Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EKSTRAK KULIT KAYU MANIS ALTERNATIF PENGGANTI EDTA SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALAMI Herlina Herlina; Barita Aritonang; Rotua Sumihar Sitorus; Asvia Rahayu
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.973

Abstract

Kayu manis, dengan kandungan kumarin dan transcinnamaldehyde yang signifikan, telah menarik minat dalam penelitian sebagai agen antikoagulan alami. Kumarin, salah satu komponen utamanya, telah terbukti menghambat sintesis protrombin, menghasilkan efek antikoagulan yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efek antikoagulan dari ekstrak kulit kayu manis secara eksperimental. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ekstrak dengan berbagai volume ke dalam darah menghasilkan variasi dalam morfologi sel darah merah. Ekstrak kulit kayu manis dengan volume 80 µL, 120 µL, dan 160 µL pada 1 ml darah di dapatkan sel darah masih berkelompok dan berbentuk bulat tidak sempurna. Sedangkan pada ekstrak kulit kayu manis volume 180 µL didapatkan hasil sel yang sempurna. Meskipun ekstrak kayu manis tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran EDTA sebagai antikoagulan, namun memiliki kemampuan dalam menghambat proses pembekuan darah. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kulit kayu manis dapat berfungsi sebagai antikoagulan yang memperlambat proses pembekuan darah, memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
FORMULASI SEDIAAN LIP TINT BERBASIS EKSTRAK KULIT BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa Mill. Urb) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Hasni Yaturramadhan Harahap; Shofian Syarifuddin; Ahmad Hafizullah Ritonga; Herlina Herlina; Rizqa Hafizhah Harahap
FORTE JOURNAL Vol 5 No 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v5i1.1176

Abstract

Salah satu sediaan kosmetik yang digemari oleh wanita adalah pewarna bibir yaitu Liptint . Lip tint merupakan jenis lipstik yang memiliki bentuk yang berbeda dari umumnya, yakni dalam bentuk cairan. Tujuan penelitian yaitu  Formulasi  sediaan liptint dari ekstrak kulit bawang dayak (Eleutherine Bulbosa Mill.Urb) sebagai pewarna alami. Metode penelitian ini yaitu  eksperimental dengan pembuatan ekstrak , pembuatan formulasi sediaan dan pemriksaan mutu fisik sediaan seperti uji organoleptis , uji homegenitas , uji pH , uji daya oles , uji iritasi , uji kesukaan dengan konsentrasi bervariasi yaitu 5%, 10%, 15%. Hasil uji organoleptis pada warna menunjukkan bahwa pada F1 menghasilkan warna merah cerah, F2 menghasilkan warna merah pekat dan F3 menghasilkan warna merah kecoklatan , memiliki tektur yang lembut warna yang bagus dan memiliki aroma (tuttyfruity Assence) . Uji Homogenitas menunjukan hasil liptint yang homogen, daya oles yang baik, ph F1 (5) , F2 (5) , F3 (6), uji iritasi lip tint menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi pada panelis, uji kesukaan menyatakan bahwa formulasi lip tint yang paling disukai adalah F3. Kesimpulan bahwa Formulasi lip tint yang paling disukai oleh panelis adalah F2 (10%) ditinjau dari tekstur, warna dan aroma.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN THE HEAD OF SECTION TO THE PERFORMANCE OF POPULATION CONTROL AND FAMILY PLANNING OFFICIALS IN LABUHAN BATU UTARA DISTRICT IN 2023 Napitupulu, Erni Malinda; Herlina, Herlina; Widyaningsih, Fadlilah
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i1.1806

Abstract

Health programs and projects are part of efforts to address health problems to improve public health status. The success of health programs and projects is greatly influenced by various factors, including good management in the management and control of a program. The aspect of sustainability in health development has a strategic role in continuing the benefits of health programs and continuing to provide the health services the community needs. The success of any organization in carrying out its various programs is highly dependent on leadership. Good leadership can support the achievement of productivity of employees and support staff within the organization and optimize various organizational functions. This study uses a quantitative approach, observational, cross-sectional design. The number of research samples was 52 respondents who were determined using a purposive sampling method. The instruments used as measuring tools are the Multifactor Leadership Questionnaire-5X (MLQ-5X) and the Individual Work Performance Assessment questionnaire. The research data will be analyzed using univariate and bivariate analysis to see broad descriptions and relationships between variables. There is a significant relationship between transformational leadership played by Heads of Division and improvement of individual employee performance in the aspect of Task Performance with a Pearson Chi-Square value of 22.26 4 and the value of p = 0.000* (p <0.05) So it can be concluded that the more dominant the application of transformational leadership, the better individual work performance in the aspect of carrying out their work tasks.
DEGRADASI LIMBAH AMOKSISILIN DENGAN OKSIDASI ELEKTROKIMIA YANG DIMEDIASI KOBAL III MENGGUNAKAN ELEKTRODA PLATINA, PLATINA-KOBAL HIDROKSIDA DAN PLATINA-KOBAL Herlina Herlina; Lasmaryna Sirumapea; Muhammad Ali Zulfikar; Buchari Buchari
Analit: Analytical and Environmental Chemistry Vol 8, No 1 (2023): ANALIT: ANALYTICAL AND ENVIRONMENTAL CHEMISTRY
Publisher : Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumatri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v8i1.2023.p88-99

Abstract

Degradasi amoksisilin (AMX) telah dipelajari melalui proses oksidasi elektrokimia di sel ruah menggunakan elektroda platina dan elektroda platina- dimodifikasi kobal sebagai anoda dan platina sebagai katoda. Proses degradasi AMX diselidiki dengan pengukuran HPLC. Oksidasi elektrokimia AMX menggunakan sel ruah skala laboratorium dengan penerapan tegangan 6 V, arus 1200 mA, dan volume larutan yang didegradasi 250 mL untuk konsentrasi awal AMX 1000 µM memberikan hasil yang cukup memuaskan, terutama untuk proses elektro-oksidasi sampel nyata limbah AMX menggunakan material anoda Platina-kobal dimediasi Co(III) dengan persen degradasi sebesar 99,03% selama 6 jam, anoda Platina-kobal(OH)2 sebesar 92,35% dan anoda Platina sebesar 76,91%. Ditemukan bahwa elektroda Platina-Kobal menunjukkan kemampuan mineralisasi yang baik dalam kondisi netral dalam larutan elektrolit Na2SO4 dengan penerapan tegangan oksidasi, waktu oksidasi dan variasi mediator. Kata Kunci: degradasi, amoksisilin, elektr okimia. oksidasi, platina
Optimizing platelet count assessment: the potential of celery leaves (Apium graveolens linn) as a sustainable alternative to EDTA (Ethylenediaminetetraacetic Acid) H, Herlina; ANGELIKA SINAGA; AGNES OCTAVIA DAMANIK; ASVIA RAHAYU; LASMARYNA SIRUMAPEA
Medistra Medical Journal (MMJ) Vol 1 No 2 (2024): Medistra Medical Journal (MMJ)
Publisher : Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/mmj.v1i2.2092

Abstract

Seledri (Apium graveolens linn) mengandung flavonoid, fitosterol, vitamin K dan apigenin. Apigenin memiliki sifat sebagai vasodilator, yang memperlebar pembuluh darah dengan cara menghambat kontraksi yang disebabkan oleh pelepasan kalsium, mirip dengan mekanisme kerja antagonis kalsium. Antagonis kalsium bekerja dengan menurunkan tekanan darah melalui pemblokiran masuknya kalsium ke dalam aliran darah, mekanisme tersebut mirip dengan EDTA dan berpotensi sebagai antikoagulan yang menghambat agregasi trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun seledri sebagai pengganti EDTA pada pemeriksaan jumlah trombosit. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan Modifikasi pembuatan larutan seledri pada konsentrasi 30% dan 40%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa larutan seledri 40% memberikan hasil hitung trombosit sebesar 196.000 sel/ul dan memiliki efek yang sama dengan antikoagulan EDTA sebagai kontrol. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara seledri dan dengan konsentrasi 40% dengan EDTA, dan hal terbukti lebih efektif sebagai alternatif pengganti EDTA dalam pemeriksaan jumlah trombosit.
The Effectiveness of Cupping Therapy in Reducing Blood Pressure in Hypertensive Patients at Citra Medika 3 Limau Manis Clinic H, Herlina; Yana, Sri Nur; Pranata, Chandra
Medistra Medical Journal (MMJ) Vol 2 No 1 (2024): Medistra Medical Journal (MMJ)
Publisher : Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/mmj.v2i1.2378

Abstract

Hypertension, a medical condition characterized by chronically elevated blood pressure, is one of the most prevalent cardiovascular diseases. Although asymptomatic in its early stages, hypertension can lead to serious complications in the cardiovascular system and other vital organs. Cupping therapy is a complementary treatment modality that has been used as an alternative approach to manage hypertension. This study aims to evaluate the effectiveness of wet cupping therapy in lowering blood pressure. The method employed involves the application of wet cupping therapy on patients with hypertension. The study results indicate that cupping therapy significantly lowers blood pressure in hypertensive patients, as evidenced by the Wilcoxon test showing a significant difference before and after the intervention. Based on the effectiveness of wet cupping therapy in lowering blood pressure, it shows potential for development as an alternative treatment for hypertension.
Formulation of Body Scrub Containing Ethanol Extract of Temulawak Rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb) as a Skin Moisturizer H, Herlina; Melda Astrika Sianipar; Yaturramadhan Harahap, Hasni; Aritonang, Barita; Yosi Darmirani
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i2.2650

Abstract

A body scrub is a cosmetic formulation intended to exfoliate dead skin cells and enhance skin hydration. One promising natural ingredient for body scrub formulations is the rhizome of Java turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), which contains curcumin, a potent antioxidant known to support skin moisture retention. This study aims to evaluate the moisturizing efficacy of a body scrub formulated with Java turmeric rhizome extract. Methods: The rhizome was extracted through maceration using 96% ethanol and incorporated into body scrub formulations at concentrations of 10%, 15%, and 20%. The formulations were assessed for organoleptic characteristics, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, oisturizing effect, and potential skin irritation on human volunteers. A commercial body scrub served as the comparator in a study involving 12 volunteers over four weeks, with applications performed once per week. Results: All Java turmeric body scrub formulations remained physically stable at room temperature and did not induce skin irritation. The physical characteristics of the formulations met standard cosmetic criteria, including consistent appearance, pH range of 6–7, spreadability between 5–7 cm, adhesion time above 4 seconds, and absence of irritation. Moisturizing effectiveness was evaluated using a skin analyzer, and data were statistically analyzed using SPSS. The p-value of 0.046 indicates that there is a significant difference between F1 and the commercial product, while for F2 and F3, there is no significant difference in moisturizing effectiveness between the temulawak formulations and the commercial product.. Among the tested formulations, the body scrub containing 20% Java turmeric extract exhibited the highest moisturizing effect. Conclusion: The body scrub formulated with Java turmeric rhizome extract, particularly at a concentration of 20%, is safe for use and shows potential as a natural moisturizing product comparable to commercial products on the market.
Reduction of BOD, COD, and TSS in Textile Wastewater Using Bentonite Activated Charcoal Adsorbent Aritonang, Barita; Ritonga, Ahmad Hafizullah; Harefa, Karnirius; H, Herlina
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i2.2699

Abstract

Wastewater generated by the textile industry contains a variety of hazardous contaminants, including complex organic compounds, synthetic dyes, surfactants, heavy metals, and critical pollution indicators such as biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), and total suspended solids (TSS). This study evaluates the efficacy of a dual-adsorbent system comprising hydrochloric acid-activated bentonite and phosphoric acid-activated carbon for the removal of BOD, COD, and TSS from textile effluents. The activation processes significantly altered the physicochemical properties of both adsorbents. The moisture content of activated carbon decreased from 18% to 3.10%, while ash content was reduced from 15% to 3.05%. The iodine number, indicative of adsorption capacity, increased from 650 mg/g to 810 mg/g. Additionally, the fixed carbon content improved from 55% to 80%. Surface characterization via Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM) confirmed substantial structural modifications, which enhanced the adsorption performance of the materials. Application of the combined adsorbent system resulted in substantial pollutant removal efficiencies, with reductions of 70.23% in BOD, 70.11% in COD, and 74.88% in TSS. These findings demonstrate that acid-activated bentonite and phosphoric acid-treated activated carbon represent a promising and efficient adsorptive treatment strategy for the remediation of textile wastewater.
Pengaruh Kelengkapan Peralatan Laboratorium terhadap Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa Herlina, Herlina; Gultom, Fransiskus
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 3, No 2: Juni (2023)
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v3i2.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh kelengkapan peralatan laboratorium terhadap kemampuan literasi sains mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah survei dan pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur pada mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kelengkapan peralatan laboratorium dengan kemampuan literasi sains mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki akses ke peralatan laboratorium yang lengkap cenderung memiliki kemampuan literasi sains yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki akses yang memadai. Peralatan laboratorium yang lengkap dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk secara langsung mengamati, mengukur, dan mengumpulkan data dalam konteks ilmiah. Hal ini membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap konsep-konsep sains dan meningkatkan keterampilan analitis mereka. Selain itu, peralatan laboratorium yang lengkap juga mendorong eksplorasi dan eksperimen yang lebih aktif, yang secara langsung berkontribusi pada kemampuan literasi sains mahasiswa. Fasilitas laboratorium yang lengkap dan terawat dengan baik dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan minat mereka dalam sains. Selain itu, diperlukan upaya untuk memastikan bahwa peralatan laboratorium digunakan secara efektif dalam proses pembelajaran, termasuk pelatihan mahasiswa dalam penggunaan peralatan dan interpretasi data. Untuk itu,  kelengkapan peralatan laboratorium memiliki pengaruh yang positif terhadap kemampuan literasi sains mahasiswa.Kata Kunci: Kelengkapan, Peralatan, Laboratorium, Literasi Sains
Pelatihan Strategi Menarik Minat Wisatawan melalui Atribut dan Akses Jalan yang Indah dipandang di Bukit Lawang Yusri, Yusri; Julian, Julian; Nasution, Alwi Fahruzy; Herlina, Herlina; Masitah, Tina Herianty; Alinur, Alinur
Journal Liaison Academia and Society Vol 3, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.561

Abstract

Kawasan wisata Bukit lawang Sumatera Utara memang sudah cukup dikenal hingga ke manca negara, akan tetapi sarana maupun pasilitas disekitar wisata terkadang belum memadai seperti atribut menuju lokasi wisata dan di lokasi wisata. Perlu dilakukan penataan atribut wisata agar kawasan wisata ini lebih menarik. Tujuan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan saran dan solusi kepada pihak pengelola wisata dan masyarakat dalam penambahan atribut wisata dalam penataan kawasan wisata sehingga kawasan wisata lebih menarik dan diminati wisatawan serta memberikan kemudaham akses serta ketertarikan kepada wisatawan untuk berkunjung kembali dan memberitahukannya kepada saudara serta teman atau orang lain. Hasil kegiatan PKM: Pemasangan atribut dan Akses Jalan yang Indah menuju kawasan wisata sangat diperlukan bahkan menunjang minta wisatawan untuk berkunjung. Pemasangan atribut yang disarankan pada kegiatan PKM ini yaitu:1) Pemasangan arah tempat wisata dimulai dari jalan besar menuju kawasan wisata bukit lawang, 2) Pemasngan atribut berupa baliho yang menampilkan tampat wisata unggulan yang tersedia di beberapa titik strategis menuju lokasi wisata, 3) Pemasangan baliho sarana dan prasarana yang tersedia di tempat wisata, 4) Pemasangan harga jual pedagang baik food maupun non food termasuk assesoris khas kawasan wisata, 5) Pemasangan tarif parkir dan penggunaan sarana dan prasarana atau wahana yang ada di tempat wisata.Manfaat pemasangan atribut untuk memandu wisata menuju lokasi wisata dengan mudah, mengetahui gambaran keunggulan kawasan wisata dan transparansi harga yang ditawarkan disetiap tempat, wahana, souvenir dan makanan. Sehingga wisatawan merasa diberi kebebasan menentukan pilihan secara mudah untuk menyesuaikan dengan selera, keinginann dan tingkat ekonominya. Serta menghilangkan rasa kekhawatiran dibedakan dengan wisatawan lain atau takut ditipu dengan harga yang berbeda-beda untuk wisatawan tertentu. Saran: Pengelola wisata dapat berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan mitra industri setempat dalam upaya mendukun pengadaan atribut tersebut, sehingga secara pendanaan akan terbantu dan legalitas pemasangan atrubut mudah di dapat. Kata Kunci : Pelatihan; Strategi; Menarik Minat; Atribut Akses; Wisatawan