Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Preparation and Characterization of Polyhedral Octaphenylsilsesquioxane Modified Castor oil based Polyurethane Yue Wen; Pingping Jiang; Jie Huang; Agus Haryono; Jianneng Deng; Zhiliang Cao
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.677 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v20i1.375

Abstract

Vegetable oil-based polyurethanes were synthesized using castor oil (CO) as feedstock, which were characterized by their environmental friendly and renewable properties. Aiming to compensate for shortcomings of these materials, a series of polyurethane/polyhedral octaphenylsilsesquioxane (OPS) hybrids with different OPS contents were prepared by physical mixing in the solutions. Thereafter?chemical structure?morphology and thermal properties of hybrids were characterized through Fourier transform infrared spectrometer (FTIR), scanning electron microscope (SEM), differential scanning calorimetry (DSC), thermal gravimetric analyzer (TGA), tensile test techniques and static contact angle. The results show that the hybrid polyurethanes display both enhanced glass transition temperatures (Tg), initial decomposition temperature (Td5) and tensile strength with low OPS contents. While with high contents?these values decline with the severe aggregation of nano-particles as shown in the SEM images. Meanwhile, the hybrid polyurethanes displayed enhanced surface hydrophobicity as the contact angle with water revealed
PENGARUH 1,4-BUTANDIOL SEBAGAI POLIOL PADA MODIFIKASI EPOKSI MENGGUNAKAN POLIURETAN Muhammad Ghozali; Agus Haryono; Asep Handaya Saputra; Evi Triwulandari
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.708 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v17i1.17

Abstract

Corrosion is a natural phenomenon causing degradation value and function of material. The use of paints and polymer coatings is the most popular method to protect material against corrosion. Polymer coatings used was an epoxy-based organic resin and polyurethane. Generally, those coating materials were used separately. This study carried out the modification of epoxy with polyurethane in order to obtain coating materials as a combination of epoxy and polyurethane. Expectedly, the chemical reaction between epoxy coating-material and polyurethane could improve the characteristics of the obtained coating materials. Synthesis of polyurethane-modified epoxy with 1,4-butanediol as the polyol (ETP-BTD) was conducted by reacting epoxy resin, tolonate and 1,4-butanediol simultaneously at 50 oC for 30 min with dibutyltindilaurate as catalyst. Functional group analysis of ETP-BTD was performed by Fourier Transform Infra Red (FTIR), tensile strength by Ultimate Testing Machine (UTM), adhesion by ASTM D4541 Portable Pull-off Adhesion Testers, water vapor transmission rate by ASTM E96 Desiccant Method and thermal stability was studied using Thermogravimetric Analysis (TGA). The FTIR analysis results showed that there are urethane bonds at 1716-1690 cm-1. These results showed that modification of epoxy using polyurethane increased the tensile strength and adhesion, and also decreased the water vapor transmission rate of epoxy. Keywords: epoxy, modification, polyol, polyurethane, 1.4-butanediol
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Materi Animalia terhadap Kemampuan Kerjasama dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau Lesiana; Agus Haryono; Elga Araina
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 1 No. 1 (2020): BiosciED December 2020
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v1i1.2198

Abstract

Materi Animalia di kelas X semester 2 lebih tepat dan sesuai diajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang berpola dengan sintak pembelajaran yang lebih mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dengan memberikan kesempatan berpikir, bekerjasama, berdiskusi untuk bersama-sama memecahkan masalah dengan mengeluarkan ide-ide atau pengalaman mereka terkait konsep Animalia yang banyak terdapat masalah-masalah menarik untuk dibahas sehingga dampak dari pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa dan memotivasi siswa untuk lebih meningkatkan kerjasama dan hasil belajar.Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk melihat kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi Animalia kelas X di SMA Negeri 2 Banama Tingang, (2) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa pada materi Animalia kelas X SMA Negeri 2 Banama Tingang. Penelitian dengan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan 22 orang siswa kelas X MIA-1 dan 22 orang siswa kelas X MIA-2 SMA Negeri 2 Banama Tingang. Sampel diperoleh dengan total sampling yang ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan kerjasama siswa dan soal test hasil belajar berbentuk pilihan ganda berjumlah 25 soal. Data hasil belajar siswa kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji-t. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, yaitu rata-rata nilai kerjasama siswa kelas eksperimen X MIA-2 adalah 75,28% dan Nilai kerjasama siswa kelas kontrol X MIA-1 adalah 55,96%; rata-rata nilai pretest kedua kelompok sampel adalah 42,00 (kelas X MIA-1) dan 42,36 (kelas X MIA-2); rata-rata nilai posttest kedua kelompok sampel adalah 68,36 (X MIA-1) dan 77,45 (X MIA-2). Berdasarkan analisis statistik uji t diperoleh dengan taraf signifikansi 5% berarti dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi Animalia terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 2 Banama Tingang.
Lesson Study (LS) untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru dan Kualitas Pembelajaran di Kelas Shanty Savitri; Elga Araina; Agus Haryono
JURNAL PENDIDIKAN Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v20i2.892

Abstract

Guru dikatakan sebagai agen pembelajaran (learning agent) karenaguru berperan sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasapembelajaran, dan pemberi inspirasi bagi peserta didiknya. Kompetensiguru sebagaimana UU Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi:1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3) kompetensisosial,dan 4) kompetensi professional melalui pendidikan profesi. Berdasarkanpenjelaskan di atas dan juga kompetensi guru yang telah tercantum padaundang-undang, maka seorang guru harus a) mengenal peserta didiksecara mendalam; b) menguasai bidang studi baik disiplinilmu (diciplinarycontent) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogicalcontent); c) menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik yaitumerencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi proses danhasil belajar, serta tindak lanjut untuk memperbaiki dan melakukanpengayaan, serta; d) mengembangkan kepribadian dan profesionalitassecara bekelanjutan dan berkesinambungan.Lesson study adalah salah satu kegiatan yang dapatmengembangkan profesionalitas seorang guru. Lesson Study (dalamterminology bahasa Jepang dikenal dengan Jugyokenkyu) adalah suatukegiatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, baik dalampembinaan profesi guru melalui pengkajian pembelajaran secarakolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas danmutual learning, maupun dalam meningkatkan kualitas prosespembelajaran di kelas agar semua peserta didik mendapatkan kesempatanuntuk belajar bersama sesuai tingkat kemampuannya.Lesson Study merupakan suatu system kegiatan serta filosofinya.Oleh karena itu, jika ada tanggapan bahwa “LS adalah kegiatan kelompok’itu merupakan suatu kesalahpahaman. LS sebetulnya suatu kegiatan yangmeliputi penyusunan RPP (termasuk penyusunan silabus selama satutahun), melakukan open class (kegiatan pembelajaran), melakukan forumrefleksi (diskusi pasca pembelajaran), dan mengarsipkan catatan kegiatanpembelajaran
Implementasi electronic learning material (ELEMA) berbasis student-centered learning mata kuliah zoologi invertebrata Agus Haryono; Chaidir Adam; Soaloon Sinaga; Sitti Minah; Indah Fitriani
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v10i1.3451

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui implementasi ELEMA berbasis student-centered learning dan (2) Menganalisis respon mahasiswa terhadap implementasi ELEMA berbasis student-centered learning pada mata kuliah Zoologi Invertebrata. Rancangan penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa aktif semester 3 (tiga) Program Studi Pendidikan Bologi FKIP Universitas Palangka Raya yang memprogramkan mata kuliah Zoologi Invertebrata. Data keterampilan berpikir kritis mahasiswa dianalisis secara kuantitatif menggunakan rumus n-gain. Data diolah menggunakan program Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis mahasiswa yang dibelajarkan dengan ELEMA pada mata kuliah Zoologi Invertebrata meningkat dengan rerata gain sebesar 0,71 dalam kategori Tinggi. Respon mahasiswa terhadap implementasi ELEMA dalam perkuliahan Zoologi Invertebrata menunjukkan rata-rata perolehan skor 86,5 yang menunjukkan respon sangat baik.
Morphological Study of Coelastrum cambricum from the Peat Water of Palangka Raya, Indonesia Chaidir Adam; Agus Haryono
Nusantara Science and Technology Proceedings 2nd Basic and Applied Science Conference (BASC) 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2504

Abstract

Coelastrum Nägeli 1849 is a genus of microalgae belonging to the scenedesmaceae family and currently has 31 taxonomically accepted species. Coelastrum can be found in the freshwater environment, e.g., in ditches, ponds, lakes, and swamps forming small colonies called coenobia. As no data records the description of this genus from the peat water environment, it is necessary to conduct a morphological study, especially the Coelastrum cambricum species which is commonly found in peat waters. Water samples were collected from peat waters in a ditch at the Bukit Keminting Road (Palangka Raya) near the Fisheries Department, University of Palangka Raya. Morphological examination of Coelastrum cambricum was carried out microscopically directly on the collected water samples and then photographed for further identification. Coelastrum cambricum was identified from the water samples collected from peat water at the sampling site. The peat water has a brownish color and looks fairly clear like brewed tea that allows enough sunlight to penetrate it. C. cambricum forming a spherical coenobium consisting of 4-32 cells and appear green in color and it is observed that coenobium groups form larger colonies consisting of 4 to 24 coenobia. The diameter of coenobia ranges from 40-62?m. In this study also observed the distinctive morphological characteristics of C. cambricum where 6 cells were observed in the center of the coenobium forming a pentagonal pattern that looked the same in all specimens observed. This characteristic has the potential to be studied further as a key feature of Coelastrum species identification.
Identifikasi Zooplankton Predator dalam Kultur Chlorella sp.: The Identification of Predatory Zooplankton in Chlorella sp. Culture Yos Sudarso; Agus Haryono; Shanty Savitri; Bejo Basuki
BiosciED: Journal of Biological Science and Education Vol. 3 No. 1 (2022): BiosciED June 2022
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/bed.v3i1.5003

Abstract

Zooplankton dalam kultur Chlorella sp. menjadi predator alami yang keberadaannya dapat menghambat laju pertumbuhan Chlorella sp. Hasil observasi awal menunjukkan keberadaan zooplankton, seperti Amoeba dan Rotifera, dalam kultur Chlorella sp. Identifikasi zooplankton predator perlu dilakukan sebagai upaya awal untuk mengontrol predator yang menghambat pertumbuhan Chlorella sp. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode direct observation. Obervasi zooplankton dilakukan terhadap sampel air kultur Chlorella sp. di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Palangka Raya menggunakan Mikroskop Olympus CX21 pada perbesaran 400× (10× ocular; 40× objective) dan 1000× (10× ocular; 100× objective). Chlorella sp. dikultur menggunakan fotobioreaktor sederhana selama 7 (tujuh) hari. Hasil observasi dan identifikasi pada sampel didapatkan 8 jenis zooplankton predator yang aktif memakan Chlorella sp. Zooplankton predator yang teridentifikasi terdiri dari 2 spesies protozoa (Arcella sp. dan Coleps sp.), 5 spesies rotifera (Collotheca sp., Euchlanis sp., Anuraeopsis sp., Brachionus sp., dan Vorticella sp.), dan 1 spesies crustacea (Cyclops sp.).
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Arthropoda Berbasis Student Centered Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Di Masa Pandemi Sitti Minah; Agus Haryono; Saalon Sinaga
Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jpsp.v2i1.3586

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi  Arthropoda untuk meningkatkan kemandirian mahasiswa  dan meningkatkan CTS dengan menggunakakan pendekatan Studen-Centered Learning. Pengembangan perangkat  menggunakan  pengembangan model ADDIE, perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari 1) RPS 2) Bahan Ajar 3) Lembar kerja mahasiswa 4) Evaluasi hots. Pengembangan perangkat mengunakan hasil validasi ahli dan uji terbatas. Hasil pengembangan berupa 1) Pengembangan perangkat perangkat dengan kategori valid dan layak digunakan 2) Hasil keterlaksanaan  RPS  menggunakan pendekatan SCL dengan kategori cukup baik dan respon mahasiswa terhadap langkah-langkah RPS positif dan mengacu pada keterampilan berpikir kritis dengan kategori N-gain 0,73 dengan nilai tinggi. 3)Pengembangan pada Bahan Ajar dengan kategori baik,  4)  LKM didesain sederhana  untuk meningkatkan keterrampilan berpikir kritis, 5) Alat evaluasi   mengacu pada soal hots. Pelaksanaan penelitian secara hybrid learning dengan memadukan kegiatan online dan offline, kegiatan, perkuliahan secara online menggunakan Whatsapp, GcR dan Zoom, dan kegiatan perkuliahan secara offline dilaksanakan mahasiswa dengan mengakses bahan ajar dan instruksional yang ada di dalam GcR secara mandiri. Perangkat pembelajaran materi Arthropoda berbasis Student-Centered Learning dapat digunakan di masa pandemi untuk  meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
The Identification of Euglenids (Euglenophyceae, Euglenophyta) from the Peat Waters of Palangka Raya, Indonesia Chaidir Adam; Agus Haryono
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.145

Abstract

The aim of this study was to identify and describe the Euglenids (Euglenophyceae, Euglenophyta) from the peat waters of Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia. This study revealed that 8 species of Euglenids were found in the study sites which belong to 3 genera, namely Euglena, Lepocinclis, and Phacus. The Euglenid species identified include Euglena gracilis G.A. Klebs 1883, Euglena mutabilis F. Schmitz 1884, Lepocinclis acus (O.F.Müller) B.Marin & Melkonian 2003, Lepocinclis ovum (Ehrenberg) Lemmermann 1901, Lepocinclis spirogyroides B.Marin & Melkonian 2003, Phacus cordatus (Pochmann) Zakryś & Lukomska 2015, Phacus helikoides Pochmann 1942, and Phacus orbicularis Hübner 1886. The eight Euglenid species found in this study have never been reported before, thus these findings provide additional new data regarding algae diversity in peat waters of Central Kalimantan, Indonesia.
Anti-fertility effect of various plants at Dayak Tribe to Swiss Webster Mice Agus Haryono; Yohanes Edy Gunawan; Suatma Suatma; Surisman Sumitro; Mohammad Rahmadu
Journal of Tropical Life Science Vol. 3 No. 2 (2013)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blumea balsamifera D.C, Croton tiglium L, Metroxylon sagu Rottb,and Fagraea racemosa Jackwere used as traditional anti-fertilty of Dayak people in Central Kalimantan. These study are to find out the potential plant as anti-fertility on Swiss Webster (SW) mice. Extracts of Blumea balsamifera D.C, Croton tiglium L, Metroxylon sagu Rottb andFagraea racemosa Jack were administered by gavage at the dose level of 0.26 mg/kg body weight (bw) to female of SW mice for 8 days to examined of estrous cycle.To determine of anti-fertility were administered by gavage of 0.26 mg/kg bw of plant extract to female SW mice and mated with normal male of SW mice. Estrous cycle were analyses every day for 9 days and reproduction display were examined at 15 days after fertilization. The result showed, that estrous cycle are inhibited on estrus and metestrus phase for all of extract traditional plant. Reproduction display showed decrease in the number of live fetuses, number of corpus luteum and body weight of the dam mice treated. The decrease in the corpus luteum further and fetuses attributes antifertilty effect of extract to inhibited foliculogenesis. Out of four extracts tested, Blumea balsamifera D.C extract seems to be more potent in anti-fertility activities compared with other extract of traditional plant. Keywords:Anti-fertility plants, Mus musculus
Co-Authors Abdul Hadjranul Fatah Abudarin, Abudarin Adam, Chaidir Aditama Kittie Aidon Uda Adventus Panda Akhmad Damsyik Alviaqomah, Syari Anita Widhiastuti ARDIANOR ARDIANOR, ARDIANOR Asep Handaya Saputra Asep Nurhikmat Atin Supriatin, Atin Azizah, Nadia Bejo Basuki Chaidir Adam Dewi Sondari Dwi Hariyanto Dyah Ani Pangastuti Elda Susanti E. B. Dopo Elga Araina Elga Araina Elga Araina Elga Araina Endah Kartika Gita Erdiningsih Erdiningsih Erniaty Evi Triwulandari Fahrina, Ririn Fine Reffiane Fitriyani Fitriyani Gunawan, Yohanes E Hadma Yuliani I Nyoman, Sudyana, Indah Fitriani JHELANG ANNOVASHO Jianneng Deng Jie Huang Kalara Monica Lasmitha Dewi Lesiana LIEN ALINA SUTASURYA Lik Anah M Ghozali Made Dirgantara Mardaya, Mardaya Mauliani, Nina Moh Anang Hermansyah Mohammad Anang Hermansyah Mohammad Rahmadu Muhammad Abrar Muhammad Ghozali Ningsih, Febry Claudia Nuri Astrini O A Syahputra Okta Sulistia Pingping Jiang Pri Ariadi Cahya Dinata Rabiatul Adawiyah rahmi, Ennike nike Rusmulyanti, Ayu Putri Saalon Sinaga Salasiah Salasiah Salasiah Salasiah Santiani Santiani Saritha Kittie Uda Saulim DT Hutahaean Savitri Savitri Shanty Savitri Sitti Minah Sitti Minah Soaloon Sinaga Sri Rohaetin SRI SUDARWATI Suatma Suatma Suhartono Suhartono Sulmin Gumiri Surisman Sumitro Theo Jhoni Hartanto TIEN WIATI SURJONO Tri Ahini Triliyansi Triliyansi Wahyu Supriyati Winarto Winarto Yanti, Rina Yohanes Edy Gunawan Yos Sudarso Yue Wen Yuliana Yuliana Yulianingsih, Kiki Yulintine Yunita Silaban Zhiliang Cao