Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Study of Student Perceptions on the Performance, Transparency, and Independence of Bawaslu as the Electoral Supervisory Agency s 2024 Aji, Rasyadi Kuncoro; Ridhwan, Muhammad
ARISTO Vol 14 No 2 (2026): July : Forthcoming
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v14i2.12268

Abstract

General elections are one of the main pillars of a democratic system, serving to legitimize power through a peaceful and periodic process. In their implementation, the Election Supervisory Agency (Bawaslu) plays a central role as the supervisory body responsible for ensuring that elections are conducted in a direct, public, free, confidential, honest, and fair manner. This study aims to analyze students' perceptions of Bawaslu's performance, transparency, and independence in the implementation of the 2024 General Election. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of a closed Likert scale questionnaire distributed to students at the University of 17 Agustus 1945 Jakarta. The data obtained was analyzed using a descriptive approach based on the frequency distribution and percentage of respondents' answers for each indicator. The results show that the majority of students have a positive perception of Bawaslu's performance and transparency, with a total of 60% and 59.9% of respondents agreeing and strongly agreeing. However, perceptions of Bawaslu's independence tended to be lower, with only 49.4% of respondents agreeing and strongly agreeing, and 50.6% remaining neutral or disagreeing. This shows that although trust in Bawaslu is generally quite good, there are still doubts among students regarding the institution's neutrality from political intervention. This study emphasizes the importance of increasing information transparency, strengthening public communication, and protecting the institutional independence of Bawaslu as part of efforts to strengthen the legitimacy and quality of electoral democracy in Indonesia. The perceptions of students as young voters and a critical group are important indicators in measuring the success of election monitoring functions in the public eye. However, the weakness of this study is the limited number of respondents from one university and the use of a closed questionnaire as an instrument. Future research should involve respondents from various universities and combine quantitative methods with interviews or focus group discussions (FGDs) to obtain a more in-depth and representative picture. Keywords: Bawaslu;  Perception; Election;
Analisis Faktor-Faktor Penentu dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham oleh Investor Pemula (Studi Kasus Investor Pemula di Bandar Lampung) Ridhwan, Muhammad; Nilwan, Afrizal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.59890

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya minat investasi saham di kalangan anak muda, terutama selama pandemi Covid-19, di mana 57% investor saham di Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Namun, investor pemula seringkali kurang memiliki pengalaman dan pengetahuan, sehingga rentan terhadap risiko kerugian finansial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor penentu dan tingkat risiko dalam pengambilan keputusan investasi saham oleh investor pemula di Bandar Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap lima investor pemula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kemampuan mengidentifikasi risiko merupakan komponen krusial dalam pengambilan keputusan investasi. Kombinasi kedua faktor ini memungkinkan investor memaksimalkan keuntungan sekaligus mengurangi potensi kerugian. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan bagi investor pemula untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan investasi, serta mendorong pengembangan strategi investasi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Implementasi Digital Government dalam Meningkatkan Pelayanan Publik di Desa Sukajaya Jawa Barat Widiastuti, ika; Kamaruddin, Muhammad Junaid; Ridhwan, Muhammad; Yani, Arie Soeti; Edward, Robert
The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) Vol 11, No 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC ADMINISTRATION (IJPA) JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Science, Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/ijpa.v11i2.8826

Abstract

Konsep digital government bertujuan untuk membantu pemerintah mengoptimalkan kinerja pelayanan secara efektif dan efisien sebagai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penerapan digital dalam pelayanan publik di Desa Sukajaya Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital di Desa Sukajaya masih dalam tahap katalogisasi yang mana merupakan proses pemerintahan digital sebagai hubungan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Kata Kunci: Implementasi, Digital Government, Pelayanan Publik
Hubungan Tinggi Badan Dengan Akurasi Tendangan Pada Atlet Sepak Bola Usia 13–17 Tahun Gautama, Aditya; Hanif, Muhammad Fikri; Daiva, Naufal Juhan; Arifin, Faiz Akbar; Ridhwan, Muhammad; Yusup, Moh Mohaemin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v5i1.13387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tinggi badan terhadap akurasi tendangan pada atlet sepak bola usia 13–17 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 30 atlet sebagai sampel. Data tinggi badan diukur menggunakan stadiometer, sedangkan akurasi tendangan diperoleh melalui tes menendang ke target. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel berdistribusi normal, sehingga memenuhi asumsi analisis parametrik. Uji korelasi Pearson mengungkapkan hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi badan dan akurasi tendangan (r = 0,990; p = 0,000). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa tinggi badan memberikan kontribusi sebesar 98,1% terhadap variasi akurasi tendangan (R2 = 0,981), dengan koefisien regresi B = 0,982 yang berarti setiap peningkatan 1 cm tinggi badan meningkatkan akurasi tendangan sebesar 0,982 poin. Temuan ini menegaskan bahwa tinggi badan merupakan faktor antropometri yang berpengaruh signifikan terhadap akurasi tendangan atlet sepak bola remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelatih dalam merancang program latihan yang lebih efektif berdasarkan karakteristik fisik atlet
Community Engagement sebagai Instrumen Penguatan Tata Kelola Usaha Mikro: Studi pada Pedagang Nasi Lemak di Kuala Lumpur Bulqiyah, Hasanul; Lukiyana, Lukiyana; Ridhwan, Muhammad; Ode, Samsul; Widiastuti, Ika
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/3k1jpn72

Abstract

Usaha mikro pedagang nasi lemak merupakan bagian penting dari ekonomi rakyat dan identitas kuliner di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain menyediakan pangan harian, sektor ini menopang mata pencaharian masyarakat berpendapatan rendah dan berkontribusi pada ekonomi informal perkotaan. Namun, pedagang masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pencatatan keuangan, keterbatasan kapasitas manajerial, rendahnya pemahaman standar kebersihan dan perizinan, serta minimnya akses terhadap program pemerintah. Meskipun pemerintah lokal telah menyediakan kebijakan pemberdayaan, terdapat kesenjangan antara implementasi kebijakan dan kebutuhan riil di lapangan, sehingga pendekatan top-down belum sepenuhnya efektif. Pengabdian internasional Indonesia–Malaysia ini bertujuan memperkuat tata kelola usaha mikro melalui peningkatan kapasitas manajerial, pemahaman kebijakan, dan penguatan jejaring komunitas. Metode yang digunakan meliputi pemetaan kondisi pedagang, community engagement partisipatif, pelatihan manajemen usaha dan pencatatan keuangan, analisis kebijakan, serta evaluasi dan penyusunan rekomendasi. Luaran kegiatan mencakup peningkatan kapasitas pedagang, modul pendampingan, rekomendasi kebijakan, publikasi ilmiah, serta penguatan kerja sama bilateral. Kegiatan ini berada pada TKT level 3–4 dan berpotensi direplikasi.