Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Keluarga Petani melalui Edukasi Gizi Seimbang untuk Mendukung Pencegahan Stunting Sarman; Hairil Akbar; Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Saharuddin; Taza Valensia Mokodompit; Putri Ersa Potabuga; Qendy Aulia Lantong
Jurnal Abdimas Jatibara Vol. 5 No. 1 (2026): Jatibara, Vol 5 No.1 Agustus 2026
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting remains a major public health challenge in developing nations like Indonesia, heavily influenced by family knowledge regarding child nutrition. The objective of this community service initiative was to improve the knowledge of farming families regarding balanced nutrition as an effort to prevent stunting in Abak Village. The methods used were a participatory-educational approach involving 80 participants, primarily farming families with pregnant women and/or toddlers. The intervention consisted of interactive lectures, group discussions, and simple demonstrations of balanced menus using local food sources. Pre-tests and post-tests were administered to evaluate changes in participant knowledge. The baseline data revealed limited initial understanding, with an average pre-test knowledge score of only 36%. Following the educational intervention, the average knowledge score significantly increased to 88%, reflecting a substantial improvement of 52%. The highest increase was observed in understanding the importance of routine child growth monitoring, which rose by 55%. Family-based nutritional education is highly effective in improving community literacy and knowledge regarding stunting prevention. Continuous mentoring and active involvement of health volunteers are recommended to sustain long-term behavioral changes.
Determinan Keluhan Dermatitis Kontak Pada Petani Padi di Kecamatan Kotamobagu Timur Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Moh. Rizki Fauzan; Besse Rismayani; Moh. Zey Tungkagi; Carli Mamonto
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i1.576

Abstract

Dermatitis kontak merupakan 90% dari penyakit kulit akibat kerja, yang sering dialami oleh petani akibat paparan bahan kimia dan kebersihan perorangan yang buruk. Di Indonesia, prevalensi dermatitis kontak mencapai 97% dari total kasus penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan keluhan dermatitis kontak pada petani padi di Kecamatan Kotamobagu Timur. Metode penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional Study terhadap 81 responden petani padi di wilayah Motoboi Besar, Kobo Kecil, Tumubui, Sinindian, dan Moyag pada September–Desember 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal higiene (Sig.=0,000), penggunaan alat pelindung diri (APD) (Sig.=0,000), dan masa kerja (Sig.=0,000) dengan keluhan dermatitis kontak. Sebaliknya, faktor usia (Sig.=0,064) dan durasi kerja (Sig.=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap keluhan dermatitis kontak pada petani padi. Faktor personal higiene dan APD serta faktor masa kerja menjadi determinan utama dermatitis kontak pada petani padi di Kecamatan Kotamobagu Timur. direkomendasikan kepada petani padi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD dan untuk instansi terkait memberikan sosialisasi mengenai kesehatan kulit saat bekerja.
Hubungan Usia, Masa Kerja dan Penggunaan Alat Pelindung Mata dengan Kelelahan Mata pada Pekerja Bengkel Las di Kota Kotamobagu Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Ni Wayan Dimkatni; Geristiani Agama
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v11i2.582

Abstract

Kelelahan mata merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat menurunkan kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas pekerja. WHO mencatat angka kejadian kelelahan mata berkisar antara 40% hingga 90% di seluruh dunia. Pada pekerja informal seperti pekerja bengkel las, aktivitas visual yang intensif serta paparan radiasi pengelasan berisiko tinggi memicu kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia, masa kerja, dan penggunaan alat pelindung mata dengan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kota Kotamobagu. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional study. Sampel penelitian berjumlah 70 pekerja bengkel las yang tersebar di 30 bengkel las di Kota Kotamobagu, yang diambil menggunakan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Chi-Square Test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dengan kelelahan mata (p = 0,027), masa kerja dengan kelelahan mata (p = 0,003) , serta penggunaan alat pelindung mata dengan kelelahan mata (p = 0,000). Bertambahnya usia pekerja linier dengan penurunan fungsi fisiologis mata seperti berkurangnya kemampuan akomodasi. Masa kerja yang lama (> 5 tahun) juga meningkatkan akumulasi paparan radiasi ultraviolet, inframerah, dan cahaya berintensitas tinggi secara kronis. Sementara itu, ketidaklengkapan atau rendahnya kualitas alat pelindung mata memperberat beban kerja visual penglihatan. Pemilik bengkel direkomendasikan untuk menyediakan alat pelindung mata sesuai standar dan menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar , serta Dinas Kesehatan diharapkan memfasilitasi pemeriksaan mata berkala.