Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ETNOPEDAGOGI DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN MASYARAKAT: ANALISIS KOMPARATIF KI HADJAR DEWANTARA DAN TRADISI PANSORI KOREA Kim, Daemin; Karwati, Uus; Haerani, Reni
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 20 No 2 (2025): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (In
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.2002.2

Abstract

The 21st-century educational paradigm, which tends to be functionalist, often overlooks aspects of character building and communal responsibility. This study responds to these limitations by exploring the 'Community Education Environment' through a comparative study between Ki Hadjar Dewantara's Ethnopedagogy and the Korean Pansori tradition, as well as Indonesian oral literature. The main objective is to reconstruct a 'Community-Based Learning' model sourced from Asian local wisdom for application in modern education. Using a structural-semiotic approach, this research analyzes the homology between the philosophy of the 'Three Centers of Education' (Tripusat Pendidikan) and Dewantara's three leadership principles (Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani) with the interactive dynamics of Pansori elements (Sorikkun, Gosu, Chuimsae). Specifically, the analysis of the Simcheongga text and the Sundanese epic Mundinglaya Di Kusumah proves that traditional narratives are not merely entertainment but high-level non-formal educational platforms that transmit moral values and social norms. The study also examines the media transition from simple orality to literacy through the case of Wawacan to provide insights for developing educational content in the digital era. The results confirm that traditional arts contain prototypes of participatory learning relevant to addressing the dehumanization of education. It is concluded that a society's cultural assets are vital 'Social Capital' to complement the modern school system and foster learners into complete human beings.
Internalisasi Nilai Trilogi Ki Hajar Dewantara: Paradigma Pendidikan dalam Falsafah Gerak Tari Guel Gayo Rani Tiara FL; Uus Karwati; Reni Haerani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3123

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam pendidikan nasional melalui seni tari tradisional. Fokus penelitian ini adalah menelaah relevansi Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani dalam falsafah ragam gerak Tari Guel Gayo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif-interpretatif digunakan untuk mengungkap makna simbolik gerak dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guel Gayo merepresentasikan nilai kebersamaan, kesopanan, penghormatan terhadap leluhur, keseimbangan spiritual, dan keteguhan hidup yang sejalan dengan prinsip keteladanan, pemberdayaan, serta pendampingan dalam Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian paradigma pendidikan berbasis budaya lokal, sedangkan secara praktis memberikan implikasi pada pengembangan model pembelajaran seni berbasis nilai karakter dan kearifan lokal.