damanik, Bernieke Anggita Ristia Daniel Andre Devany Sijabat Daniel Ganda Putra Sihombing David Togi Hutahaean Delima Simbolon Desi Peronika Purba Desy Asriliani Simalango Dewi Kristina Hutapea Dewi Sartika Situmorang Dhepany Putri Sianipar Dhillon, Bobby Pramjit Singh Diana Florenta Butar-Butar Diyan Ryan Christyan Simbolon Doni Berkat Tabah Hulu Dumaris E Silalahi Dwi Fanny Oktafia Dwi Natalia Purba Eka Ria Oktavia Ginting Munthe Elina Lulu Bimawati Rumapea Elina Rosa Sihotang Elita Meriandani Sinaga Elly Susanti Elma Cerinda Sianipar Elvina Saragih Endang Fatmawati Eric Sumanto Pintu Batu Erika Sianturi Ernest Grace Esra Delima Hutabarat Esrayani Damanik Ester Paulina Zendrato Fahrus Zaman Fadhly Fenni Malau Fhingki Vanny Napitupulu Firman Pangaribuan Fitri Meliani Fitrianti Manurung Fransius Jonathan Sitepu Gabriella Clarisa Silaban Gita Nainggolan Grace Hanna Rumapea Hanji Agustina Sitohang Harianto II Hasrida Br Ambarita Ida Ayu Gede Yadnyawati Ignastius Silalahi Ima Betaria Silalahi Imelda Butarbutar Indah Rumondang Manik Injen Pardamean Buta-Butar Irene Adryani Adryani Nababan Isry Laila Syathroh Jenny Ria Sihombing Jerico Damanik Jerico Devaly Damanik Joel Jefanya Manasye Marbun Juli Antasari Br Sinaga Juliaster Marbun Jumadi Saudi Nainggolan Junita Batubara Kartina Rahmadhani Rambe Kasih Lestari Zega Lasria Margaretha Simalango Laura Leontina Manalu Leonita Maria Efipanias Manihuruk Lerista Permatasari Siringoringo Lestari Bruna Tumanggor Liharnita Saragih Lydia Purba Marto Silalahi Melvin M. S Simanjuntak Melvin M. Simanjuntak Mely Christi Sihotang Mery Chris Isabella Saragih Michael Mahagaputra Pandia Miranda Kristin Lumban Tungkup Nabil Al-Awawdeh Nainggolan, Anju Bherna. D. Nana Soraya Nanda Saputra Natalina Purba Nelly Ervina Nesti Surya Astuti Zebua Nguyen Van Thao Nopa Marbun Novia Aryani Nur Marliana Harum Harahap Nurainun Hasibuan Oktania Rajagukguk Oktaviani Sinaga Olivia Damanik PANJAITAN, MUKTAR B Peniel Marasi Hutahaean Prakash Puhka Priscilia Grace Dorlya Hulu Puspita Tamansari Saragih Putri Florensyah Budu Rachel Silalahi Raga Hansdewo Rahmat Kartolo Rahmawati Rahmawati Rasita Apriana Situmorang Renova Sulinda Hutasoit Ricardo Sinaga Richard Berlien Ridwin Purba Rika Budiani Br Manik Riny Riny Riska Sianturi Rivaldi Aditia Rodearni Sinurat Rohanna Sinambela Rose Lina Marpaung Rosma Simangunsong Rosmita Purba Rotua Elfrida Pangaribuan Roy Magelhaens Purba Ruth Cahayani Simanungkalit Ruth Mayasari Simanjuntak Sabar Dumayanti Sihombing Sanju Febrio Saragih Santa Veronika Situmorang Sara Sianipar Sarah Priscilla Silitonga Semaria Eva Elita Girsang Sepriyana Sagala Sherly Shinta Grace Adinda Sirait Sijabat, Desi Silvia Sherina Pangaribuan Simatupang, Sudung Sry Tama Butar Butar Sukardo Sitohang Sulan Hermajayo Sulistyani Sulistyani Susanti Sutarno Sutarno Sutikno Sutikno Syalaisha Syafira Irwansyah Theresi Theresi Tiarma Intan Marpaung Tiodor Sihotang TIODORA FERMISKA SILALAHI Tria Joys Siburian Tumpal Manahara Siahaan Tumpal Richardo Sirait Tutiariani Nasution Tutiarny Naibaho Tya Marchelda Pakpahan Venyta Sinaga Vera Elisabet Siahaan Vera Ningsi Situmeang Vercelly Hot Taruli Manik Viola Sasti Bizora L. Tobing Vitalia Hanako Murni Simanjuntak Wan Anayati Windi Putriani Sijabat Yanti Kristina Sinaga Yanty Maria Rosmauli Marbun Yenni Adelina Sinaga Yesica Destri Turnip Yovia Agustin Yuni Enjelina Napitupulu Yusri Handayani Sinaga