Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Tahsin dan Tahfizh Mahasiswa Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) Sugilar, Hamdan; Dedih, Ujang; Anwar, Cecep; Darmalaksana, Wahyudin
Jurnal al-Thullab Vol 5, No 1 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v5i1.7244

Abstract

The development of human character and personality, especially students, is one of them through the tahsin and tahfizh programs. This study aims to find out how the tahsin and tahfizh unit program and the ability of tahsin, tahfizh students majoring in Mathematics and Natural Sciences and Islamic Education. This research method is a qualitative descriptive study with the subject of 2015 student research majoring in PAI and MIPA tarbiyah and teacher training faculties in one of the in a college in the city of Bandung.. The results of the research show that the activities of tahsin and tahfizh are managed by the tahsin and tahfizh units of the faculty by involving supervisors and examiners of tahsin and tahfizh, the ability of tahsin and tahfizh of PAI and MIPA students in the good category with an average of 83.51 and tahfizh 84, 16 Students really respond to the existence of the units of tahsin and tahfizh and do not object to the obligation to memorize juz 30 as a condition of the munaqosah exam.Pengembangan karakter dan kepribadian manusia khususnya mahasiswa, salah satunya melalui program tahsin dan tahfizh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program unit tahsin dan tahfizh dan kemampuan tahsin, tahfizh mahasiswa jurusan MIPA dan PAI. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa angkatan 2015 jurusan PAI dan MIPA fakultas tarbiyah dan keguruan salah satu perguruan tinggi di Bandung. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tahsin dan tahfizh dikelola oleh unit tahsin dan tahfizh fakultas dengan melibatkan dosen pembimbing dan penguji tahsin dan tahfizh, kemampaun tahsin dan tahfizh mahasiswa jurusan PAI dan MIPA pada kategori baik dengan rata-rata tahsin 83,51 dan tahfizh 84,16. Mahasiswa sangat merespon adanya unit tahsin dan tahfizh dan tidak keberatan dengan kewajiban menghapal juz 30 sebagai syarat sidang munaqosah.
Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Ii Wartini; Hilman Mangkuwibawa; Cecep Anwar
Al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education Vol 1, No 2 (2018): al-Aulad: Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-aulad.v1i2.3519

Abstract

This research was conducted to determine students 'understanding before using problem solving methods, application of problem solving methods in the process of learning mathematics, and students' understanding after using problem solving methods in the fourth grade mathematics subjects. The method used is classroom action research. The research design consists of 2 cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques in this study use tests, observation, interviews and documentation studies. Quantitative data analysis uses statistical approaches and qualitative data using a logical approach. The results of data analysis given student learning before using the problem solving method an average score of 66.5 and classical learning completeness only reaches 45.40%. Teacher activity in cycle 1 experienced 69.45% in the medium category. Add cycle 2 to 85.25% in good category. When students learn cycle activities 1 to 64.80% in the medium category. Add 2 to 81.30% of cycles with good categories.   Based on result of data analysis obtained the result of student’s understanding of learning cycle 1 an 77.70 with the percentage of classical completeness 68.10%. The increase in cycle 2 was an average value of 87.10 with a percentage classical completeness percentage of 90.90%.
Madrasa and Its Development in Nigeria Abdullahi Ibrahim Sani; Cecep Anwar
Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v6i2.9750

Abstract

This study aims to describe the development of madrasa education system in African continent. It also explores the development of madrasa in Taraba State, Nigeria. This research used a descriptive method. The results showed that in African continent, madrasa institutions had their historical developments, financial support and how British colonial influenced their development. In Nigeria, madrasa institutions have had similar developments with their counterparts from other countries in the African continent. British colonialism has reduced the supremacy of madrasa in terms of financial and managerial capacity. In Taraba State, Nigeria, there are several different forms of traditional non-formal Islamic education. Their forms include madrasa qur'anic college with the evolutionary development around Alaramma; madrasa whose mobility is limited; and Islamic school. The three educational institutions are recognized by the government and they have experienced modernization in terms of their management for the Qur'an program and their Western infrastructure use. 
Deradikalisasi Remaja dan Perspektif Mereka terhadap Radikalisme Cecep Anwar; Ujang Dedih
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v6i2.14770

Abstract

Radical actions can be carried out by various community groups, especially those with low religious and national understanding. The purpose of this study was to examine how the program and the results of the program of Islamic Spiritual Organizations at SMK in an effort to deradicalize, and how the results of student understanding related to radicalism. The methodology used is descriptive-qualitative method, which is trying to obtain a factual picture of the implementation of Islamic Spiritual activities at SMK and MA in Sukabumi. Subject Students are members of Rohis at SMK and MA in Sukabumi Regency. One IT Vocational High School in Sukabumi Regency and one private MA in Sukabumi were selected. The technique of collecting data through observation, interviews, and distributing questionnaires, obtained 31 respondents who filled out the questionnaire. The results showed that there were no seminars related to the theme of deradicalization, the Rohis program was only routine religious activities, such as recitations, celebrations of religious holidays and regular studies so that all respondents needed an understanding of deradicalization in order to stay away from radicalism. What is wrong regarding radicals is definitely terrorists even though that is not the case, students only know that there is intolerance, ethnicity, religion, and race issues between groups as triggers for radical actions. Tindakan radikal bisa dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, terutama yang pemahaman keagamaan dan kebangsaannya rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana program dan hasil program organisasi Rohani Islam SMK dalam upaya deradikalisasi, dan bagaimana hasil pemahaman siswa terkait radikalisme. Metodologi yang dipergunakan adalah metode deskriptif-kualitatif, yakni berusaha memperoleh gambaran faktual tentang pelaksanaan kegiatan Rohani Islam pada SMK dan MA di Sukabumi. Subjek Siswa anggota Rohis pada SMK dan MA di Kabupaten Sukabumi. Terpilih satu SMK IT di Kabupaten Sukabumi dan satu MA swasta di Sukabumi. Teknik mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket, diperoleh 31 responden yang mengisi angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada dan belum pernah ada seminar terkait tema deradikalisasi, program Rohis hanya kegiatan keagamaan rutin, seperti pengajian, perayaan hari besar keagamaan dan kajian rutinan sehingga seluruh responden membutuhkan pemahaman tentang deradikalisasi agar terjauh dari radikalisme, menurutnya selama ini ada cara pandangan yang salah terkait orang radikal pasti teroris padahal bukan itu, siswa baru tahu bahwa adanya intoleran, masalah suku, agama, dan ras antar golongan sebagai pemicu tindakan radikal.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI Cecep Anwar; Novi Yulianti
Jurnal al-Thullab Vol 2, No 1 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v2i1.2721

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang terjadi di SMPN 1 Cariu Kecamatan Cariu Bogor dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satunya masih rendahnya keaktifan belajar siswa di kelas VII 8. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa salah satu metode yang diasumsikan mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa adalah metode pembelajaran probing prompting dengan media gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keaktifan belajar siswa sebelum diterapkannya metode pembelajaran probing prompting dengan media gambar, penerapan metode pembelajaran probing prompting dengan media gambar, dan bagaimana peningkatan keaktifan belajar siswa setelah penerapan metode pembelajaran probing prompting dengan media gambar. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas VII 8 dengan jumlah siswa 35 orang. Adapun istrumen yang digunakan yaitu silabus, RPP, lembar observasi guru dan siswa serta angket siswa. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa. Siklus 1 hasil observasi keaktifan belajar siswa memperoleh persentase 73,28% dikategorikan aktif diperkuat dengan hasil angket keaktifan belajar siswa dengan persentase 76,19% dikategorikan aktif. Siklus II hasil observasi keaktifan belajar siswa memperoleh persentase 86,78% dikategorikan sangat aktif diperkuat dengan hasil angket keaktifan belajar siswa dengan persentase 84,41% dikategorikan sangat aktif.
Nilai pendidikan aqidah akhlak dalam surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36 Cecep Anwar; Ari Nuryana
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 2 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i2.4620

Abstract

Ayat al-Qur’an yang menerangkan tentang pendidikan Islam adalah surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) penafsiran ulama mengenai surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36;2) nilai-nilai pendidikan Islam dalam surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36;. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik kepustakaan. Metode yang digunakan ialah anlisis isi. Analisis dilakukan terhadap sumber data primer yaitu surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36, dan data sekunder yaitu tafsir-tafsir dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para mufasir sepakat mengenai surah al-Baqarah ayat 177 dan al-Nisa ayat 36 menjelaskan tentang konsep kebajikan. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam surah al-Baqarah ayat 177 meliputi iman kepada Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada nabi-nabi, gemar bersedekah, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji, dan sabar dalam menghadapi ujian. Sedangkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam surah al-Nisa ayat 36 meliputi beribadah kepada Allah, larangan menyekutukan Allah, berbuat baik terhadap orangtua dan sesama, serta tidak sombong dan berbangga diri. 
Tujuan Pendidikan Islam dalam Persfektif Alquran Siti Solihat; Cecep Anwar
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 02 (2022): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v5i2.2242

Abstract

Pendidikan dalam islam merupakan pondasi yang penting dalam membangun jatidiri sebagai seorang muslim. Muslim yang dibekali dengan pendidikan akan tumbuh menjadi manusia yang paripurna  karena dalam dirinya sudah terinternalisasi nilai-nilai luhur  akhlak yang mulia dan ilmu yang manfaat. Dalam islam tujuan pendidikan adalah sebagaimana tujuan hidup ketika manusia diciptakan yaitu sebagai khalifah dimuka bumi yang tugasnya adalah beribadah hanya kepada Allah. Maka untuk sampai kepada kualitas itu ada proses yang agung dan sistematis yaitu pendidikan. Dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat sebagai isyarah terkait dengan tujuan pendidikan dimana hal tersebut menjadi dasar dan panduan untuk penjabaran bagaimana proses pendidikan mesti diwujudkan sehingga tujuannya bisa tercapai. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang sumber datanya diambil dari data primer yaitu jurnal, tesis, makalah prosiding dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema tujuan pendidikan islam. Serta data referensi sekunder yaitu buku dan website internet. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggali isyarah yang terdapat dalam Alquran mengenai tujuan pendidikan islam sehingga  tujuan pendidikan islam menjadi lebih terukur, terarah dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan islam yang dikaji dari ayat-ayat Alquran begitu sempurna karena mewadahi kebutuhan jasmani dan ruh manusia dibandingkan dengan pendidikan sekuler yang kering aspek spiritualitasnya.
Karakteristik Guru Profesional dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah Saw Cecep Anwar; Ayu Qurrota ‘Ayun
JURNAL EDUKASI NONFORMAL Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Edukasi Nonformal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks pendidikan, guru yang profesional sangat dibutuhkan untuk mengembangkan mutu pendidikan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik guru profesional dalam perspektif Al-Qur'an dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Dengan menggunakan pendekatan tekstual yang dimaksudkan untuk mengkaji dan mengungkap ayat-ayat al-Qur'an dan hadits secara mendalam tentang karakteristik dan ciri-ciri guru profesional. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku atau karya ilmiah yang isinya dapat melengkapi data yang dibutuhkan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai pendidik mempunyai pengaruh yang besar terhadap kemajuan dan perkembangan peserta didik, sehingga guru harus memiliki sifat-sifat yang baik dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadist, yaitu: ikhlas dalam perkataan dan perbuatan, bertakwa kepada Allah SWT. Allah SWT dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, Selamat menuntut ilmu, Sabra menghadapi segala rintangan dan tantangan, serta bertanggung jawab terhadap murid-muridnya.
Formulasi dan Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam tentang Pembentukan Akhlak Peserta Didik Perspekif Al-Qur’an Wini Safroh Syadiah; Cecep Anwar
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 16 No. 1 (2022): Juni (2022)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v16i1.87

Abstract

This study aims to analyze the formulation, development and delivery of Islamic religious education materials about the moral formation of students from the perspective of the Qur'an. This study uses a qualitative research method based on library research. Meanwhile, the analysis uses the side analysis method (content analysis) and description analysis. The results showed that the formulation of Islamic religious education materials on moral formation based on the Qur'an included surah al-Maidah verse 8, al-Hujurat verse 10, al-Hujurat verse 12-13, Az-Zukhruf: 67, all of these verses contains material about the necessity of Muslims having good relations socially such as establishing interactions, being kind and fair, not hating each other, saying good things, and not being hostile. The material development process is carried out by prioritizing learning material in the affective domain after the teacher first conveys and provides understanding to students. Delivering material in the affective domain is oriented towards developing the attitudes of students in their lives. So that Islamic Religious Education teachers are expected when carrying out their learning both in the classroom and outside the classroom, must be able to integrate cognitive and psychomotor values ​​with affective which is prioritized.
Konsep Kepemimpinan dalam Persfektif Islam Ahmad Al Gufron; Cecep Anwar
JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen Vol 2 No 2 (2022): JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leadership is the process of influencing others to achieve a common goal. In the Islamic perspective, leadership is very important something that is beneficial for the welfare of mankind, both on a small and large scale. Not only achieving the goals of an organization, institution, company, or state, leadership in Islam is a testament to faith and devotion to Allah swt. Therefore, we need a leader who has a characteristic leadership spirit that is in accordance with Islamic teachings. This study aims to find out what are the characteristics of leadership in Islam? perspective. This research is a type of library research. Documentation is a data collection technique used in this study. Data analysis was carried out using qualitative descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate that the characteristics of leadership in an Islamic perspective include (aa) being Muslim, having faith and piety to Allah swt, (b) consistent aqidah strength, (c) solely because of Allah swt., (d) love of truth. , (e) male, (f) has four characteristics of the apostle (tabligh, siddiq, amanah, fathonah), (g) does not ask for office, (h) is fair, (i) does not accept gifts, (j) patient, does not arrogant, gentle and humble, (k) hard work, firm, disciplined, consistent and consistent, (l) selflessness, (m) love of people, (n) simple life, (o) willing to sacrifice, and ( p) ) exemplary and pioneers.