Claim Missing Document
Check
Articles

Tanggapan Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. ) terhadap Variasi Iklim Benny W.P.; Eka Tarwaca Susila Putra; Supriyanta Supriyanta
Vegetalika Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.204 KB) | DOI: 10.22146/veg.23941

Abstract

Unsur iklim meliputi curah hujan, radiasi matahari, suhu udara dan kelembapan udara sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tandan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh individual maupun kombinasi dari variasi unsur tersebut terhadap produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) maupun rendemen minyak kelapa sawit dan menentukan pola hubungan di antara variasi unsur iklim tersebut dengan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan rendemen minyak kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kebun Kelapa Sawit milik PT Asian Agri wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, dengan pengumpulan data sekunder tahun 2005-2012 dari salah satu afdeling di wilayah perkebunan yang ada di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi yang  meliputi curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, dan radiasi matahari, produksi Tandan Buah Segar (TBS), rendemen minyak kelapa sawit, dan kadar free fatic acid (FFA) dalam crude palm oil (CPO). Data primer yang dikoleksi adalah data analisis jaringan tanaman (khususnya organ daun) dan data analisis kadar minyak sawit dalam buah. Percobaan disusun dalam rancangan tersarang (nested design), dengan masing-masing kebun bertindak sebagai sarangnya. Setiap kebun selanjutnya dibagi menjadi 3 blok, dan data sekunder maupun primer dikoleksi dari sampel yang diambil di masing-masing blok. Analisis yang digunakan dalam percobaan ini adalah analisis varian pada level 5% dan bila terdapat beda nyata pada variabel dilanjutkan dengan analisis korelasi dan regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, komponen unsur iklim yang menjadi faktor pembatas adalah curah hujan yang memiliki persamaan regresi  y = -0.007x + 3.168 di Kebun Aek Kuo, kelembapan udara (RH) yang memiliki persamaan regresi  y = 0.039x + 16.43 di Kebun  Rantau Baru, dan suhu udara yang memiliki persamaan regresi  y = 0.250x - 5.129 di Kebun Tungkal Ulu.
Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Tiga Kultivar Sorgum (Sorghum bicolor L.) Moench ) pada Tiga Stadium Perkembangan Agroforestri di Kabupaten Gunung Kidul Pradina Yenny Novitasari; Eka Tarwaca Susila Putra; Rohlan Rogomulyo
Vegetalika Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.323 KB) | DOI: 10.22146/veg.25350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan, perkembangan dan kapasitas produksi biomassa tiga kultivar sorgum di bawah tegakan pohon dalam sistem agroforestri stadium awal, pertengahan dan lanjut di zona Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dua faktor dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah kultivar sorgum, sebanyak tiga kultivar yaitu Manis, CTY dan Numbu. Faktor kedua adalah fase perkembangan agroforestri yaitu awal dengan naungan 0 – 25%, pertengahan dengan naungan 25 – 50% dan lanjut dengan naungan lebih dari 50%. Variabel yang diamati meliputi karakter mikroklimat di lokasi penelitian, aktivitas fisiologis, analisis pertumbuhan dan produksi bi3ssa. Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%,dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa aktivitas pertumbuhan dan perkembangan serta kapasitas produksi biomassa sorgum manis setara dengan sorgum kultivar CTY dan Numbu. Tanaman sorgum direkomendasikan untuk diintroduksikan pada kawasan agroforestiy fase awal, namun tidak direkomendasikan untuk dibudidayakan di kawasan agroforestri fase pertengahan dan lanjut karena terjadinya penurunan aktivitas pertumbuhan dan perkembangan serta kapasitas produksi biomassa secara nyata akibat rendahnya intensitas radiasi matahari yang menjangkau permukaan lahan di kedua kawasan tersebut.
Pengaruh Pemberian Magnesium, Boron dan Silikon terhadap Aktivitas Fisiologis, Kekuatan Struktural Jaringan Buah dan Hasil Pisang (Musa acuminata) “Raja Bulu” Benediktus Dimas Surya Wirawan; Eka Tarwaca Susila Putra; Prapto Yudono
Vegetalika Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.067 KB) | DOI: 10.22146/veg.25675

Abstract

Pisang merupakan tanaman pangan terpenting ke-4 di dunia yang buahnya banyak dikonsumsi oleh penduduk wilayah tropis dan subtropis sebagai makanan pokok. Salah satu jenis pisang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi ekspor adalah pisang Raja Bulu. Masalah terbesar yang dihadapi pisang raja bulu adalah sifatnya yang mudah rusak dan mudah busuk sebagai akibat dari proses metabolisme yang tetap berlangsung setelah pemanenan sehingga kualitas buah akan menurun selama penyimpanan. Buah pisang yang memiliki sifat fisik menarik jauh lebih banyak diminati dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini dilakukan dalam upaya perbaikan hasil dan sifat fisik buah pisang raja bulu. Penelitian dilaksanakan pada September 2014 – Juni 2015 dengan menggunakan lahan petani sebanyak 3 lokasi dengan status kepemilikan berbeda pada sentra buah pisang di Daerah Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DIY. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), perbedaan lokasi merupakan kelompok. Perlakuan yang digunakan yaitu perbedaan paket campuran pemupukan antara Mg, B, dan Si dengan 4 aras perlakuan yaitu kontrol, taraf 1 (0,34 % Mg2+, 0,05 % B(OH)3, 0,04 % SiO2), taraf 2 (0,68 % Mg2+, 0,10 % B(OH)3, 0,08 % SiO2), dan taraf 3 (1,01 % Mg2+, 0,16 % B(OH)3, 0,13 % SiO2). Hasil pengamatan lingkungan pada lokasi penelitian menunjukkan kondisi yang sesuai dengan batas syarat tumbuh tanaman pisang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan paket pupuk dapat meningkatkan kandungan hara N, P, K, Ca dan Mg, kandungan klorofil, kandungan pektin, lignin, dan selulosa pada kulit buah, ketebalan dinding sel, ketebalan dinding fiber, diameter xylem, dan diameter floem pada jaringan kulit buah. Penambahan paket pupuk juga menyebabkan susunan sel lebih kompak dan isi sel lebih masif sehingga buah menjadi lebih keras.
Pengaruh Agensia Bermanfaat dan Paket Pemupukan Magnesium, Boron dan Silikon terhadap Hasil dan Kualitas Buah Pisang Mas (Musa acuminata L.) Ramot Christian; Eka Tarwaca Susila Putra; Siti Subandiyah
Vegetalika Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.101 KB) | DOI: 10.22146/veg.25683

Abstract

Penelitian bertujuan untuk 1) menentukan ada atau tidaknya pengaruh interaksi aplikasi agensia bermanfaat dengan paket pemupukan Mg, B, dan Si terhadap hasil dan kualitas buah pisang mas, dan 2) menentukan kombinasi terbaik antara faktor agensia bermanfaat dan paket pemupukan Mg, B, dan Si yang mampu memaksimalkan hasil dan kualitas buah pisang mas. Penelitian di lapangan dilaksanakan pada Mei 2015 – April 2016, dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dua faktor dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama berupa aplikasi agensia bermanfaat dijadikan sebagai petak utama, sementara itu faktor kedua berupa aplikasi pemupukan Mg, B, dan Si dijadikan sebagai anak petak.Faktor agensia bermanfaat terdiri atas empat taraf yakni 1) Trichoderma sp., 2) Trichoderma sp. + mikoriza, 3) Trichoderma sp. + molass, 4) Trichoderma sp. + mikoriza + molass, 5) Tanpa aplikasi agensia bermanfaat. Kemudian faktor aplikasi paket pemupukan Mg, B, dan Si terdiri atas dua taraf yakni 1) 60 g/tanaman Mg + 2,12 g/tanaman B + 0,92 g/tanaman Si, 2) Tanpa aplikasi paket pemupukan Mg, B, dan Si. Variabel utama yang diamati meliputi karakter fisiologis, karakter anatomi, dan komponen hasil pada buah pisang mas. Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5% dan berikutnya diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) apabila terdapat beda signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa terdapat pengaruh interaksi antara faktor agensia bermanfaat dengan paket pupuk Mg, B, dan Si pada variabel kandungan pektin, lignin, selulosa, ketebalan dinding sel, diameter floem, dan diameter xilem kulit buah pisang mas. Kemudian kuantitas hasil dan komponen hasil pisang mas tidak dipengaruhi oleh interaksi antara faktor agensia bermanfaat dengan paket pupuk Mg, B, dan Si, maupun pengaruh individual dari kedua faktor tersebut. Sementara itu kualitas hasil pisang mas yang diindikasikan oleh variabel kekerasan kulit jari buah menjadi lebih baik akibat perlakuan paket pupuk Mg, B, dan Si, namun tidak dipengaruhi oleh macam agensia bermanfaat.
Pengaruh Konsentrasi Selenium pada berbagai Fase Pertumbuhan Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Sistem Hidroponik terhadap Kandungan Likopen Buah Sarlin Kusumaningrum; Eka Tarwaca Susila Putra; Sriyanto Waluyo
Vegetalika Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.864 KB) | DOI: 10.22146/veg.25685

Abstract

Kebutuhan pangan fungsional diprediksikan meningkat beberapa tahun kedepan, sehingga perlu dilakukan upaya produksi untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Salah satu teknologi budidaya pangan fungsional yang dapat dikembangkan adalah produksi tomat berkadar antioksidan tinggi secara hidroponik melalui pengayaan selenium (Se) pada larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi dan waktu aplikasi pemberian Se yang optimal bagi tanaman tomat sehingga didapatkan buah dengan kandungan likopen tinggi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Desember 2015-April 2016. Penelitian lapangandisusun dalam rancangan acak kelompok lengkap faktorial (3 x 3 + 1) dengan faktor pertama berupa konsentrasi pangayaan Se yang terdiri dari 3 aras yaitu 0,5 mg L-1, 1,0 mg L-1, dan 1,5 mg L-1, dan faktor kedua berupa waktu pemberian Se yang terdiri dari 3 waktu yaitu fase vegetatif, generatif, serta sepanjang siklus hidup tanaman. Sebagai kontrol digunakan tanaman tomat yang tidak diberi Se. Variabel yang diamati meliputi kondisi iklim mikro, karakter larutan nutrisi, aktivitas fisiologis, karakter pertumbuhan, hasil, dan kandungan likopen buah tomat. Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada level 5%. Jika terdapat interaksi antar faktor, maka dilakukan uji lanjut pengaruh sederhana. Apabila tidak ada interaksi antar faktor, maka faktor pertama di uji polinomial ortogonal, sedangkan faktor kedua dilakukan uji beda nyata terkecil fisher. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa pengayaan Se secara nyata meningkatkan konsentrasi Se dalam jaringan daun hingga 1,16 mg L-1, ketika diberikan pada fase generatif. Konsentrasi Se daun yang meningkat mampu berkontribusi terhadap kenaikan kandungan air nisbi, memperlebar bukaan stomata, kenaikan jumlah stomata, penurunan kandungan CO2 internal daun, dan kenaikan bobot kering total. Pengayaan Se saat fase generatif dengan konsentrasi 0,50-1,16 mg L-1 mampu meningkatkan akumulasi Se pada buah, meningkatkan sintesis likopen, peningkatan kandungan vitamin C, serta adanya peningkatan kekerasan buah sehingga layak digunakan sebagai sumber pangan fungsional tanpa mengurangi hasil buah segar per tanaman.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Hidroponik Agregat terhadap Produksi Benih G0 Tiga Kultivar Kentang (Solanum tuberosum L.) Lilis Suryani; Eka Tarwaca Susila Putra; Meksy Dianawati
Vegetalika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.622 KB) | DOI: 10.22146/veg.26166

Abstract

Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh komposisi media tanam hidroponik agregat terhadap jumlah umbi G0 yang dihasilkan oleh tiga kultivar kentang, dan 2) menentukan komposisi media tanam terbaik untuk masing-masing kultivar. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca PD Jaya Mandiri Farm dan Laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat pada bulan Mei sampai September 2016. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kultivar kentang, terdiri dari tiga kultivar yaitu Granola Lembang, Granola Kembang, dan Median. Sedangkan faktor kedua adalah komposisi media tanam, terdiri dari empat komposisi yaitu sekam bakar 100%, sekam bakar limbah biogas 1:1, sekam bakar limbah biogas 2:1, dan sekam bakar limbah biogas 3:1. Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%, dilakukan uji lanjut HSD-Tukey dan korelasi. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa jumlah umbi benih G0 yang dihasilkan per tanaman kentang pada setiap kultivar dipengaruhi oleh interaksi antara komposisi media dengan kultivar. Komposisi media tanam terbaik untuk Granola Lembang adalah media yang diperkaya dengan limbah biogas padat dengan proporsi ¼ bagian karena memperbanyak jumlah umbi benih G0 yang dihasilkan per tanaman. Sedangkan komposisi media tanam terbaik untuk Granola Kembang adalah media yang diperkaya dengan limbah biogas padat dengan proporsi 1/3 bagian karena memperbanyak jumlah umbi benih G0 yang dihasilkan per tanaman. Media tanam berupa sekam bakar saja cukup ideal bagi media karena jumlah umbi benih G0 yang dihasilkan sudah cukup banyak.Kata kunci: media hidroponik agregat, kultivar kentang, umbi benih G0
Pengaruh Konsentrasi Pyraclostrobin terhadap Kandungan Protein, Lemak dan Fenolik Total Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Klon ICCRI 04 dan Scavina 6 Ratnasani Ambarwati Siniwi; Eka Tarwaca Susila Putra; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.611 KB) | DOI: 10.22146/veg.26169

Abstract

Produksi dan kualitas kakao di Indonesia saat ini mengalami penurunan karena serangan hama Phytophtora palmivora. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan aplikasi fungisida berbahan aktif pyraclostrobin sebagai penanganan penyakit oleh Phytophtora palmivora sekaligus sebagai Plant Growth Reguator. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pyraclostrobin yang optimum dalam perbaikan kandungan protein, lemak, dan fenolik total biji kakao pada setiap set penelitian  klon ICCRI 04 dan klon Scavina 6. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Satu set percobaan diperlakukan konsentrasi pyraclostrobin dan diaplikasikan pada dua macam klon kakao asal SE yaitu ICCRI 04 dan Scavina 6 secara terpisah. Adapun konsentrasi pyraclostrobin yang diuji pada penelitian ini adalah 0, 63, dan 126 ppm. Penyemprotan pyraclostrobin dilakukan sebanyak empat kali, yaitu 1) saat terbentuknya primordia bunga, 2) saat bunga memasuki fase anthesis pada hari ke-21, 3) saat terbentuknya pentil kakao pada hari ke-50, dan 4) saat hari ke-75 setelah pembungaan.  Data yang diperoleh dianalisis varian (ANOVA) pada taraf kepercayaan  95%, dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) jika hasil analisis varian menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. Konsentrasi pyraclostrobin yang optimal untuk perbaikan kualitas biji kakao (dengan indikasi berupa kenaikan konsentrasi, protein, lemak, dan fenolitk total) serta hubungan antar variabel pengamatan ditentukan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa kenaikan konsentrasi pyraclostrobin yang diberikan pada tanaman kakao klon ICCRI 04 sampai dengan 126 ppm secara nyata meningkatkan aktivitas nitrat reduktase serta kandungan protein dan lemak dalam biji. Sedangkan kenaikan konsentrasi pyraclostrobin sampai dengan 126 ppm pada klon Scavina 6 tidak memberikan perbaikan terhadap indikator kualitas biji kakao yaitu kandungan protein, lemak, dan fenolik total biji kakao.  
Pengaruh Pengayaan Oksigen dan Kalsium terhadap Pertumbuhan Akar dan Hasil Selada Keriting (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Rakit Apung Brian Krisna; Eka Eka Tarwaca Susila Putra; Rohlan Rogomulyo; Dody Kastono
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.175 KB) | DOI: 10.22146/veg.30900

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengkayaan oksigen (O2) dankalsium (Ca) dalam larutan nutrisi hidroponik rakit apung terhadap pertumbuhan akar, hasil dan serapan Ca selada keriting. Penelitian dilaksanakan di Rumah KacaDepartemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yangterletak di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Propinsi D.I. Yogyakarta, padabulan April-Juni 2016. Percobaan lapangan disusun dalam Rancangan Acak KelompokLengkap (RAKL) faktorial dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalahvariasi tekanan aerasi dalam larutan nutrisi yang meliputi 0 mPa (V1), 0,012 mPa (V2),0,006 mPa (V3), dan 0,003 mPa (V4). Faktor kedua adalah dosis Ca dalam larutannutrisi, meliputi 0 ppm (Ca0), 200 ppm (Ca1), 400 ppm (Ca2), dan 600 ppm (Ca3).Variabel yang diamati meliputi karakter iklim mikro dalam rumah kaca, karakter kimiawilarutan nutrisi, karakter perakaran, dan hasil selada keriting. Data yang telah diperolehselanjutnya dianalisis varian (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, dandilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat beda nyataantar perlakuan. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa karakter perakaranselada keriting yang ditanam secara hidroponik rakit apung menjadi lebih baik jikadilakukan pengayaan oksigen dan kalsium pada larutan nutrisinya, masing-masingsampai dengan tekanan aerasi 0,012 mPa dan konsentrasi 600 ppm. Indikasinyaadalah terjadi kenaikan panjang dan luas permukaan total akar, pada tanaman seladakeriting yang diberi tekanan aerasi 0,012 mPa dan kalsium 600 ppm. Pengayaankalsium sampai dengan 600 ppm secara nyata juga meningkatkan bobot segar dankering tajuk selada keriting. Sedangkan pemberian tekanan aerasi sampai dengan0,012 mPa secara nyata meningkatkan bobot segar dan kering total selada keriting.Konsentrasi kalsium dalam jaringan selada keriting mencapai maksimal pada kalsium600 ppm, yang dikombinasikan dengan tekanan aerasi 0,012 mPa. Serapan kalsiumdipengaruhi secara individual oleh masing-masing faktor, mencapai maksimal padatanaman selada keriting yang diberi tekanan aerasi 0,012 mPa atau kalsium 600 ppm.
Pengaruh Konsentrasi Besi dan Tekanan Aerasi terhadap Pertumbuhan Tajuk dan Hasil Sawi Hijau (Brassica Juncea (L.) Czern) pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Okti Wulandari; Didik Indradewa; Eka Tarwaca Susila Putra
Vegetalika Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.487 KB) | DOI: 10.22146/veg.30916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi besi dan tekananaerasi larutan nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan tajuk, hasil, dan kadar Fe sawihijau serta menentukan konsentrasi besi dan tekanan aerasi larutan nutrisi hidroponik rakit apung yang optimal untuk memaksimalkan pertumbuhan tajuk, hasil, kadar Fesawi hijau. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Departemen Ilmu Tanah, FakultasPertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April sampai Mei 2014.Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan petak belah. Faktor tekanan aerasisebagai petak utama yaitu 0 mP; 0,03 mPa; 0,006 mPa; dan 0,012 mPa. Faktorkonsentrasi Fe sebagai anak petak meliputi 0 ppm, 3 ppm, 6 ppm, dan 9 ppm. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara konsentrasi besi dantekanan aerasi terhadap hampir semua variabel pengamatan. Perlakuan tekananaerasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tajuk, hasil, dan kadar Fe sawihijau. Hal ini dipengaruhi oleh kedalaman larutan nutrisi hidroponik yang relatifdangkal, sehingga konsentrasi oksigen terlarut yang terukur cukup tinggi di semualevel perlakuan tekanan aerasi. Perlakuan konsentrasi Fe 0 ppm menyebabkanpertumbuhan tajuk sawi terhambat, sehingga menyebabkan kematian sawi hijau.Perlakuan konsentrasi Fe 3 ppm memiliki pertumbuhan tajuk dan hasil yang samabaiknya dengan perlakuan konsentrasi 6 ppm dan 9 ppm. Peningkatan konsentrasi Fesampai 9 ppm dapat meningkatkan kadar Fe dalam jaringan sawi hijau dan serapanFe.
Pengaruh Waktu Aplikasi Pyraclostrobin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Ayu Ainullah Muryasani; Endang Sulistyaningsih; Eka Tarwaca Susila Putra
Vegetalika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.835 KB) | DOI: 10.22146/veg.33518

Abstract

Pemberian pyraclostrobin yang merupakan fungisida dari jenis strobilurin memiliki kemampuan untuk memacu sintesis prekursor IAA yaitu L-tryptopha yang dapat memicu pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu aplikasi pyraclostrobin terbaik terhadap pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai (Capsicum annuum L.). Penelitian dilakukan di Balai Pengembangan Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ngipiksari, Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari-Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 1 faktor dan 4 blok. Aras faktor ini terdiri dari lima perlakuan yaitu pemberian pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media, pyraclostrobin pada bibit, pyraclostrobin pada tanaman di lapangan dan tanpa perlakuan. Pada perlakuan pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media dan pyraclostrobin pada bibit dilakukan penyemprotan di lapangan saat 30 hspt, 60 hspt dan 90 hspt dengan dosis 1 kg/ha, Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) taraf kepercayaan 95% dan diuji lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian memberikan informasi bahwa perlakuan pyraclostrobin pada benih, pyraclostrobin pada media, pyraclostrobin pada bibit dan perlakuan pyraclostrobin pada tanaman di lapangan dengan dosis 1 kg/ha pyraclostrobin sebanyak 3 kali penyemprotan di lapangan saat 30, 60 dan 90 hspt tidak meningkatkan pertumbuhan, hasil dan kesehatan tanaman cabai. Perlakuan pyraclostrobin pada bibit dapat menjadi rekomendasi untuk budidaya tanaman cabai, karena pertumbuhan buah yang lebih cepat waktu panen lebih awal dengan bobot segar buah yang lebih besar, sehingga dapat memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh penghasilan lebih banyak.
Co-Authors Aditya Herwin Dwiputra Ageng Kaloko Alam, Taufan Aldy Slamet Riyadi Alpandari, Heny Andi Nur Cahyo Anggraeni Marganingsih Annisa Khoiriyah Aprilia Ike Nurmalasari Arief Rahman Arizal Nur Hardiansyah Aryo Wijayanto Ayu Ainullah Muryasani Bambang Suwignyo Benediktus Dimas Surya Wirawan Benito Heru Purwanto Benny W.P. Brian Krisna BUDI SETIADI DARYONO Budiastuti Kurniasih Cahyo Wulandari Canggih Nailil Maghfiroh Deborah Gita Sakinah Dewa, Didik Indra Dewi, Fransisca Christiana DIAH RACHMAWATI Didik Indra Dewa Didik Indra Dewa Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Dody Kastono Dwi Nur Shinta Febriani Dyah Weny Respatie Eka Listia Eko Hanudin Eko Hanudin Eko Hanudin Endang Sulistyaningsih Farrasati, Rana Garusti, Garusti Hutagalung, St Novella Angelica Ika Betty Widyastuti Ika Betty Widyastuti Ika Irmayanti JAKA WIDADA Kaloko, Ageng Kartikawati, Rina Khairi, Alfassabiq Kurniasih, Budiastuti Lilis Suryani Lubis, Sutan Tarmizi Maghfiroh, Canggih Nailil Meksy Dianawati Melisa Melisa Muchammad Ambar Huda Muhdan Syarovy Nasrudin Nasrudin Novi Yulanda Sari Nurwita, Ardian Nuzul Hijri Darlan Okti Wulandari Pradiko, Iput Pradina Yenny Novitasari Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Prapto Yudono Prasetiyanto, Lukas Priyo Prianto, Sukirno Dwiasmoro Priyono Suryanto Purnomo Purnomo Putra, Sukmana Siswandana R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Ramces Sitohang Ramot Christian Ratnasani Ambarwati Siniwi Resti Utari Wahyudi Riyadi, Aldy Slamet Roberdi, Roberdi Rohlan Rogomulyo Rohman, Randi Abdur Rudi Hari Murti Ruslan Boy Sarlin Kusumaningrum Satiti Ratnasari Sigit Dwi Maryanto Silmia, Betha Siti Nurul Rofiqo Irwan Siti Subandiyah Sri Dewi HS, Endang Sri Trisnowati Sriyanto Waluyo Sriyanto Waluyo Sujadi Sujadi Sumaryanto Sumaryanto, Sumaryanto Supriyanta Supriyanta Suryana Riski Siregar Syarif, Afiya Nadhifah Thirafi, Dhaffa Agung Tohari Tohari Tohari Tohari Tony Liwang Toyip Toyip, Toyip Tri Rini Nuringtyas Tri Utami Utomo, Condro Valentina Dwi Suci Handayani Widyastuti, Ika Betty