Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Studi Kelayakan Pengembangan Model Pembelajaran TLPIE berbasis Drawing-Coloring Art untuk Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Afnida, Mutia; Suparno, Suparno; Pujiriyanto, Pujiriyanto; Pamadhi, Hajar; Mandira, Gracia
JURNAL BUNGA RAMPAI USIA EMAS Vol 9, No 2: Oktober 2023 Special Edition
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbrue.v9i2.52463

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu aspek kemampuan yang sangat diperhatikan pada zaman kini, termasuk sejak usia dini. Stimulasi kemampuan berpikir kreatif anak dapat dilakukan dengan merancang model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Maka dari itu, tujuan dilakukan penelitian ini salah satunya adalah untuk mengetahui aspek materi atau tahapan pelaksanaan kegiatan dari model pembelajaran TLPIE berbasis Drawing-Coloring Art dan menganalisis hasil uji kelayakan produk. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan yaitu ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Produk divalidasi oleh dua kelompok expert judgement dan guru PAUD. Dari hasil yang diperoleh, tahapan kegiatan model pembelajaran TLPIE terdiri dari lima tahapan yaitu Thinking Routines, Orientation, Planning Activities, Implementation, dan Evaluation. Desain ini dapat digunakan dengan basis kegiatan lainnya dan ragam pengembangan aspek kemampuan anak.
Tantrum Management Strategies for Early Childhood Education: A Descriptive Study in PAUD Permata Ibu and TKS IT Misbahul Ikhlas Rizka, Sitti Muliya; Melizar , Risa; Mandira, Gracia; Fauzia, Siti Naila; Nessa, Rahmatun; Sofyan, Rahmi
The Future of Education Journal Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v3i4.184

Abstract

Tantrums are a common behavioral issue in early childhood, characterized by intense and excessive emotional outbursts that occur in specific situations. These episodes often reflect the child's limited ability to articulate needs or emotions verbally. This study aimed to identify and analyze the strategies employed by teachers in managing tantrum behaviors among early childhood learners at PAUD Permata Ibu and TKS IT Misbahul Ikhlas in Aceh Besar. A qualitative descriptive approach was used in this research, employing observation, interviews, and documentation as data collection methods. The subjects of the study were four teachers from Class A in early childhood education institutions, with the object of the research focusing on the strategies these teachers implemented in managing tantrums.The findings revealed that teachers use structured and empathetic methods, allowing children to express emotions under close supervision. Once calm, teachers engage in gentle communication to address the root of the tantrum and guide children toward better behavior by explaining consequences. Emotional bonding, such as hugs or gentle touches, provides comfort, while corrective actions, like marking fingers with tape to deter harmful behavior, remain educational. Teachers also redirect attention to positive activities and provide encouragement to boost confidence and emotional regulation. These strategies highlight the importance of patience, empathy, and tailored approaches to foster emotional growth and self-control in young children.
Entrepreneurship For Kids: Apa yang Dipelajari dalam Program Kewirausahaan Di Tingkat PAUD Dista, Fitrah Nabila; Mandira, Gracia
Journal of Islamic Education for Early Childhood Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1 (2025) JIEEC : Journal of Islamic Education for Early Childhood
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jieec.v7i1.8842

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami apa saja yang harus dipelajari, dikembangkan, dan dirancang dalam menerapkan program entrepreneur atau kewirausahaan di lembaga PAUD. Metode penelitian yaitu penelitian kepustakaan, dengan tipe penelitian yakni analisis data (deskriptif), menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi, dan teknik analisis data berupa content analysis. Hasil penelitian memaparkan bahwa program kewirausahaan tidak terlepas dari beberapa ranah, yaitu ranah pengetahuan (know how to learn) berkaitan dengan konsep dan goal dalam berwirausaha, pendidikan finansial, serta langkah-langkah dan strategi merencanakan bisnis. Ranah keterampilan (know how to do) berkenaan dengan kompetensi yang dikuasasi dalam berwirausaha dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Ranah sikap (know how to be) berhubungan dengan perilaku, tindakan, dan pandangan positif ketika menjadi seorang wirausahawan. Ranah nilai meliputi personalitas, pembawaan, dan mentalitas yang dimiliki seorang wirausahawan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bagi sekolah dan guru dalam memberikan pemahaman yang lebih baik dalam mengadakan program kewirausahaan di lembaga PAUD kedepannya. Kemudian juga memberikan kontribusi pada alur tujuan pembelajaran atau silabus dengan mata kuliah entrepreneur anak usia dini di jurusan PAUD sebagai acuan materi perkuliahan.
Pemahaman Orangtua Tentang Belajar Merdeka Anak Usia Dini Di Kabupaten Aceh Barat Rahmiyati, Evi; Mandira, Gracia; Khoiriyah, Khoiriyah; Anggraini, Irma
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5423

Abstract

Belajar merdeka atau merdeka belajar merupakan istilah yang baru dikenal oleh orangtua dalam lingkup pendidikan anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Selama ini yang menjadi harapan orangtua saat menitipkan anak di lembaga PAUD adalah anak mampu membaca, menulis dan berhitung. Sementara itu merdeka belajar bagi anak usia dini disebut juga dengan merdeka bermain yang mana stimulasi perkembangan anak adalah melalui bermain yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pemahaman orangtua tentang belajar merdeka anak usia dini di Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan instrumen berupa skala modifikasi likert yang ditujukan kepada orangtua yang memiliki anak usia dini pada lembaga PAUD di Kabupaten Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman orangtua di kabupaten Aceh Barat tentang belajar merdeka anak usia dini berada pada kategori sedang meliputi pemahaman akan informasi kurikulum merdeka, konsep merdeka belajar di PAUD dan keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak usia dini. Sementara pada aspek pemahaman orangtua terhadap pembelajaran anak usia dini masih dalam kategori rendah.
Pendidikan Multikultural Sejak Dini: Kerangka Konseptual untuk Transformasi dalam PAUD Nabila Dista, Fitrah; Mandira, Gracia; Farah Dilla, Raudhah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1345

Abstract

Tujuan penelitian guna memahami konsep pendidikan multikultural melalui tiga transformasi yaitu: level diri, level sekolah, dan level masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui telaah pustaka. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari data sekunder. Analisis data mencakup reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian memaparkan: (a)Transformasi level diri, penanaman nilai seperti: toleransi, empati, kerjasama, inklusif, persamaan, hormat, tanggung jawab, keadilan, penerimaan, dan keingintahuan. (b)Transformasi level sekolah, mencakup aspek: kurikulum, program pembelajaran, materi pembelajaran, iklim kelas, pendidik, anak didik, dan evaluasi. (c) Transformasi level masyarakat, keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam memperkaya pengalaman belajar anak dan juga membangun jembatan pemahaman antar kelompok budaya di masyarakat. Kebaruan dari penelitian meliputi kerangka konseptual pendidikan multikultural yang aplikatif dan kontekstual untuk PAUD, menempatkannya dalam pendekatan transformasi, menjadi kontribusi orisinal terhadap pengembangan kurikulum dan praktik PAUD yang berbasis keberagaman. Implikasi pada penelitian ini meliputi: (a) pengembangan kurikulum inklusif, (b) peran sekolah sebagai agen transformasi, (c) peran masyarakat untuk memperkaya dan memperluas partisipasi, (d) pembentukan nilai luhur sejak dini, serta (e) pedoman nasional yang mendukung pendidikan multikultural di PAUD.
Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Mencegah Perilaku Bullying Pada Anak Usia Dini Maimunah, Maimunah; Amalia, Dina; Mandira, Gracia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan multimedia interaktif berbasis audiovisual untuk mencegah bullying pada anak usia dini dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Disseminate, Develop). Media yang dikembangkan berupa video interaktif "Stop Bullying", yang menggabungkan audio, gambar, dan bahasa sederhana untuk membantu anak-anak memahami bullying, dampaknya, dan cara mencegahnya. Proses pengembangan media divalidasi oleh ahli, dengan hasil 80% untuk materi (kriteria “layak”), 95% untuk media (kriteria “sangat layak”), dan 87,5% untuk desain (kriteria “sangat layak”). Hasil uji coba menunjukkan bahwa media ini efektif dalam mengurangi perilaku bullying dan meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya saling menghargai serta berinteraksi positif. Media ini menjadi alat yang berguna bagi pendidik dan orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai positif yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan anak.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Media Serok Huruf Pada Anak di TK Al-Muhajirin Aceh Besar Sarfia, Yuli; Yuhasriati, Yuhasriati; Fauzia, Siti Naila; Amalia, Dina; Mandira, Gracia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31259

Abstract

Berdasarkan pengamatan di TK Al-Muhajirin, ditemukan bahwa sebagian besar anak usia 5-6 tahun belum dapat mengenal huruf secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui media serok huruf di TK Al-Muhajirin Aceh Besar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini yaitu 18 orang anak yang terdiri dari 2 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa pra siklus menunjukkan 0% kemampuan mengenal huruf maka dilakukannya siklus I yang menunjukkan peningkatan dari 44% dan 27% pada tindakan I menjadi 88% dan 77% pada tindakan II. Pada siklus II, kemampuan mengenal huruf meningkat menjadi 38% dan 44% pada tindakan I, dan 83% dan 77% pada tindakan II.
Penggunaan Media Flash Card dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak di PAUD Ar Rayyan Aceh Besar Surrahmah, Zikra; Suhartati, Suhartati; Mandira, Gracia; Yunisari, Dewi; Nessa, Rahmatun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf vokal pada anak kelompok A (usia 4–5 tahun) di PAUD Ar Rayyan, Aceh Besar, ditunjukkan oleh anak yang belum mampu mengenali, melafalkan, dan menulis huruf vokal dengan benar. Penelitian bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal melalui penggunaan media flash card. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus; tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 11 anak. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan kemampuan mengenal huruf vokal anak, kemudian dianalisis secara deskriptif. Intervensi pembelajaran mencakup: (1) pengenalan media flash card huruf vokal bergambar, (2) penjelasan cara penggunaan, (3) kegiatan mencocokkan huruf vokal dengan gambar dan menyebutkannya secara lisan, (4) mengangkat kartu yang disebut agar terlihat oleh teman, serta (5) pemberian lembar kerja untuk melatih keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal; pada siklus II tindakan II skor rata-rata mencapai 80,68%. Temuan ini mengindikasikan bahwa media flash card efektif untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal pada anak PAUD Ar Rayyan Aceh Besar.
Implementasi Pembelajaran Berbasis STEAM dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini Azizah, Eka Mauliza; Yuhasriati, Yuhasriati; Khoiriyah, Khoiriyah; Rosmiati, Rosmiati; Mandira, Gracia
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5346

Abstract

Pembelajaran Abad ke-21 umumnya sudah berbasis keterampilan serta teknologi yang menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia terutama menyangkut kreativitas. Pendekatan STEAM dapat mendorong aspek perkembangan kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak pada anak usia dini melalui implementasi pembelajaran berbasis STEAM. Metode penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas. Data diperoleh melalui observasi dan unjuk kerja. Tindakan yang dilakukan berupa pembelajaran berbasis STEAM. Kegiatan main dilakukan dengan kegiatan 5M sesuai tema, menggunakan alat dan bahan yang telah tersedia, menyusun, membentuk, merancang, mewarnai, membuat kerajinan tangan sesuai imajinasi anak, membilang banyak benda, mengklasifikasi benda, dan menyusun pola. Hasil tindakan diperoleh tujuh dari Sembilan orang anak mencapai kategori BSB dalam perkembangan kemampuan kreativitas yaitu anak  dapat membuat suatu kerajinan tangan,  menggambar, dan mewarnai sesuai  imajinasi anak tanpa adanya bantuan dari guru.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI PERUNDUNGAN DI SATUAN LEMBAGA PAUD: KAJIAN KONSEPTUAL Dista, Fitrah Nabila Dista; Mandira, Gracia Mandira; Sri Wahyuni
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6 No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v6i1.4880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual implementasi pendidikan anti perundungan di satuan PAUD yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kajian ini difokuskan pada penguatan landasan konsep perundungan, perumusan materi pembelajaran anti perundungan, pendekatan pembelajaran yang berpihak pada anak, serta strategi pencegahan dan penanganan perundungan sebagai bagian dari pemenuhan hak anak atas perlindungan dan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari dokumen kebijakan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan isu perundungan, pendidikan anak usia dini, dan perlindungan anak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan tema untuk membentuk pemahaman yang menyeluruh dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan anti perundungan di PAUD perlu dilakukan secara terintegrasi melalui penguatan materi sosial emosional, seperti: pengenalan emosi, komunikasi positif, dan resolusi konflik, serta penerapan pendekatan pembelajaran partisipatif dan berbasis pengalaman anak. Selain itu, strategi pencegahan dan penanganan perundungan perlu menekankan pendekatan pemulihan melalui keterlibatan kolaboratif antara pendidik, anak, dan orang tua. Implementasi pendidikan anti perundungan yang sistematis berpotensi menciptakan lingkungan belajar PAUD yang aman, ramah anak, dan berorientasi pada kesejahteraan anak sejak usia dini.