Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dampak Rasio Pencampuran Bahan Bakar Diesel Terhadap Opasitas Asap Knalpot Mitsubishi L300 Tahun 2013 Markus Wandani; Suprapto Suprapto; Henry Iskandar; Nur Basuki; Jubaidah Jubaidah
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 5 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v5i1.393

Abstract

High exhaust gas opacity in conventional Diesel vehicles, such as the 2013 Mitsubishi L300 with its conventional injection system, remains a significant environmental challenge. This study aims to analyze the impact of blending three Diesel fuel types—Biosolar, Dexlite, and Pertamina Dex—on exhaust opacity levels. Conducted at the Motor Vehicle Testing Unit in Medan, the research employed an experimental method using a Smoke Opacity Meter to measure smoke opacity at various fuel mixture ratios. Data were subsequently analyzed using ANOVA to identify significant differences between treatments. The results demonstrate that fuel blending significantly influences opacity values. Notably, the combination of Pertamina Dex and Dexlite yielded the lowest opacity levels, achieving an average reduction of over 30% compared to pure Biosolar. This improvement is attributed to higher cetane numbers and lower sulfur content, which facilitate more complete combustion. The study concludes that fuel blending is a practical strategy for mitigating emissions in conventional Diesel engines, supporting the development of eco-friendly fuels and sustainable transportation policies in Indonesia.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA CHOPPER BLENDER PENGOLAHAN PAKAN TERNAK DI DESA KLAMBIR LIMA, KECAMATAN HAMPARAN PERAK Suprapto Suprapto; Jubaidah Jubaidah; Lisyanto Lisyanto; Henry Iskandar; Binsar Panjaitan; Selamat Riadi; Yopan Aldori
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 8 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i8.%p

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan di pedesaan seringkali masih belum optimal, padahal memiliki potensi signifikan sebagai sumber pakan ternak alternatif. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pakan hijau yang tidak tercacah sempurna  sering terbuang percuma, biaya pakan konsentrat tinggi, serta ketiadaan mesin pencacah. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pakan ternak melalui penerapan mesin Chopper Blender Teknologi Tepat Guna (MTTG-CB). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, desain dan fabrikasi mesin, pelatihan operasional dan perawatan, uji coba lapangan, dan pendampingan teknis. Hasil implementasi MTTG-CB mampu mencacah 100 kg pakan hijauan dalam ±30 menit dengan ukuran 2-5 cm. Pelatihan dan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan mitra dalam penggunaan dan perawatan mesin. Melalui pemanfaatan limbah lokal, mitra dapat menghemat waktu dan menekan biaya pakan hingga 40%. Kegiatan ini terbukti meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak, serta berpotensi besar untuk direplikasi oleh peternak lain dalam mendukung ketahanan pangan berbasis lokal.
Penguatan Ekonomi Petani Gambir melalui Skalasi Produksi, Manajemen Usaha, dan Branding Produk Berbasis Inovasi Nur Basuki; Henry Iskandar; Eko Wahyu Nugraha; Selamat Triono; Enny Keristiana Sinaga; Anjhu Souzha; Fadli Meidiansyah Putra; M. Refi Firmah; Selamat Riadi
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2759

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Kentara, Kabupaten Dairi, untuk mengatasi rendahnya kapasitas produksi dan mutu getah gambir akibat proses pengeringan tradisional. Mitra adalah kelompok petani gambir dengan produksi 30–40 kg/hari getah kering yang terkendala waktu pengeringan 5–7 hari dan manajemen usaha belum terkelola baik. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat pengeringan, memperkuat manajemen usaha, dan memperluas pemasaran produk. Metode yang digunakan meliputi perancangan dan pembuatan mesin pengering kabinet, pelatihan pengoperasian dan perawatan, pendampingan pembukuan usaha, serta pelatihan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi ±90%, waktu pengeringan menjadi ±24 jam, kualitas produk lebih seragam, serta keterampilan manajemen dan pemasaran mitra meningkat. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan, efisiensi usaha, dan kesiapan mitra memasuki pasar ekspor.
STUDI ANALISIS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KENDARAAN LISTRIK HIBRIDA Dwiki Muda yulanto; Henry Iskandar
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v2i1.1488

Abstract

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor setiap tahun semakin naik. Hal tersebut akan berdampak pada konsumsi bahan bakar fosil yang berlebihan dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, perlu kendaraan bermotor yang lebih ramah lingkungan yaitu kendaraan berbasis listrik. Salah satu yang termasuk pada kendaraan berbasis listrik adalah kendaraan listrik hibrida. Studi ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kendaraan listrik hibrida. Penelitian ini menggunakan metode survei literatur dengan Systematic Literature Review (SLR). Hasil dari studi ini bahwa kendaraan hibrida listrik (KLH) merupakan kendaraan yang memiliki lebih dari satu sumber energi penggerak yaitu mesin konvensional dan mesin listrik. Kendaraan listrik hibrida dapat diklasifikasikan berdasarkan konstruksi atau konfigurasinya dan berdasarkan tingkat kehibridannya. Berdasarkan konfigurasinya, kendaraan listrik hibrida terbagi menjadi tiga yaitu Series Hybrid Electric Vehicle (S-HEV), Parallel Hybrid Electric Vehicle (P-HEV), dan Series-Parallel Hybrid Electric Vehicle (SP-HEV). Berdasarkan tingkat kehibridannya, kendaraan listrik hibrida terbagi menjadi empat yaitu Micro Hybrid, Mild Hybrid (MHEV), Full Hybrid (FHEV), dan Plug-in Hybrid (PHEV). Teknologi kendaraan listrik hibrida dapat menjadi teknologi transisi sebelum teknologi kendaraan listrik, sehingga konsumen atau masyarakat dapat beradaptasi tentang elektrifikasi kendaraan bermotor.