Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital Akademik Dosen Baru FBS UNM: Implementasi Workshop Pemutakhiran Data SINTA dan SISTER Yusri, Yusri; Sakaria, Sakaria; Junaeny, Arini; Mustarih, Nirdayanti; Herdiani, Rizki
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.78628

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital akademik dosen baru Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) melalui workshop pemutakhiran data pada platform SINTA dan SISTER. Kedua platform tersebut merupakan sistem informasi nasional yang menjadi dasar penilaian kinerja dosen, pengembangan karier akademik, dan pemetaan kualitas institusi. Namun, banyak dosen baru yang masih mengalami kesulitan dalam memahami mekanisme pembaruan data dan pengelolaan portofolio digital akademik secara mandiri. Workshop dilaksanakan selama satu hari dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung (hands-on training). Kegiatan ini meliputi penyampaian materi tentang fungsi dan keterintegrasian SINTA–SISTER, praktik pemutakhiran profil akademik, unggah dokumen pendukung, sinkronisasi data publikasi, serta diskusi dan konsultasi teknis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola data akademik secara mandiri. Peserta mampu memperbarui profil pribadi, riwayat pendidikan, data publikasi, serta menautkan identitas keilmuan seperti Google Scholar dan Scopus ID. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa workshop ini efektif meningkatkan kesiapan dosen baru dalam mengelola portofolio akademik digital dan memperkuat akurasi data institusi. Kegiatan ini disimpulkan sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas dosen baru sekaligus meningkatkan mutu dokumentasi akademik di lingkungan FBS UNM. Pelaksanaan pelatihan serupa secara berkala direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas data akademik dosen. Kata kunci: literasi digital akademik, SINTA, SISTER, dosen baru, FBS UNM, pemutakhiran data.
PKM Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Siswa Berbasis AI dengan Aplikasi Teachshare Bagi Guru SMAS YAPIP Sungguminasa Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.80497

Abstract

Pelatihan ini diharapkan menambah pengetahuan dan pengalaman guru di SMAS YAPIP Sungguminasa tentang pembuatan lembar kerja siswa melalui aplikasi Teachshare AI. Sebanyak 18 guru dilatih membuat akun di Teachshare AI, memulai langkah awal pembuatan lembar kerja, hingga mengunduh lembar kerja yang telah mereka buat. Selain itu, guru-guru juga dilatih membuat rubrik penilaian, dan grafik perkembangan hasil belajar siswa. Meskipun tidak semua peserta berhasil membuat lembar kerja siswa dengan baik, para guru di  SMAS YAPIP Sungguminasa sudah mampu mengetahui langkah-langkah proses pembuatannya.Kata kunci: LKS, guru, Teachshare AI
Sinergi AI dalam Literasi Akademik: Eksplorasi Grammarly dan ChatGPT dalam Penguatan Struktur dan Gaya Bahasa Teks Persuasif Mahasiswa Nurhusna, Nurhusna; Shafariana, Shafariana; Herdiani, Rizki
Nuances of Indonesian Language Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v6i2.1614

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the synergy between Grammarly and ChatGPT in improving students’ persuasive writing skills, particularly in terms of argumentative structure and stylistic expression. The research is grounded in the current challenge of academic literacy in the era of artificial intelligence (AI), which requires students not only to write with linguistic accuracy but also to convey ideas persuasively and coherently. A mixed-method approach was employed through a quasi-experimental design combined with a perception survey. The participants consisted of 56 students from a language education program who engaged in AI-assisted writing instruction. Quantitative data were obtained from pretest and posttest writing assessments, while qualitative data were collected through open-ended questionnaires and reflective interviews. Data analysis involved paired-sample t-tests and thematic analysis. The findings revealed a significant improvement in students’ writing performance after utilizing Grammarly and ChatGPT. The average score for structural organization increased from 71.0 to 81.7, while the stylistic aspect improved from 69.3 to 81.9. Students reported that Grammarly helped them identify and correct linguistic errors and enhance their language awareness, whereas ChatGPT supported idea generation, argument development, and rhetorical variation. The synergy between these tools fostered a more reflective and self-regulated writing process, consistent with the theoretical frameworks of AI-mediated learning and social constructivism. Theoretically, this research reinforces the concepts of formative feedback and Cognitive Apprenticeship in academic writing instruction. Pedagogically, the findings indicate that integrating AI technology can serve as an innovative strategy for teaching writing, provided that it is accompanied by ethical guidance and reflective supervision from instructors. Thus, the synergy between Grammarly and ChatGPT not only enhances students’ writing quality but also transforms the way they learn to write critically, creatively, and responsibly in the digital literacy era.
Pelatihan Penulisan dan Literasi Media Digital Berbasis Canva bagi Guru di SMP Amannagappa Makassar Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah; Herdiani, Rizki
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.318

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki kemampuan literasi media dan penulisan kreatif agar dapat beradaptasi dengan pembelajaran abad ke-21. Namun sebagian guru di SMP Amannagappa Makassar masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan media digital secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan dan literasi media digital melalui pelatihan berbasis aplikasi Canva. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil karya. Sebanyak 20 guru mengikuti pelatihan dengan antusias dan mampu menghasilkan berbagai produk pembelajaran digital berupa poster, infografis, serta presentasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan guru dalam menulis konten edukatif yang komunikatif dan mendesain media pembelajaran yang menarik serta relevan dengan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini juga membangkitkan kesadaran pentingnya kolaborasi antarguru dan literasi digital dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kreatif dan adaptif.
KESANTUNAN BERBAHASA KOMENTAR WARGANET DALAM VIDEO TIKTOK @DOKTERDETEKTIF: KAJIAN PRAGMATIK Sri Wahyuni; Nurhusna; Rizki Herdiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37060

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentukpematuhan maksim kesantunan berbahasa sertafungsi pragmatik kesantunan dalam komentarwarganet pada video TikTok @Dokterdetektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif dengan data berupa komentar warganet pada empat video viral akun @Dokterdetektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, pencatatan, dan pembacaan komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pematuhanmaksim kesantunan meliputi enam maksim menurutLeech (1993), yaitu maksim kebijaksanaan, penghargaan, kemurahan, kerendahan hati, kecocokan, dan kesimpatian. Dari enam maksimtersebut, maksim penghargaan dan kesimpatian paling dominan digunakan oleh warganet. Fungsi pragmatikyang muncul meliputi fungsi ekspresif, direktif, representatif, dan komisif. Temuan ini memperlihatkanbahwa meskipun media sosial bersifat bebas, warganet tetap menunjukkan kesadaran berbahasasantun dalam konteks digital. Kata Kunci: kesantunan berbahasa, komentarwarganet, pragmatik, TikTok.
Menulis Reflektif melalui Pembelajaran Mendalam sebagai Sarana Penguatan Karakter Siswa Rizki Herdiani; Anita Candra Dewi
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.595

Abstract

21st-century education demands the development of students who are not only academically intelligent but also character- and socially mature. Reflective writing is an effective pedagogical strategy for connecting learning experiences with character development. This article systematically examines the role of reflective writing within a deep learning framework through a qualitative literature review approach. The study results indicate that reflective writing enhances students' self-awareness and integrity by encouraging introspection, evaluation of the learning process, and recognition of strengths and weaknesses. This activity also serves as a metacognitive tool, helping students organize, monitor, and evaluate their own learning strategies. Furthermore, reflective writing strengthens empathy and social awareness through engagement in collaborative projects, social experiences, and value reflection, enabling students to understand others' perspectives and foster environmental stewardship. Integrating reflection into contextual learning contexts for example, community service activities, class projects, or value discussions—facilitates the internalization of character values ​​such as responsibility, honesty, and cooperation. The effectiveness of reflective writing is even greater when it is designed as a core part of a deep learning strategy, rather than simply an additional assignment. By systematically integrating reflection, students are able to continuously connect learning experiences with moral and social values, build authentic understanding, and internalize character holistically. These findings confirm that reflective writing is not merely an academic exercise, but a crucial mechanism for developing students with self-awareness, integrity, social concern, and responsibility in real life.
TINDAK TUTUR ILOKUSI SYAIR LAGU PADA ALBUM MEMBANGUN DAN MENGHANCURKAN KARYA FEAST Syam, Andika Idul; Johar Amir; Rizki Herdiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46604

Abstract

This study aims to describe: the functions of illocutionary speech acts found in the song lyrics of the album Membangun dan Menghancurkan by Feast. This study employs a descriptive qualitative approach. The data consist of utterances or linguistic units containing illocutionary speech acts in the song lyrics “O, Tuan,” “Nina,” and “Tarot.” The data source of this study is the text of the song lyrics in the album Membangun dan Menghancurkan by Feast. Data collection was conducted through documentation methods, involving the steps of observing, note-taking, and classifying the data according to the research focus. The research instrument is the researcher themselves, supported by a data classification sheet based on John R. Searle’s theory of illocutionary speech acts. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that there are five types of illocutionary speech acts: representatives, directives, commissives, expressives, and declaratives, which function to convey attitudes, express commitments, make requests, make announcements, and present the speaker’s viewpoints.
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA LIRIK LAGU “TARUH” KARYA NADIN AMIZAH : KAJIAN TEORI J.L. AUSTIN Johar Amir; Ambo Dalle; Rizki Herdiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.46996

Abstract

This study aims to describe the intentions and functions of illocutionary speech acts in the lyrics of the song “Taruh” by Nadin Amizah. Language, as the primary medium of communication, does not merely function as a tool for conveying information but also serves as a means of performing communicative actions, which can be examined through a pragmatic perspective, particularly the concept of illocutionary speech acts proposed by John Langshaw Austin. This research employs a descriptive qualitative approach using pragmatic analysis. The data consist of utterances found in the song lyrics, obtained from official sources, and collected through the listening and note-taking technique.The data analysis is based on Austin’s classification of illocutionary speech acts, which includes verdictives, exercitives, commissives, behabitives, and expositives. The findings reveal that the lyrics of “Taruh” contain all five types of illocutionary speech acts with various communicative intentions and functions, namely expressing judgments, directing attitudes, affirming commitments, conveying emotions, and providing explanations. The diversity of these speech acts indicates an integrated meaning that reflects the dynamics of interpersonal relationships, trust, and the speaker’s emotional experiences. Therefore, this study confirms that song lyrics are not only aesthetic in nature but also possess communicative and reflective dimensions in representing human inner experiences.
Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Abdul Azis; Ilma Rahim; Rizki Herdiani; Sisilya Saman Madeten
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Pengajaran Menulis: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Reflektif Siswa Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.459

Abstract

Pembelajaran menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks karena menuntut kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Namun, praktik pengajaran menulis di sekolah masih sering bersifat prosedural dan berorientasi pada hasil akhir, bukan pada proses berpikir mendalam yang menyertainya. Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep deep learning dalam pengajaran menulis Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai penelitian terkini (2019–2025) yang relevan dengan topik pembelajaran menulis berbasis deep learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dalam pengajaran menulis dapat memperkuat dimensi metakognitif siswa melalui strategi seperti project-based learning, refleksi diri, kolaborasi, dan penilaian autentik. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penguasaan teknis menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap proses berpikir, kemampuan mengaitkan ide, serta keberanian menyampaikan pandangan kritis secara logis dan sistematis. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya guru Bahasa Indonesia untuk mendesain pembelajaran menulis yang menekankan eksplorasi ide, diskusi reflektif, serta integrasi teknologi digital sebagai media kolaboratif. Dengan demikian, integrasi deep learning dalam pembelajaran menulis menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan profil pelajar yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21.