Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN OBAT DENGAN METODE HOT-FIT DI APOTEK K24 KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Shafira Septiana Haryanti; Ferika Indrasari; Sri Suwarni; Ivan Junius Mesak; Yunita Diyah Safitri
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/p75az822

Abstract

Semakin berkembangnya zaman, membuat apotek membutuhkan suatu teknologi informasi yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses dari data dan menghasilkan informasi yang membantu apotek tersebut melakukan pelayanan kefarmasian. Semakin baik sistem informasi manajemen pengelolaan persediaan obat pada suatu apotek, maka semakin baik dan efektif pula pelayanan di apotek tersebut. Efektivitas merupakan cara bagaimana suatu perusahaan dapat memperkecil penggunaan harta atau persediaan perusahaan dengan tepat dan benar tanpa terganggunya tujuan utama. Metode yang digunakan adalah HOT-Fit yang memiliki empat aspek penting yakni manusia, organisasi, teknologi serta keseimbangan hubungan tiap aspeknya. Metode HOT FIT memiliki komponen yang tidak hanya berfokus pada sistem tetapi berfokus juga pada lingkungan pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis efektivitas sistem informasi pengelolaan persediaan obat dengan metode HOT-Fit di Apotek K24 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan alat ukur kuisioner yang dikembangkan dari metode HOT-Fit. Sampel pada penelitian ini adalah Tenaga Kefarmasian Apotek K24 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang yang dapat menggunakan sistem informasi di Apotek. Berdasarkan hasil data penelitian yang diperoleh dari Apotek K24 Kecamatan Banyumanik Kota Semarang dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem pengelolaan obat sudah efektif dan sesuai dengan komponen-komponen Hot-Fit. Untuk komponen Human memiliki persentase 80%, komponen Organization 90%, komponen Technology 90% dan komponen Net-Benefit dengan persentase 90%.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG Musirotul Alfiah; Ferika Indrasari; Muhammad Ikhsan; Yunita Diyah Safitri; Sri Suwarni
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/ssk2bd84

Abstract

Pengetahuan pasien mengenai penyakit Diabetes Melitus dapat membantu pasien menjalankan terapi. Kepatuhan merupakan suatu perilaku pasien dalam menjalani pengobatan, mengikuti diet, atau mengikuti perubahan gaya hidup lainnya sesuai dengan anjuran medis dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Jenis penelitian ini non eksperimental yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis yang diperoleh adalahh analisis univariat, dan analisis bivariat kemudian, diuji menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Test, dan diuji korelasi Rank Spearman untuk memperkuat lagi di uji dengan uji Chi-Square untuk mengetahui perbedaan lebih dari 2 proporsi data kategorik. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang memiliki total pada pengetahuan yang dikategorikan baik dengan persentase 54% dan pada kepatuhan minum obat paling tinggi dengan persentase 45%. Hal ini dapat diukur dengan uji korelasi Rank Spearman dengan nilai Sig. 2-tailed) sebesar 0,000<0,05 artinya ada hubungan dengan koefisien korelasi sebesar 0,549 tingkat hubungannya sedang. Kemudian uji chi-square dengan nilai p value 0,000<0,05 artinya ada keterkaitan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Gubug.
STUDI PEMBERIAN TERAPI SUPORTIF ANTIEMETIKA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. ADHYATMA, MPH PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2023 Arlina Safitri; Ria Septiyana; Ferina Damayanti; Eni Masruriati; Sri Suwarni
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 1 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/2z4j2m92

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali atau abnormal pada jaringan payudara. Kemoterapi merupakan penanganan paling efektif untuk kanker payudara, namun salah satu efek samping yang umum terjadi adalah mual dan muntah, yang dapat diatasi dengan terapi suportif antiemetika. Terapi suportif mengacu pada penggunaan obat untuk meredakan efek samping kemoterapi, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi suportif antiemetika pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Adhyatma, MPH, Jawa Tengah. Desain retrospektif digunakan dengan meninjau rekam medis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien adalah perempuan, dengan proporsi tertinggi (41,4%) berusia 50-59 tahun. Semua pasien menerima dipenhidramin, omeprazol, dan ondansetron sebagai terapi suportif antiemetika. Dipenhidramin dan omeprazol diberikan sebagai premedikasi, sementara ondansetron diberikan pada saat premedikasi dan pasca-kemoterapi. Obat kemoterapi yang paling sering diresepkan adalah docetaksel, epirubisin, dan fluorourasil, dengan persentase 27,1% (19 resep).
DAMPAK STRATEGI KOPING PADA CUSTOMER SATISFACTION DI INSTALASI FARMASI RAJAL RSUD KRATON PEKALONGAN Sri Suwarni; Ferika Indrasari; Siti Sofiani; Nur Ermawati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/9faeyd85

Abstract

Proses menunggu obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan sering membuat pasien merasa tidak nyaman, stress, cemas, dan gelisah. Waktu tunggu yang terlalu lama, antrean yang tidak jelas, kurangnya informasi mengenai proses pelayanan, serta kondisi ruangan yang padat bisa memengaruhi suasana hati pasien. Kondisi ini berdampak besar pada tingkat kepuasan pasien yang menjadi perhatian utama manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit. Kepuasan pasien diukur menggunakan metode Serqual pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari strategi koping terhadap Customer Satisfaction di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Kraton Pekalongan. Penelitian kualitatif menggunakan metode survei untuk mengukur indeks kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan dengan instrumen servqual kuisioner setelah penerapan strategi koping. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien yang menggunakan layanan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden pasien. Teknik analisis data dengan statistik frequency untuk mengetahui sebaran data dan suasana jawaban responden. Hasil menelitian menunjukkan penerapan strategi koping untuk memperkecil rasa stres pasien saat menunggu obat, hasil Customer Satisfaction menunjukkan bahwa masih ada 16,40% pasien yang tidak puas dengan pelayanan farmasi. Hal ini menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa mengatasi semua penyebab ketidakpuasan. Analisis dimensi kepuasan menunjukkan bahwa dimensi Jaminan (Assurance) memiliki persentase kepuasan terendah, diikuti oleh dimensi Empati, Daya Tanggap (Responsiveness), dan Bukti Fisik (Tangibles). Dimensi Keandalan (Reliability) memiliki capaian tertinggi dengan nilai 94%, artinya pasien umumnya merasa pelayanan farmasi konsisten, akurat, dan bisa dipercaya dalam proses penyerahan obat. Kinerja yang baik pada aspek ini menunjukkan bahwa proses teknis pelayanan, seperti ketepatan pengambilan obat dan kejelasan informasi. Nilai rendah pada dimensi Jaminan dan Empati menunjukkan bahwa strategi koping yang digunakan belum bisa meningkatkan rasa aman, kepercayaan, dan kenyamanan pasien saat menunggu obat secara keseluruhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pelayanan farmasi telah memenuhi harapan pasien dengan penerapan strategi koping sebesar 83,60%. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mengurangi keluhan serta rasa tidak nyaman saat menunggu di masa depan, melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.
IMPLIKASI TELEMEDISIN MELALUI RESEP ELEKTRONIK DAN WHATSAPP TERHADAP KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT DI RSI SUNAN KUDUS Sri Suwarni; Rosida Syofiana; Mera Putri Pratitis; Joko Riyanto
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/x9krr085

Abstract

Penguatan regulasi terkait telemedisin dan sistem informasi kesehatan mendorong fasilitas pelayanan kesehatan mengadopsi sistem informasi rumah sakit, termasuk peresepan elektronik, sebagai strategi peningkatan keselamatan pasien. Meskipun demikian, kesalahan resep masih kerap terjadi akibat tulisan tangan yang tidak terbaca, informasi yang tidak lengkap, serta alur manual pengantaran resep dari poliklinik ke instalasi farmasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implikasi layanan telemedisin melalui peresepan elektronik dan pemanfaatan grup WhatsApp dalam meningkatkan keamanan pengobatan di RSI Sunan Kudus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada dokter dan apoteker yang terlibat dalam penggunaan resep elektronik dan komunikasi melalui grup WhatsApp pada layanan telemedisin. Instrumen wawancara telah diuji validitas kontennya. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk meningkatkan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan elektronik meningkatkan keamanan pengobatan melalui peningkatan keterbacaan, akurasi, dan integrasi dengan data klinis pasien, sehingga menurunkan risiko kesalahan resep, duplikasi terapi, dan kejadian terkait obat. Selain itu, komunikasi antara dokter dan apoteker menjadi lebih efektif. Namun, layanan pendukung kepatuhan pengobatan berbasis telemedisin masih terbatas dan sebagian besar dilakukan secara manual melalui grup WhatsApp, terutama pada pasien tuberkulosis untuk pengingat pengambilan obat. Implementasi telemedisin melalui peresepan elektronik dan grup WhatsApp di RSI Sunan Kudus memberikan dampak positif terhadap peningkatan keamanan pengobatan. Kombinasi keduanya memperkuat koordinasi tenaga kesehatan, meningkatkan keterlibatan pasien, serta berkontribusi pada pencegahan medication error, meskipun masih memerlukan pengembangan sistem yang lebih terintegrasi dan terstandar.
STUDI FARMAKOVIGILANS OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI INSTALASI RAWAT  INAP RUMAH SAKIT ISLAM MUHAMMADIYAH KENDAL PERIODE MEI 2023 Ria Septiyana; Sri Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/feex2g22

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe II adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang timbul dari kelainan sekresi insulin dan kerja insulin. Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui studi farmakovigilans. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik subyek penelitian dan mengetahui pengaruh angka kejadian ADR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel accidential sampling yaitu siapa saja pasien yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan dijadikan sebagai sampel bila dipandang orang yang ditemui itu cocok dengan kriteria yang ditetapkan. Pada penelitian ini dilakukan wawancara berdasarkan pertanyaan algoritma naranjo. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 40 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan diketahui hanya 24 pasien yang mengalami ADR. Hasil penelitian karakteristik berdasarkan usia terbanyak pada rentan usia 50-60 tahun diperoleh sebanyak 17 pasien dengan persentase 43%. Hasil penelitian karakteristik berdasarkan jenis kelamin laki-laki 15 pasien dengan persentase 38% dan pada perempuan 25 pasien dengan persentase 63%. Berdasarkan penelitian kausalitas dengan menggunakan algoritma naranjo kejadian ADR pada pasien rawat inap DM tipe II di Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Kendal adalah 20% termasuk dalam kategori besar kemungkinan dan 40% kategori mungkin. Pengaruh kejadian ADR terhadap pengobatan antidiabetes oral menujukan kejadian ADR tidak berpengaruh terhadap pengobatan antidiabetes oral.
EVALUASI PENERIMAAN PENYIMPANAN DENGAN INDIKATOR PENGELOLAAN OBAT DI APOTEK MIKAYLA GROBOGAN Sri Suwarni; Ivone Olivia Rondonuwu; Maulita Saraswati; Metrikana Novembrina
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/95421s74

Abstract

Pengelolaan obat di apotek merupakan bagian penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien. Proses penerimaan dan penyimpanan obat yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan kerusakan sediaan, kesalahan penggunaan, serta kerugian finansial akibat obat kedaluwarsa. Meskipun standar pelayanan kefarmasian telah lama digunakan, implementasi di lapangan masih bervariasi dan belum sepenuhnya mengacu pada regulasi terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerimaan dan penyimpanan obat berdasarkan indikator pengelolaan obat sesuai Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 di Apotek Mikayla Grobogan. Penelitian ini menggunakan desain mix method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh sediaan obat 1300 item dan semua tenaga kefarmasian yakni 6 orang di Apotek Mikayla Grobogan teknik total sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui observasi menggunakan instrumen checklist berbasis indikator pengelolaan obat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara terstruktur untuk mendukung hasil observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan persentase dan dikategorikan dalam tingkat kepatuhan, serta dianalisis secara tematik untuk data kualitatif. Tingkat kesesuaian penerimaan dan penyimpanan obat mencapai 94,98% dengan kategori sangat baik. Aspek penerimaan obat telah memenuhi standar, terutama pada kesesuaian dokumen, pemeriksaan kondisi fisik, serta keterlibatan tenaga kefarmasian yang berwenang. Pada aspek penyimpanan, sistem pengelompokan, penerapan FIFO dan FEFO, serta sarana prasarana telah berjalan dengan baik. Namun, masih ditemukan kelemahan pada monitoring suhu (84,62%) dan pencatatan kartu stok yang belum konsisten. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pada aspek pengawasan dan kedisiplinan pencatatan guna menjaga mutu obat secara optimal serta mencegah risiko kerusakan dan kedaluwarsa sediaan farmasi di apotek.
Optimization of VCO, TWEEN 80, and PEG 400 Nanoemulsion Formulation of Gemitir Flower Extract (Tagetes Erecta L.) with Simplex Lattice Design Putu Ayu Ratih Listiani; Putu Ika Indah Indraswari; Made Dwike Swari Santhi; Gusti Ayu Oviani; Sri Suwarni
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v7i3.773

Abstract

Background: Tagetes erecta L. (Gemitir flower) is known to have potential antibacterial activity; however, its use in topical preparations is limited by low solubility and stability. Objective: This study aims to optimize the nanoemulsion formulation of Gemitir flower extract using virgin coconut oil (VCO) as the oil phase, Tween 80 as the surfactant, and PEG 400 as the cosurfactant. Methods: Phytochemical screening, antibacterial activity testing against Staphylococcus aureus, total flavonoid determination, and nanoemulsion formulation optimization were conducted using the Simplex Lattice Design method with Design Expert® software version 13 to evaluate the effects of VCO, Tween 80, and PEG 400 combinations on the physical characteristics of the nanoemulsion. Results: The optimal formulation was obtained with a composition of VCO 0.53 g, Tween 80 8 g, and PEG 400 4 g, with a desirability value of 0.990. The resulting nanoemulsion showed a transmittance value of 97.56%, entrapment efficiency of 1.46%, pH of 5.26, and no phase separation during storage (score = 1). The homogeneity test confirmed a uniform preparation, and the emulsion type test indicated an oil-in-water (O/W) system. Conclusion: The nanoemulsion formulation of Gemitir flower extract using VCO, Tween 80, and PEG 400 optimized through Simplex Lattice Design produced a system with appropriate physical characteristics for topical antibacterial application. However, further studies on particle size, zeta potential, and long-term stability are recommended.
Penerapan Telemedisin dengan Program Kunjungan dan Konseling Farmasi Secara Virtual dengan Metode COM-B di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang Sri Suwarni; Zakky Cholisoh; Tri Kamalasari; Karol Giovani Battista Leki
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p185-192

Abstract

Telemedicine is a method for improving access, quality, and safety of healthcare services. However, theimplementation of telemedicine, particularly telepharmacy services in primary healthcare facilities suchas community health centers (Puskesmas), is still not structured and regular. This study aims to analyzethe implementation and success of the Virtual Pharmacy Visit and Counseling Program using the COMB(Capability,Opportunity,Motivation–Behavior)approach. Thisstudyusedaprospective,descriptivequalitativemethodwithatriangulationapproach.Thestudy was conducted at the Gayamsari Community Health Center in Semarang City from September toDecember 2025. The informants in this study consisted of three pharmacists directly involved in theimplementation of the innovative telemedicine program. Data were collected through in-depth interviewsand focus group discussions (FGDs), using an interview guide verified through expert assessment. Dataanalysis was conducted thematically based on the COM-B framework.The study results indicate that pharmacists have sufficient skills to conduct online drug counseling andeducation. The opportunity for implementing telepharmacy is supported by national regulations, althoughthere are no specific technical operational guidelines. Motivation from pharmacists and support fromCommunity Health Center (Puskesmas) leaders are the main factors driving the program'simplementation. The implementation of KUFI LUWAK has proven to increase access to pharmacycounseling services, as evidenced by the increase in the number of patients from an average of 10 patientsper month to 47 patients per month. Collaboration between programs and the empathetic use of digitaleducational media also increased patient adherence to therapy. In conclusion, the implementation ofTelemedicine with a Virtual Pharmacy Visit and Counseling Program, analyzed using the COM-B methodat the Gayamsari Community Health Center in Semarang City, successfully implemented a form oftelemedicine service called the KUFI LUWAK Program. This program is considered qualitatively effectiveand has the potential to be implemented elsewhere if supported by more structured policies andoperational standards.
Treatment Supervision and Medication Adherence among Tuberculosis Patients Within A Health Belief Model Framework Sri Suwarni; Zakky Cholisoh; Laras Utami; Metrikana Novembrina; Livana PH; Dona Yanuar Agus Santoso
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.7467

Abstract

Indonesia is the country with the second-highest number of tuberculosis (TB) cases in the world after India. TB is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB treatment requires a long duration and must be carried out consistently, which often leads to patients discontinuing their medication before completing the therapy. Patient adherence to medication plays a crucial role in determining treatment success. One of the factors influencing TB patients’ adherence is the role of the Directly Observed Treatment (DOT) supervisor or Pengawas Minum Obat (PMO). This study aims to determine the relationship between the role of PMO in supervising medication intake using the Health Belief Model (HBM) approach and medication adherence among TB patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro, Semarang City. This survey-based study employed a non-experimental correlational quantitative design with prospective data collection. The instrument used was a structured questionnaire. The total sample consisted of 72 participants, selected using a non-probability purposive sampling technique. The instrument was tested for question content by experts and for validity and reliability using the Spearman correlation. Data were analyzed using bivariate analysis with the Spearman Rho test. The results showed an r-value of 0.385, indicating a moderately strong correlation, with a significance value of 0.001 (< 0.05). These findings demonstrate a significant relationship between the role of the TB PMO and medication adherence using the Health Belief Model (HBM) as a framework for understanding and predicting health behaviors based on individuals’ attitudes, beliefs, and perceptions of health risks. The role of the Directly Observed Treatment supervisor (PMO) has a significant relationship with TB patient medication adherence when assessed using the HBM approach.
Co-Authors Agustina Ratna Wulandari Amalia Solichati Rizqi Annisa Dea Ardani Aris Widayati Aris Widayati Arlina Safitri Atalia Ina Bulu Atalia Ina Bulu Aulia Arfiyani Aulia Halimatus Sa'diyah Aulia Wahyu Agustya Ayu Shabrina Ayuningtyas, Nurista Dida Ban, Felisia Bani Buanasari Damayanti, Ferina Dara Akwila Nugraheni David Laksamana Caesar, David Laksamana Destine Harenda Destryana Aryanti Devi Syahrilia Khotimah Dharmawan Dharmawan Ditya Novanda Sari Dwi Nurul Handayani Dwi Rahmawati Eka Rosita Aprilia Ekklesia Lioness Yuwandita Eleonora Maryeta Eleonora Maryeta Toyo Eni Masruriati Eni Sucitra Murti Erna Tri Wulandari Fachry Abda El Rahman Ferika Indrasari Ferika Indrasari Ferika Indrasari Firstca Aulia Rachma Fitriani Mediastuti Fransisca Gloria Fransisca Gloria Fransisca Gloria Happy Elda Murdiana, Happy Elda Heroweti, Junvidya Ibrahim Arifin Ifany Chairunissa Indraswari, Putu Ika Indah Ivan Junius Mesak Ivone Olivia Rondonuwu Joko Riyanto Karol Giovani Battista Leki Khamdiyah Indah Kurniasih KHOIRUL ANWAR Laela Novita Sari Laras Utami livana ph M. Mudadsir Syatibi Made Dwike Swari Santhi MARIA ULFAH Martanty Aditya, Martanty Martinus Nahak Maulita Saraswati Melia Eka Rosita Mera Putri Pratitis Metrikana Novembrina Metrikana Novembrina Metrikana Novembrina Metrikana Novembrina Metrikana Novembrina Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan Musirotul Alfiah Mutiara Desy Fitria Nanda Dwi Akbar Nila Widya Ningrum Nita Fajaryanti Nur Ermawati Nurista Dida Ayuningtyas Nurul Najlatun Nisa Oviani, Gusti Ayu Pertiwi Setyaningrum Pertiwi Setyaningrum Pertiwi Setyaningrum Petra Hergian Mukti Pangestu Putu Ayu Ratih Listiani Qorri Ainun Naimah Qorri Ainun Naimah Rahma Widya Riyantara Ratna Wulandari Ratna Wulandari Ratna Wulandari ria septiana Ria Septiyana Ria Septiyana Rini Widyastuti Rissa Maharani Dewi Rizki , Gilang Rosida Syofiana Safitri, Yunita Diyah Santoso, Dona Yanuar agus Setiawan Setiawan Shafira Septiana Haryanti Siti Sofiani Sri Asih Handayani Timmy Gondho Atmodjo Timmy Gondo Atmodjo Tri Kamalasari Tunik Saptawati Urva Fresiva Warlan Sugiyo Yolanda Ernidiasanti Zakky Cholisoh