Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai budaya lokal dalam pendidikan nasional melalui seni tari tradisional. Fokus penelitian ini adalah menelaah relevansi Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani dalam falsafah ragam gerak Tari Guel Gayo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnokoreologi, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif-interpretatif digunakan untuk mengungkap makna simbolik gerak dan nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guel Gayo merepresentasikan nilai kebersamaan, kesopanan, penghormatan terhadap leluhur, keseimbangan spiritual, dan keteguhan hidup yang sejalan dengan prinsip keteladanan, pemberdayaan, serta pendampingan dalam Trilogi Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian paradigma pendidikan berbasis budaya lokal, sedangkan secara praktis memberikan implikasi pada pengembangan model pembelajaran seni berbasis nilai karakter dan kearifan lokal.