Claim Missing Document
Check
Articles

Sistem Informasi Absensi Perangkat Desa di Kecamatan Bengkayang Rupina Rupina; Candra Gudiato
Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Sistem Informasi dan Ilmu Komputer
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jusiik-widyakarya.v2i3.3887

Abstract

Attendance and punctuality of employee attendance are often used as one indicators in employee performance assessment.Employee absenteeism has a big impact on work productivity in achieving company goals, especially in government agencies related to community services. Regarding the village apparatus in Bengkayang District, it is ONE of the government agencies that still carries out the attendance process manually so that data collection on attendance hours, entry hours, departure times, recapitulation of employee absences requires a relatively long time in the calculation and data search process. This manual attendance process is prone to causing incidents loss of data can affect the credibility of the data used to make employee absence reports. Based on these problems, something is needed employee attendance information system to manage data related to employee absences. The Employee Attendance Information System in this research was built using a qualitative method, where this method consists of the stages of problem analysis, system requirements, system requirements analysis, and system design. By implementing the village apparatus attendance information system in Bengkayang sub-district, it is hoped that it can help in managing employee attendance data and improve agency performance. Send feedback Side panels History Saved
Forest Fire Detection Based on Digital Imagery Using Convolutional Neural Network (CNN) Model Candra Gudiato; Aditya Pratama; Christian Cahyaningtyas
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 2 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 2 April 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i2.9422

Abstract

This study explores the implementation of a Convolutional Neural Network (CNN) for automated forest fire identification using digital image processing. Utilizing the USTC 'Forest Fire' dataset, the research framework involved systematic data preprocessing, including a 70:30 training-validation split and the application of image augmentation techniques to enhance model robustness. The proposed architecture features a sequential design with dual convolution and pooling layers, integrated with ReLU and Sigmoid activations. Although initial training over seven epochs yielded a deceptive validation accuracy of 99%, granular performance analysis exposed critical limitations. Evaluation via a Confusion Matrix revealed that while the model excelled at identifying 'non-fire' scenarios, it struggled significantly with actual fire detection, failing to recognize 301 out of 331 fire instances. These results highlight a severe class imbalance issue, suggesting that standard accuracy metrics are insufficient for this application and emphasizing the need for more balanced sampling or advanced architectural adjustments in future fire detection systems.
Space Rock Pixel Perancangan Space Rock Pixel Game Antariksa Menggunakan Game Maker Language: Space Rock Pixel Space Game Design Using Game Maker Language Stevanus Oktoberrikho; Yansensius Reins Dima; Rendy; Candra Gudiato; Christian Cahyaningtyas
Jurnal Informatika dan Multimedia Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Informatika dan Multimedia
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtim.v17i2.6858

Abstract

Perkembangan industri game digital telah mendorong munculnya berbagai genre permainan, termasuk game pixel art yang menawarkan estetika retro dengan pengalaman bermain yang menarik. Penelitian ini membahas pengembangan Space Rock, sebuah game pixel art bertema antariksa yang dibangun menggunakan Game Maker Language (GML). Game ini dirancang untuk memberikan pengalaman bermain yang menantang dengan berbagai level dan musuh yang semakin sulit di setiap tahapannya. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, serta pemeliharaan dan pengembangan lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan GML memungkinkan pengembangan game 2D yang efisien dengan kontrol responsif serta mekanisme gameplay yang adiktif. Pengujian menggunakan metode black-box testing memastikan bahwa game berjalan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang. Dengan demikian, Space Rock diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembang game pixel art yang ingin menggunakan GML dalam pengembangan game mereka.
Analisa Perbandingan Metode SMART dan SAW dalam Rekomendasi Rumah Kost di Wilayah Perbatasan Candra Gudiato; Mira Mira; Noviyanti P
Bulletin of Computer Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): June 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bulletincsr.v5i4.501

Abstract

The selection of a boarding house is an important decision that cannot be made arbitrarily because a boarding house is a place to rest after a day of activities outside, whether for work or studying. The border area differs slightly from other areas, adding complexity to the list of considerations in searching for a boarding house. To address the varying preferences, a Decision Support System (DSS) can be utilized, assisting individuals in making better decisions when selecting a boarding house. A DSS is designed to help decision-makers analyze and compare various alternatives based on predetermined criteria. This research was conducted to analyze the effectiveness of the SMART method and the SAW method commonly used in DSS in providing recommendations for the best boarding house according to user preferences. The results showed that both the SMART method and the SAW method produced similar and consistent results, with both placing "Kost & Kontrakan Senange" as the most recommended boarding house among the five boarding houses in the border area, with a final score using the SMART method of 0.775 and a preference value from the SAW method of 0.983.
Penguatan Deep Learning Approach Berbasis Teknologi di SMAN 03 Bengkayang Candra Gudiato; Mira; Kusnanto
Tanggap Masyarakat untuk Aksi dan Sinergi Vol 2 No 02 (2026): Volume 02 Nomor 02 - Juni 2026
Publisher : TAM Global Insights

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang pedat menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi, tidak hanya dalam penggunaan teknologi, tetapi juga dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan deep learning approach berbasis teknologi di SMA Negeri 03 Bengkayang. Deep learning dalam konteks pendidikan diimplementasikan melalui tiga prinsip dasar, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) yang mendorong siswa untuk tidak sekadar menghafal, melainkan mampu menganalisis, mengevaluasi dan mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Kegiatan ini diaktualisasikan dengan sosialisasi Artificial Intelligence. Dalam sesi diskusi sosialisasi ini, siswa mengeksplorasi dan membandingkan jawaban dari tiga platform AI, yaitu ChatGPT, Meta AI dan Google Gemini, terhadap pertanyaan yang sama, kemudian mengevaluasi keakuratan, kedalaman dan relevansi masing – masing jawaban. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi perbedaan karakteristik setiap platform, di mana Chat GPT unggul dalam kedalaman dan struktur jawaban, Meta AI lebih ringkas, sementars Google Gemini lebih terintegrasi dengan sumber informasi terkini. Kegiatan ini menegaskan bahwa guru tetap memegang peran sentral sebagai pembimbing yang mengarahkan siswa untuk menyaraing informasi secara kritis dan bertanggung jawab. Diharapkan model pembelajaran ini dapat diadaptasi secara berkelanjutan oleh sekolah – sekolah di Kabupaten Bengkayang dalam menyiapkan generasi yang melek teknologi, sekaligus berpikir kritis di era digital.
Klasifikasi Citra Kebakaran Hutan Menggunakan Arsitektur ResNet-50 Berbasis Transfer Learning: Forest Fire Image Classification Using ResNet-50 Architecture Based on Transfer Learning Aditya Pratama; Candra Gudiato; Denny Primanda; Weli Zuandi; Wahyu Prayitno
SISFOTENIKA Vol. 16 No. 2 (2026): SISFOTENIKA
Publisher : STMIK PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30700/sisfotenika.v16i2.707

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan bencana lingkungan serius yang memerlukan sistem deteksi dini secara akurat dan efisien guna meminimalisir dampak kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keandalan dan efisiensi arsitektur ResNet-50 berbasis Transfer Learning dalam mengklasifikasikan citra digital kebakaran hutan ke dalam dua kelas biner (wildfire dan nowildfire). Dataset sekunder yang diunduh dari repositori terbuka Kaggle terlebih dahulu melalui tahap pra-pemrosesan, mencakup pemeriksaan integritas data (data integrity check) untuk menangani file gambar yang rusak/korup, pengubahan ukuran citra (resizing) menjadi 128 × 128 piksel, normalisasi nilai piksel, serta teknik augmentasi data acak. Dataset dibagi secara terpisah dengan proporsi rasio 70% data latih (30.250 citra), 15% data validasi (6.300 citra), dan 15% data uji (6.300 citra). Arsitektur ResNet-50 dikombinasikan dengan classification head buatan (Global Average Pooling 2D, Dense Layer 256 unit dengan ReLU, Dropout 0.4, dan Output Sigmoid) serta dilatih selama 5 epoch menggunakan optimizer Adam (default learning rate 1 × 10⁻3) dan fungsi kerugian Binary Cross-Entropy Loss. Evaluasi terhadap 6.300 citra uji independen menunjukkan bahwa model mampu mencapai Akurasi Keseluruhan sebesar 88%. Model terbukti memiliki sensitivitas tinggi terhadap kelas kebakaran (wildfire) dengan Recall sebesar 0.90 dan F1-Score sebesar 0.90 (berhasil mengenali 3.141 dari 3.480 citra kebakaran secara tepat). Pengujian Receiver Operating Characteristic (ROC) Curve menghasilkan nilai Area Under Curve (AUC) sebesar 0.92, yang menegaskan kemampuan pemisahan kelas (class separation ability) yang sangat unggul. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan Transfer Learning berbasis ResNet-50 sangat efektif dan efisien untuk diterapkan sebagai mesin pemrosesan visual utama pada sistem peringatan dini kebakaran hutan
Penentuan Prioritas Pembangunan Jalan di Kabupaten Bengkayang Menggunakan Integrasi Metode ROC dan SAW Charley Orilya Grasselly Alfa Delfiny Hartoyo Uray; Candra Gudiato
Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Saturnus: Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/saturnus.v4i3.1747

Abstract

Road infrastructure development is essential for supporting economic growth and improving agricultural product distribution in Bengkayang Regency, Indonesia. However, the process of determining priority locations is not yet supported by a computerized decision-making system, which may result in inefficient and inappropriate resource allocation. This study developed a Decision Support System (DSS) to assist decision-makers in identifying and prioritizing locations for road infrastructure development. The system integrates the Rank Order Centroid (ROC) and Simple Additive Weighting (SAW) methods. ROC was used to determine the weights of the evaluation criteria, while SAW was applied to rank 17 district alternatives based on their total priority scores. The analysis used data from the 2025 Semester I and Semester II Population Profiles and evaluated each district based on land area, population density, productive-age population, and number of households. The results showed that Jagoi Babang obtained the highest score of 0.85079, making it the main recommended district for road development. Black-box testing confirmed that the system operated properly and met all functional requirements. The proposed DSS offers a systematic and objective approach to support more effective, accurate, and data-driven infrastructure planning decisions.
Teachers’ need analysis in STEM-Eco-Mathematics learning: Evidence from border elementary schools Yosua Damas Sadewo; Totok Victor Didik Saputro; Candra Gudiato; Andriano Andriano; Feny Rita Fiantika; Sabariah Sabariah; Falenthino Sampouw; Nurselam Hassen
Journal of Research in Instructional Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Research in Instructional
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v6i1.28

Abstract

The integration of STEM with the environmental context is increasingly important as mathematics education emphasizes authentic, and interdiciplinary learning experiences. However, empirical evidence on the learning needs of elementary school teachers in boarder area is limited. This study examines the needs of teachers in implementing STEM-Eco-Mathematics learning in elementary schools in Bengkayang, an Indonesia-Malaysia border area. Data were collected from 70 elementary school teachers via online questionnaire comprising 20 Likert-scale statements representing five dimension, namely innovative learning modeling, STEM integration, contextual learning, mathematical modeling, and teacher readiness. The data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that teachers had a high level of need for implementing STEM-Eco-Mathematics (M= 3.57; SD = 0.52). The highest needs were found in innovative learning models, STEM integration, and contextual learning while mathematical modeling and teacher readiness received relatively lower scores. Although teachers have recognized the importance of intediciplinary and context-based mathematics learning, they still need pratical support to apply this approach effectively in everyday learning. These findings emphasize the importance of professional development programs and the development of leaning models that are responsive to the characteristics of border areas to strengthen teachers’ capacity to implement STEM-Eco-Mathematics effectively..
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KWT BERBASIS GROW COACHING MODEL DALAM MENGIMPLEMNTASIKAN GREEN ECONOMY: PENGEMASAN DAN DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK Yeremia Niaga Atlantika; Eligia Monixa Salfarini; Candra Gudiato; Yuda Yuda; Elisabet Ariana; Jimmy Person
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33466

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah belum maksimalnya produktivitas dan keterampilan dalam pengemasan ramah lingkungan serta pemasaran berbasis digital produk hasil KWT. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan softskill dan hardskill anggota KWT melalui pendekatan pembinaan dan pendampingan berbasis GROW Coaching Model dalam upaya mengimplementasikan green economy di daerah perbatasan. Mitra pengabdian ini adalah KWT Tomat Intan dan Karya Tani. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum dengan melibatkan 20 orang anggota KWT. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner pra dan pasca kegiatan dengan menetapkan target capaian keberhasilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran digital, dengan peningkatan softskill dan hardskill KWT dengan rata-rata Ketercapaian Target Pelaksanaan Program sebesar 89,03%. Selain itu, nilai ekonomis produk meningkat sebesar 40% pemanfaatan inovasi kemasan dan strategi pemasaran digital berbasis green economy. Pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota KWT secara berkelanjutan dan bersaing di daerah perbatasan negara.Abstract: The problems faced by the Women Farmers Group (KWT) within the working area of the Agricultural Extension Center (BPP) include suboptimal productivity and skills in environmentally friendly packaging as well as digital marketing of KWT products. The objective of this community service program is to enhance the soft skills and hard skills of KWT members through a guidance and mentoring approach based on the GROW Coaching Model to implement the green economy in the border regions. The partner groups involved are KWT Tomat Intan and Karya Tani. The methods employed include socialization, extension services, workshops, and practicums involving 20 KWT members. Evaluation was conducted through direct observation and pre- and post-activity questionnaires, with success targets established. The results demonstrated improved packaging and digital marketing capabilities, with an average program implementation target achievement of 89.03%. Additionally, the economic value of products increased by 40% due to innovations in packaging and green economy-based digital marketing strategies. This community service is expected to strengthen the economic independence of KWT members sustainably and enhance their competitiveness in the border regions.
PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN BENGKAYANG MENGGUNAKAN INTEGRASI METODE ROC DAN SAW Charley Uray; Candra Gudiato
Journal Computer Science and Applied Technology Vol. 4 No. 2 (2026): J-CSAT Agusutus
Publisher : PT. Cahaya Pena Tech

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67401/j-csat.v4i2.37

Abstract

Pembangunan infastruktur jalan memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan jalannya distribusi hasil pertaninan di Kabupaten Bengkayang. Saat ini, penentuan prioritas lokasi pembangunan jalan di Kabupaten Bengkayang masih belum didukung oleh sistem perhitungan yang terkomputerisasi, sehingga berisiko dialokasikan ke tempat yang tidak tepat. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merancang dan mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang membantu dalam memilih dan merekomendasikan prioritas alokasi pembangunan jalan. Metode yang dipakai adalah kombinasi Rank Order Centroid (ROC) dan Simple Additive Weighting (SAW). ROC digunakan dalam pembobotan kriteria, sedangkan SAW digunakan salam melakukan perankingan pada 17 alternatif kecamatan yang akan dihitung nanti. Data diambil dari Profil Kependudukan Semester I dan II Tahun 2025 dengan empat kriteria, yaitu luas wilayah, kepadatan penduduk, penduduk usia produktif dan jumlah keluarga (KK). Hasil penelitian ini menampilkan Jagoi Babang sebagai lokasi kecamatan dengan tingkat rekomendasi sebesar 0.85079 dan sistem berhasil bekerja sesuai fungsional yang sudah ditetapkan, ditunjukkan dalam black box testing. Sistem ini diharapkan membantu Pemerintah Daerah dalam penunjang dalam pengambilan keputusan terkait lokasi pembangunan jalan yang diutamakan di Kabupaten Bengkayang.