Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Keluarga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Monitoring Tekanan Darah dan Gula Darah Mandiri di Desa Mutiara Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Abdulkadir, Widy Susanti; Suleman, Ibrahim; Hiola, Dewi Suryaningsi; Tungadi, Robert
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34120

Abstract

Aplikasi Kalender Pola Sehat Hipertensi merupakan inovasi digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Mutiara dalam memantau kesehatan—khususnya tekanan darah dan kadar gula—serta mendorong pola hidup sehat guna pencegahan hipertensi dan penyakit tidak menular. Metode pengabdian meliputi: (1) persiapan dan sosialisasi kepada warga mengenai cara mengakses dan memanfaatkan kalender edukasi harian pada aplikasi (https://hulawadu.hulawadu-htc.site/kalender.php) melalui pertemuan langsung serta penyebaran informasi via media sosial, brosur, dan poster; (2) implementasi penggunaan aplikasi tanpa pendaftaran, di mana pengguna memilih tahun dan bulan untuk menerima edukasi harian tentang pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres; (3) edukasi bulanan secara daring melalui grup WhatsApp/media sosial yang dipandu tenaga kesehatan dengan sesi tanya jawab; (4) kolaborasi dengan Puskesmas untuk pendampingan penggunaan aplikasi dan pemeriksaan kesehatan rutin; serta (5) pemantauan dan evaluasi melalui analitik sederhana (frekuensi akses dan keterikatan pada materi) dan pelaporan berkala kepada pemangku kepentingan. Hasil pada 40 pengguna menunjukkan 30% pengguna mengakses aplikasi 3 kali/minggu dengan penurunan tekanan darah 5 mmHg pada 60% dan penurunan gula darah 10 mg/dL pada 55% pengguna. Kelompok yang lebih aktif (30% mengakses 4 kali/minggu) menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap edukasi (50%) dengan capaian penurunan tekanan darah (40%) dan gula darah (45%). Temuan ini mengindikasikan korelasi positif antara frekuensi penggunaan, kepatuhan, dan dampak kesehatan. Simpulan: kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan pemantauan rutin memperkuat efektivitas aplikasi sebagai alat pencegahan hipertensi di masyarakat.
PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA BAGI KADER KESEHATAN BERBASIS IPE DI KAWASAN TELUK TOMINI DESA LOPO KABUPATEN GORONTALO Suleman, Ibrahim; Yusuf, Zuhriana K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 2, No 3 (2023): Vol 2, Nomor 3 (2023)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v2i3.22124

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari adanya bencana alam yaitu melalui mitigasi bencana. Karena keadaan darurat dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tanpa terkecuali. Pelatihan kader kesehatan terkait tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang  rentan akan terjadinya bencana.Tujuan pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan yakni pelatihan tanggap darurat kepada kader kesehatan dengan penerapan IPE (interpersonal education) untuk memaksimalkan potensi dari berbagai tim baik kesehatan ataupun stakeholder yang ada.  Program KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan selama 45 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 70 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana.Kegiatan PkM KKN PK 2023 dengan metode Interprofessional Education (IPE) telah berhasil dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdi yang berasal dari empat profesi yang ada di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Olahraga dan Kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah tokoh masyarakat dan kader kesehatan sejumlah 40 orang. Kegiatan dilakukan secara interprofesi dengan metode wawancara, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung kepada masyarakat. Dukungan masyarakat terlihat dari jumlah pasien yang hadir pada waktu pemeriksaan hingga mencapai 92%.    
The Influence of Parental Holding with Sitting Position on The Successful Installation of Intravenous Fluid Drips in Childhood Patients in The Emergency Installation of Toto Kabila Hospital Suleman, Ibrahim; Jamal Bahua; Sumiyati Moo
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 1 (2023): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i1.575

Abstract

IVFD installation is one of the most common procedures given to children, especially in hospitals. Around 80% of pediatric patients receive an infusion procedure which causes the child to experience unpleasant experiences such as hospitalization problems. So that there is no adverse response for the child and during treatment therapy is needed to reduce distress and suppress this negative response. One of them is Parental Holding or the holding position carried out by parents or family. The research method used in this research is quantitative research, namely experimental research with a quasi-experimental approach. Quasi experimental research design with a Two Group Post test only Design approach. The sampling technique used is Accidental Sampling. The number of respondents was 60 people consisting of 30 respondents in each group. Implementation of Parental Holding with Sitting Position is carried out every time an IVFD is installed on a pediatric patient until completion. Analysis in this study used the Wilcoxon and Mann Whitney U tests with α ≤ 0.05. The results of this study using the Mann Whitney U statistical test showed that there was an effect of Parental Holding with Sitting Position on the Success of IVFD Installation in Pediatric Patients in the Emergency Room, p=0.047, (p value ≤ 0.05). It is suggested that the results of this research can be used to maximize nursing services, especially in independent nursing actions by implementing the Holding Parental with Sitting Position when installing IVFD on pediatric patients, so that in the future this nursing action can become a standard operational procedure that applies in hospitals.
Identification of Injuries in Amateur Boxing Athletes in Gorontalo City: Study for Developing Prevention and Treatment Strategies Suleman, Ibrahim; Duhe, Edy Dharma Putra; B. Pomalango, Zulkifli; Ibrahim, Nurhaliza
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.959

Abstract

Injuries in boxing athletes often occur in the upper extremities of the body, especially the head and face, which can result in concussions, cuts and bruises. This research aims to identify the types of injuries experienced by boxing athletes in Gorontalo City and explore their causes. The method applied is a survey using questionnaires as the main data collection technique. The population of this study consisted of 50 active female boxing athletes from Gorontalo City. The results showed that the most common injuries occurring in boxing were injuries to the head and face (44%), followed by injuries to the wrist (29%), shoulders (29%), knuckles (22%), knees (16%), and ankle (16%). The main factors causing injury include conditions during training or competition (36%) and the time of injury (32%). Based on the results of this research, it can be concluded that the parts of the body most frequently injured are the head and face with a percentage of 44%. These findings emphasize the importance of developing injury prevention and treatment strategies, especially to the head and face, to improve the safety and health of amateur boxing athletes in Gorontalo.
Self-Reported Mental Health of Nurses at Dr. M.M. Dunda Hospital, Gorontalo Regency Suleman, Ibrahim; Zainuddin; Antu, Mihrawaty S; Aswad, Yusrin
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1094

Abstract

Mental Health is a condition where an individual can develop physically, mentally, spiritually and socially so that the individual is aware of his or her own abilities, can handle pressure, can work productively, and is able to contribute to his or her community. Several factors cause mental disorders, namely a work environment with a high risk of violence, facing various types of stress and an uncomfortable workplace. Mental disorders can take the form of changes in the mental and emotional atmosphere which have an impact on physical disorders and are rarely recognized by sufferers, including nurses. Nursing is a profession that has a very high risk of stress, because nurses have very high duties and responsibilities for the safety of human life. The aim of the research is to determine the self-reporting of mental health of nurses at RSUD Dr. M.M Dunda Limboto, Gorontalo Regency. The research design is a descriptive design, with a sampling technique using non-probability sampling, namely snowball sampling. The sample in this study using the Slovin formula obtained 175 respondents. The results of this research showed that 131 respondents (74.9%) were not indicated, and 44 respondents were indicated (25.1%). The conclusion of this study shows that the majority of nurses at RSUD M.M. Dunda Limboto has no indication of a mental health disorder which is known from the Self Reporting Questionnaire assessment. It is hoped that nurses can maintain mental health by doing self-rewards to increase their capacity as nurses.
The Effect of Training Using Demonstration Methods on Community Knowledge About Mitigation and Evacuation of Disaster Victims Yusuf, Zuhriana K; Suleman, Ibrahim; Hunawa, Rachmawaty D; Rahma, St
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i1.22484

Abstract

Knowledge that is used sustainably is an urgent need, especially considering the threat of natural disasters that can arise anytime and anywhere. Therefore, people need basic capital to save themselves from disasters, namely emergency response capabilities to disasters and sufficient resources. The aim of the research is to analyze the effect of training using the demonstration method on public knowledge about mitigating and evacuating disaster victims. The method used is observational analytical research. The population is the people of Lopo village, Batudaa Pantai District with a sampling technique, namely accidental sampling, namely 19 people. The total sample was 67 respondents. Data collection was carried out using instruments based on the Knowledge questionnaire with pretest and posttest methods after training and demonstrations. Data analysis was carried out using paired sample T-Test statistical analysis of respondents from the Lopo Village community. The results of the analysis of the influence of training using the demonstration method on public knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims obtained a value of ρ = 0.000 (ρ = 0.05) so that there is an influence between the two variables. The conclusion is that there is an influence of training using the demonstration method on community knowledge regarding mitigation and evacuation of disaster victims in the Lopo Village community.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Pelari Jarak Jauh Pada Komunitas Riot Gorontalo Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Suleman, Ibrahim; Sulistiani, Ita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36968

Abstract

Kegawatdaruratan medis seperti henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk saat aktivitas olahraga. Pelari sebagai kelompok aktif berisiko menghadapi kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelari mengenai teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada komunitas Running Is Our Therapy (RIOT) di Gorontalo, khususnya dalam penanganan henti jantung mendadak. Metode: Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode kombinasi ceramah interaktif dan simulasi praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi disampaikan secara komunikatif dengan dukungan media leaflet sebagai sarana penguatan informasi. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pemahaman. Hasil Pengabdian Sebelum intervensi, mayoritas pelari berada pada kategori pengetahuan cukup (56,4%), menunjukkan pemahaman dasar namun belum menguasai prosedur BHD secara optimal. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar peserta mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan baik (52,7%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pelari terkait teknik BHD, terutama dalam penanganan kasus henti jantung mendadak. Metode ceramah yang interaktif serta simulasi langsung terbukti efektif meningkatkan kemampuan peserta.Kesimpulan: Edukasi BHD melalui kombinasi ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan komunitas pelari RIOT dalam menghadapi situasi darurat medis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan olahraga dan diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan BHD
Pembuatan dan Launching Website GAS (Gizi Anak Seimbang): Inovasi Edukasi Digital Gizi Balita di Desa Pentadio Barat Nirwanto k rahim; Dewi Suraynigsih Hiola; Zulkifli B Pomalango; Ibrahim Suleman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i2.34232

Abstract

Gizi balita merupakan faktor fundamental dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan sumber daya manusia di masa depan. Tantangan seperti stunting dan gizi kurang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dinilai sebagai strategi potensial dalam meningkatkan akses informasi gizi di masyarakat pedesaan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meluncurkan Website GAS (Gizi Anak Seimbang) sebagai inovasi edukasi digital gizi balita di Desa Pentadio Barat. Program dilaksanakan pada 5–18 Juli 2025 melalui pendekatan partisipatif. Tahapan meliputi: (1) perancangan konten edukasi gizi, (2) pengembangan website interaktif dengan fitur kalkulator gizi, artikel edukasi, dan menu MP-ASI lokal, (3) sosialisasi kepada kader dan ibu balita, serta (4) launching website di aula desa. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan diskusi kelompok terfokus. Website GAS berhasil dikembangkan dalam waktu empat hari dan mendapat respon positif dari masyarakat. Fitur kalkulator gizi dan panduan MP-ASI lokal dinilai sangat membantu orang tua dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Program juga meningkatkan literasi digital kader desa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital pada sebagian masyarakat.Kesimpulan: Website GAS menjadi inovasi tepat guna dalam mendukung edukasi gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa. Program ini memperlihatkan potensi besar integrasi teknologi digital dalam pengabdian masyarakat. Keberlanjutan implementasi memerlukan dukungan kelembagaan, pembaruan konten, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan
Gambaran Tingkat Risiko Penyakit Kardiovaskular Abel Aprilia Malingkonor; Nanang Roswita Paramata; Ibrahim Suleman
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ry57vn63

Abstract

This study aims to determine the level of cardiovascular disease risk at the Limboto Community Health Center in Gorontalo Regency. The method used was quantitative descriptive with a cross-sectional design. The results showed that the majority of respondents were in the low-risk category (44 respondents (66.7%), followed by 11 respondents (16.7%) at moderate risk, 6 respondents (9.1%), and 5 respondents (7.6%) at very high risk, with no respondents in the high-risk category. In conclusion, the majority of Prolanis participants at the Limboto Community Health Center have a low risk of cardiovascular disease, but there are still moderate to very high risk groups that require ongoing attention and preventive intervention.   Keywords: Diabetes Mellitus, Risk Factors, Hypertension, Cardiovascular Disease, WHO/ISH Non-Laboratory Risk Prediction Chart (SEAR B)
Derajat Hipertensi dengan Kejadian Stroke Iskemik Berulang pada Pasien yang Dirawat di Rumah Sakit Nur'ain Towalu; Muhammad Isman Jusuf; Ibrahim Suleman
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 3 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/ht40ph16

Abstract

This study aims to determine the relationship between hypertension levels and the incidence of recurrent ischemic stroke in ischemic stroke patients at Dr. M.M. Dunda Limboto Regional General Hospital and Hasri Ainun Habibie Regional General Hospital. The method used was quantitative with an observational analytical design and a cross-sectional approach. The study population consisted of 225 ischemic stroke patients, with a sample of 70 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were obtained from medical records using a checklist and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents experienced grade 3 hypertension (38 respondents (54.3%), and recurrent ischemic stroke (39 respondents (55.7%). Of the 39 respondents who experienced recurrent ischemic stroke, 28 respondents (71.8%) were in the grade 3 hypertension category. The Chi-Square test results showed a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant relationship between hypertension levels and the incidence of recurrent ischemic stroke. In conclusion, the higher the degree of hypertension, the greater the risk of recurrent ischemic stroke. Blood pressure control is necessary to prevent stroke recurrence.   Keywords: Degree of Hypertension, Ischemic Stroke, Recurrent Ischemic Stroke