Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Relationship Long Time Storage of Trunk Fish (Euthnymus Affinis) Smoke With The Presence Of Staphylococcus Aureus Bacteria At Bobotsari Traditional Market Romadhon, Zakiyatudin Anduko; Mulyanto, Arif; Mujahid, Ikhsan; Widodo, Oei Stefani Yuanita
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i2.325

Abstract

Fresh fish can experience spoilage due to the activity of enzymes and microorganisms contained in the body of the fish itself due to the oxidation process in body fat by air. The body of the fish contains water which is quite high, namely 60-80% and has a pH of 7.2 so that it can be a good medium for the growth of putrefactive bacteria. Preservation methods are carried out to reduce the presence of spoilage alternatif preservation can be done, among others, by salting, cooling, drying, and smoking. Excess fumigation contains phenol which can function as an anti-microbial so that microbes will die and not develop. The purpose of this study was to determine the relationship between long storage of smoked tuna (Euthynmus affinis) and the presence of Staphylococcus aureus bacteria. The sample in this study were 12 samples of smoked cob fish which were sold in the traditional markets of the ballpark and the sampling technique used was random sampling. This type of research was experimentally analyzed using the Kruskall Wallis test. The results of the study of 12 samples of tuna that contained Staphylococcus aureus bacteria concluded that there was a relationship between storage duration of smoked tuna (Euthynmus affinis) and the presence of Staphylococcus aureus bacteria.
Potensi Air Kelapa Muda Dan Air Kelapa Obat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Dengan Metode Dilusi Prabowo, Finda Rizky Putri; Mujahid, Ikhsan; Mulyanto, Arif
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.235

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus merupakan strain S. aureus yang telah resisten terhadap aktivitas antibiotik golongan β-laktam, termasuk golongan penicillinase-resistant penicillins (oxcacillin, methicillin, nafcillin, cloxacillin, dicloxacillin), cephalosporin dan carbapenem. Kelapa yang sering dimanfaatkan sebagai obat yaitu kelapa muda kulit hijau dan kelapa obat atau sering disebut dengan kelapa wulung yang ditandai dengan bagian mesokarp (sabut) berwarna merah muda. Kelapa wulung memiliki khasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan air kelapa muda dan air kelapa obat dalam mempengaruhi pertumbuhan bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini dilakukan secara true eksperimental dengan rancangan pre test post test control group design. Terdiri dari 6 kelompok dengan 2 kelompok sebagai kontrol positif dan kontrol negatif serta 4 kelompok diberi perlakuan air kelapa muda kulit hijau, air kelapa muda kulit coklat, air kelapa obat kulit hijau, dan air kelapa obat kulit coklat. Jumlah bakteri sebelum dan sesudah perlakuan dihitung secara langsung menggunakan haemocytometer dan tidak langsung ditumbuhkan pada medium MHA. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Oktober 2020. Data dianalisis dengan uji repeated ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh air kelapa terhadap jumlah bakteri MRSA dengan metode langsung, metode tidak langsung, dan perbandingan antara metode langsung dan tidak langsung. Air kelapa obat kulit coklat paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri MRSA dengan penurunan jumlah bakteri 8,2 x 105 ± 5,27 x 105 CFU/mL sebelum perlakuan menjadi 1,7 x 105 ± 9,01 x 104CFU/mL setelah perlakuan pada metode tidak langsung.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Widal Metode Slide menggunakan Sampel Serum dan Plasma EDTA pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik Badriyah, Nurul; Mulyanto, Arif; Wardani, Dita Pratiwi Kusuma; Sulistyowati, Retno
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 9, No 2 (2022): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v9i2.283

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri S. typhi dan S. paratyphi. Penyakit demam tifoid termasuk penyakit menular. Penularan disebabkan karena makanan atau minuman yang disajikan tidak bersih dan tingkat higenis individu sanitasi lingkungan. Pemeriksaan widal merupakan suatu pemeriksaan serologis untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri S. typhi yang berdasarkan reaksi aglutinasi antara antigen dengan antibodi yang disebut aglutinin, dengan mengukur aglutinasi titer antibodi terhadap antigen O dan H dalam sampel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai titer pada pemeriksaan widal yaitu metode slide sampel serum dan plasma EDTA dengan rancangan cros sectional sampel yang digunakan sebanyak 26. Pada Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik. Data yang dihasilkan dianalisis dengan uji univariat dan uji pearson chi square. Hasil penelitian ini didapatkan hasil pada serum terbanyak yaitu pada titer 1/320 (61,5%) sedangkan pada plasma EDTA terbanyak yaitu pada titer 1/80 (46,2%) yang menunjukan nilai p velue 0,0247 (p >0,05), maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara pemeriksaan widal menggunakan sampel serum dan plasma EDTA antigen O dan H.       
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Demam Tifoid Menggunakan Metode Widal Slide Dan Metode Rapid Test IgG IgM Di RSUD Dr R Goeteng Taroenadibrata Brilianto, Samuel Surya; Mulyanto, Arif; Sulistyowati, Retno; Rahaju, Minto
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 10: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i10.5228

Abstract

Typhoid fever is an acute infection of the small intestine caused by the bacteria S. typhi and S. paratyphi. This study aims to evaluate the results of typhoid fever testing using the Widal slide method and the Rapid test IgG IgM method at Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Hospital in Purbalingga. Conducted in May 2024 with an observational analytic design and a cross-sectional approach, the sample consisted of 18 patients with typhoid fever. Widal slide examination results using O antigen reagent at RSUD dr. R.Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga Regency, there titer 1/160 from 16 respondents (100%). Results of the IgG IgM Rapid test using O antigen at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga Regency, there were 13 respondents (81.2%) IgG negative cases, 3 respondents (18.8%) had IgG positive cases, and 3 respondents (18.8%) had IgM negative cases, 13 IgM positive cases. respondents (81.2%). There was no difference in the results of the Widal slide examination and the Rapid IgG IgM test using O antigen in respondents at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga Regency with p rate = 0.01 (P= < 0.05). Similarly, Fisher's test for IgG IgM yielded a P value of 0.04, So it can be concluded that there is a difference in the results of the Widal slide examination and the results of the IgM Rapid test.
Stunting Counseling to Prevent High Stunting Rates in Gancang Village, Gumelar District, Banyumas Regency: Penyuluhan Stunting Guna Mencegah Tingginya Angka Stunting di Desa Gancang, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas Laela, Nur; Yuliana, Ratri Nurazizah; Nafisah, Zhafirah Shafa Kamalia; Pratiwi, Galuh Dea Nur; Papulasih, Dian; Sumantri, Indah Suci; Mulyanto, Arif
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (Growth Faltering) akibat akumulasi ketidakmampuan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 24 bulan (Ika,dkk. 2020 Hlm. 26). Periode 0 - 24 bulan merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan sehingga disebut dengan periode emas. Periode ini merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Untuk itu diperlukan pemenuhan gizi yang adekuat pada usia ini. Stunting pada balita perlu mendapatkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental, dan status kesehatan pada anak. Studi terkini menunjukkan anakyang mengalami stunting berkaitan dengan prestasi disekolah yang buruk, tingkat pendidikan yang rendah, dan pendapatan yang rendah saat dewsasa. Anak yang mengalamistunting memiliki kemungkinan lebih besar tumbuh menjadi individu dewasa yang tidak sehat dan miskin. Stunting pada anak juga berhubungan dengan peningkatan kerentanan anak terhadap penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan risiko overweight dan obesitas. Keadaan overweight dan obesitas jangka panjang dapat eningkatkan risiko penyakit degeneratif. Berdasarkan dari data yang telah didapatkan, permasalahan stunting di Desa Gancang sudah tergolong menurun. Berdasarkan informasi dari Bidan Desa Gancang dan Lurah Gancang jumlah stunting tinggal 3 anak. Sehingga kamimelakukan beberapa kegiatan untuk masalah iniyaitu melaksanakan penyuluhan mengenai stunting dengan beberapa metode yaitu pelasanaan penyuluhan di Balai Desa, PKD Desa Gancang, dan setiap ada kegiatan Posyandu di Desa Gancang terkait dengan penyuluhan stunting. Penyuluhan stunting ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 01 Agustus 2023 sampai Selasa 08 Agustus 2023 dengan pemateri salah satu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan dibantu oleh Bidan Desa Gancang. Penyuluhan ini dilaksanakan guna untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Gancang khususnya para ibu karena ibu adalah orang yang selalu bersama anak dimulai dari masa kehamilan sampai usia 24 bulan. Sehingga perkembangan bayi dan pengetahuan ibu mengenai kesehatan bayi dan balita dalam pengasuhan sesuai dengan standar kesehatan di Indonesia Terutama masalah stunting Desa Gancang.
PROPORSI HASIL PEMERIKSAAN PEWARNAAN ZIEHL NEELSEN DENGAN TES CEPAT MOLEKULER PADA TUBERKULOSIS PARU Nuryaningsih, Ely; Mulyanto, Arif; Kurniawan, Kurniawan; Mujahid, Ikhsan
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 2 (2023): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i2.1904

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis paru (TBC paru) merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri yang berasal dari golongan basil tahan asam. Bakteri tersebut menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan TBC paru. Penanggulangan tuberkulosis merekomendasikan tiga jenis pemeriksaan bakteriologi dalam mendiagnosis TBC yaitu pemeriksaan mikroskop dengan pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN), Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan GeneXpert MTB/RIF dan kultur bakteri. Pemeriksaan tersebut dilakukan sesuai dengan ketersediaan sarana di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode : penelitian ini merupakan penelitian analitik yang menjelaskan perbandingan antara variabel pemeriksaan dengan pewarnaan Ziehl Neelsen dan pemeriksaan TCM pada terduga TB paru menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 48 sputum, yang digunakan untuk pemeriksaan pewarnaan ZN dan pemeriksaan TCM. Hasil : pemeriksaan pewarnaan ZN lebih banyak negatif sebesar 87,5% daripada dengan TCM sebesar 83,3%. Pemeriksaan TCM metode GeneXpert lebih banyak positif sebesar 16,7% daripada dengan pewarnaan ZN sebesar 12,5%. Kesimpulan : Terdapat perbedaan proporsi hasil pemeriksaan pewarnaan ZN dan pemeriksaan TCM di RS PKU Muhammadiyah Sruweng yang dinyatakan dalam p-value 0,000 dan berdasarkan nilai Koefisiensi Cohen’s Kappa 0,83 memiliki tingkat kesesuaian sangat baik.
Application of IoT using nodeMCU ESP8266 on the Syringe Pump Device to Increase Patient Safety Anjani, Annisa Gallela; Sunarto, Presillia Grisviani; Royan , Royan; Wibowo, Kusnanto Mukti; Romadhona, Gema; Sapundani, Rum; Mulyanto, Arif; Setiawan, Iwan; Jumrianto, Jumrianto; N. Prasath5, N. Prasath
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 4 No. 1 (2022): February
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v4i1.137

Abstract

Nowadays, health care has turned out to be more technology-oriented. Today's technology is demanded to be practical and easy to use. Based on data, the number of uses of mobile devices based on the Android operating system has increased significantly. The open-source nature of android helps in programming applications easily according to user requirements. A syringe pump is a medical device that functions to enter the medicinal fluid into the patient's body at a certain dose and time automatically in mL/hour. The syringe pump is generally equipped with an alarm. Alarms have a vital function to provide information to nurses or doctors who are on duty. Medical officers cannot hear alarms if they are outside the patient monitoring room. This paper aims to design a syringe pump that is equipped with a NodeMCU8266 WiFi module to provide notifications via a smartphone so that nurses or doctors can know the alarm even though they are outside the patient monitoring room. So, this is expected can improve patient safety. In addition, this paper also aims to verify the size of the syringe against the drug flow rate. Based on the test results, the syringe pump can control the drug flow rate with a sensor accuracy of 0.0217 and an error rate of 0.6% at a target volume of 5mL. The syringe pump can also send alarm notifications to smartphones in real-time.
Pelatihan Tata Laksana Penyembelihan Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal Bagi Petugas Penyembelihan Rumah Potong Unggas Pribadi, Teguh; Rusman, Ade; Diniatik; Fitriyani; Pamungkas, Regawa Bayu; Mulyanto, Arif; Anggraeni, Liana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.655

Abstract

Latar Belakang: Penyembelihan atau pemotongan merupakan titik kritis kehalalan daging hewan sebagai bahan pangan. Penyembelihan yang dilakukan di rumah pemotongan unggas masih dilakukan secara manual dengan sarana yang terbatas. Prosses penyembelihan sering kurang sempurna, tidak terpotongnya empat urat utama di leher, ayam belum mati sempurna sudah masuk air panas, dan penganganan daging di lantai tanpa wadah. Penyembelihan yang layak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelihan. Petugas penyembelihan di rumah potong unggas (RPU) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) di wilayah Banyumas dan sekitarnya jumlahnya masih sangat kurang. Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermapilan penyembelihan hewan yang ASUH para petugas penyembelihan RPU di Banyumas dan sekitarnya. Metode: Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Tim Pengabdian IbM UMP, Sentra Halal UMP dan PRM Pliken Kembaran yang dilaksanakan dengan dua metode, yaitu secara klasikal dan praktik. Materi pelatihan meliputi 10 kompetensi petugas penyembelihan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) nomor 147 tahun 2022. Hasil: Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang peserta berasal dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kebumen. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar >34,41% dari sebelum pelatihan. Kesimpulan: Dengan demikian pelatihan tatalaksana penyembelihan hewan yang ASUH telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelih hewan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Kata kunci: juru sembelih, penyembelihan ASUH, rumah potong unggas ______________________________________________________________________ Abstract Background: Slaughtering or butchering is a critical point for the halalness of animal meat as food. Slaughtering in poultry slaughterhouses is still done manually with limited facilities. The slaughtering process is often imperfect, with the four central veins in the neck not being cut, chickens not being completely dead already in hot water, and meat on the floor without a container. Proper slaughter is determined by the level of knowledge and skills of the slaughterhouse staff. There is a lack of slaughterhouse workers with knowledge and skills in safe, healthy, and halal (ASUH) animal slaughter in Banyumas and surrounding areas. Objective: This training aims to improve the knowledge and skills of slaughtering animals that are safe, healthy, and halal (ASUH) among slaughterhouse workers in Banyumas and surrounding areas. Method: This training activity is a collaboration between the UMP IbM Service Team, UMP Halal Center, and PRM Pliken Kembaran which is carried out using two methods, classical and practical. The training material presented includes 10 competencies of slaughter officers according to the Indonesian national work competency standard (SKKNI) number 147 of 2022. Result: The training was attended by 55 participants from Banyumas, Purbalingga, Pemalang, and Kebumen. The training was able to increase participants' knowledge and skills by >34,41% from before the training. Conclusion: Thus, the training on the management of animal slaughter that is ASUH has been able to improve the knowledge and skills of animal slaughter officers in the Banyumas district and surrounding areas. Keywords: slaughterer, slaughterhouse ASUH, poultry slaughterhouse
PENGARUH VARIASI JUMLAH BLADE TURBIN ANGIN TERHADAP OUTPUT DAYA LISTRIK Wiratama, I Kade; Mara, Made; Mulyanto, Arif; Harianhady, Muliadi
Dinamika Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2014): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some area in Indonesia such as southern part of Sumatra to Nusa Tenggara have big enough wind speed to produce electrical energy by using wind turbine. However, the potential resources are not yet fully developed, and only 1.4 GW electrical energy has been generating in the Indonesia region. Most of the wind energy generating equipment is designed to the European wind speed which is   10 - 30 knot. So, it is very important to modify the such equipment to be able to implement in Indonesia area which is have a lower wind speed.The purpose of this research is to know the influence of number of blades and wind speed to electricity generated by horizontal axis wind turbine with blade taper inversed linear.The result showed that the highest electrical output power was 2,02 watt produced by 5 blades and 3,5 m/s wind speed. The lowest electrical output power was 2,347 watt achieved by using 3 blades and 2,5 m/s wind speed.
Analisis pemakaian bahan bakar biogas termurnikan pada unjuk kerja motor bakar Sutanto, Rudy; Wardani, Kusuma; Mulyanto, Arif; Nurchayati, Nurchayati; Pandiatmi, Pandri; Zainuri, Achmad; Sinarep, Sinarep
Dinamika Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2017): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dtm.v7i1.1

Abstract

The long term purpose of this research is to obtain the high quality renewable biogas that can be used as fuel for internal combustion engines to drive an electricity generator as energy diversification efforts in the area of small sustainable islands. The specific target expected to be achieved is a method/technique for absorbing impurities contained in biogas, especially CO2 component. The study was conducted to reduce the level of CO2 in biogas using NaOH solution. The mass flow rates of biogas employed were 2, 4, 6, 8 and 10 l/min. The biogas was then tested using an engine to see the effect CO2 on the engine performance at several rotations, i.e. 1500, 2500, 3500, and 4500 rpm. The results show that the torque increases by 21.3% for biogas B2 compared to the unpurified biogas. For biogas B4, the torque increases by 19.1%. While for biogas B6, B8, and B10, the torques increase by 14.9%, 12.8%, and 8.5% respectively. For biogas B2, the SFCE decreases by 33.4%, for biogas B4, the SFCE declines of about 22.7%, while for biogas B6, the SFCE declines by 17.9%. The SFCSs also decline by 13.9% and 8.5% for biogas B8 and B10.