Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN MINAT MENULIS PUISI SISWA KELAS VI SD NEGERI BUMIJO DENGAN SUMBER BELAJAR ALAM SEKITAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL Subagya, Subagya
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SubagyaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat menulis puisi pada siswa kelas VI SD Bumijo Yogyakarta dengan sumber belajar alam sekitar melalui pendekatan kontekstual. Subjek penelitian ini adalah 39 orang siswa dengan nilai kemampuan rata-rata awal menulis puisi adalah 68,4. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart dengan tahapan perencanaan, alternatif pemecahan masalah, tindakan, analisis, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata awal kelompok adalah 68,4 dan mandiri 65,2, meningkat menjadi 73,3 (nilai rata-rata kelompok) serta 71,20 (nilai rata-rata mandiri) di siklus I, dan menjadi 79,4 (nilai rata-rata kelompok) serta 78,0 (nilai rata-rata mandiri) di siklus II.Kata kunci: menulis puisi, sumber belajar, alam sekitar, pembelajaran kontekstualThe aims of this research are to increase students’ interest in writing poems for 6th grade students of elementary school at SD Bumijo Yogyakarta through environment learning resources by contextual approach. The subjects of research are 39 students with pre-average score of writing poems are 68,4. This research is classroom action research of Kemmis dan Taggart model with several steps are planning, problem solving alternative, action, analysis, and reflection. The results of this research show that pre-avarage score of writing poems in team are 68,4 and individual 65,2, increase to 73,3 (team average score) and 71,20 (individual average score) in 1st cycle, then become 79,4 (team average score) and 78,0 (individual average score) in 2nd cycle.Keywords: writing poems, learning resources, environment, contextual learning
Pengembangan Desain Produk Seni Kerajinan Kerang Simping Hastuti, Lies Susilaning Sri; Arifin, Achmad; Subagya, Subagya
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 28 No. 1 (2011): Dinamika Kerajinan dan Batik
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v28i1.1011

Abstract

ABSTRAKKerajinan kerang simping atau dalam bahasa latinnya Amusium pleuronectes banyak diminati oleh konsumen. Umumnya produknya berupa kap lampu yang dibuat dengan sistem bingkai menggunakan kuningan. Pada beberapa daerah kuningan sulit diperoleh, sehingga perlu dilakukan penelitian produk kerang dengan sistem bingkai menggunakan rotan antik lebar ± 4mm. Produk yang dibuat berupa kap lampu dan sketsel. Produk dipasang di ruang pamer BBKB dan dilakukan wawancara dengan 30 responden, 10 butir instrumen untuk mengumpulkan data. Sistem penilaian dilakukan dengan skala Likert dan diperoleh nilai kualitas dari produk adalah 71 ( untuk skor tertinggi 100) atau 71% dari kualitas yang diharapkan. Ini artinya produk yang dibuat kualitasnya baik. Saran yang dapat diberikan adalah desain produk kerajinan kerang agar dapat dikembangkan karena banyak peminatnya dan dapat dipasarkan dengan harga yang cukup baik sesuai dengan desain produk dan tingkat kesulitan dalam pembuatannya.Kata kunci : kerang simping, sistem bingkai, rotan.ABSTRACTCraft capiz shells (Amusium pleuronectes) has great demand. Generally, products in the form of lamp shades is made with a system using a brass frame. In some regions, the brass is difficult to obtain, so we need research products using a frame systems shells with antique rattan ± 4mm wide. Products are made in the form of lampshade and partition. Products are installed in the showroom BBKB and interviews were conducted with 30 respondents, using 10 items of instruments. Assessment system with Likert scale and value of quality product is 71 (for the highest score 100) or 71% of the expected quality. It means products have good quality. Design of shells for craft products can be developed caused by great demand and can be marketed with a good price according with the design of products and level of difficulty in the making.Key words : capiz shells (Amusium pleuronectes) , frame system, rattan.
Pendidikan Toleransi di Kampung Moderasi Beragama Untuk Penguatan Ideologi Pancasila Widiatmaka, Pipit; Yusuf, Munawir; Subagya, Subagya
Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): VOLUME 2 ISSUE 2, NOV 2025
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/bti.v2i2.48

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pola pendidikan toleransi dalam rangka penguatan ideologi Pancasila di kampung moderasi beragama dan aktor lokal yang terlibat dalam penguatan toleransi di kampung moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan sehingga teknik pengumpulan datanya adalah studi dokumen. Selain itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan hermeunitik dengan menekankan pada intreprestasi pada data yang sudah disederhanakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan toleransi di kampung moderasi beragama dapat melakukan penguatan ideologi Pancasila dengan pola pendidikan toleransi dengan pendekatan partisipatif yang berbasis kearifan lokal, karena dapat menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dan kehidupan masyarakat yang heterogen di kampung moderasi beragama sehingga dapat membangun ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh. Dalam mengimplementasikan pendidikan toleransi dengan pendegkatan partisipatif yang berbasis kearifan lokal dibutuhkan peran dan kerja sama aktor lokal, dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda yang tergabung di dalam karang taruna. Melalui keterlibatan aktor lokal tersebut ternyata dapat membangun kesadaran ideologis masyarakat, keharmonisan kehidupan antar perbedaan, dan mengatisipasi tindakan intoleransi. Pada dasarnya pola pendidikan toleransi dengan pendekatan partisipatif berbasis kearifan lokal yang diterapkan di kampung moderasi beragama dapat difungsikan untuk  penguatan ideologi Pancasila di kampung moderasi beragama sehingga dapat membangun ketahanan ideologi Pancasila yang tangguh.