Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Bullying Sebagai Upaya Bullying Awareness di SMP Negeri 12 Wonosari Abd Kadim Masaong; Sitti Roskina Mas; Nur Luthfi Ardhian; Fachrudin Akadji
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1067

Abstract

Suatu perilaku bisa termasuk ke dalam kategori bullying apabila dilakukan secara agresif dan terus-menerus, serta dilakukan dalam bentuk kekerasan yang ditujukan untuk menyakiti. Di lingkup pendidikan, utamanya sekolah, kasus bullying ini banyak ditemui dan tidak jarang kasus yang ada telah mengarah pada kekerasan. Hal ini urgen untuk diminimalisir dengan pemberian edukasi secara terus-menerus, mengingat untuk mengembangkan iklim sekolah yang suportif terhadap anti-bullying tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pencegahan bullying di SMP Negeri 12 Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Sasaran kegiatan ini meliputi guru, siswa, dan orang tua siswa, di mana keseluruhan yang hadir berjumlah 37 audiens. Pemberian edukasi ini dilakukan dengan metode ceramah interaktif, pemutaran video terkait bullying, dan role playing. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya pemahaman dari audiens terkait konsep dan upaya pencegahan bullying dilihat dari interaksi yang terjadi selama pemberian edukasi dilakukan.
Bridging Theory and Practice in Basic of Educational Management Course: An Action Learning–Based Module to Develop 21st Century Skills Trihantoyo, Syunu; Widiyanah, Ima; Pattipeilohy, Poltjes; Cindy, Agustin Hanivia; Ardhian, Nur Luthfi; Sa’ari, Akhmarisha
International Journal of Emerging Research and Review Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : IKIP Widya Darma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56707/ijoerar.v4i1.160

Abstract

Objective: This study aims to design and evaluate an action learning–based instructional module to address the persistent gap between theoretical understanding and practical competence in basic of educational management course. The study also seeks to answer the research question of how a systematically developed action learning module can enhance student engagement, learning outcomes, and the development of 21st century skills in undergraduate educational management courses. Method: A research and development approach was employed using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through expert validation, student surveys, classroom observations, and pre-test and post-test assessments to examine the module’s validity, practicality, and effectiveness.  Results: Indicate that the instructional module demonstrated high validity and practicality, with expert evaluation scores exceeding a mean value of 4.20 and positive student perceptions regarding clarity, usability, and learning engagement. Implementation findings show notable improvements in student participation, collaborative problem-solving, and confidence in articulating managerial arguments. Furthermore, learning outcome analysis reveals a significant increase in academic achievement, with an average gain of 17.4 points in post-test scores compared to pre-test results.  Novelty: The novelty of this study lies in positioning action learning as an instructional design framework embedded within a systematically developed and evaluated module, offering empirical evidence of its effectiveness in fostering 21st century skills in basic of educational management course.
IMPLEMENTASI MODEL NCIP DI SEKOLAH DASAR HASIL REGROUPING DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Nur Luthfi Ardhian; Arifin Suking; Besse Marhawati; Avienza Latif; Sutri Atono
As-Sulthan Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the New Culture Integration Process (NCIP) model in elementary schools resulting from regrouping in Gorontalo, focusing on four stages of integration: pre-merger, during-merger, post-merger, and cultural integration. A descriptive quantitative approach was employed involving all elementary schools resulting from regrouping in Gorontalo as the population. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics with five-category interval criteria. The findings reveal a consistent pattern of improvement across all implementation stages. The pre-merger stage achieved a score of 4.13 (high category) as an initial foundation, although weaknesses were identified in feasibility study (4.03) and benchmarking (3.84) indicators. The during-merger stage increased significantly by 0.15 points to 4.28 (very high category), with main strengths in resource management and leadership. The post-merger stage reached 4.33 (very high category), demonstrating organizational resilience with organizational values and leadership roles as primary contributors. The cultural integration stage maintained a score of 4.33 (very high category), indicating a plateau of excellence where integration quality stabilizes at an optimal level, characterized by sustained commitment, exemplary leadership, multi-level trust, strong togetherness, and efficiency in building communication. These findings validate the NCIP model design that each stage builds foundations for subsequent stages, with effective leadership as a key success factor. Recommendations include strengthening analytical capacity in pre-merger planning, developing sustainable leadership programs, and strategies for embedding culture into daily activities. Future studies may explore the longitudinal dynamics of cultural integration and develop early detection instruments for potential inefficiencies in merger planning.
Pelatihan Penyusunan Program Kerja dalam Mengoptimalkan Peran Dewan Pendidikan Achmad Supriyanto; Burhanuddin Burhanuddin; Ludi Wishnu Wardana; Asep Sunandar; Nur Luthfi Ardhian; Karine Rizkita
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i12024p19-28

Abstract

Abstract: This community service article aims to describe the results of training in the preparation of work programs in optimizing the role of the education board. Methods The implementation of this activity is in the form of education and training through workshops. The location of the activity is at the Mojokerto Regency Education Council office. The target of this activity consisted of the administrators of the Mojokerto Regency Education Council and several representatives from lower levels. The number is 11 people. The stages of implementing this activity include: (1) the implementation of this activity using an educational approach and workshop training. Data were collected during the activity using observation and interview techniques. The analysis uses a qualitative approach by finding a tendency to conclude. The results of the workshop can be in the form of a work program for the Board of Education that will be implemented in the future. The results of the implementation of the activities showed that the workshop was able to improve, (1) the ability of the activity participants in preparing the work program of the education council, (2) the results of the preparation of the resulting work program could increase the optimization of the role of the education council in advancing education, but it was not optimal. Abstrak: Artikel pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan hasil pelatihan penyusunan program kerja dalam mengoptimalkan peran dewan pendidikan. Metode Pelaksanaan kegiatan ini berupa pendidikan dan pelatihan melalui workshop. Lokasi kegiatan di kantor Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Sasaran kegiatan ini terdiri dari para pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto dan beberapa perwakilan dari tingkat di bawahnya yang berjumlah 11 orang. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan workshop. Data dikumpulkan pada saat kegiatan dengan teknik observasi dan wawancara. Analisisnya menggunakan pendekatan kualitatif dengan menemukan kecenderungan untuk disimpulkan. Hasil workshop berupa program kerja Dewan Pendidikan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa melalui workshop mampu ditingkatkan (1) kemampuan peserta kegiatan dalam penyusunan program kerja dewan pendidikan dan (2) optimalisasi peran dewan pendidikan dalam memajukan pendidikan (meskipun belum maksimal) sebagai hasil dari penyusunan program kerja.
Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja sebagai Prediktor Kinerja Guru di Sekolah Menengah Pertama Prambudi Prambudi; Ansar Ansar; Nur Luthfi Ardhian
Student Journal of Educational Management VOLUME 5 NOMOR 2 DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v5i2.3584

Abstract

Temuan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Bone Bolango belum berjalan optimal, antara lain ditandai oleh persiapan mengajar yang masih sederhana, kurangnya kreativitas guru dalam mengelola kelas, serta rendahnya keterlibatan guru dalam kegiatan sekolah. Kondisi ini diduga berkaitan dengan penerapan kepemimpinan transformasional oleh kepala sekolah yang belum optimal dan tingkat kepuasan kerja guru yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 150 orang guru yang diambil secara jenuh dari seluruh populasi guru SMP se-Kabupaten Bone Bolango. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja guru (β = 0,098), antara kepuasan kerja dengan kinerja guru (β = 0,121), serta secara bersama-sama antara kedua variabel bebas dengan kinerja guru (R² = 0,868). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan kepemimpinan transformasional oleh kepala sekolah dan peningkatan kepuasan kerja guru dalam upaya meningkatkan kinerja guru di SMP se-Kabupaten Bone Bolango.
Kemitraan Sekolah dan Masyarakat dalam Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Sri Afrianisa Lasumbu; Nina Lamatenggo; Nur Luthfi Ardhian
Student Journal of Educational Management VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2026
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjem.v6i1.4584

Abstract

Kemitraan sekolah dan masyarakat berperan penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, strategi, dan dampak kemitraan sekolah dan masyarakat dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Bolaang Mongondow Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk kemitraan terwujud melalui partisipasi masyarakat dalam perencanaan, penyediaan fasilitas, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan; (2) strategi kemitraan dilakukan melalui pendekatan top down, bottom up, dan partisipatif yang saling melengkapi, dengan forum komunikasi formal dan nonformal sebagai sarana keberlanjutan; (3) dampak kemitraan dirasakan pada keberlangsungan kegiatan, peningkatan motivasi, keterampilan sosial, prestasi siswa, serta meningkatnya rasa memiliki, kebanggaan, ikatan sosial, dan citra sekolah di masyarakat.