Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MELALUI MEDIA KARTU KUARTET PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI Karim, Amna; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6258

Abstract

This study aims to improve reading skills through Quartet Cartoon Media in fourth grade students of SDN 9 Dungaliyo. The research method used is Classroom Action Research (CAR) using observation data collection techniques, reading tests and documentation with the research subjects of fourth grade students at SDN 9 Dungaliyo, Gorontalo Regency. The results of the study showed that in the initial observation that out of 19 students who were able to read only 8 students or 44%. In cycle I meeting 1, there were 8 students or 44% who were able to read and there were 11 students or 61% who were not yet able to read. In cycle I meeting 2, there were 12 students or 67% who were able to read and 7 or 35% of students were not yet able to read. In cycle II, there was a significant increase, namely 16 students were able with a percentage of 85% and there were 3 students with a percentage of 17% who were not yet able to read. Based on the results of the study, it can be concluded that through Quartet Card Media, students' reading ability in story texts in fourth grade at SDN 9 Dungaliyo, Gorontalo Regency can be improved. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui Media Kartun Kuartet pada siswa kelas IV SDN 9 Dungaliyo. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan teknik pengumpulan data observasi, tes membaca dan dokumentasi dengan subjek penelitian siswa kelas IV di SDN 9 Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal bahwa dari 19 siswa yang mampu membaca hanya 8 siswa atau 44%. Pada siklus I pertemuan 1 berjumlah 8 siswa atau 44% yang mampu membaca dan ada 11 orang siswa atau 61% yang yang belum mampu membaca. Pada siklus I pertemuan 2 siswa yang mampu membaca berjumlah 12 atau 67% dan 7 atau 35% terdapat siswa yang belum mampu membaca. Pada siklus II mengalami peningkatan secara signifikan yaitu siswa yang mampu berjumlah 16 siswa dengan presentase 85% dan terdapat 3 siswa dengan presentase 17% yang belum mampu membaca. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui Media Kartu Kuartet dapat meningkat kemampuan membaca siswa teks cerita di kelas IV SDN 9 Dungaliyo Kabupaten Gorontalo.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MELALUI MEDIA KONKRET PADA SISWA KELAS V SD NEGERI Poiyo, Gita Triputri Danial; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6275

Abstract

The study aimed to improve the short story writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency. This study utilized a classroom action research type. Data collection techniques included tests, observation, and documentation. Initial observations showed that out of 19 students, only 5 (26%) were able to write short stories, while 14 students (73%) had not yet acquired the skill. In the first cycle, first meeting, 8 students (42%) demonstrated the ability to write short stories, while 11 students (58%) did not. In the second meeting of the first cycle, 12 students (63%) were able to write short stories, with 7 students (37%) still unable. In the second cycle, the result improved, where 16 students (84%) succeeded in writing short stories, while only 3 students (16%) had not yet achieved the expected competence. Based on the findings and discussion, it can be concluded that the use of concrete media effectively enhances the short story writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Telaga, Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek melalui media konkret pada siswa kelas V SDN 2 Telaga Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, observasi dan dokumentasi. Pada observasi awal dari 19 siswa hanya 5 yang mampu menulis cerita pendek atau 26%, sedangkan yang belum mampu ada 14 siswa atau 73%. Pada siklus I pertemuan I dari 19 siswa ada 8 siswa atau 42% yang mampu  menulis cerita pendek dan 11 siswa atau 58% yang belum mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 19 siswa yang mampu menulis cerita pendek 12 siswa atau 63% dan  7 siswa atau 37% yang belum mampu. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dari 19 siswa yang mampu menulis cerita pendek 16 atau 84% dan yang belum 3 siswa atau 16%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan melalui media konkret dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek pada siswa kelas V SDN  2 Telaga kabupaten Gorontalo.
PENGUASAAN KOSAKATA MELALUI MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR H. IBRAHIM, NATALIYA; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; T. PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4550

Abstract

The research problem in this study is: "Can crossword puzzle media improve the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya?" This study aims to enhance the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya through the use of crossword puzzle media. The research method applied is Classroom Action Research (CAR), with data collection techniques including tests, observations, and documentation. The research subjects consist of 19 third-grade students.During the initial observation, 16 out of 19 students (84%) still had low vocabulary mastery. The improvement was demonstrated through the implementation of classroom action research, conducted over two cycles, each consisting of two meetings. In the first meeting of Cycle I, 4 students (21%) showed improvement in vocabulary mastery. In the second meeting of Cycle I, 8 students (42%) exhibited increased vocabulary mastery. In the first meeting of Cycle II, the number of students showing improvement increased to 14 (73%). By the second meeting of Cycle II, vocabulary mastery had further improved, reaching 89%, with 17 students successfully enhancing their vocabulary skills.The research findings reveal that the use of crossword puzzle media significantly contributes to improving the vocabulary mastery of third-grade students at SDN 2 Talaga Jaya. ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah media teka-teki silang dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III di SDN 2 Talaga Jaya?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III SDN 2 Talaga Jaya melalui penggunaan media teka-teki silang. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data yang mencakup tes, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 19 siswa kelas III. Pada observasi awal dari 19 siswa, 16 siswa (84%) masing kurang dalam penguasaan kosakata. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus I sebanyak dua kali pertemuan dan siklus II dua kali pertemuan. Pertemuan pertama pada siklus I capaian 19 siswa penguasaan kosakata memperoleh (21%) atau 4 orang siswa yang meningkat. Siklus I pertemuan II penguasaan kosakata siswa memperoleh (42%) atau 8 orang siswa meningkat. Siklus II pertemuan I penguasaan kosakata siswa meningkat menjadi 14 orang (73%) dalam penguasaan kosakata. Pada siklus II pertemuan II mengalami peningkatan penguasaan kosakata menjadi (89%) atau 17 siswa sudah mampu dalam penguasaan kosakata. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemanfaatan media teka-teki silang secara signifikan berkontribusi dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas III SDN 2 Talaga Jaya.    
KEMAMPUAN MEMBACA PUISI DENGAN METODE MODELLING THE WAY DI KELAS V SDN 1 TALAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO ISMAWATI, KOMANG; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; TRIANTY PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4663

Abstract

Thus, the study aims to improve poetry reading skills using the Modelling the Way method in Class V at SDN 1 Talaga Jaya. This study followed a Classroom Action Research (CAR) model. Data collection techniques include tests and documentation with the sample consisted of 15 students of Class V. The initial observation showed that out of 15 students, 4 students (27%) were categorized as capable of reading poetry, while 11 students (73%) were categorized as incapable. After implementing action in Cycle I, the first meeting showed that 6 students (40%) were categorized as capable, while 9 students (60%) were incapable. In the second meeting of Cycle 1, 11 students (73%) were categorized as capable, while 4 students (27%) were incapable. In Cycle II, the results further improved, with 13 students (87%) categorized as capable and only 2 students (13%) still struggling or incapable. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi dengan metode Modeling The Way di kelas V SDN 1 Talaga Jaya. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 15 orang siswa. Hasil observasi awal adalah dari 15 orang siswa, siswa dengan kategori mampu membaca puisi berjumlah 4 orang siswa (27%) dan siswa dengan kategori tidak mampu membaca puisi berjumlah 11 orang siswa (73%). Setelah dilakukan Tindakan pada siklus I pertemuan pertama memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu berjumlah 6 orang siswa (40%) dan siswa dengan kategori tidak mampu berjumlah 9 orang siswa (60%). Selanjutnya pada siklus I pertemuan kedua memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu berjumlah 11 orang siswa (73) dan siswa dengan kategori tidak mampu berjumlah 4 orang siswa (27%). Selanjutnya pada siklus II memperoleh hasil siswa dengan kategori mampu bejumlah 13 orang siswa (87) dan siswa dengan kategori tidak mampu bejumlah 2 orang siswa (13%).
KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF MELALUI MODEL COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS V SDN 1 BULANGO SELATAN KABUPATEN BONE BOLANGO WAYAN RUSMINI, NI; HUSAIN, RUSMIN; HALIDU, SALMA; TRIYANTY PULUKADANG, WIWY; KATILI, SUKRI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4664

Abstract

This research aims to improve students' ability to determine main ideas of paragraphs through the Cooperative Script model. This research adopts a Classroom Action Research approach, utilizing test, observation, and documentation methods for data collection. The subjects of this research are 24 students of Grade V. The initial observation reveals that out of 24 students, 4 students (17%) are categorized as capable, while 20 students (83%) are categorized as incapable. After implementing classroom actions, an improvement is observed in students' ability to determine the main ideas of paragraphs. In Meeting I of Cycle 1, 8 students (33%) are categorized as capable, while 16 students (67%) are categorized as incapable. In Meeting II of Cycle I, the number of capable students increases to 14 (58%), while 10 (42%) remain incapable. Finally, in Cycle II, the final results show that 21 students (87%) are categorized as capable, while only 3 students (13%) are still categorized as incapable. Thus, based on these results, it can be concluded that the Cooperative Script model effectively improves students' ability to determine paragraph main ideas in Grade V at SDN 1 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan Ide Pokok Paragraf melalui model Cooperative Script di Kelas V SDN 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan dokomentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian pada Siklus I Pertemuan I siswa dengan kategori mampu berkisar 33% dan kategori tidak mampu berkisar 67%. Selanjutnya pada Siklus I Pertemuan II siswa dengan kategori mampu berhasil meningkat berkisar 58% dan kategori tidak mampu berkisar 42%. Kemudian pada Siklus II siswa mengalami peningkatan yang signifikan dengan kategori mampu 87% dan kategori tidak mampu 13%. Hal ini, menunjukkan bahwa penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan tindakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa melalui model Cooperative Script dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok paragraf di kelas V SDN 1 Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango.  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT MAJEMUK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS IV SDN Eato, Meisti Fani; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6534

Abstract

The problem in this research is whether the Problem-Based Learning model can improve the ability to write compound sentences in Grade IV of SDN No. 94 Kota Utara, Gorontalo City. This study aims to improve the ability to write compound sentences through the Problem-Based Learning model in Grade IV of SDN No. 94 Kota Utara, Gorontalo City. This research is a Classroom Action Research (CAR). The data collection techniques used in this research include written tests, observation, and documentation. Initial observation results showed that out of 15 students, only 1 student (7%) was categorized as proficient, 4 students (27%) as less proficient, and 10 students (67%) as not yet proficient. In Cycle I, Meeting 1, improvement occurred with 2 students (13%) categorized as proficient, 5 students (33%) as less proficient, and 8 students (53%) still not proficient. More significant progress was seen in Cycle I, Meeting 2, with 10 students (67%) categorized as proficient, 3 students (20%) as less proficient, and only 2 students (13%) still not proficient. In Cycle II, the final results showed that 13 students (87%) were categorized as proficient, 2 students (13%) as less proficient, and no students remained in the not proficient category. ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui model pembelajaran Problem Based Learning kemampuan menulis Kalimat Majemuk Di Kelas IV SDN No. 94 Kota Utara Kota Gorontalo dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis Kalimat Majemuk melalui model pembelajaran Problem Based Learning Di Kelas IV SDN No. 94 Kota Utara Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi tes tertulis, observasi, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 15 siswa, hanya 1 siswa (7%) tergolong mampu, 4 siswa (27%) kurang mampu, dan 10 siswa (67%) belum mampu. Pada siklus I pertemuan 1, peningkatan terjadi dengan 2 siswa (13%) tergolong mampu, 5 siswa (33%) kurang mampu, dan 8 siswa (53%) masih tidak mampu. Kemajuan terlihat lebih signifikan pada siklus I pertemuan 2, dengan 10 siswa (67%) tergolong mampu, 3 siswa (20%) kurang mampu, dan hanya 2 siswa (13%) masih belum mampu. Pada siklus II, hasil akhir menunjukkan bahwa 13 siswa (87%) sudah tergolong mampu, 2 siswa (13%) kurang mampu, dan tidak ada lagi siswa yang tergolong tidak mampu.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA KELAS II SD NEGERI Hasan, Trianita; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6541

Abstract

This study aims to improve the ability to write procedural texts through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model among second-grade students at SDN 99 Kota Utara, Gorontalo City. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, conducted in two cycles. Data were collected using observation, writing tests, and documentation techniques. Initial observations showed that only 4 out of 20 students (20%) demonstrated the ability to write procedural texts effectively. In the first meeting of Cycle I, 6 students (30%) met the success criteria, which increased to 12 students (60%) in the second meeting. However, this result had not yet reached the predetermined success indicator, which required 75% of students to score at least 75. Therefore, the research continued to Cycle II. In the first meeting of this cycle, 17 students (85%) successfully met the indicator, while the remaining 3 students received additional guidance based on their individual challenges. The findings indicate that the PjBL model is effective in enhancing procedural text writing skills among second-grade elementary students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas II SDN 99 Kota Utara, Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes menulis, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi awal, dari 20 siswa hanya 4 siswa (20%) yang menunjukkan kemampuan menulis teks prosedur dengan baik. Pada siklus I pertemuan pertama, jumlah siswa yang mencapai indikator keberhasilan meningkat menjadi 6 orang (30%), dan pada pertemuan kedua meningkat lagi menjadi 12 siswa (60%). Namun, capaian tersebut belum memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu 75% siswa memperoleh nilai minimal 75. Oleh karena itu, dilanjutkan ke siklus II, dan pada pertemuan pertama siklus tersebut, sebanyak 17 siswa (85%) telah mencapai kriteria keberhasilan. Sementara itu, 3 siswa yang belum mencapai indikator diberikan bimbingan lanjutan sesuai permasalahan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur pada siswa kelas II.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) SISWA KELAS IV Lasimpala, Ainsa; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Monoarfa, Wiwy Triyanty; Katili, Sukri
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6542

Abstract

This study aims to improve students' descriptive writing skills through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. The method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consisted of two meetings designed to give students the opportunity to creatively develop ideas through real-life projects related to the learning material. The subjects of this study were 15 fourth-grade students at SD Integral Hidayatullah, Kota Barat District, Gorontalo City. Data collection techniques included observation, writing tests, and documentation. Initial observations showed that only 3 students (20%) were able to write descriptive essays that met the minimum completeness criteria (KKM) of 75. After implementing the PjBL model, a significant improvement was observed. In the first cycle, the number of students who met the KKM increased to 10 students (67%), and in the second cycle, it increased to 12 students (80%). Therefore, the application of the Project Based Learning model proved effective in enhancing the descriptive writing skills of elementary school students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan ide secara kreatif melalui proyek nyata yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Integral Hidayatullah Kota Barat, Kota Gorontalo, yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes menulis, dan dokumentasi. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 3 siswa (20%) yang mampu menulis karangan deskripsi sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75. Setelah penerapan model PjBL, terjadi peningkatan signifikan. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 10 siswa (67%), dan pada siklus II mencapai 12 siswa (80%). Dengan demikian, penerapan model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa sekolah dasar.
KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE SHOW AND TELL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Kilo, Nurcahayani Usman; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Halidu, Salma; Katili, Sukri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4592

Abstract

This research aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SDN 1 Telaga, Gorontalo Regency, through the technology-assisted Show and Tell method. The problems faced include difficulties in pronunciation, flat intonation, inappropriate word choices, and a lack of facial expressions and eye contact. The dominant lecture method resulted in students rarely practicing speaking. Therefore, the integration of technology such as interactive media, video recordings, and digital learning applications was implemented to increase student participation. This research used the Classroom Action Research (CAR) method with data collection techniques through observation, tests, and documentation. The research subjects consisted of 20 fourth-grade students. The results showed that students' speaking skills improved gradually. In the initial observation, only 3 students (15%) had good speaking skills. After Cycle I, this number increased to 50%, and in Cycle II, it reached 85%, meeting the success indicators. The conclusion of this study indicates that the technology-assisted Show and Tell method is effective in improving students' speaking skills. The integration of technology not only increased students' confidence but also helped them in aspects of pronunciation accuracy, intonation, diction, sentence structure, and focus on the interlocutor. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IV di SDN 1 Telaga Kabupaten Gorontalo melalui metode Show and Tell berbantuan teknologi. Permasalahan yang dihadapi meliputi kesulitan dalam pengucapan, intonasi datar, pemilihan kata yang kurang tepat, serta kurangnya ekspresi wajah dan kontak mata. Metode ceramah yang dominan menyebabkan siswa jarang berlatih berbicara. Oleh karena itu, integrasi teknologi seperti media interaktif, rekaman video, dan aplikasi pembelajaran digital diterapkan untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa meningkat secara bertahap. Pada observasi awal, hanya 3 siswa (15%) yang memiliki kemampuan berbicara baik. Setelah Siklus I, angka ini meningkat menjadi 50%, dan pada Siklus II mencapai 85%, memenuhi indikator keberhasilan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa metode Show and Tell berbantuan teknologi efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Integrasi teknologi tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa, tetapi juga membantu mereka dalam aspek ketepatan lafal, intonasi, diksi, struktur kalimat, dan fokus pada lawan bicara.
PENGEMBANGAN MEDIA WORDLY CARDS BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) MELALUI APLIKASI ASSEMBLR EDU PADA MATERI KOSAKATA KELAS IV DI SDN Umar, Nurfatima; Husain, Rusmin; Pulukadang, Wiwy T.; Halidu, Salma; Katili, Sukri
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i1.4605

Abstract

Digital-based learning technology is rapidly advancing, one of which is the application of Augmented Reality (AR) in educational media.  The purpose of this research is to develop Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) as a learning media, which are AR-based vocabulary cards designed using the Assemblr Edu application, making them suitable for use in Indonesian language learning on the topic of Loanwords. The research method used is the Research and Development method, employing the ADDIE development model, which includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The analysis stage is conducted to understand user needs, followed by the design and development of cards containing AR content using the Assemblr Edu application.  Implementation was carried out with a trial of the developed product.  Evaluation is conducted by dividing pre-test and post-test questions to measure the effectiveness of the media. Media Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) as a learning medium for fourth-grade students at SDN 8 Kabila, is declared very suitable for use as a teaching medium.  Based on the results of media expert validation, it received a percentage of 100% with the category "Very Feasible," material expert validation received a percentage of 90.7% with the category "Very Feasible," and language expert validation received a percentage of 95.8% with the category "Very Feasible."  The assessment by the fourth-grade homeroom teacher as a user expert of the developed Wordly Cards Based on Augmented Reality (AR) media received a percentage of 98.2% with the category "Very Feasible."  The recapitulation of the expert validation results obtained a percentage of 96.1%, thus the Wordly Cards Media Based on Augmented Reality (AR) is declared very feasible to use. ABSTRAK Teknologi pembelajaran berbasis digital semakin berkembang pesat, salah satunya melalui penerapan Augmented Reality (AR) dalam media edukasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) yaitu kartu kosakata berbasis AR yang dirancang menggunakan aplikasi Assemblr Edu sehingga layak untuk digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi Kosakata Serapan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (Research and   Development) dengan menggunakan model penelitian pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahap analisis dilakukan untuk memahami kebutuhan pengguna, diikuti dengan perancangan dan pengembangan kartu yang memuat konten AR menggunakan aplikasi Assemblr Edu. Implementasi dilakukan dengan uji coba produk yang dikembangkan. Evaluasi dilakukan dengan membagi soal pre test dan post test untuk mengukur keefektifan media. Media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran untuk peserta didik kelas IV SDN 8 Kabila, dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media ajar. Berdasarkan hasil validasi ahli media, mendapatkan presentase 100% dengan kategori “Sangat Layak”, validasi ahli materi mendapatkan presentase 90,7% dengan kategori “Sangat Layak”, validasi ahli Bahasa mendapatkan presentase 95,8% dengan kategori “Sangat Layak”. Penilaian oleh wali kelas IV sebagai ahli pengguna terhadap media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) yang dikembangkan mendapatkan presentase 98,2% dengan kategori “Sangat Layak”. Rekapitulasi hasil validasi ahli mendapatkan persentase 96,1% sehingga Media Wordly Cards Berbasis Augmented Reality (AR) dinyatakan sangat layak digunakan.