Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Upaya Pengelolaan TB Paru Kasus Baru dengan Pendekatan Pelayanan Dokter Keluarga pada Pasien Perempuan Usia 65 tahun di Puskesmas Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara Jannah, Jauza Raudhatul; Zara, Noviana; Husna, Cut Asmaul; Sayuti, Muhammad; Fardian, Nur; Fitriani, Julia; Mardiati, Mardiati; Sahputri, Juwita; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabiilah, Anis En
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10017

Abstract

Pasien perempuan berusia 65 tahun mengelukan keluhan sesak nafas. Sesak nafas mulai dirasakan oleh pasien semenjak seminggu yang lalu dan memberat sejak 3 hari yang lalu. Sesak nafas tidak dipengaruhi oleh cuaca, debu, dan tidak disertai sianosis.  Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak yang mulai dirasakan sejak 3 bulan yang lalu dan memberat dalam 1 bulan ini. Pasien juga mengeluhkan demam naik turun, sudah mengalami demam naik turun sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga mengatakan sering keringat malam walaupun cuaca dingin dan tanpa aktifitas selama 5 bulan. Pasien juga mengatakan bahwa terjadi penurunan berat badan yang signifikan sekitar 5 kg dalam 3 bulan ini.  Pasien dibawa ke puskesmas. Selanjutnya dari puskesmas pasien dirujuk ke RSU Cut Mutia untuk mendapatkan pengobatan dan dilakukan pemeriksaan lanjutan Tes Molekuler Cepat (TCM). Setelah itu pasien didiagnosa dengan TB Paru dan diberikan terapi OAT selama 6 bulan. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik serta hasil pemeriksaan penunjang dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk memperbaiki kualitas hidup dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut pada pasien.
Studi Kasus Gizi Buruk dan Stunting pada Anak Usia 14 Bulan di Desa Blang Dalam Baroh Puskesmas Nisam Tahun 2022 Nashirah, Arini; Arif, Muhammad Fathul; Zara, Noviana; Fardian, Nur; Fitriani, Julia; Mardiati, Mardiati; Sayuti, Muhammad; Sahputri, Juwita; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabiilah, Anis En
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 5 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i5.10113

Abstract

Gizi buruk adalah kondisi kekurangan energi dan protein tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menderita sakit yang begitu lama. Gizi buruk umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun (Balita) yang disebabkan oleh banyak faktor. Gambaran dari status gizi buruk yang kronik sejak awal kehidupan dapat menyebabkan stunting. Indonesia merupakan negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar di dunia, sehingga penurunan prevalensi balita stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Faktor kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi menjadi resiko utama terjadinya stunting. Oleh karena itu, dalam upaya penatalaksaan penyakit dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai  tujuan terapi yang maksimal. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang anak balita An. A laki-laki berusia 14 bulan di Desa Blang Dalam Baroh tahun 2022. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien melalui pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk dan stunting ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan tatalaksana secara komprehensif. Dilakukan edukasi dan pemantauan pada anak dan keluarga dengan hasil perbaikan di akhir kunjungan. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 5,5 kg, kunjungan kedua 5,45 kg, kunjungan ketiga 6,85 kg. Kesimpulan studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian gizi buruk dan stunting pada anak tersebut, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pola asuh ibu, ekonomi keluarga, dan kurangnya promosi kesehatan.
Thyroid Storm (Krisis Tiroid) pada Pasien Hipertiroid et causa Graves Disease dengan Kehamilan Debbyousha, Maulina; Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Zara, Noviana; Pohan, Adli Kurniawan
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 2 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2025
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i2.21549

Abstract

Graves Disease (GD) adalah salah satu penyebab utama dari hipertiroidisme dengan persentase hingga 80% dari kasus hipertiroid. Graves Disease paling sering dialami oleh perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Penyebab utama dari GD adalah autoimun, yaitu kondisi dimana sel imun menyerang tiroid sehingga merangsang peningkatan produksi hormon tiroid dengan efek samping membesarnya kelenjar tiroid. Pada kasus ini pasien perempuan usia 30 tahun dikonsulkan dari bagian Obstetri  dengan diagnosis G5A4P0 ke bagian Penyakit Dalam dengan keluhan utama tampak benjolan pada kedua sisi leher. Pasien mengeluhkan adanya benjolan pada leher sejak 6 bulan yang lalu, tidak nyeri, tidak mengganggu jalan napas ataupun menelan, serta membesar perlahan tanpa disadari. Keluhan lainnya adalah jantung berdebar-debar, cemas, sering berkeringat, lemas, mudah lelah, mata terasa nyeri dan terlihat semakin menonjol keluar. Pada pemeriksaan fisik inspeksi tampak adanya pembesaran tiroid bilateral, simetris kiri dan kanan serta bergerak saat refleks menelan. Pada palpasi tidak dijumpai adanya nyeri tekan pada benjolan yang mana konsistensi tiroid kenyal, permukaan rata dan ukuran ± 6 cm. Pada pasien dilakukan pemeriksaan penunjang berupa laboratorium dimana didapatkan hasil berupa penurunan haemoglobin 10.5 g/dL, disertai peningkatan FT4 >100 ng/dL dan penurunan TSH <0.05 IU/mL. Pemeriksaan penunjang lainnya berupa EKG berupa sinus takikardi. Pada pasien ini diberikan penatalaksanaan nonfarmakologi berupa bedrest, diet makan biasa 1500 kkal/hari, pemberian nutrisi parenteral, serta tatalaksana farmakologi pada pasien berupa cairan asering 20tpm, injeksi ceftriaxone 1gr/12 jam, dexamethasone 2.5 mg/12 jam, ranitidine 50 mg/12 jam, PTU serta propanolol. Pasien dengan keluhan dan pemeriksaan tersebut didiagnosis dengan  hipertiroid ec graves disease dan krisis tiroid.
KORELASI DERAJAT OBESITAS DENGAN RISIKO TERJADINYA OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) PADA REMAJA SMA NEGERI DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE 2018 Mauliza, Mauliza; Fardian, Nur; Gunawan, Surya
AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Averrous, Vol.6 : No.1 (Mei, 2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/averrous.v6i1.2664

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan suatu kelainan pernapasan selama tidur yang ditandai dengan obstruksi saluran napas atas parsial atau obstruksi total intermiten yang mengganggu ventilasi dan pola tidur normal. Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan OSA. Obesitas adalah salah satu faktor risiko terjadinya OSA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah korelasi antara derajat obesitas dengan risiko terjadinya obstructive sleep apnea pada remaja SMAN di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi obesitas yang bersekolah di SMAN Kecamatan Banda Sakti dengan jumlah sampel 71 orang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Berlin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil statistik menggunakan uji somersd menunjukkannilai p=0,000 (α=0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah Ho ditolak artinya terdapat korelasi antara derajat obesitas dengan risiko terjadinya obstructive sleep apnea pada remaja SMAN di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Edukasi Pola Hidup Sehat dan Bugar di Bulan Suci Ramadhan Bagi Mahasiswa dan Anak Kos Menggunakan Panduan Gizi Seimbang Fardian, Nur; Maulina Debbyousha; Nora Maulina; Meutia Maulina; Rahmi Inayati; Baluqia Iskandar Putri; Adi Rizka; Cut Khairunnisa
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15259326

Abstract

Kehidupan sebagai mahasiswa dan tinggal jauh dari orang tua sering mengakibatkan banyak individu tidak memperhatikan pola hidup sehat. Individu cenderung tidak memperhatikan jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi, pola hidup dengan kebiasaan begadang juga banyak dipraktekkan oleh para mahasiswa. Terlebih saat bulan Ramadhan, setiap mahasiswa sering mengkonsumsi makanan yang dijual oleh penjaja makanan musiman yang belum jelas kadar nutrisi dan bebas dari kuman berbahaya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pola hidup sehat bagi mahasiswa yang hidup sebagai anak kos selama bulan puasa. Kegiatan ini dilakukan secara online dengan menggunakan zoom meeting dengan di hadiri oleh 75 peserta. Metode penyampaian edukasi menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pola hidup sehat saat bulan suci Ramadhan. Diharapkan setelah kegiatan ini peserta dapat melakukan praktik pola hidup sehat dalam kehidupanya sehari-hari, baik saat bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan terutama bagi mahasiswa yang tidak tinggal bersama orang tua atau anak kos.
Studi Kasus Gizi Buruk pada Anak Usia 35 Bulan di Desa Keude Krueng Puskesmas Kuta Makmur Tahun 2023 Siregar, Wina Yunida M; Putri, Narisha Amelia; Septina, Viola; Zara, Noviana; Fardian, Nur; Mardiati, Mardiati; Fitriani, Julia; Maulina, Meutia; Husna, Cut Asmaul; Debbyosha, Maulina
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 3 (2024): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Juni 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i3.10052

Abstract

Gizi buruk pada balita adalah keadaan darurat medis dengan risiko terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak, bahkan kematian. Anak-anak berpotensi menderita gangguan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Di Indonesia, gizi buruk masih menjadi beban tersendiri, dengan jumlah balita dengan Z-score <2 SD masih sebesar 17.7%, menurut data Riskesdas 2018. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian gizi buruk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus terhadap seorang balita berusia 29 bulan di desa Keude Krueng tahun 2023. Studi kasus ini dilakukan dengan cara observasi pasien selama 4 minggu dengan pendekatan home visit. Diagnosis gizi buruk ditegakkan berdasarkan pedoman nasional Permenkes RI no 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Setelah diagnosis ditegakkan pasien diberikan edukasi, pemberian makanan F100  dan dilakukan pengamatan pertumbuhannya serta dianalisis faktor-faktor yang berperan terhadap masalah pasien. Pada kunjungan pertama didapatkan BB pasien 8,5 kg. Kesimpulan studi ini didapatkan beberapa determinan gizi buruk pada pasien usia 35 bulan diantaranya, ekonomi keluarga, pendidikan ibu, Infeksi, perilaku dan jumlah anggota keluarga.
Home Visite pada Penderita Epilepsi Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Fonna, Tischa Rahayu; Fardian, Nur; Putri, Baluqia Iskandar; Musfira, Suherna; Fitriany, Julia
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13375

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu masalah kesehatan yang menonjol di masyarakat, karena permasalahan tidak hanya dari segi medik tetapi juga sosial dan ekonomi yang menimpa penderita maupun keluarganya. Dalam kehidupan sehari-hari, epilepsi merupakan stigma bagi masyarakat. Mereka cenderung untuk menjauhi penderita epilepsi. Bagi orang awam, epilepsi dianggap sebagai penyakit menular (melalui buih yang keluar dari mulut), penyakit keturunan, menakutkan dan memalukan. Metode kualitatif dengan anamnesis mendalam dilakukan mulai dari home visite, anamnesis, pemeriksaan fisik dan edukasi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pasien mengenai penyakitnya. Pasien sudah menderita epilepsi sejak 23 tahun karena pengetahuan yang rendah memilih untuk berobat ke dukun, tetapi 5 tahun terakhir ini sudah rutin ke dokter dan mengalami penurunan intensitas kejang. Dirawat oleh ibunya yang mengalami katarak 2 tahun terakhir ini sehingga diperlukan pemantauan langsung oleh pihak puskesmas secara berkala. Tidak rutin minum obat, kecapean, dan stress akan berdampak pada kejang vberulang sehingga epilepsi menjadi tidak terkontrol.
Analisis Terapan Persetujuan Tindakan Medik Pada Pasien Anak dan Dewasa di RSU Cut Mutia Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur; Mauliza, Mauliza; Rizaldy, Muhammad Bayu
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20236

Abstract

Medical approval is part of the therapeutic agreement that occurs between doctors and patients. Approval of medical procedures is carried out on high-risk medical procedures by doctors such as surgery and anesthesia. After both parties agree, the approval of medical action must be signed by both parties, both doctors and patients. This study aims to analyze the implementation of medical action approval carried out at RSU Cut Mutia, North Aceh Regency. This study involved 30 participants who conducted indept interviews, and the data was analyzed qualitatively. The results of the study found four themes in the application of medical action approval at RSU Cut Mutia, namely: The level of understanding and knowledge that is lacking on the part of patients and their families, the use of medical language or terms by doctors, the clarity of information provided by doctors, the absence of witnesses from the patient in signing medical action approvals.
Relationship between nutritional status and bronchopneumonia incidence in toddlers at Cut Meutia Hospital North Aceh Kenedi, Tasya Eka Putri; Khairunnisa, Cut; Fardian, Nur
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/k3k1nm13

Abstract

Bronchopneumonia is an inflammation of the lung parenchyma that extends to the bronchioles. This condition occurs due to infection that spreads directly through the respiratory tract or bloodstream, causing the accumulation of inflammatory exudate in and around the alveoli that interferes with normal gas exchange and has the potential to trigger serious respiratory disorders. In Indonesia, in 2022, bronchopneumonia was recorded as the leading cause of death for toddlers aged 12-59 months. Risk factors such as nutritional status are known to play an important role in the increasing incidence and mortality due to bronchopneumonia. This study aims to analyze the relationship between nutritional status and the incidence of bronchopneumonia in toddlers at the Cut Meutia Hospital, North Aceh in 2023-2024. This study is an observational analytical study with a cross-sectional design. Data were obtained from medical records of 65 toddlers with bronchopneumonia collected using the total sampling technique. The results of this study showed that the majority of sufferers were female, with a median age of toddlers with bronchopneumonia being 16 months. The median weight of toddlers was 8,6 kg and the average height reached 73,37 cm. Most toddlers affected by bronchopneumonia had good nutritional status and mild disease severity. Statistical analysis using the Chi-Square test showed a p value <0,05, indicating a significant relationship between nutritional status and the incidence of bronchopneumonia in toddlers at the Cut Meutia Hospital, North Aceh in 2023-2024. The results of this study indicate that monitoring nutritional status in toddlers is very important to reduce the severity of bronchopneumonia. Therefore, health intervention programs, such as nutritional education for parents and the provision of balanced nutritious food, need to be intensified to reduce the severity of bronchopneumonia.
Pengaruh Media Audioviosual terhadap Pengetahuan Remaja Putri mengenai Anemia di SMPN 11 Kota Lhokseumawe Noviana Zara; Ariba Nadiva Ayk, Dara; Zubir, Zubir; Asmaul Husna, Cut; Maulina, Meutia; Mardiati, Mardiati; Fardian, Nur
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.24373

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang banyak dialami remaja putri. Berdasarkan data WHO tahun 2023 prevalensi anemia mencapai 30,7%, sedangkan di Asia Tenggara prevalensinya < 25% dan di beberapa negara tersebut mencapai 50% termasuk Indonesia. Data riskesdas tahun 2018 mencatat prevalensi anemia di Indonesia sebesar 32%, sedangkan di Provinsi Aceh lebih tinggi yaitu 36,93%. Dinas Kesehatan kota Lhokseumawe melaporkan prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 18,52% dengan angka tertinggi berada di SMP Kecamatan Blang Mangat yaitu 61,81%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri mengenai anemia di SMPN 11 Kota Lhokseumawe yang berada di wilayah angka kasus tertinggi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen tipe one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 75 orang dengan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 13-14 tahun (82,7%) dan sebagian besar berada di kelas VII (54,7%). Sebelum intervensi, sebagian besar berpengetahuan sangat baik, namun sekitar seperempat dari populasi masih berpengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi media audiovisual, pengetahuan meningkat signifikan dengan nilai p <,001. Kesimpulan penelitian adalah media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di SMPN 11 Kota Lhokseumawe.