Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Fungsi Intelektual Lanjut Usia di Panti Werdha Ardiyanti, Sahda Eka; Asri, Yuni; Hastuti, Apriyani Puji; Febriyantie, Yolla Yohanna
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 19 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v19i01.932

Abstract

Background of Study:The elderly period is described as a period of decline, where many changes occur, including a decrease in physical, psychosocial cognitive and intellectual functions. Impact on the decline in daily social activities in the elderly. The purpose of this study was to determine the intellectual function of the elderly at Griya Asih Lawang Werdha Home, Malang Regency.  Methods: This research design is descriptive. The population used was 30 people with total sampling. The variable in this study is the intellectual function of the elderly measured using the SPMSQ questionnaire. Data analysis using percentages then presented in the form of frequency distribution tables. This research was conducted on February 27, 2023 to March 3, 2023 at Panti Wedha Griya Asih Lawang Malang Regency. Results: The results showed that most of the respondents as many as 21 people (70%) experienced damage to intellectual function. Conclusion: most respondents had decreased intellectual function, added age, education and social life affect intellectual function decline.  It is recommended that ways to maintain and control the decline in intellectual function by implementing healthy living behaviors and conducting brain stimulation Keywords: Elderly, Intellectual Function, Nursing Home
Korelasi tingkat stress dengan terjadinya gastritis pada remaja Desa Lumbangsari, Bululawang, Malang Ardy, Joko Novianto; Laksono, Bayu Budi; Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1252

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dianggap ringan, namun dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja di RW 03 Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Malang. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian terdiri dari 54 remaja yang dipilih secara purposive, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner untuk mengidentifikasi gejala gastritis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis pada remaja dengan p-value 0,002. Remaja dengan stres tinggi memiliki prevalensi gastritis yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya manajemen stres dalam pencegahan gastritis pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk manajemen stres, perlu diterapkan di kalangan remaja untuk mengurangi risiko gastritis.
Tren Kecemasan Ibu terhadap Perilaku Seks Bebas Remaja: Pendekatan Studi Kasus Aziziah, Puput Nida Nur; Priasmoro, Dian Pitaloka; Asri, Yuni
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i1.781

Abstract

Pendahuluah: Segala perubahan yang dialami remaja membuat remaja lebih senang berada dekat dengan teman-teman sebayanya dan cenderung menjauh dari orang tua. Tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Kecemasan orang tua ditunjukkan melalui sikap yang melarang anaknya bergaul bersama teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode: Desain penelitan yang digunakan adalah deskritif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kabupaten Malang sebanyak 320 orang. Sampel sebanyak 139 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner DASS 21. Tempat penelitian di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal tanggal tanggal 13- 21 Februari 2023. Analisa Data menggunakan univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat kecemasan ibu terhadap perilaku seks bebas pada remaja di Desa Urek-Urek RW 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang sebagain besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 75 orang (54%), hampir setengah responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 55 orang (40%), sebagian kecil repsponden mengalami kecemasan berat sebanyak 6 orang (4%) dan sebagian kecil repsponden tidak ada kecemasan sebanyak 3 orang (2%). Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan dan anak yang memilki pacar. Kesimpulan: Diharapkan orang tua mencari informasi tentang cara mengelola kecemasan dalam menghadapi pergaulan remaja agar orang tua tidak mengalami kecemasan berlebihan.
Association Between Diabetes Mellitus and Hypertension Severity at a Primary Health Care Center in Indonesia: A Cross-Sectional Study Amin, Asdar; Asri, Yuni; Maharani, Ananda Sagita
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2045

Abstract

Background: Hypertension remains a major public health problem, particularly in primary health care settings. The coexistence of diabetes mellitus may contribute to increased hypertension severity; however, evidence from primary care data in Indonesia remains limited. Objective: This study aimed to examine the association between diabetes mellitus and hypertension severity among patients attending a primary health care center in Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data obtained from medical records at a primary health care center in 2025. A total of 84 patients with hypertension were included using total sampling. Hypertension severity was classified into stage 1 and stage 2. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test or Fisher’s exact test as appropriate, with statistical significance set at p < 0.05. Data were analyzed using SPSS version 26. Results: Of the 84 participants, 33.3% had diabetes mellitus. Stage 2 hypertension was more prevalent than stage 1 hypertension. Diabetes mellitus was significantly associated with hypertension severity (p = 0.029), with a higher proportion of patients with diabetes mellitus presenting with stage 2 hypertension. Conclusion: Diabetes mellitus was significantly associated with greater hypertension severity in a primary health care setting. These findings highlight the importance of integrated management.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Buho-Buho, Kecamatan Morotai Timur Ahsan, Tarmizi M; AP, Dion Kunto; Asri, Yuni
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2046

Abstract

Background: Hypertension remains a major public health problem, particularly in primary health care settings. The coexistence of diabetes mellitus may contribute to increased hypertension severity; however, evidence from primary care data in Indonesia remains limited. Objective: This study aimed to examine the association between diabetes mellitus and hypertension severity among patients attending a primary health care center in Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data obtained from medical records at a primary health care center in 2025. A total of 84 patients with hypertension were included using total sampling. Hypertension severity was classified into stage 1 and stage 2. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test or Fisher’s exact test as appropriate, with statistical significance set at p < 0.05. Data were analyzed using SPSS version 26. Results: Of the 84 participants, 33.3% had diabetes mellitus. Stage 2 hypertension was more prevalent than stage 1 hypertension. Diabetes mellitus was significantly associated with hypertension severity (p = 0.029), with a higher proportion of patients with diabetes mellitus presenting with stage 2 hypertension. Conclusion: Diabetes mellitus was significantly associated with greater hypertension severity in a primary health care setting. These findings highlight the importance of integrated management of diabetes mellitus in patients with hypertension at the prizary care level.
Asupan garam tinggi, lemak jenuh, dan kurangnya konsumsi buah-sayur sebagai determinan risiko Hipertensi di Kabupaten Pulau Morotai Asri, Yuni; Ekawati, Ekawati
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.15138

Abstract

Background: Hypertension is a leading global health concern and a major cause of cardiovascular disease. Its prevalence continues to rise in Indonesia, particularly in rural regions. This study analyzed demographic, dietary, and lifestyle factors associated with hypertension risk in Pulau Morotai Regency. Methods: A cross-sectional study was conducted at Ir. Soekarno Regional Hospital from July to August 2025 among 90 hypertensive patients. Data on demographics, lifestyle, and diet were collected using structured questionnaires and medical records. The dependent variable was hypertension risk (“at risk” vs. “not at risk”), while independent variables included gender, age, smoking history, dietary pattern, salt intake, saturated fat intake, fruit and vegetable intake, and processed food consumption. Data were analyzed using IBM SPSS Statistics version 25 with chi-square tests. Sampling weights accounted for stratification, clustering, and unequal probability of selection to ensure representative estimates. Results: Most participants were older adults (90%) with unhealthy diets (84.4%), high salt intake (84.4%), frequent processed food (58.9%) and saturated fat consumption (58.9%), and low fruit and vegetable intake (53.3%). Hypertension risk was significantly associated with age, diet, salt, saturated fat, fruit and vegetable intake, and processed food (p < 0.001). Gender and smoking were not significant. Conclusion: Hypertension risk in Pulau Morotai is driven by age and modifiable dietary behaviors. Interventions should prioritize salt reduction, healthy eating, and dietary counseling.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan imunisasi lengkap pada anak di UPTD Puskesmas Popayato Barat Kabupaten Pohuwato, Indonesia Asri, Yuni; Gel Gel, Edwin Dana Yasa
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.15154

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi efektif menurunkan morbiditas dan mortalitas anak akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Namun, cakupan imunisasi lengkap di Indonesia masih di bawah target nasional, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan imunisasi lengkap pada anak usia 12–23 bulan di UPTD Puskesmas Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, dengan penekanan pada pendidikan orang tua dan kepatuhan vaksin. Metode: Desain analitik potong lintang digunakan dengan data sekunder dari 114 anak usia 12–23 bulan. Imunisasi lengkap didefinisikan sebagai menerima semua vaksin yang direkomendasikan oleh Program Imunisasi Nasional Indonesia. Variabel bebas meliputi jenis kelamin anak, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan penyelesaian vaksin individu. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27.0.1. Asosiasi diuji menggunakan analisis chi-square (p < 0,05). Hasil: Dari 114 anak, 64,9% telah mendapatkan imunisasi lengkap. Pendidikan orang tua berhubungan signifikan dengan imunisasi lengkap (p = 0,021), sementara jenis kelamin anak dan pekerjaan orang tua tidak berhubungan. Penyelesaian vaksin dini sangat memprediksi imunisasi secara keseluruhan (p < 0,001). Kesimpulan: Pendidikan orang tua dan kepatuhan vaksin dini merupakan penentu utama imunisasi lengkap. Penguatan pendidikan kesehatan, keterlibatan orang tua, dan tindak lanjut yang konsisten dapat meningkatkan penyelesaian vaksin dan mendukung tujuan imunisasi Indonesia.
Hubungan Diabetes Melitus dengan Penyakit Ginjal Kronis pada Lansia di Indonesia: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Maharani, Ananda Sagita; Asri, Yuni; Fani, Rif'atul
Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (2025): Borobudur Nursing Review Vol 5 No 2 (July-December 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.15592

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, terutama pada lansia yang memiliki risiko lebih tinggi akibat penuaan fisiologis dan gangguan metabolik. Diabetes melitus merupakan penyebab utama PGK secara global, namun bukti berbasis populasi pada lansia Indonesia masih terbatas. Tujuan: Menganalisis pengaruh diabetes melitus serta faktor sosiodemografi dan klinis terhadap PGK pada lansia Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode: Studi potong lintang ini menganalisis 97.339 responden berusia ≥60 tahun dari dataset SKI 2023. Status PGK ditentukan melalui diagnosis dokter yang dilaporkan sendiri. Analisis survei kompleks pada IBM SPSS Statistics 25 menggunakan pembobotan, stratifikasi, dan pengelompokan untuk menyesuaikan desain survei. Uji chi-square digunakan dengan batas signifikansi p < 0.05. Hasil: Prevalensi PGK sebesar 0,5% (n = 452). Diabetes melitus menunjukkan asosiasi terkuat dengan PGK (p = 0.001). Jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal juga signifikan, sedangkan kelompok umur, status perkawinan, dan pekerjaan tidak signifikan. Kesimpulan: Diabetes melitus merupakan determinan utama PGK pada lansia Indonesia, sehingga perlu penguatan pengendalian glikemik, skrining rutin, dan edukasi kesehatan yang lebih terarah. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Indonesia Health Survei; Lansia; Penyakit Ginjal Kronik.
Determinants of National Health Insurance Coverage for Family Planning Services Among Women in Indonesia Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Muhtar , Muhammad Solihuddin
Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional
Publisher : BPJS Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53756/jjkn.v5i2.381

Abstract

Access to family planning services remains unequal in Indonesia despite the establishment of the National Health Insurance (NHI) program (Jaminan Kesehatan Nasional, JKN) to promote universal coverage. Disparities persist, particularly in contraceptive services, among women of reproductive age. This study examined the determinants of NHI coverage for contraceptive methods among Indonesian women of reproductive age. A cross-sectional analysis was conducted using data from 6,256 married or partnered women aged 15–49 years from the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS). Survey-weighted descriptive, bivariate, and multivariable logistic regression analyses were performed using Stata to identify the factors associated with NHI-covered contraceptive use. The results showed that Women with insurance schemes specifically covering family planning were significantly more likely to report contraceptive coverage through NHI (AOR: 47.5; 95% CI: 37.2–60.7). Secondary education (AOR: 2.08; 95% CI: 1.01–4.07) was positively associated with coverage, while rural residence (AOR: 0.71; 95% CI: 0.56–0.91), middle wealth status (AOR: 0.64; 95% CI: 0.46–0.88), and current employment (AOR: 0.79; 95% CI: 0.65–0.97) were negatively associated. These findings highlight persistent socioeconomic and geographic inequities in access to insured family planning services. Addressing these disparities requires targeted policy efforts, including automatic enrollment strategies for women in the informal sector, mobile registration units in rural areas, and public education campaigns to improve insurance literacy. Strengthening equitable access to family planning under the national insurance scheme is essential to achieving Indonesia’s reproductive health and universal coverage goals.