Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perbandingan Kompetensi Literasi Membaca antara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Takalar dengan SMPN 1 Sanrobone Amir, Johar; Mahmudah, Mahmudah; Herdiani, Rizki; Bakri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3345

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dua hal pokok, yaitu: (1) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Takalar dalam menemukan informasi (2) mengungkap kompetensi membaca siswa SMPN 1 Sanrobone dalam memahami informasi. Dan membuktikan adanya perbedaan kompetensi membaca antara siswa SMPN 1 Takalar dengan siswa SMPN 1 Sanrobone dalam mengevaluasi dan merefleksikan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini merupakan metode penelitian yang mengukur kompetensi literasi membaca siswa kemudian mendeskripsikan atau memberikan gambaran terhadap kompetensi literasi membaca siswa melalui skor dari sampel yang telah terkumpul sebagimana adanya atau sesuai dengan fakta. Data dalam penelitian ini berupa angka dari hasil pekerjaan siswa yang diolah untuk mengukur kompetensi literasi membaca siswa kelas VIII SMPN 1 Takalar dan siswa SMPN 1 Sanrobone melalui tes berbasis PISA. Populasi penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri Sanrobone Kabupaten Takalar. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes. Teknik tes ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) memberikan informasi petunjuk pelakasanaan teks, cara pengisian, dan durasi waktu yang diberikan; (2) meminta siswa mengisi data diri pada lembar soal; (3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk menawab soal-soal yang diberikan. Durasi waktu penyelesaian tes tersebut selama dua jam pelajaran atau selama 50 menit. Kurun waktu tersebut digunakan untuk menjawab 20 nomor soal. Pengumpulan data dilakukan pada hari yang berbeda pada setiap sekolah dengan total dua hari karena terdapat dua sekolah.
Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad Satriani, Irma; Dewi, Anita Candra; Herdiani, Rizki
Leksikon: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2025): LEKSIKON: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, & Budaya
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leksikon.v3i2.487

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Semiotika Peirce tentang Simbol dan Kekuasaan dalam Naskah Drama Visa Karya Goenawan Mohamad. Tujuan penelitian ini  mengungkap tanda dan simbol dalam drama Visa merepresentasikan relasi kekuasaan antara individu dan institusi. Pendekatan yang digunakan semiotika Peirce yang berfokus pada tiga unsur utama, yaitu representamen, objek, dan interpretan, serta klasifikasi tanda menjadi ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian berupa dialog atau monolog yang terdapat dalam naskah. Hasil analisis menunjukkan simbol visa, ruang tunggu, dan proses wawancara menjadi tanda kekuasaan yang beroperasi secara sistemik dan ideologis. Ruang tunggu melambangkan batas eksistensial antara “yang diizinkan” dan “yang ditolak,” sedangkan visa menjadi simbol kekuasaan global yang mengatur mobilitas manusia. Kekuasaan dalam Visa tidak hadir secara fisik, tetapi melalui mekanisme administratif dan bahasa birokrasi yang menundukkan subjek. Melalui perspektif Peirce, drama ini mengungkap makna-makna laten tentang ketidaksetaraan, kontrol, dan resistensi dalam kehidupan modern. Penelitian ini menegaskan bahwa karya Mohamad merupakan refleksi kritis terhadap struktur sosial dan ideologis yang membatasi kebebasan manusia melalui sistem tanda yang halus, namun dominan.
Mendorong Kreativitas dan Pemahaman Makna melalui Pembelajaran Mendalam dalam Pengajaran Menulis Bahasa Indonesia Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 9 (2025): Edisi Nopember 2025
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i9.461

Abstract

In 21st-century education, writing skills in Indonesian language learning are no longer simply defined as the ability to construct words and sentences, but rather as a higher-order thinking process involving analysis, reflection, and in-depth interpretation of experiences and social contexts. The integration of a deep learning approach into writing instruction offers a new paradigm oriented toward students' understanding of meaning, creativity, and critical thinking skills. Through this literature review, researchers analyzed various recent research findings on the application of deep learning in the context of teaching Indonesian language writing in schools. The results of the review indicate that deep learning strategies can encourage students to understand the structure and meaning of texts more reflectively, develop original ideas, and build connections between personal experiences and socio-cultural contexts. Furthermore, teachers play a crucial role in creating a collaborative learning environment that stimulates students' critical thinking and creative expression. Deep learning-based writing instruction has also been shown to strengthen higher-order thinking skills and shift the learning paradigm from mere knowledge reproduction to meaning construction.
Integrasi Konsep Deep Learning dalam Pengajaran Menulis: Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Reflektif Siswa Anita Candra Dewi; Sakinah Fitri; Irma Satriani; Rizki Herdiani
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Mahasiswa dan Akademisi Vol. 1 No. 5 (2025): Edisi Nopember 2025
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/intelektual.v1i5.459

Abstract

Pembelajaran menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang kompleks karena menuntut kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif. Namun, praktik pengajaran menulis di sekolah masih sering bersifat prosedural dan berorientasi pada hasil akhir, bukan pada proses berpikir mendalam yang menyertainya. Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep deep learning dalam pengajaran menulis Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai penelitian terkini (2019–2025) yang relevan dengan topik pembelajaran menulis berbasis deep learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning dalam pengajaran menulis dapat memperkuat dimensi metakognitif siswa melalui strategi seperti project-based learning, refleksi diri, kolaborasi, dan penilaian autentik. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penguasaan teknis menulis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran terhadap proses berpikir, kemampuan mengaitkan ide, serta keberanian menyampaikan pandangan kritis secara logis dan sistematis. Implikasi praktis dari studi ini adalah perlunya guru Bahasa Indonesia untuk mendesain pembelajaran menulis yang menekankan eksplorasi ide, diskusi reflektif, serta integrasi teknologi digital sebagai media kolaboratif. Dengan demikian, integrasi deep learning dalam pembelajaran menulis menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan profil pelajar yang kritis, reflektif, dan adaptif terhadap tantangan abad ke-21.
MULTILINGUALISME PADA GENERASI Z DAN UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Candra Dewi, Anita; Fitri, Sakinah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6331

Abstract

Multilingualism is becoming increasingly prominent among Generation Z, who are growing up amid globalization and digital technological advancement. While many studies have separately examined language shift or language maintenance, few have specifically explored the relationship between multilingual practices among Generation Z and the preservation of regional languages, particularly in linguistically diverse areas such as South Sulawesi. This study aims to describe the patterns of first, second, and third language use among Generation Z and explore their connection to language maintenance efforts. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 60 respondents aged 18–20 from various regions in South Sulawesi. The findings reveal that 63.3% of respondents use Indonesian as their first language, followed by Bugis (18.3%), Makassarese (15%), and others. For the second language, respondents tend to use regional languages, while English dominates as the third language (65%). These results indicate a shift in regional languages from the position of mother tongue to second or third language. However, there is still evidence of preservation efforts through the use of regional languages within family and social settings. These findings provide a foundation for the formulation of linguistic and educational policies that promote regional language revitalization, and they enrich theoretical understanding of multilingual dynamics in the digital era. ABSTRAK Multilingualisme merupakan fenomena yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Meskipun banyak penelitian membahas pergeseran bahasa atau pemertahanan bahasa secara terpisah, masih sedikit yang mengkaji hubungan antara praktik multilingualisme Generasi Z dan pelestarian bahasa daerah, khususnya di wilayah dengan keragaman bahasa seperti Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa pertama, kedua, dan ketiga di kalangan Generasi Z serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan upaya pemertahanan bahasa daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap 60 responden usia 18–20 tahun dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, disusul Bugis (18,3%), Makassar (15%), dan lainnya. Sebagai bahasa kedua, responden cenderung menggunakan bahasa daerah, sementara bahasa Inggris dominan sebagai bahasa ketiga (65%). Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa daerah dari posisi bahasa ibu menjadi bahasa kedua atau ketiga. Namun, tetap terdapat indikasi upaya pelestarian melalui penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan linguistik dan pendidikan yang mendorong revitalisasi bahasa daerah, serta memperkaya pemahaman teoretis tentang dinamika multilingualisme di era digital.
Penguatan Literasi Digital Akademik Dosen Baru FBS UNM: Implementasi Workshop Pemutakhiran Data SINTA dan SISTER Yusri, Yusri; Sakaria, Sakaria; Junaeny, Arini; Mustarih, Nirdayanti; Herdiani, Rizki
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i2.78628

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital akademik dosen baru Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) melalui workshop pemutakhiran data pada platform SINTA dan SISTER. Kedua platform tersebut merupakan sistem informasi nasional yang menjadi dasar penilaian kinerja dosen, pengembangan karier akademik, dan pemetaan kualitas institusi. Namun, banyak dosen baru yang masih mengalami kesulitan dalam memahami mekanisme pembaruan data dan pengelolaan portofolio digital akademik secara mandiri. Workshop dilaksanakan selama satu hari dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung (hands-on training). Kegiatan ini meliputi penyampaian materi tentang fungsi dan keterintegrasian SINTA–SISTER, praktik pemutakhiran profil akademik, unggah dokumen pendukung, sinkronisasi data publikasi, serta diskusi dan konsultasi teknis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola data akademik secara mandiri. Peserta mampu memperbarui profil pribadi, riwayat pendidikan, data publikasi, serta menautkan identitas keilmuan seperti Google Scholar dan Scopus ID. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa workshop ini efektif meningkatkan kesiapan dosen baru dalam mengelola portofolio akademik digital dan memperkuat akurasi data institusi. Kegiatan ini disimpulkan sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan kapasitas dosen baru sekaligus meningkatkan mutu dokumentasi akademik di lingkungan FBS UNM. Pelaksanaan pelatihan serupa secara berkala direkomendasikan untuk memastikan keberlanjutan peningkatan kualitas data akademik dosen. Kata kunci: literasi digital akademik, SINTA, SISTER, dosen baru, FBS UNM, pemutakhiran data.
PKM Pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Siswa Berbasis AI dengan Aplikasi Teachshare Bagi Guru SMAS YAPIP Sungguminasa Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v5i2.80497

Abstract

Pelatihan ini diharapkan menambah pengetahuan dan pengalaman guru di SMAS YAPIP Sungguminasa tentang pembuatan lembar kerja siswa melalui aplikasi Teachshare AI. Sebanyak 18 guru dilatih membuat akun di Teachshare AI, memulai langkah awal pembuatan lembar kerja, hingga mengunduh lembar kerja yang telah mereka buat. Selain itu, guru-guru juga dilatih membuat rubrik penilaian, dan grafik perkembangan hasil belajar siswa. Meskipun tidak semua peserta berhasil membuat lembar kerja siswa dengan baik, para guru di  SMAS YAPIP Sungguminasa sudah mampu mengetahui langkah-langkah proses pembuatannya.Kata kunci: LKS, guru, Teachshare AI
Sinergi AI dalam Literasi Akademik: Eksplorasi Grammarly dan ChatGPT dalam Penguatan Struktur dan Gaya Bahasa Teks Persuasif Mahasiswa Nurhusna, Nurhusna; Shafariana, Shafariana; Herdiani, Rizki
Nuances of Indonesian Language Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v6i2.1614

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the synergy between Grammarly and ChatGPT in improving students’ persuasive writing skills, particularly in terms of argumentative structure and stylistic expression. The research is grounded in the current challenge of academic literacy in the era of artificial intelligence (AI), which requires students not only to write with linguistic accuracy but also to convey ideas persuasively and coherently. A mixed-method approach was employed through a quasi-experimental design combined with a perception survey. The participants consisted of 56 students from a language education program who engaged in AI-assisted writing instruction. Quantitative data were obtained from pretest and posttest writing assessments, while qualitative data were collected through open-ended questionnaires and reflective interviews. Data analysis involved paired-sample t-tests and thematic analysis. The findings revealed a significant improvement in students’ writing performance after utilizing Grammarly and ChatGPT. The average score for structural organization increased from 71.0 to 81.7, while the stylistic aspect improved from 69.3 to 81.9. Students reported that Grammarly helped them identify and correct linguistic errors and enhance their language awareness, whereas ChatGPT supported idea generation, argument development, and rhetorical variation. The synergy between these tools fostered a more reflective and self-regulated writing process, consistent with the theoretical frameworks of AI-mediated learning and social constructivism. Theoretically, this research reinforces the concepts of formative feedback and Cognitive Apprenticeship in academic writing instruction. Pedagogically, the findings indicate that integrating AI technology can serve as an innovative strategy for teaching writing, provided that it is accompanied by ethical guidance and reflective supervision from instructors. Thus, the synergy between Grammarly and ChatGPT not only enhances students’ writing quality but also transforms the way they learn to write critically, creatively, and responsibly in the digital literacy era.
Pelatihan Penulisan dan Literasi Media Digital Berbasis Canva bagi Guru di SMP Amannagappa Makassar Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Dewi, Anita Candra; Fitri, Sakinah; Herdiani, Rizki
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.318

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru memiliki kemampuan literasi media dan penulisan kreatif agar dapat beradaptasi dengan pembelajaran abad ke-21. Namun sebagian guru di SMP Amannagappa Makassar masih menghadapi kendala dalam memanfaatkan media digital secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan dan literasi media digital melalui pelatihan berbasis aplikasi Canva. Metode pelaksanaannya meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi hasil karya. Sebanyak 20 guru mengikuti pelatihan dengan antusias dan mampu menghasilkan berbagai produk pembelajaran digital berupa poster, infografis, serta presentasi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan guru dalam menulis konten edukatif yang komunikatif dan mendesain media pembelajaran yang menarik serta relevan dengan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini juga membangkitkan kesadaran pentingnya kolaborasi antarguru dan literasi digital dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kreatif dan adaptif.
KESANTUNAN BERBAHASA KOMENTAR WARGANET DALAM VIDEO TIKTOK @DOKTERDETEKTIF: KAJIAN PRAGMATIK Sri Wahyuni; Nurhusna; Rizki Herdiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37060

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentukpematuhan maksim kesantunan berbahasa sertafungsi pragmatik kesantunan dalam komentarwarganet pada video TikTok @Dokterdetektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif dengan data berupa komentar warganet pada empat video viral akun @Dokterdetektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, pencatatan, dan pembacaan komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pematuhanmaksim kesantunan meliputi enam maksim menurutLeech (1993), yaitu maksim kebijaksanaan, penghargaan, kemurahan, kerendahan hati, kecocokan, dan kesimpatian. Dari enam maksimtersebut, maksim penghargaan dan kesimpatian paling dominan digunakan oleh warganet. Fungsi pragmatikyang muncul meliputi fungsi ekspresif, direktif, representatif, dan komisif. Temuan ini memperlihatkanbahwa meskipun media sosial bersifat bebas, warganet tetap menunjukkan kesadaran berbahasasantun dalam konteks digital. Kata Kunci: kesantunan berbahasa, komentarwarganet, pragmatik, TikTok.