Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Bimbingan Teknis Pembuatan Pupuk Kompos Feses Ternak Sapi Bali Sebagai Sumber Pendapatan Peternak Pasca Covid-19 Di Desa Kiaea Kecamatan Palangga Kabupaten Konawe Selatan Sani, La Ode Arsad; Abadi, Musram; Syamsuddin, Syamsuddin; Rusdin, Muh; Pagala, Muhammad Amrullah; Nafiu, La Ode; Aku, Achmad Selamet; Auza, Fuji Astuty; Fitrianingsih, Fitrianingsih; La Sahaba, La Sahaba; Surahmanto, Surahmanto; Yaddi, Yamin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Terapan (JPMIT) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Vokasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpmit.v5i2.43414

Abstract

Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah pengembangan ternak sapi Bali. Populasi ternak sapi Bali di Konawe Selatan berjumlah 56.201 pada tahun 2019 dan meningkat pada tahun 2020 berjumlah 59.404 ekor (BPS, 2021). Menurut Yulianingsih (2019) bahwa kotoran ternak yang tidak diolah atau hanya ditumpuk mengemisikan secara langsung gas metana dan dinitrogen oksida ke udara. Pemanfaatan feses ternak sebagai pupuk kompos memiliki peran dan dampak yang sangat besar bagi bidang pertanian. Desa Kiaea Kabupaten Konawe Selatan merupakan daerah yang memiliki populasi ternak yang banyak dan juga lahan pertanian yang sangat besar. Daerah kabupaten Konawe Selatan juga merupakan daerah yang memiliki luas wilayah yaitu 5.779,47 km2 dan untuk luas lahan persawahan menurut kabupaten kota dari rentang tahun 2015-2017 yaitu 21.614,00 – 25.340,00 ha (BPS 2021). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi bimbingan teknis dan penyuluhan. Hasil yang telah dicapai dalam KKN Tematik ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pemanfatan limbah hasil pertanian dan peternakan dengan cara diolah menjadi pupuk kompos yang dapat diaplikasikan pada tanaman sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran limbah hasil pertanian.
BIMBINGAN TEKNIS PENANAMAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (HPT) DI DESA WONUA MORINI KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN Abadi, Musram; Arsad Sani, La Ode; Syamsuddin, Syamsuddin; Rusdin, Muh.; Pagala, Amrullah; Nafiu, La Ode; Selamet Aku, Achmad; Astuty Auza, Fuji; Fitrianingsih, Fitrianingsih; Sahaba, La; Surahmanto, Surahmanto; Yaddi, Yamin; Indi, Amiluddin
....-....
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ministry of Agriculture designated South Konawe Regency as a source area for Balinese cattle through Minister of Agriculture Decree (Kepmentan) No. 803/Kpts/PK.030/12/2016 where one of the buffer areas is Palangga District. The main problem for breeders in Palangga District is the limited forage during the dry season. In the dry season, breeders only provide minimal feed without paying attention to the quality, quantity, and efficiency of the provision. The lack of awareness among breeders regarding the provision and utilization of quality HPT in sufficient quantities has caused the majority of breeders to provide forage of low quality to the livestock they keep. The aim of this activity is to help farmers produce optimal production by handling animal feed problems. The results that have been achieved in this Thematic KKN are increasing the knowledge and understanding of farmers raising livestock farmers' awareness of providing and utilizing quality HPT in sufficient quantities and ensuring its continuity throughout the year so that livestock productivity can be maintained and increased.
Quality of Goat's Milk Rich in Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA) Pasteurized at Different Heat Temperatures Treatment Fitrianingsih, Fitrianingsih; Tasse, Andi Murlina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.704 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.20203

Abstract

ABSTRACTGoat's milk has superior nutritional content, fat and protein in goat's milk are easier to digest, and the vitamin B1 content is higher than cow's milk. The body can utilize goat's milk containing PUFA n-3 as a functional food that is very beneficial for the body's health. The characteristics of goat's milk are rich in nutrients and contain long-chain saturated fatty acids, making goat's milk easily rancid and prone to microorganism contamination. The first treatment that can prevent goat milk spoilage is heating or pasteurization. The purpose of this research was to determine the quality of goat's milk rich in polyunsaturated fatty Acid (PUFA) pasteurized at different heat temperatures treatment. The goat’s milk was pasteurized at  80°C for 15 minutes   (treatment P1), pasteurized at  90°C for 10 minutes (treatment P4),  pasteurized at 100ºC  for  15 seconds (treatment P4), and raw milk as a control. The variables measured were sensory quality (color, smell, and taste) and chemical content (protein, fat, and lactose). The research was done by completely randomized design, then the data collected were analyzed using analysis of variance followed by Duncan's New Multiple Range Test. The results showed that the protein content in PUFA-rich goat's milk significantly decreased at 100 oC for 5 seconds, while fat content, lactose, color, odor, and the taste did not change.Keywords: Goat’s milk, pasteurization, milk quality.
Meat and Bone Ratio of Broiler Fed with Different Proportions of Fish Meal Dedi, Dedi; Saili, Takdir; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 3 (2022): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i3.24743

Abstract

This study aims to determine the ratio of meat and bones of broiler fed a diet containing fish meal with different proportions. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replicates and each replication consisted of 6 chickens. The treatment used was commercial feed BP-11 as control feed (P0), 43% corn + 21% rice bran + 27% CAB Concentrate + 9% fish meal (P1), 43% corn + 23% rice bran + 22% CAB Concentrate + 12% fish meal (P2), dan  43% corn + 25% rice bran + 17% CAB Concentrate + 15% fish meal (P3). The variables measured in this study were the percentage of meat weight, the percentage of bone weight, and the ratio of meat and bones of broiler. The data obtained were analyzed by variance analysis and the treatment that affected the measured variables was further tested using Duncan's Multiple Range Test. The results showed that the average percentage of broiler meat in this study was 67.26% (P0), 68.71% (P1), 69.36% (P2) and 70.23% (P3). The averages of bone percentages were 23.18% (P0), 25.53% (P1), 22.48% (P2) and 22.58% (P3). Meanwhile, the ratio of meat and bones were 2.92% (P0), 2.79% (P1), 3.09% (P2), 3.20% (P3). The results of the analysis of variance showed that the treatment had no effect on the percentage of meat, the percentage of bone and the meat-bone ratio. It was concluded that the addition of fish meal up to 15% into diet had no significant effect on percentages of meat and bone, and the ratio of meat to bone.Keywords: broiler, fish meal, meat, bone, ratio
Kualitas Kimia Daging Sapi Asap Dengan Lama Pengasapan Berbeda Sandi Ariswara Putra; Harapin Hafid; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11170

Abstract

Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan daging menggunakan kombinasi antara penggunaan panas dan zat kimia yang dihasilkan dari pembakaran dari bahan pengasap seperti kayu. tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas kimia daging sapi dengan lama pengasapan yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak dan UPT Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo Kendari dengan menggunakan daging sapi segar bagian paha belakang yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan dengan bahan pengasap tempurung kelapa segar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan, yaitu tanpa pengasapan (P0), pengasapan selama 3 jam (P1), pengasapan selama 5 jam (P2), pengasapan selama 7 jam (P3) dan pengasapan selama 9 jam (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengasapan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar abu daging asap. Dimana semakin lama pengasapan kadar air dan kadar lemak cenderung menurun sedangkan kadar protein dan kadar abu meningkat.
Bobot Potong, Persentase Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang Diberi Tepung Usus Ayam Broiler dengan Level Berbeda Irmawati Irmawati; Natsir Sandiah; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11167

Abstract

Ayam broiler merupakan salah satu ternak unggas penghasil daging yang berpotensi sebagai bahan pangan sumber protein untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler yang diberi tepung usus ayam broiler dengan level berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 35 hari mulai dari bulan Juli sampai Agusutus 2019 bertempat di Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Selawesi Tenggara. Penelitian ini mengunakan 96 ekor ayam broiler dengan menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0 (perlakuan kontrol), P1 ( 3% tepung usus ayam), P2 (6% tepung usus ayam), P3 (9% tepung usus ayam) dan masing-masing  perlakuan diulang 4 kali. Variabel yang diamati pada penelitian yaitu bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (analysis of  variance) dan jika perlakuan berpengaruh nyata  maka akan dilanjutkan dengan uji beda antar perlakuan dengan menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung usus ayam broiler tidak berpengaruh nyata (P>0,05)  terhadap bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Tepung usus ayam broiler dapat digunakan sebagai pakan alternatif penganti tepung ikan.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Kontaminasi Escherichia coli (E. coli) Daging Ayam Broiler di Pasar Tradisional Kota Kendari Agung Prasetiawan; La Ode Nafiu; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11149

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik dan kontaminasi E. coli daging ayam broiler di pasar tradisional Kota Kendari, Penelitian dilaksanakan di pasar Lawata, pasar panjang, pasar Sentral Kota Kendari dan Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak, Laborratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, dan Laboratorium Unit Genetika Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, pada bulan April sampai Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah pH, susut masak, daya ikat air dan kontaminasi Escherichia coli (E. coli). Penelitian ini menggunakan analisis rancangan acak lengkap untuk kualitas fisik dan analisis deskriptif untuk kontaminasi Escherichia coli (E. coli). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasar menunjukan susuk masak dan daya ikat air dalam kisaran normal. Sedangkan nilai pH telah mengalami penurunan, terutama di Pasar Panjang. Hasil pengujian cemaran bakteri E. coli di ketiga pasar tradisional Kota Kendari, menunjukan bahwa pedagang belum memperhatikan aspek higiene atau kebersihan tempat pemotongan serta alat yang digunakan.