Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Abdul Azis; Ilma Rahim; Rizki Herdiani; Sisilya Saman Madeten
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Pengajaran Menulis: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Reflektif Siswa Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.459

Abstract

Pembelajaran menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks karena menuntut kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Namun, praktik pengajaran menulis di sekolah masih sering bersifat prosedural dan berorientasi pada hasil akhir, bukan pada proses berpikir mendalam yang menyertainya. Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep deep learning dalam pengajaran menulis Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai penelitian terkini (2019–2025) yang relevan dengan topik pembelajaran menulis berbasis deep learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dalam pengajaran menulis dapat memperkuat dimensi metakognitif siswa melalui strategi seperti project-based learning, refleksi diri, kolaborasi, dan penilaian autentik. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penguasaan teknis menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap proses berpikir, kemampuan mengaitkan ide, serta keberanian menyampaikan pandangan kritis secara logis dan sistematis. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya guru Bahasa Indonesia untuk mendesain pembelajaran menulis yang menekankan eksplorasi ide, diskusi reflektif, serta integrasi teknologi digital sebagai media kolaboratif. Dengan demikian, integrasi deep learning dalam pembelajaran menulis menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan profil pelajar yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21.
KARAKTERISTIK RAGAM BAHASA KOMUNITAS GIM DARING PADA PLATFORM DISCORD: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Rizki Herdiani
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.86293

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik ragam bahasa yang digunakan oleh komunitas gim daring pada platform Discord. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa percakapan tertulis anggota komunitas gim daring pada Discord yang dikumpulkan melalui metode simak dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan enam karakteristik utama ragam bahasa, yaitu penggunaan istilah teknis gim, campur kode bahasa Indonesia–Inggris, akronim dan singkatan, sapaan komunitas, bahasa gaul dan ekspresi emotif, serta unsur bahasa daerah. Penggunaan jargon gim menunjukkan identitas kelompok, sedangkan campur kode dan singkatan mencerminkan pengaruh budaya gim global serta kebutuhan komunikasi yang efisien. Sementara itu, bahasa gaul, sapaan komunitas, dan unsur bahasa daerah menunjukkan upaya membangun solidaritas sosial sekaligus mempertahankan identitas lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa ragam bahasa komunitas gamer pada Discord merupakan perpaduan antara budaya global dan identitas lokal dalam ruang digital. Kata kunci: ragam bahasa, sosiolinguistik, komunitas gamer, Discord, bahasa digital