Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Oleh Pegawai: Studi Kasus Pada Sekolah Menengah Di Kabupaten Maros Syukron Thayyib, Ahmad Restani; Basri, Syamsurijal
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.79749

Abstract

Pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan merupakan komponen penting dalam mendukung efektivitas administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana pegawai sekolah menengah di Kabupaten Maros memahami, memanfaatkan, dan mengelola sarana prasarana pendidikan dalam pelaksanaan tugas administratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen terhadap pegawai tata usaha serta pihak sekolah terkait. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola-pola perilaku dan faktor yang memengaruhi pemanfaatan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pegawai mengenai fungsi sarana prasarana masih beragam, dipengaruhi oleh pengalaman, kesempatan praktik, dan pembagian tugas. Pemanfaatan fasilitas juga belum merata dan sangat bergantung pada budaya kerja, komunikasi internal, serta supervisi kepala sekolah. Kondisi sarana prasarana berbeda antar sekolah, di mana sekolah dengan sistem pemeliharaan yang jelas memiliki fasilitas lebih terawat dan digunakan secara optimal. Kemampuan teknis pegawai menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pemanfaatan fasilitas, sedangkan hambatan seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan kompetensi, dan kerusakan fasilitas yang tidak segera ditangani menjadi penghalang signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan pemanfaatan sarana prasarana tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, budaya organisasi, serta sistem pemeliharaan yang diterapkan sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi peningkatan kebijakan manajemen fasilitas pendidikan di Kabupaten Maros.
Pemanfaatan AI untuk Humas Sekolah dalam Membuat Konten Digital di Kabupaten Pangkep Ansar, Ansar; Thayyib, Ahmad Restani Syukron; Hastuti, Sri; Irawanda, Gita
PENGABDI PENGABDI: VOL. 6, NO.2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v6i2.79647

Abstract

Abstrak. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar dengan judul “Pemanfaatan AI untuk Humas Sekolah dalam Membuat Konten Digital di Kabupaten Pangkep.” Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga Humas sekolah dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) guna mendukung kegiatan komunikasi publik dan promosi sekolah di era digital. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 30 September 2025, bertempat di SMA Muhammadiyah Pangkep, dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang staf sekolah yang terdiri atas guru dan tenaga Humas. Metode pelaksanaan mencakup pemberian materi, praktik langsung, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta dibekali keterampilan penggunaan ChatGPT untuk pembuatan teks promosi dan Canva untuk desain grafis serta pengelolaan media sosial sekolah. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Sekitar 80% peserta mampu menghasilkan konten digital berupa poster dan caption media sosial yang menarik, informatif, dan selaras dengan identitas sekolah. Kegiatan ini juga melahirkan rencana pembentukan komunitas tenaga Humas digital sebagai wadah kolaborasi dan pengembangan berkelanjutan antar sekolah di Kabupaten Pangkep. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan digital, template konten sekolah, laporan kegiatan, dokumentasi pelatihan, dan rencana keberlanjutan program. Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah dapat membangun citra positif, memperkuat komunikasi publik, dan menjadi pionir dalam penerapan teknologi AI di bidang kehumasan pendidikan. Kata Kunci: Artificial Intelligence, Humas Sekolah, Konten Digital, ChatGPT, Canva
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK DI ERA PENERAPAN DEEP LEARNING Hastuti, Sri; Ansar, Ahlun; Thayyib, Ahmad Restani Syukran; Kr. J. Tompong, By Tri Agung Nusantara
EMBRIO PENDIDIKAN: JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol. 10 No. 2 (2025): Embrio Pendidikan: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Lembaga Jurnal FKIP Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/embrio.v10i2.1603

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kompetensi pendidik sekolah dasar di era pembelajaran mendalam (deep learning). Kompetensi guru menjadi faktor utama dalam menciptakan pembelajaran bermakna dan berorientasi pada pengembangan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan 2020–2025, dianalisi,s secara deskriptif kualitatif dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kompetensi guru meliputi pelatihan berkelanjutan, supervisi akademik, kolaborasi melalui KKG, penguasaan teknologi digital, dukungan kelembagaan, dan publikasi ilmiah. Strategi tersebut berperan penting dalam membentuk guru profesional, reflektif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan penerapan strategi yang tepat, guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menciptakan pembelajaran bermakna serta menghasilkan peserta didik yang kritis dan kreatif.
PKM Peningkatan Kapasitas Manajerial Melalui Pelatihan Administrasi Organisasi Berbasis Digital terhadap Mahasiswa Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNM Habibah, Sitti; Hastuti, Sri; Ahmad Restani Syukron Thayyib; Gita Irawanda; Andika Saputra
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.586

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial mahasiswa melalui pelatihan administrasi organisasi berbasis digital. Sasaran dari kegiatan ini adalah mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang administrasi organisasi serta minim dalam penggunaan aplikasi digital untuk mendukung kegiatan organisasi. Pelatihan dilaksanakan secara luring selama tiga hari dan mencakup materi mengenai dasar- dasar administrasi organisasi, praktik penggunaan aplikasi digital seperti Google Docs, Trello, dan Google Calendar, serta simulasi kolaboratif penyusunan dokumen. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan skor dari rata-rata 46 menjadi 81. Selain itu, hasil tugas akhir peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun dokumen organisasi secara digital dan sistematis. Pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan teknis, serta kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya literasi digital dalam pengelolaan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dijadikan sebagai model pengembangan kapasitas manajerial mahasiswa di era transformasi digital
Pendampingan Penerapan Model Active Learning Berbasis Diskusi dan Quiz untuk Meningkatkan Keterlibatan Mahasiswa dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi Andi Ratu Ayuashari Anwar; Nanang Hermawan; By Tri Agung Nusantara Kr J Tompong; Ahmad Restani Syukron Thayyib; Sri Hastuti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 6 (2026): April
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/658t1h94

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan penerapan pembelajaran interaktif berbasis diskusi dan quiz untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses perkuliahan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik pembelajaran yang berpusat pada dosen sehingga keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran belum optimal. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 30 mahasiswa sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendampingan pembelajaran interaktif yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi menggunakan media presentasi, diskusi kelas yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, serta pemberian quiz untuk mengukur pemahaman dan meningkatkan partisipasi belajar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi tingkat keaktifan mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan, dimana mahasiswa yang aktif dalam diskusi dan menjawab pertanyaan meningkat dari 43% sebelum kegiatan menjadi 86% setelah penerapan pembelajaran interaktif, sedangkan partisipasi dalam menjawab quiz meningkat dari 40% menjadi 83%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran interaktif berbasis diskusi dan quiz mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, dinamis, dan partisipatif di perguruan tinggi.
Implementasi Peer Solution dalam Manajemen Konflik Antar Mahasiswa Administrasi Pendidikan Irmawati Irmawati; Ahmad Restani Syukron Thayyib; Sitti Habibah; Sumarlin Mus; Kartini Marzuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12565

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen konflik mahasiswa Administrasi Pendidikan melalui implementasi peer solution berbasis pengalaman nyata mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan reflektif dengan melibatkan mahasiswa dalam proses identifikasi, analisis, dan penyelesaian konflik. Mahasiswa diminta menuliskan konflik intrapersonal, interpersonal, dan konflik kelompok yang pernah dialami tanpa mencantumkan identitas diri. Selanjutnya, konflik tersebut dibagikan secara acak kepada mahasiswa lain untuk dianalisis dan diberikan solusi berdasarkan teori manajemen konflik yang telah dipelajari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi peer solution mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi jenis konflik, menentukan strategi penyelesaian konflik, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati sosial, komunikasi interpersonal, dan problem solving. Selain itu, pendekatan anonim menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terbuka dan reflektif. Dengan demikian, peer solution dapat menjadi alternatif metode pembelajaran manajemen konflik yang aplikatif dan kolaboratif di perguruan tinggi.
A, The Manajemen Layanan Tenaga Pendidik di SMP Negeri 36 Makassar Fadila Junilasari; Hasan; Ahmad Restani Syukron Thayyib
Irfani Vol. 22 No. 1 (2026): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v22i1.7284

Abstract

This study aims to describe the management of teacher services by education personnel at SMP Negeri 36 Makassar, as well as identify supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is a descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation with informants consisting of principals, teachers, and administrative staff. The data analysis applied the Miles and Huberman models, while the validity of the data was tested through triangulation of sources and techniques. The results of the study show that teacher service management includes three main aspects: attendance management, school Service Management, Teacher Services, Education Personnel.administration services, and lesson schedule preparation, which is implemented through planning, organizing, implementing, and evaluating functions. The main supporting factors include the commitment of the principal, collaboration between staff, and the adequacy of infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors are the limited quantity of staff, lack of training, the absence of standard Standard Operating Procedures (SOPs), and the operational system that is still manual. This study concludes that transformation towards digital-based management and strengthening the competence of human resources is indispensable to increase the effectiveness of education services.
Penguatan Kepemimpinan Pembelajaran Guru melalui Penerapan Deep Learning di Kabupaten Bone Ahlun Ansar; Sitti Habibah; Ahmad Restani Syukron Thayyib; Sri Hastuti; Andi Ratu Ayuashari Anwar
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86649

Abstract

Abstrak. Kepemimpinan pembelajaran guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Namun, sebagian guru masih menghadapi keterbatasan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang mampu mendorong pemahaman konsep secara mendalam serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan pembelajaran guru melalui penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di Kabupaten Bone. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi konsep pembelajaran mendalam, pelatihan penyusunan perencanaan pembelajaran, pendampingan implementasi pembelajaran di kelas, serta refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan. Peserta kegiatan terdiri atas guru dari beberapa satuan pendidikan yang terlibat secara aktif dalam proses pelatihan dan pendampingan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap hasil observasi kegiatan, partisipasi peserta, serta hasil refleksi terhadap praktik pembelajaran yang diterapkan selama program berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep kepemimpinan pembelajaran dan kemampuan guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik, pemahaman konsep secara mendalam, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Selain itu, kegiatan pendampingan mendorong guru untuk lebih reflektif dalam mengevaluasi praktik pembelajaran dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas guru sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik di Kabupaten Bone. Kata Kunci: Kepemimpinan, pembelajaran mendalam, pengembangan kompetensi guru, pelatihan guru, pengabdian kepada masyarakat.