Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Pangan Fungsional Lokal : Inovasi Moringa Oleifera Menjadi Produk Bergizi Darmin, Darmin; M. Noris, M. Noris; Rumaf, Fachry; Ningsih, Suci Rahayu; Tutu, Christien Gloria; Rumjani, Zuarda Jumainap; Juraidin, Juraidin; Hidayah, Nurul; Ardianti, Ardianti; A’yuni, Kurata; Nisah, Fitratun; Yuliani, Yuliani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.5767

Abstract

Moringa oleifera dapat dijadikan sebagai makanan kaya nutrisi untuk alternatif mengatasi malnutrisi.Berdasarkan hasil survey pendahuluan bahwa masih rendah pengetahuan siswa SMA Negeri 1Belo tentang pangan fungsional lokal moringa oleifera sebagai pangan fungsional lokal bergizi. Berdasarkan hasil observasi lapangan diatas, maka diperlukan upaya edukasi melalui penyuluhan dan sosialisasi terkait pangan fungsional lokal moringa oleifera sebagai pangan fungsional lokal bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah SMA Negeri 1Belo tentang pangan fungsional lokal moringa oleifera sebagai pangan fungsional lokal bergizi.Populasi dan sampel dalam kegiatan pengabdian masyarkat ini yaitu siswa SMA Negeri 1Belo, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima sebanyak 58 orang. Analisis data mengunakan Spss dengan analisis deskriptif. Hasil pre test pengetahuan responden tentang pangan fungsional lokal moringa oleifera dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang yaitu sebesar 77.6%. sementara hasil post test pengetahuan responden tentang pangan fungsional lokal moringa oleifera dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebesar 89.7%. Artinya setelah diberikan edukasi dan penyuluhan terdapat pengaruh yang signifikan peningkatan pengetahuan siswa SMA Negeri 1Belo tentang pangan fungsional lokal moringa oleifera sebagai pangan fungsional bergizi
Upaya Pencegahan Malnutrisi Pada Siswa – Siswi Kelas 5 SDN 4 Bilalang 1 Dengan Melakukan Edukasi Gizi Seimbang Fauzan, Moh Rizki; Sarman, Sarman; Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachry; Sayariah, Novia Fitruatus; Mokodompit, Hafsia Khairunisa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6326

Abstract

Gizi seimbang merupakan asupan harian yang jenis dan jumalah zat gizinya sesuaia dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi tersebut juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan normal untuk mencegah terjadinya masalah gizi. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik terlebih anak sekolah. Gizi seimbang sangat dibutuhkan oleh anak sekolah untuk masa pertumbuhan akan tetapi kebanyakan anak sekolah belum mengetahui apa itu gizi seimbang. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan mengenai gizi seimbang. Metode yang digunakan dalam edukasi ini adalah metode ceramah serta menggunakan media powerpoint dan pembagian poster. Edukasi ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman yang pada akhirnya akan mempengaruhi sikap dan tindakan anak memperbaiki kebiasaan hidup sesuai dengan anjuran gizi seimbang dan mengetahui ukuran porsi makanan apa yang ada di piringku.
Analisis Faktor Kelelahan Kerja Pada Perawat Dirumah Sakit X Kotamobagu Sarman; Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Anggi Della Anggaria
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1546

Abstract

Kelelahan kerja merupakan suatu kondisi yang biasanya terjadi pada pekerja, yang menyebabkan penurunan produktivitas di lingkungan kerja, mengakibatkan mereka tidak sapat menyelesaikan tugas mereka.penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja rumah sakit (K3RS) sangat penting yntuk mengurangi kemungkinan penyakit dan kecelakaan kerja di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat dirumah sakit x kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sentional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 55 responden. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengambilan data terbagi menjadi dua yaitu data primer dengan pembagian kuesioner pada perawat dan data sekunder yang diperoleh dari rumah sakit x kotamobagu. Data di analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini terdapat hubungan kelelahan kerja dengan umur dengan nilai p value 0,001 < 0,05, shift kerja dengan nilai p value 0,001 <0,05, massa kerja dengan nilai P value 0,001 <0,05 dan beban kerja dengan nilai 0,001 <0,05. Oleh karena itu pihak rumah sakit dapat meningkatkan kebiasaan istirahat dengan duduk setalah menangani pasien ditempat yang sudah disediakan untuk menyeimbangi posisi kerja dan memberikan fasilitas yang memadai dan mendukung kenyamanan bagi perawat dalam bekerja untuk menghindari terjadinya kelelahan kerja.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Pada Perawat Diruang Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Kotamobagu Fachry Rumaf; Moh. Rizki Fauzan; Sarman; Henny Kaseger; Niar Tanaeyo
Miracle Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v5i2.1602

Abstract

Meningkatnya jumlah pasien dan rawat inap menyebabkan beban kerja tenaga kesehatan termasuk perawat semakin meningkat. Semakin berat beban kerja maka semakin besar pula risiko perawat mengalami kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil observasi di lapangan terdapat beberapa perawat yang mengalami kecelakaan kerja seperti tertusuk jarum dan ampul pecah setelah memeriksa pasien, terdapat perawat yang tidak mematuhi penggunaan alat pelindung diri, tidak mematuhi prosedur operasi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 58 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua yaitu data primer dengan menyebarkan kuesioner perawat dan data sekunder yang diperoleh dari rumah sakit x kota kotamobagu. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kecelakaan kerja dengan masa kerja dengan nilai ρ sebesar 0,026 < 0,05 dan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan nilai ρ sebesar 0,009 < 0,05 serta penerapan prosedur operasi standar dengan nilai ρ sebesar 0,000 < 0,05.
Convergensi Pencegahan Stunting Melalui Rumah Desa Sehat Rumaf, Fachry; Kaseger, Henny; Sarman, Sarman; Fauzan, Moh. Rizki; Dimkatni, Ni Wayan; Akbar, Hairil; Gloria Tutu, Christien
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3510

Abstract

Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan Topik Convergensi Pencegahan Stunting Melalui Rumah Desa Sehat dilaksanakan pada 09 November 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh peserta dengan jumlah total sebanyak 25 orang, laki-laki berjumlah 7 orang dan perempuan sebanyak 18 orang. Pengabdian dilakukan dengan bentuk edukasi kesehatan tentang Stunting dengan pemberian materi kepada remaja, calon pengantin, dan ibu balita yang hadir dalam edukasi sebagai upaya pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu ceramah yang diringi dengan pemberian contoh yang relevan tentang stunting serta pemberian leaflet tentang stunting. Topik dalam pengabdian ini dipilih berdasarkan permasalahan yang terjadi pada masyarakat kecamatan mogolaing, dimana belum semua masyarakat yang mengetahui dan mengerti tentang stunting, di Indonesia stunting juga masih menjadi permasalahan kesehatan yang belum tuntas. Secara lebih rinci materi yang disampaikan berupa definisi dari stunting, dampak stunting, cara untuk mengidentifikasi anak stunting, Instrumen untuk melihat status gizi pada anak, Gizi untuk bayi balita. Respon Masyarakat begitu baik dalam menerima edukasi tentang stunting apalagi dibarengi dengan pemberian contoh kongkrit sehingga mudah dipahami oleh Masyarakat, stunting masih menjadi salah satu masalah Kesehatan di Indonesia yang belum tuntas penyelesaiannya oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk ikut membantu dalam Upaya penuntasan stunting di Indonesia.
PENYULUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PETANI DI DESA ABAK, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Dimkatni, Ni Wayan; Akbar, Hairil; Fauzan, Moh. Rizki; Sarman, Sarman; Rumaf, Fachry; Dadu, Mohammad Fauzi Pratama Putra; Imban, Putri Natasya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35632

Abstract

Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian merupakan hal yang umum dilakukan oleh petani. Namun, kurangnya pemahaman mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dapat meningkatkan risiko paparan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan mengenai penggunaan APD yang tepat kepada petani di Desa Abak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung tentang jenis-jenis APD serta cara penggunaannya selama proses penyemprotan pestisida. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman petani mengenai pentingnya APD dalam melindungi diri dari paparan pestisida, serta adanya perubahan perilaku dalam penerapan APD saat bekerja di lapangan. Penyuluhan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan pestisida, serta meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan kerja para petani di Desa Abak.
Pengendalian Vektor Nyamuk Aedes Aegypti Pembawa Virus Dengue Untuk Pencegahan DBD di Lingkungan Sekolah Rumaf, Fachry; Akbar, Hairil; Rismayani, Besse; Lasabuda, Ainul Djulfa; Mokodongan, Aliftha Nadzriya; Muhaling, Fachrel Achmad; Mokodompit, Julia Ananta; Ganggai, Laisya Febri Alawiyah; Lantong, Sasta; Mokodompit, Vidia Azzahra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.694

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti sebagai upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di SD Negeri 1 Motoboi Kecil. Penyakit DBD masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan siswa serta kurangnya kebersihan lingkungan sekolah menjadi faktor risiko utama penularan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab yang melibatkan siswa dan guru. Materi yang diberikan mencakup pengertian nyamuk Aedes aegypti, ciri-ciri, bahaya yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan melalui penerapan 3M Plus dan perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah perkembangbiakan nyamuk. Siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif bertanya, dan memahami langkah-langkah pencegahan DBD. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan pihak sekolah, kerja sama tim pelaksana, dan partisipasi aktif siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemberdayaan siswa untuk menerapkan perilaku pencegahan DBD secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dasar.
Edukasi Bahaya dan Upaya Pencegahan Penyakit Menular Seksual pada Remaja di SMK Negeri 1 Kotamobagu Akbar, Hairil; Sarman, Sarman; Fauzan, Moh Rizki; Rumaf, Fachry; Dimkatni, Ni Wayan; Rismayani, Besse; Muda, Alfarezi; Paputungan, Dio Alief Saputra; Kaonal, Enjelina; Ngandu, Nayla; Hulukati, Fika Reva Agisty; Timbuleng, Stevania Pricilia; Damogayo, Fika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.714

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya serta upaya pencegahan penyakit menular seksual (PMS) di SMK Negeri 1 Kotamobagu. Remaja merupakan kelompok yang rentan terpapar PMS akibat rasa ingin tahu yang tinggi, paparan informasi yang kurang tepat, dan perilaku berisiko. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta tanya jawab dengan menggunakan media presentasi. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XI Asisten Keperawatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai jenis PMS, cara penularan, dan strategi pencegahan setelah mengikuti penyuluhan. Selain itu, siswa mulai menunjukkan sikap lebih terbuka dalam berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah sangat penting dalam mencegah PMS pada remaja. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi respon yang baik dari pihak sekolah mengenai kegiatan pengabdian atau penyuluhan yang akan dilakukan, Oleh karena itu diperlukan dukungan pihak sekolah dan orang tua untuk menciptakan komunikasi yang sehat serta memberikan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi.
Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Serta Edukasi Cara Cuci Tangan di SDN 2 Bintauna Dimkatni, Ni Wayan; Rumaf, Fachry; Fauzan, Moh Rizky; Sarman, Sarman; Akbar, Hairil; Dolot, Nurhalisa; Paputungan, Nadilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.716

Abstract

Program Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah program yang dilakukan pada saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Graha  Medika di Desa  Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi siswa salah satunya yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan ini berupa Penyuluhan tentang dampak jika tidak mencuci tangan setelah beraktivitas, cara untuk mencuci tangan tujuh langkah dan bagaimana menjadikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi kebiasaan di sekolah maupun dirumah. Kegiatan pengabdian ini didukung oleh masyarakat,Pemerintah, para Guru. Meskipun kegiatan ini hanya dilaksanakan dalam berapa hari namun hal ini bisa menumbuhkan inspirasi bagi siswa untuk rutin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Hubungan Perilaku dengan Kecelakaan Kerja Pada Petani di Kecamatan Kotamobagu Barat Akbar, Hairil; Rumaf, Fachry; Mokodompit, Putra Jufriyandi; Rismayani, Besse; Tutu, Christien Gloria
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v10i3.541

Abstract

Occupational accidents are unintended and unforeseen events, not caused by deliberate actions, which may result in losses in terms of time, property, and even human life. Behaviors associated with occupational accidents among farmers include inadequate use of Personal Protective Equipment (PPE), non-compliance with safety procedures, errors in operating tools and machinery, lack of concentration, and negligence in following safety instructions for products such as pesticides. This study aims to examine the relationship between behavior (knowledge, attitudes, and practices) and occupational accidents among farmers in West Kotamobagu District. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in West Kotamobagu District with a total population of 946 farmers. A sample of 90 farmers was selected using the Simple Random Sampling technique. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. The findings revealed that knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.017), and practice (p = 0.007) were significantly associated with occupational accidents among farmers in West Kotamobagu District. Poor knowledge regarding occupational health and safety (OHS) and agricultural hazards, negative attitudes toward PPE usage, and undisciplined practices in its application were closely linked to the high incidence of occupational accidents among farmers. Adequate knowledge and awareness positively influence the adoption of safe behaviors, such as the proper and consistent use of complete PPE, thereby reducing the risk of occupational accidents.