Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

SOSIALISASI KESIAPSIAGAAN PENCEGAHAN COVID 19 DI DESA MESJID KEUMANGAN KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE Ulfa Husna Dhirah; Sarini Vita Dewi; Soraya Lestari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona adalah sebuah keluarga virus yang ditemukan pada manusia dan hewan. Sebagian virusnya dapat mengingeksi manusia serta menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit umum seperti flu, hingga penyakit-penyakit yang lebih fatal. Seringkali virus ini menyebar antara manusia ke manusia melalui tetesan cairan dari mulut dan hidung saat orang yang terinfeksi sedang batuk atau bersin, mirip dengan cara penularan penyakit flu. Tetes cairan dari mulut dan hidung pasien tersebut bisa jatuh dan tertinggal pada mulut dan hidung orang lain yang berada di dekatnya, bahkan dihisap dan terserap ke dalam paru-paru orang tersebut melalui hidungnya. Untuk itu diperlukan sosialisasi kesiapsiagaan pencegahan Covid 19 ini dengan mengajarkan cara cuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup dan mengelola stress untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan penyebaran infeksi termasuk Virus Corona.Keywords : Covid 19 
UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT Chairanisa Anwar; Soraya Lestari; Chairul Iqbal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan nasional. Angka kejadian hipertensi cukup tinggi yang disebabkan oleh: gaya hidup yang tidak sehat. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk usia 18 tahun sebesar 34,1%, dimana diketahui 8,36% terdiagnosis hipertensi, 32,27% tidak rutin minum obat dan 13,33% penderita hipertensi tidak minum obat. Berdasarkan survei di Lhoksukon Aceh Utara menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan kesadaran untuk meminum obat hipertensi secara rutin bagi mereka yang telah terdiagnosis hipertensi masih rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah community diagnostic untuk mengetahui masalah utama kesehatan, dilanjutkan dengan metode konseling untuk memecahkan masalah utama. Lokasi pengabdian masyarakat ini dilakukan di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. KKN dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus – 12 Agustus 2022 dengan tim 2 orang; 1 dosen dan 1 mahasiswa. Berdasarkan diagnosa masyarakat, menunjukkan bahwa Hipertensi merupakan masalah utama di lokasi tersebut. Permasalahan lainnya adalah tingkat kepatuhan minum obat dan kebiasaan melakukan pemeriksaan tekanan darah yang rendah secara rutin. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan intervensi berupa penyuluhan, pemeriksaan tensi, suplai darah, alat ukur tekanan darah dan pemasangan poster pencegahan hipertensi di lokasi-lokasi strategis. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dapat ditingkatkan dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Masyarakat juga antusias untuk mengecek tekanan darah secara mandiri dengan alat yang disediakan.Kata kunci: Pengabdian masyarakat; Diagnostik Komunitas; Hipertensi, KonselingHypertension is a disease that becomes a health problem national. The incidence of hypertension cases is quite high which is caused by: unhealthy lifestyle. Based on Riskesdas 2018, prevalence hypertension in Indonesia in the population aged 18 years by 34.1%, which It is known that 8.36% have been diagnosed with hypertension, 32.27% not routinely taking medication and 13.33% of hypertensive patients did not take medication. Based on a survey in Lhoksukon Aceh Utara showed that public awareness to carry out regular blood pressure checks and awareness to take hypertension drugs regularly for those who have been diagnosed hypertension is still low. This community service aims to increase public knowledge and awareness in prevention hypertension. The method used is community diagnostics for knowing the main health problems, followed by counseling methods to solve the main problem. This community service location carried out in Lhoksukon, North Aceh Regency. Community service is held on 8 August - 12 August 2022 with a team of 2 people; 1 lecturer and 1 student. Based on community diagnostics, it shows that Hypertension is a major problem in these locations. Other problems is the level of adherence to taking medication and the habit of doing examinations blood pressure is routinely low. To solve the problem intervention was carried out in the form of counseling, pressure checks, blood supply, blood pressure measurement equipment and poster installation prevention of hypertension in strategic locations. Public knowledge and awareness in prevention efforts hypertension can be improved with this community service activity. People are also enthusiastic about checking their blood pressure independently with tools provided.Keywords: Community service; Community Diagnostics; Hypertension, Counseling
PENINGKATAN KUALITAS GENERASI SADAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMA NEGERI 1 KRUENG BARONA JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Finaul Asyura; Syarifah Yanti Astryna; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Sahbainur Rezeki; Syarifah Naja; Siti Afsah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko perilaku berisiko, kehamilan tidak diinginkan, dan penyakit menular seksual. Berdasarkan hasil observasi awal di SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, terutama terkait perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan perilaku seksual berisiko. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi interaktif, diskusi kelompok terarah, dan pembentukan duta kesehatan reproduksi sekolah. Metode pelaksanaan meliputi pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, pemberian materi edukasi dengan media audiovisual dan modul cetak, simulasi, serta post-test untuk evaluasi efektivitas kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta membentuk lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Hasil PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan remaja berbasis sekolah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu menjamin kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua pada segala usia.
SCREENING KESEHATAN BERUPA PENGECEKAN TEKANAN DARAH, KOLESTEROL, ASAM URAT DAN GLUKOSA PADA PETUGAS DI WILAYATUL HISBAH DAN SATPOL PP ACEH Chairanisa Anwar; Soraya Lestari; Mutiawati Mutiawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) adalah penyebab utama pada 71% kematian di dunia. Penyakit ini juga disebut dengan noncommunicable disease, yang penanganannya lebih sulit dibandingkan dengan penyakit menular. Hal ini disebabkan karena PTM lebih sulit didiagnosa, membutuhkan waktu yang panjang sampai menimbulkan gejala dan etiologi yang sering tidak jelas. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat mencegah munculnya gejala suatu penyakit. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di laboratorium milik pemerintah maupun swasta, atau pemeriksaan secara gratis yang dilakukan oleh institusi pendidikan kesehatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pemeriksaan dapat berupa tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Berdasarkan latar belakang terebut maka peneliti tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat berupa screening kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah pada petugas Satpol PP Provinsi Aceh. Pengabmas ini dilakukan pada hari Jumat, 11 Agustus 2023 di Kantor WH dan Satpol PP Aceh dengan 50 orang personel yang dilakukan pengecekan tekanan darah, kolesterol, asam urat dan glukosa darah. Kata Kunci : screening kesehatan, personel WH dan Satpol PPNon-communicable diseases (NCDs) are the main cause of 71% of deaths in the world. This disease is also called a noncommunicable disease, which is more difficult to treat than an infectious disease. This is because PTM is more difficult to diagnose, it takes a long time to cause symptoms and the etiology is often unclear. Regular health checks can prevent symptoms of disease from appearing. Health examinations can be carried out in government or private laboratories, or free examinations carried out by health education institutions through community service activities. Examinations can include blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Based on this background, researchers are interested in carrying out community service in the form of health screening in the form of checking blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose on Aceh Province Satpol PP officers. This community service was carried out on Friday, August 11 2023 at the WH Office and Aceh Satpol PP with 50 personnel who checked blood pressure, cholesterol, uric acid and blood glucose. Keywords: health screening, WH personnel and Satpol PP
PENDAMPINGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Rafni Fajriati; Mutiawati Mutiawati; Said Ashlan; Herawati Herawati; Murnia Suri; Soraya Lestari; Khairul Ihsan; Rafika Hanum
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan Kurikulum Merdeka memberikan otonomi kepada sekolah untuk merancang kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi siswa, termasuk integrasi nilai-nilai karakter sebagai bagian penting dari pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pendidikan karakter dan praktiknya dalam proses pengajaran. Melalui seminar dan workshop, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis dalam mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di antara mahasiswa terkait dengan konsep dan penerapan pendidikan karakter. Partisipasi aktif mereka dalam kegiatan seminar menunjukkan komitmen untuk mengembangkan kompetensi yang diperlukan dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berintegritas. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kurikulum Merdeka The Kurikulum Merdeka approach provides schools with the autonomy to design curricula according to local needs and students' potential, including the integration of character values as a crucial part of learning. Community service activities undertaken by students aim to enhance their understanding of character education and its practical application in teaching processes. Through seminars and workshops, students gain not only theoretical knowledge but also practical experience in implementing character values within the context of Kurikulum Merdeka. Evaluation results indicate a significant improvement in students' understanding of the concepts and application of character education. Their active participation in seminar activities demonstrates a commitment to developing the competencies necessary to shape resilient and integrity-driven student characters. This initiative is crucial to ensuring that education in Indonesia not only produces academically proficient individuals but also instills strong moral values to contribute positively to society.Keywords: Character Education, Kurikulum Merdeka
PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN MELALUI PROYEK MATA KULIAH WAJIB KURIKULUM BERBASIS AKSI BERSIH PANTAI SYIAH KUALA Rafni Fajriati; Soraya Lestari; Annisa Qadrunnada; Desita Ria Yusian TB; Nurul Adilla; Jahara Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi lingkungan mahasiswa yang tercermin dari kurangnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pantai sebagai ruang publik dan ekosistem penting masih menghadapi permasalahan sampah akibat aktivitas manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan mahasiswa melalui Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis aksi bersih pantai di kawasan Syiah Kuala. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif dan project-based learning yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan. Aksi bersih pantai dilaksanakan melalui kegiatan edukasi awal, pengumpulan dan pemilahan sampah, serta diskusi reflektif terkait dampak lingkungan dan peran individu dalam menjaga ekosistem pesisir. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, meningkatnya kesadaran akan dampak sampah terhadap ekosistem pantai, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dan kepedulian lingkungan. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi proyek MKWK berbasis aksi nyata efektif dalam menumbuhkan literasi lingkungan mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan.
PELATIHAN DETEKSI DINI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU SEKOLAH DASAR (SD) NEGERI 13 BANDA ACEH Mutiawati Mutiawati; Desita Ria Yusian TB; Periskila Dina Kali Kulla; Soraya Lestari; Rafni Fajriati; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan deteksi dini anak berkebutuhan khusus menjadi esensial dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar (SD) dalam mengidentifikasi kebutuhan individu siswa. Artikel ini mengulas sebuah program pelatihan yang diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mendeteksi dini anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah dasar. Pendekatan pelatihan yang digunakan adalah interaktif, berpusat pada kasus, dan didasarkan pada pengetahuan terkini dalam bidang pendidikan inklusif. Fokus utama pelatihan ini adalah pada deteksi dini anak dengan kondisi autis, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), slow learner, dan gifted. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan kelompok tunggal one-group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah 13 guru dari SD Negeri 13 Banda Aceh dan 4 orang calon guru SD. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait deteksi dini ABK setelah mengikuti pelatihan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pelatihan deteksi dini ABK dapat meningkatkan pengetahuan guru sekolah inklusi. Program pelatihan seperti ini dapat menjadi langkah penting dalam mempersiapkan guru menghadapi keberagaman siswa dalam kelas inklusi. Kata Kunci: Pelatihan, Deteksi Dini, Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Inklusi, dan Guru Sekolah Dasar.Early detection training for children with special needs is essential to enhance the understanding and skills of primary school (SD) teachers in identifying individual student needs. This article discusses a training program organized to improve teachers' understanding and skills in the early detection of children with special needs in the primary school environment. The training approach used is interactive, case-centered, and based on current knowledge in the field of inclusive education. The main focus of this training is on the early detection of children with conditions such as autism, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), slow learners, and gifted students. The research uses a pre-experimental design with a single group one-group pretest-posttest design. The subjects of the study are 13 teachers from SD Negeri 13 Banda Aceh and 4 prospective primary school teachers. The results show a significant improvement in participants' knowledge related to the early detection of children with special needs after attending the training. This research confirms that early detection training for children with special needs can enhance the knowledge of inclusive school teachers. Training programs like this can be an important step in preparing teachers to address the diversity of students in inclusive classrooms.Keywords: Training, Early Detection, Children with Special Needs, Inclusive Schools, and Elementary School Teachers.
PENTINGNYA MEMAHAMI MINAT DAN BAKAT DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA Kurnia Rahmayanti; Herawati Herawati; Soraya Lestari; Cut Nursadrina; Sastria Minanggi; Rafni Fajriati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat dan minat merupakan faktor kunci yang memengaruhi motivasi belajar siswa, terutama di kalangan remaja saat ini yang menghadapi tantangan unik dalam pendidikan. Banyak siswa SMA mengalami penurunan motivasi belajar akibat tekanan akademik, banyaknya informasi dari media sosial, dan kurangnya dukungan dalam menemukan minat mereka. Di sisi lain, pemahaman tentang minat dan bakat sering kali kurang terintegrasi dalam sistem pendidikan, sehingga siswa tidak sepenuhnya menyadari potensi diri mereka. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu siswa mengetahui dan memahami minata dan bakat serta implikasinya terhadap motivasi belajar. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA 6 Banda Aceh. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sangat memuaskan, ini terlihat dengan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tes minat bakat dan konsultasi hasil tes minat bakat serta meningkatnya pemahaman siswa terhadap minat dan bakat yang dimiliki, hal ini berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.Kata Kunci: Minat dan Bakat, Motivasi BelajarTalents and interests are crucial factors influencing students' learning motivation, particularly among today's adolescents who face unique educational challenges. Many high school students experience decreased motivation due to academic pressure, information overload from social media, and inadequate support in identifying their interests. Moreover, the understanding of talents and interests is often insufficiently integrated into the education system, preventing students from fully recognizing their potential. This community service aims to assist students in discovering and understanding their interests and talents, as well as their impact on learning motivation. Conducted at SMA 6 Banda Aceh, the initiative yielded highly satisfactory results, as demonstrated by the students' enthusiasm during the talent and interest assessments and consultations. Increased awareness of their own interests and talents positively influenced their learning motivation.Keywords: Interests and Talents, Learning Motivation.
EDUKASI DIGITAL MARKETING PADA UMKM GARAM DESA LAM UJONG Soraya Lestari; Zulaida Rahmi; Sahbainur Rezeki
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran merupakan hal penting dalam suatu perusahaan, pemasaran yang baik akan menghasilkan feedback terhadap return yang baik pula. Semenjak Covid-19 banyak hal yang berubah, termasuk pola pemasaran. Digital marketing menjadi salah satu cara terbaik untuk melakukan pemasaran disaat adanya keterbatasan ruang gerak manusia dalam beraktivitas. Namun sayangnya, masih terdapat bayak masyarakat yang belum terbiasa melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan digital. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi terhadap UMKM dalam menggunakan digital marketing untuk memperluas jangkauan pemasaran. jangkauan pemasaran yang luas membantu UMKM untuk dapat survive menjual produknya di tengah pandemi Covid-19. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penjualan menggunakan digital marketing dalam penjualan  Garam Desa Lam Ujong. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan dan minat UMKM Desa Lam Ujong serta terciptanya branding produk yang menarik untuk mendukung pemasaran Garam Desa Lam Ujong.Keywords: Digital Marketing, Branding, Pandemi Covid-19
PENINGKATAN UMKM PANGAN LOKAL UBI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SAREE ACEH Soraya Lestari; Chairanisa Anwar; Asmaul Husna
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, namun tidak hanya dipandang dari segi perekonomian, secara tidak lansgung UMKM dapat pula membantu meningkatkan nilai kesehatan masyarakat. Dengan tumbuhnya banyak UMKM yang bergerak di bidang pangan serta pengolahan dan nilai gizi yang mengikuti standar kebutuhan gizi maka akan membantu peningkatan nilai gizi masyarakat. Masalah yang terjadi saat ini adalah ketiodak cukupan nilai gizi masyarakat yang menyebabkan tingginya persentase nilai stunting di Indonesia. Berdasarkan hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) kementerian kesehatan , prevalensi stunting balita di Indonesia mencapai 24,4% pada tahun 2021. Hal ini masih sangat tinggi sehingga perlu dilakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk menindaklanjuti status gizi tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kecukupan nilai gizi dalam makanan serta menumbuhkan UMKM pangan lokal ubi sebagai alternatif pemenuhan nilai gizi masyarakat Desa Sare Aceh. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat akan pentingnya nilai gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui dan pertumbuhan anak. Peningkatan pemahaman masyarakat dalam pengolahan pangan lokal berupa ubi serta potensi UMKM dalam bidang tersebut.Kata Kunci: UMKM, Pangan Lokal, Stunting, Nilai GiziMSMEs have an important role in supporting economic growth, but not only from an economic perspective, they can also indirectly help increase the value of public health. With the growth of many MSMEs engaged in food and processing and nutritional values that follow the standard of nutritional needs, it will help increase the nutritional value of the community. The problem that occurs today is the insufficient nutritional value of the community which causes the high percentage of stunting in Indonesia. Based on the results of the Indonesian nutritional status study (SSGI) of the Ministry of Health, the prevalence of stunting under five in Indonesia will reach 24.4% in 2021. This is still very high so it is necessary to empower the community to follow up on the nutritional status. The purpose of this community service is to increase public awareness of the importance of adequate nutritional value in food and to grow small and medium-sized enterprises (SMEs) for local sweet potato as an alternative to fulfill the nutritional value of the people of Sare Aceh Village. The results of community service show that there is an increase in public understanding of the importance of balanced nutritional values for pregnant women, breastfeeding and child growth. Increasing public understanding in processing local food in the form of sweet potatoes and the potential of MSMEs in this field.Keywords: SMEs, Local Food, Stunting, Nutritional Value