Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kepuasan Pasien Dengan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Maulana, Andi; Aramico, Basri; Amin, Fauzi Ali
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v1i2.943

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama keberhasilan pemberian pelayanan kesehatan. Puskesmas Kuta Baro terletak di Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dan memiliki wilayah kerja yang cukup luas untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang optimal. Namun, di puskesmas Kuta Baru hanya ada satu orang dokter, dan fasilitas yang kurang memadai untuk penanganan pasien. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kepuasan pasien dengan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain Cross- sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien usia >= 15 tahun yang ada di Puskesmas Kuta Baro Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Metode pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling sebanyak 92 responden dan analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang mengalami kepuasan kurang terhadap pelayanan kesehatan sebesar 17,39% dan mutu pelayanan kesehatan kurang baik sebesar 15,22%. Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan mutu dengan kepuasan (p-value: 0,0001), kehandalan (p-value: 0,0001), daya tanggap (p-value: 0,009), jaminan (p-value: 0,938), empati (p-value: 0,011) dan bukti fisik (p-value: 0,321).
Hubungan sosial ekonomi, pola asuh, pola makan dengan stunting pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah Aramico, Basri; Sudargo, Toto; Susilo, Joko
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 1, NOMOR 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2013.1(3).121-130

Abstract

ABSTRACTBackground: High prevalence of stunted children that indicates nutrition problem in Indonesia is a chronic problem associated with poverty, low education, and lack of service and environmental health. The low birth weight infant will have an impact on growth disorders in children.      Objectives: To identify association between social economic aspect of the family, rearing pattern, eating pattern and stunting in elementary school children in Lut Tawar Subditrict Central Aceh Regency.Methods: The study were analytic observational with cross sectional design and qualitative method. Data were obtained through observation and interview using questionnaire. Samples were 378 children from 11 elementary school in Lut Tawar Subdistrict Central Aceh Regency. Samples were selected by proportional random sampling. Analysis used chi-square at confi dence interval 95%. Number of samples were 378 children.Results: There were association between maternal education and nutritional status (p<0.001) OR=4.06; father education and nutritional status (p<0.001) OR=3.37; number of underfi ves with nutritional status (p=0.007) OR=2.71; income of parent and nutritional status (p<0.001) OR=7.8; rearing pattern and nutritional status (p<0.001)) OR=8.07; eating pattern and nutritional status (p<0.001) OR=6.01. There were dominant association between rearing pattern and nutritional status with OR 8, between eating patern,income of parent and nutritional status with OR of 6.01 There were no association between acces and utilization of health service and nutritional status (p=0,78) OR=0,93.Conclusions: There were signifi cant association between rearing pattern, eating pattern, and nutritional status.KEYWORDS: stunting, rearing pattern, eating patternABSTRAKLatar belakang: Tingginya prevalensi anak pendek yang menunjukkan masalah gizi di Indonesia merupakan masalah kronis yang berkaitan dengan kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan kurang memadainya pelayanan dan kesehatan lingkungan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aspek sosial ekonomi keluarga, pola asuh, pola makan, dan stunting pada anak sekolah dasar DI Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah.Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional dan metode kuantitatif, jumlah sampel 378 anak, yaitu siswa sekolah dasar kelas I-III pada 11 sekolah dasar. Sampel diambil berdasarkan proportional random sampling, pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer yaitu analisis univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil: Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan status gizi (p=0,39) OR=1,22, tidak ada hubungan antara umur dengan status gizi (p=0,25) OR=0,73, tidak ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan status gizi (p=0,78) OR=0,93. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan status gizi (p<0,001) OR=4,06, ada hubungan antara pendidikan ayah dengan status gizi (p<0,001) OR=3,37, ada hubungan antara jumlah balita dalam keluatga dengan status gizi (p=0,007) OR=2,71. Ada hubungan antara pendapatan orang tua dan status gizi (p<0,001) OR=7,8. Ada hubungan antara pola asuh dengan status gizi (p<0,001) ) OR=8,07, ada hubungan antara pola makan dengan status gizi (p<0,001) OR=6,01.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifi kan antara pola asuh, penghasilan orang tua, pendidikan orang tua, dan pola makan dengan status gizi. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin, umur dan akses pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan status gizi.KATA KUNCI: stunting, pola asuh, pola makan
The relationship between diabetes mellitus (DM) risk factors and random blood sugar levels (RBSL) in managerial and non-managerial positions in the local government of Bener Meriah Regency Hajjah, Hajjah; Ichwansyah, Fahmi; Zahara, Meutia; Aramico, Basri; Abdullah, Asnawi
Science Midwifery Vol 13 No 6 (2026): February: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i6.2259

Abstract

Fasting Blood Sugar Level (FBSL) as one of the efforts to detect DM. The study aims to determine the risk factors of DM on FBSL in managerial and non-managerial positions (civil servants) in Bener Meriah Regency. The study used a cross-sectional design. The research sample consisted of 81 managerial and 102 non-managerial respondents. Purposive sampling was used. The study period was from February 20 to June 7, 2024. Data collection involved measurements (height, weight to calculate BMI), blood pressure checks, and KGDS. A questionnaire (IPAQ) was used for interviews on physical activity, and a questionnaire (Riskesdas) from 2018 was used for interviews on risk factors for low fiber consumption and high sugar, salt, and fat consumption. Analysis of Mann Whitney Test and Multiple Logistic Regression data. The results showed that there was a relationship between KGDS and BMI (OR= 2.48; 95%CI=2.48; p-value=0.007). There was no relationship between KGDS and blood pressure (OR= 1.66; 95%CI=0.82-3.35; p-value=0.1520). There is no relationship between KGDS and physical inactivity (OR=1.80; 95% CI=0.82-3.93 p-value=0.1307). There is no relationship between KGDS and low fiber consumption (OR=1.15; 95% CI=0.50-2.61 p-value=0.74). There was no association between KGDS and high sugar, salt, and fat intake (OR=0.90; 95% CI=0.41-1.94; p-value=0.7828). There was no association between group and KGDS occurrence (OR=1.39; 95% CI=0.76-2.53 p-value=0.272). There was no association between random blood glucose levels (KGDS) and blood pressure, physical activity, and dietary patterns. Regular KGDS testing and the implementation of physical activity and balanced nutrition are still recommended.