Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Sekolah Dasar Ditinjau Dari Gaya Belajar Auditorial -, Astuti; Dewi Puji Rahayu; Syahfitriani Br Ginting; Serlina Boru Sinaga; Paustina Ngali Mahuze; Rival Hanip; Roberto W. Marpaung; Prima Lestari Situmorang
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 9 No. 3 (2024): Edisi Mei
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v9i3.967

Abstract

The research intends to analyze the creative thinking abilities of students with an auditory learning style. The research method used is qualitative because it contains descriptions of creative thinking abilities in 3 categories, namely low, high and medium. The research included 35 students in class IV. Data was obtained from the results of tests on creative thinking abilities that had been prepared and non-tests in the form of learning style classification questionnaires. The results of the research show that students with an auditory learning style who have low thinking abilities almost meet flexibility; fluency and detail possessed by students with creative abilities while auditory learning style; then students with high creative abilities have an auditory learning style that meets flexibility and almost meets fluency.
Pelatihan Pembuatan Tangram Berbantu Bangun Datar: Pelatihan Pembuatan Tangram Berbantu Bangun Datar Astuti, Astuti; Br Ginting, Syahfitriani; Boru Sinaga, Serlina; Wong Lieung, Karlina; Hanip, Rival; Nirthaa, Eva; Puji Rahayu, Dewi; Ngali Mahuze, Paustina; Hanipah, Sri
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v6i1.214

Abstract

Matematika ialah mata pelajaran di Sekolah Dasar memberikan bekal kepada siswa untuk memiliki cara penyelesaian masalah berbeda dari kebanyakan orang sehingga kepercayaan diri terbangun sejak dini. Tangram bisa dipakai untuk meningkatkan cara berpikir matematis. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan di SD Kristen Kalam Kudus Merauke dengan dosen 8 orang, 32 siswa di kelas I dan didampingi oleh wali kelas serta kepala sekolah. Pelaksanaan PKM bertujuan membiasakan siswa berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah serta melihat kemmapuan berpikir kreatif dalam membuat berbagai bentuk berdasar bangun penyusun tangram. Metode yang dilaksanakan yakni pelatihan pembuatan tangram berbantu bangun datar. Hasil PKM untuk siswa yakni terlihat kemampuan berpikir kreatif siswa untuk membuat bentuk baru sesuai dengan kreasi, percaya diri saat mengemukakan pendapat ketika berdiskusi dalam kelompok menyelesaikan masalah pembuatan tangram dan memperlihatkan hasil diskusi dengan yakin. Selanjutnya, hasil yang didapat dari tim pelaksana PKM adalah membiasakan siswa untuk bekerjasama, menyederhanakan bahasa saat menjelaskan supaya bisa dimengerti siswa dengan baik lalu relasi bertambah.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Sekolah Dasar Bergaya Belajar Kinestetik Astuti, Astuti; Lieung, Karlina Wong; Kaize, Bernadetha Rizki; Rahayu, Dewi Puji; Sinaga, Serlina Boru; Marpaung, Roberto W; Mahuze, Paustina Ngali; Hanip, Rival
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i5.7641

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa bergaya belajar kinestetik yang digolongkan menjadi tiga, yakni tinggi, sedang juga rendah. Penelitian dilaksanakan di SD Mardi Rahayu Ungaran kelas IVA dengan siswa berjumlah . Peneliti memilih jenis penelitian kualitatif deskriptif. Langkah yang sudah peneliti tempuh yakni membuat angket penggolongan gaya belajar, memberikan tes kemmapuan berpikir kreatif, mengolah nilai, menentukan subjek penelitian secara acak (random sampling) berdasarkan nilai pada setiap kategori khususnya kelompok siswa bergaya belajar kinestetik. Hasil penelitian yakni siswa bergaya belajar kinestetik dengan kemampuan berpikir kreatif tinggi memenuhi 3 dari 4 indikator berpikir kreatif (kelancaran, keluwesan dan keaslian); siswa berkemampuan berpikir kreatif sedang gaya belajar kinestetik memenuhi indikator keluwesan lalu cukup memenuhi 2 indikator (kelancaran lalu keaslian); serta siswa berkemampuan berpikir kreatif rendah gaya belajar kinestetik hampir memenuhi keluwesan
KEMAMPUAN MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT Astuti, Astuti; Sulistyowati, Retno Wuri; Rahayu, Dewi Puji; Lieung, Karlina Wong; Kaize, Bernadetha Rizki; Hanip, Rival; Mahuze, Paustina Ngali; Putu Priyudahari, Bhujangga Ayu
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v11i1.425

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Matematika diajarkan guna mengajarkan kepada siswa ubtuk berpikir logis, mencari hubungan, serta berpikir kretaif. Penelitian dilaksanakan di Universitas Musamus jurusa Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan subjek penelitian berjumlah 63 mahasiswa. Adapun materi yang dipilih yakni penjumlahan bilangan bulat. Penelitian menunjukkan apabila mahasiswa masuk dalam kriteria sedang dalam penguasaan konsep penjumlahan bilangan bulat diakibatkan kurang pemahaman mengenai penjumlahan bilangan bulat.
ANALISIS LEVEL BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MAHASISWA MENURUT BLOOM MATERI ARITMATIKA SOSIAL -, Astuti; Hanip, Rival; Kaize, Bernadetha Rizki; Priyudahari, Bhujangga Ayu Putu
Joyful Learning Journal Vol. 14 No. 3 (2025): Joyful Learning Journal: September 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jlj.v14i3.34506

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu dari empat kemampuan berpikir yang diharapkan dikuasai mahasiswa sebelum masuk ke dunia kerja. Penelitian bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan menganalisis level berpikir kritis matematis materi aritmatika berdasarkan level Bloom. Metode yang dipakai peneliti yakni metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan jika 60% mahasiswa mampu menghasilkan jawaban tepat untuk soal berpikir kritis matematis, 1 mahasiswa tidak memenuhi level berpikir kritis, 3 mahasiswa berada pada level 0, 1 mahasiswa pada level 1,  4 mahasiswa di level 2, serta 11 mahasiswa di level 6.
P Pelatihan Penggunaan Long Hand Method untuk penghitungan penarikan akar bilangan Astuti; Priyudahari, Bhujangga; Rusmi
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2024): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v2i3.93

Abstract

Matematika sebagai pelajaran wajib dasar yang dipelajari pada jenjang SD harus diajarkan secara menarik dan menyenangkan. Rendahnya angka matematika disebabkan oleh momok menakutkan yang didapatkan oleh siswa bahwa pelajaran matematika sangat sulit. Sehingga perlu adanya kreatifitas dari guru, untuk mengajarkan dengan konsep yang lebih mudah dan menyenangkan. Longhand Method merupakan sebuah metode baru dalam penarikan akar bilangan. Longhand method memberikan konsep yang lebih mudah dalam mempelajari penarikan akar bilangan. Pelatihan long hand method dalam penarikan akar bilangan dilakukan di SD Inpres Kurik II Rawasari pada tanggal 30 Agustus bertujuan untuk membantu guru-guru dalam memahami long hand method agar dapat diimplementasika pada pembelajaran penarikan akar bilangan, pelatihan ini juga diharapkan dapat memotivasi guru untuk menemukan dan mengembangkan kreatifitas dan metode baru unutk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik.
Analisis Kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge Guru dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar Inpres Kurik 2 Rawasari Ginting, Syahfitriani Br; Nirtha, Eva; Hanifah, Sri; Astuti, Astuti
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v4i2.374

Abstract

Pembelajaran yang terintegrasi dengan kemajuan teknologi sudah menjadi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini. Hal tersebut sebagai suatu pemicu kepada guru-guru di Sekolah Dasar (SD), khususnya dalam Pembelajaran IPA dapat memahami atau memiliki kemampuan TPACK merupakan suatu terobosan yang dapat berinovasi dan dapat mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi. Kemampuan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) sebagai terobosan yang baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran khusunya dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan TPACK guru dalam pembelajaran IPA di SD Inpres Kurik 2 Rawasari yang dideskripsikan dari persepsi responden. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif menggambarkan dan merangkum data secara singkat. Jenis dari penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian guru-guru yang ada di SD Inpres Kurik 2 Rawasari yang berjumlah 15 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Kuesioner ini mengandung 25 pernyataan yang terbagi dalam 7 subdomain. Temuan dari penelitian mengindikasikan bahwa kompetensi guru TK di SD Inpres Kurik 2 Rawasari masih tergolong rendah (48% masih kurang mampu menggunakan teknologi), PK dalam kategori tinggi (75% dapat menguasai pengetahuan Paedagogik), CK dalam kategori sedang (65% dapat menguasai materi pembelajaran), TPK dalam kategori sedang (65% dapat memadukan teknologi dengan paedagogik), TCK dalam kategori sedang (65% dapat memadukan teknologi dengan konten), dan PCK dalam kategori tinggi (76% dapat memadukan konten dengan paedagogik). Dari keseluruhan dari hasil penelitian tersebut TPACK guru SD Inpres Kurik 2 Rawasari masih dalam kategori sedang (61%) dan belum mampu melaksanakan pembelajaran IPA berbasis TIK yaitu memadukan dari pengetahuan, konten, paedagogik dengan teknologi. Dari hasil dapat disimpulkan, kemampuan TPACK Guru SD Inpres Kurik 2 Rawa Sari dalam kategori sedang.
Pelatihan Pembuatan Media Mistar Bilangan Bulat Bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Astuti, Astuti; Suryani, Dessy Rizki; Hanip, Rival
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.19176

Abstract

Background: Matematika ialah mata pelajaran yang bisa melatih cara berpikir siswa. Salah satu materi matematika yakni penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Materi sudah diajarkan saat mahasiswa duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Namun berdasarkan hasil tes yang dilakukan terhadap 63 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Musamus, terdapat 39,68% mahasiswa mendapat nilai dibawah rata-rata sehingga menjadi dasar bagi tim dosen melaksanakan pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat. Pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat bertujuan untuk menjelaskan konsep matematika abstrak menjadi lebih konktret sehingga mudah dipaham. Metode: Metode yang digunakan yakni pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat. Pelatihan dipilih menggunakan kerja kelompok sehingga mahasiswa bisa berkolaborasi dengan anggota tim, kemampuan berpikir kreatif berkembang, dan kemampuan komunikasi matematis terlatih. Hasil: Hasil dari penelitian yakni mahasiswa mampu membuat media mistar bilangan bulat secara berkelompok serta mampu menjelaskan penggunaan media sehingga mahasiswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan tepat. Kesimpulan: Dosen mendapatkan manfaat berupa bisa meningkatkan kelancaran berkomunikasi, berbagi pengetahuan, lalu membantu mahasiswa memahami konsep matematika.
Analysis of Students' Critical Thinking Patterns on Critical Thinking Ability: The Case of Elementary School Mochamad Guntur; Herisa Hardiyanti Sholeha; Ike Kurniawati; Astuti
Widya Accarya Vol. 14 No. 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1469.199-210

Abstract

This study aimed at comprehensively analyzing critical thinking patterns in elementary school students through the Grounded Theory method. The design used was a case study. This study involved 25 fourth grade students at Kedung Krisik Elementary School, Cirebon City. Data collection was carried out through critical thinking math test questions; and interviews between researchers and students after completing the test questions. The analysis process was carried out by giving tests to students. The results of this study reveals that students' critical thinking skills in mathematics at the elementary school are divided into three categories, namely CTA 3, CTA 2, and CTA 1. It could be seen that critical thinking skills in mathematics can be improved by practicing working on questions related to mathematics learning, especially in the form of contextual questions. The Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (CTA) critical thinking assessment models could be applied to measure critical thinking skills themselves.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika pada Siswa Bergaya Belajar Visual Astuti Astuti; Syahfitriani Br Ginting; Paustina Ngali Mahuze; Serlina Boru Sinaga; Rival Hanip; Najdah Thalib; Prima Lestari Situmorang
Simpati Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v2i1.500

Abstract

Creative thinking skills emphasize ways of thinking so that students are able to face problems in the future. One of the subjects that can develop creative thinking skills is mathematics. Each student has their own way of learning mathematics, such as looking at diagrams. The ability to obtain information relying on the sense of sight is known as the visual learning style. The research aims to analyze thinking abilities in 3 categories, namely high, medium and low in visual learning style students. The research was conducted on 35 class IVA students with 3 research subjects representing each category of creative thinking ability. The results of the research show that students with a visual learning style with high creative thinking meet 3 of the 4 indicators, while students with a moderate creative thinking style, especially with a visual learning style, do not meet the indicators of creative thinking ability due to lack of accuracy in calculations, while students with a visual learning style with low creative ability do not meet all the thinking indicators. creative because they have not been able to take steps to solve it so the calculations are not correct.