Claim Missing Document
Check
Articles

CREATIVE TOURISM SATISFACTION (STUDI KASUS DI KAMPUNG KREATIF DAGO POJOK KOTA BANDUNG) Octaviany, Vany; Ervina, Ersy; Dyah Utami, Dwiesty
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 4 No. 4 (2019)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the gap between the expectations and challenges of tourists who come to Dago Pojok Creative Village in Bandung, so that all stakeholders involved can increase the value of tourism products in Dago Pojok Creative Village in Bandung. The research method in this study uses the Importance-Performance Analysis method. The sample in this study were tourists who visited the Dago Pojok Creative Village in Bandung as many as 100 people. From the research results obtained from the research results obtained from the expectations and assessments submitted for Dago Pojok Creative Village, with an average value of 4.64 expectations while the performance received by tourists with an average value of 3.78. Dago Pojok Bandung City still has not provided an average rating of expectations that is greater than the expectations of tourists towards the Creative Village. However, Quadrant B attributes that have been implemented well by the manager of Dago Pojok Creative Village Bandung City Item 2, namely the design of building murals, Item 3 is the design of the art performance space, Item 6 is a source of information obtained after searching the art. and Item 10, the Athmosphere in Dago Pojok Creative Village in Bandung.
Dekonstruksi Bir Kotjok Menjadi Mousse Cold Dessert Maharani, Annisa Zoe Shinta; Octaviany, Vany
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bir Kotjok merupakan minuman tradisonal khas Bogor yang mulai populer pada tahun 1965 dengan cita rasa yang kaya akan rempah dengan busa dipermukaannya, namun seiring berjalannya waktu minuman ini mulai kehilangan eksistensinya terutama dikalangan generasi muda. Mengubah bentuk bir kotjok menjadi lebih modern seperti mousse merupakan salah satu cara untuk mengembalikan eksistensinya. Mousse merupakan hidangan penutup dingin yang memiliki tekstur seperti busa yang lembut dan ringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi resep mousse berbasis bir kotjok serta mengetahui daya terima konsumen terhadap produk dekonstruksi bir kotjok menjadi mousse, yang bermanfaat untuk memperluas wawasan studi gastronomi kontemporer dan menambah nilai jual dari bir kotjok itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental yang mencakup tahap rancangan resep, pengujian tekstur dan rasa, serta evaluasi sensorik oleh 30 panelis dari strata akademisi, strata praktisi kuliner, dan strata tidak terlatih untuk menilai tingkat daya terima produk akhir. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa mousse berbasis bir kotjok memiliki rasa yang seimbang antara rempah dengan krim, warna yang menarik, tekstur yang lembut dan aroma yang harum, serta tampilan yang menggugah selera sehingga disukai oleh konsumen. Disarankan pada penelitian mendatang supaya dapat mengkaji lebih lanjut terkait penelitian ini dengan mengubah produk alpha menggunakan hidangan tradisional lainnya ataupun sebaliknya serta melibatkan panelis dari strata yang lebih beragam guna memperoleh data yang representatif terhadap produk. Kata kunci: bir kotjok, dekonstruksi, mousse, minuman tradisional
Pemanfaatan Keju Dangke Dalam Pembuatan Cheesecake Najwa, Sirun; Octaviany, Vany
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan keju dangke sebagai bahan dasar pengganti cream cheese dalam pembuatan cheesecake. Keju dangke merupakan keju tradisional Indonesia khas dari Enrekang, Sulawesi Selatan, yang memiliki tekstur dan cita rasa yang khas, sehingga dinilai memiliki potensi sebagai alternatif bahan lokal dalam produk modern. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, melalui uji organoleptik dan uji hedonik oleh 30 panelis dari latar belakang akademisi, praktisi kuliner, dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi resep terbaik dalam pembuatan cheesecake menggunakan keju dangke adalah dengan komposisi 240 gram keju dangke, 55 gram gula halus, 1 butir telur, 2 sendok makan tepung maizena, dan 100 gram whipped cream. Produk cheesecake ini mendapatkan penerimaan positif dari panelis, dengan 60% menyatakan rasa sangat enak dan 60% menyatakan kesesuaian rasa sangat sesuai. Dengan demikian, keju dangke dapat diterima dengan baik sebagai bahan alternatif dalam cheesecake dan berpotensi untuk dikembangkan dalam industri kuliner modern. Kata kunci: Makanan Penutup, Keju Dangke, Keju Tradisional, Cheesecake
Tourist Perception of Visitor Management Strategy in North Bandung Protected Area Ervina, Ersy; Wulung, Shandra Rama Panji; Octaviany, Vany
Journal of Business on Hospitality and Tourism Vol. 6 No. 2 (2020): JOURNAL OF BUSINESS ON HOSPITALITY AND TOURISM
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jbhost.v6i2.235

Abstract

Sustainable tourism is one of Djuanda Forest Park (Tahura) management goals in implementing a visitor management strategy in the North Bandung Protected Areas. Djuanda Forest Park is an important area to be preserved as a tourist destination because of its very strategic function for environmental sustainability in Bandung City and its buffer areas. The visitor management strategy's implementation level can be seen from the perception of tourist who comes to Djuanda Forest Park, which analyzes by the intensity of destination use, accessibility, and carrying capacity. Perception cannot be separated from the satisfaction of tourists when visiting. This study aims to analyze tourists' perceptions of the implementation of visitor management strategies together with tourist satisfaction in the Tahura protected area. The method used is descriptive with data collection techniques through questionnaires. The results showed that tourist perceptions and satisfaction with the Visitor Management Strategy application were quite good. In improving quality, management is expected to be able to design a more systematic flow of visits and limit the number of visits for each tourist area to minimize the impact of tourism activities on the environment. On the satisfaction side, managers need to improve product and service quality, especially the preservation of tourist areas to create tourists experience
Revitalisasi Taman Edukasi Wangisagara, Desa Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Kurniawan, Ady Purna; Putri, Hasanah; Octaviany, Vany
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalisasi Taman Edukasi Wangisagara di Desa Wangisagara, Kabupaten Bandung, menjadi fokus utama setelah ditutupnya taman ini pada masa pandemi COVID-19. Taman edukasi tersebut merupakan tempat rekreasi dan pembelajaran yang menyediakan berbagai fasilitas seperti saung, area bermain anak, teras baca, dan kolam terapi ikan. Namun, kondisi taman yang tidak terawat dan fasilitas yang rusak serta tidak terjaga kebersihannya membuatnya tidak layak digunakan. Oleh karena itu, revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali Taman Edukasi Wangisagara. Revitalisasi ini melibatkan sejumlah langkah, termasuk konservasi tanaman, perbaikan fasilitas bermain anak, pembersihan lingkungan, dan perbaikan jalan. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan taman edukasi ini dapat kembali menjadi tujuan wisata yang menarik dan memberikan manfaat pendidikan kepada pengunjungnya. Selain itu, revitalisasi juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang peduli terhadap lingkungan sekitar dan memberikan contoh positif dalam pengelolaannya. Taman Edukasi Wangisagara diharapkan dapat memberikan pengalaman rekreasi yang menyenangkan bagi keluarga, di mana orang tua dan anak-anak dapat belajar sambil bersenang-senang. Dalam konteks pandemi COVID-19, taman ini juga harus mematuhi protokol kesehatan dan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus. Dengan upaya revitalisasi yang telah dilakukan, 100% masyarakat Taman Edukasi Wangisagara menyatakan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar.
From Utility to Intention: Unpacking the Drivers of Smart Hotel Adoption in the Digital Native Segment Octaviany, Vany; Hasyim, Muhamad Ardi Nupi; Gusnadi, Dendi; Mardiyana, Eva
Journal of Tourism, Hospitality and Travel Management Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Integrasi Sains Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58229/jthtm.v1i2.309

Abstract

As the hospitality industry evolves in tandem with technological advancement, the role of smart technologies in shaping guest experiences and influencing decision-making has become increasingly central. This study investigates how digital natives—consumers born into a digitally connected world—navigate smart hospitality environments by integrating the Technology Acceptance Model (TAM) elements with constructs such as trust in technology, smart hospitality experience, and social media influence. A total of 240 valid responses were collected through a structured online questionnaire targeting individuals aged 18–40 who had experience staying in hotels with smart features and actively engaged with social media during travel planning. Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the study confirms that perceived ease of use, usefulness, and trust significantly influence purchase intention, with smart hospitality experience as a key mediator. Moreover, social media is powerful in shaping perceptions of technology, trust, and intention. The findings enrich our understanding of how functional, emotional, and social dimensions converge in technology-driven hospitality decisions. This study offers theoretical advancement and managerial insight, highlighting the importance of designing technology for efficiency, experience, trust, and narrative resonance.
Pelatihan Pembuatan Kemasan Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Umkm di Desa Margamulya, Pasirjambu-Ciwidey Octaviany, Vany; Raharjo, Tito; Tobing, Filipi Revaldi Lumban; Sastha, Farida Yustitia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JPMI - Juni 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2331

Abstract

Tingginya potensi dan nilai ekonomi produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Margamulya, belum diiringi dengan tingkat kemenarikan kemasan produk UMKM tersebut. Padahal kemasan memiliki peran yang sangat penting bagi usaha UMKM dalam beberapa aspek. Kemasan produk yang tidak menarik dapat merugikan pemasaran suatu produk. Kemasan yang tidak menarik cenderung gagal menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan pelatihan pembuatan kemasan untuk meningkatkan pemasaran produk UMKM di Desa Margamulya yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kemasan produk yang baik, kreatif, dan inovatif. Kegiatan ini juga memberikan bekal keterampilan bagi pelaku UMKM dalam pembuatan kemasan produk makanan dan minuman yang mereka jual. Kemasan produk yang menarik memiliki dampak yang signifikan terhadap strategi pemasaran suatu produk. Kemasan yang menarik dapat menciptakan daya tarik visual yang kuat. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan 93,3% peserta mengalami peningkatan pengetahuan tentang kemasan produk. Peserta juga mendapatan keterampilan dalam pembuatan logo dan desain kemasan yang menarik dan inovatif. Selain itu, peserta selaku pelaku UMKM mendapatkan hasil kemasan baru yang lebih menarik untuk produk yang mereka jual.
Tourists' Role in Achieving Sustainable Gastronomy Sanggramasari, Sandra; Handyastuti, Indriyani; Darwis, Riadi; Octaviany, Vany
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Vol. 10 No. 2 (2024): JABM, Vol. 10 No. 2, Mei 2024
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.10.2.410

Abstract

Background: Not all tourists are aware of and able to support sustainable gastronomy; one factor influencing it is the age of tourists. Purpose: This research aims to determine the priority level of tourists' abilities based on age in supporting sustainable gastronomy. Design/methodology/approach: This study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to produce alternative priorities and criteria weights in determining the contribution of tourists in creating sustainable gastronomy.Findings/Result: The results showed that tourists' awareness and ability to support sustainable gastronomy differed from the age of tourists. Baby boomers can support sustainable gastronomy through the viability of local food products; Generation X can support sustainable gastronomy through the survival of local food production and business; Generation Y has the highest ability to support the diversity of local food products, while Generation Z has the highest awareness is in The transmission of culinary knowledge. Conclusion: The authenticity of gastronomic products and the welfare of the gastronomic business community will indirectly increase with the high awareness of tourists in their participation in creating sustainable gastronomy.Originality/value (State of the art): These potentials and opportunities show that each generation desires to participate in creating sustainable gastronomy following their respective roles.
INOVASI SAWI HIJAU SEBAGI PEWARNA ALAMI DALAM PEMBUATAN KUE PUTU AYU Mufidah, Nida; Octaviany, Vany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3581-3590

Abstract

Inovasi sawi hijau yang digunakan sebagai pewarna dalam pembuatan kue putu ayu belum pernah dilakukan sebelumnya. Penggunaan sawi hijau digunakan sebagai pengganti pewarna sintetis, dalam upaya pengurangan bahan sintetis yang masuk ke dalam tubuh. Dalam penelitian ini, metode yang diterapkan adalah uji organoleptik, yang berfungsi untuk mengukur respon sensori konsumen terhadap kue putu ayu yang menggunakan pewarna alami dari sawi hijau. Pendekatan ini melibatkan distribusi kuisioner kepada sejumlah 30 responden. Melalui hasil uji daya terima konsumen disimpulkan bahwa kue putu ayu dengan pewarna alami sawi hijau dapat diterima oleh semua konsumen berdasarkan rasa dan tekstur, untuk aroma dengan presentase 87% konsumen menyukai, berdasarkan warna dengan presentase 97% menarik menurut konsumen, berdasarkan penampilan fisik konsumen memilih suka dengan presentase 93%.
The Use of Purple Eggplant as a Wheat Flour Substitution Ingredient in Making Cookies Zuflia, Zana; Octaviany, Vany
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.8823

Abstract

The background of this study is based on the high nutritional content of purple eggplant, such as fiber, vitamins, and antioxidant compounds, which have the potential to increase the nutritional value of cookies while reducing the use of wheat flour. The purpose of this study is to develop a healthier cookie formulation by utilizing purple eggplant as a partial substitution ingredient for wheat flour, as well as to evaluate its organoleptic quality and nutritional content. The method used is an experimental method with a complete random design (RAL). The manufacturing process includes processing purple eggplant into flour, formulation of ingredient mixtures, and organoleptic testing with trained panelists. Organoleptic testing involves assessing the taste, aroma, texture, and color of cookies. The results showed that the substitution of wheat flour with purple eggplant flour of up to 30% produced cookies with a crispy texture, sweet-medium taste, and a distinctive aroma that was liked by the panelists. The fiber and protein content of cookies is also significantly increased compared to cookies without substitution. In conclusion, the use of purple eggplant as a substitute for wheat flour in making cookies provides better nutritional benefits without reducing product acceptability. This innovation offers a potential healthy food alternative to be further developed in the snack food industry.