Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Environmental Science

Representasi Aturan Adat Dalam Pengelolaan Hutan Masyarakat Adat Ammatoa Sulawesi Selatan Syarif, Erman
Jurnal Environmental Science Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.483 KB) | DOI: 10.35580/jes.v1i1.7426

Abstract

Pasang is the customary rule of the Ammatoa community in forest management. The objectives of this study are: 1) to identify the role of forests (boronga) for the Ammatoa indigenous people, (2) to identify customary rules in the management of Ammatoa indigenous peoples' forests. This type of research is qualitative using a phenomenology approach. The data sources in this study were Ammatoa (adat chief), Galla Puto (adat leader), Galla Pantama (adat leader), Ammatoa indigenous people, and cultural figures. Data collection is done by observation, interviews, Focus Group Discussion and documentation. Data verification strategy with data triangulation, member checks, and audit trail. The results of the study show that the Ammato’s people in managing forest resources are inseparable from their belief in tide teachings. Forest management is strengthened by the existence of Kasipalli (prohibitions) that should not be carried out in the forest area, namely Ta’bang Kaju (logging), Rao Doang (taking shrimp), Tatta ’Uhe (taking rattan), and Tunu Bani (burning bees). Each of these violations is always accompanied by customary sanctions. Customary sanctions given to forest destroyers who have been identified and captured by the community are divided into 3 parts, namely: Poko babbalak (pangkal cambuk), tangnga babbalak (middle whip), and cappa babbalak (tip of the whip). As for the unknown perpetrators, the Ammatoa performed Attunu Panroli (burning crowbar) and Attunu Passau (burning kemenyang) ceremonies. This form of sanction is a deterrent effect so that the community truly understands the importance of implementing the Pasang and use of forest areas.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP KEBERADAAN OBJEK WISATA ALAM TAMBOKE KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA Sulaiman Zhiddiq; Erman Syarif; Muhammad Kalilwara
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 1 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.639 KB) | DOI: 10.35580/jes.v5i1.22924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) bagaimana karakteristik pengunjung objek wisata alam Tamboke Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. 2) bagaimana persepsi pengunjung terhadap objek wisata alam Tamboke Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Jumlah sampel 90 responden. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 1) karakteristik pengunjung sebagian besar adalah laki-laki 64% dan berusia antara 16-20 tahun, tingkat pendidikan terakhir adalah SMP 43%, sebagian besar berstatus pelajar 51%. Asal daerah kebanyakan dari sukamaju 49% dengan jumlah kunjungan paling banyak yaitu tiga kali. 2) persepsi pengunjung terhadap objek wisata alam Tamboke untuk daya tarik wisata sangat baik karena pemandangan yang disajikan sangat indah dan kondisi air sangat jernih juga wahana arung jeram sangat menarik. Persepsi pengunjung untuk aksesibilitas kurang baik, karena susah mendapatkan transportasi umum di sekitar objek wisata, kondisi jalan menuju objek wisata buruk, biaya masuk ke objek wisata mahal. Persepsi pengunjung untuk amenitas objek wisata sangat baik, WC di lokasi objek wisata sangat terawat dan bersih, rumah makan di lokasi objek wisata sangat bersih, gazebo di lokasi objek wisata bersih dan rapi, kendaraan di lokasi objek wisata sangat tersusun dan sangat teratur. Untuk persepsi pelayanan objek wisata keamanan di lokasi objek wisata sangat baik, keramahan pengelola pada pengunjung sangat baik. Dari hasil penelitian disimpulkan karakteristik pengunjung yang banyak berkunjung ke objek wisata alam tamboke berjenis kelamin laki-laki, usia yang paling banyak berkunjung antara 16-20 tahun, jenis pekerjaan yang paling banyak adalah berstatus pelajar dan asal daerah yang banyak berkunjung ke objek wisata Alam Tamboke adalah pengunjung yang Berasal Kecamatan Sukamaju, untuk persepsi pengunjung terhadap objek wisata yaitu untuk atraksi sangat baik, aksesibilitas kurang baik, untuk amenitas sangat baik dan pelayanan sangat baik.
PEMETAAN KARAKTERISTIK DAN DETERMINAN KEMISKINAN KOMUNITAS NELAYAN PATORANI DI DESA PA’LALAKANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Erman Syarif
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.219 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32479

Abstract

 AbstrakPenelitian ini bertujuan:1) untuk mengetahui karakteristik Kemiskinan nelayan Patorani, 2) untuk mengetahui faktor-faktor  penyebab kemiskinan nelayan Patorani, dan 3) untuk mengetahui upaya meredam kemiskinan  nelayan Patorani.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi Penelitian di di Desa Pa’lalakang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Sumber data dalam penelitian ini adalah Informan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Strategi verifikasi data dengan reduksi data, kategorisasi data, display data, dan pengambilan kesimpulan.  Hasil Penelitian Menunjukkan: 1) Karakteristik kemiskinan komunitas nelayan Patorani di Desa Pa’lalakang Kecamatan Galesong dapat diidentifikasi dari beberapa aspek yakni: umur, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, penguasaan keterampilan,kepemilikan modal, pengalaman bekerja, dan lama melaut, 2) Faktor penyebab kemiskinan komunitas nelayan Patorani di desa Pa’lalakang yaitu: perubahan iklim, kurangnya hasil tangkapan, terbatasnya modal yang dimiliki, Kualitas sumber daya manuasia, kebiasaan nelayan, teknologi yang digunakan, dan peranan lembaga ekonomi, dan 3) Upaya yang dilakuakan oleh keluarga nelayan dalam meredam kemiskinan pada komunitas komunitas nelayan Patorani di Desa Pa’lalakang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar adalah peningkatan produksi perikanan, peningkatan pendapatan nelayan, dan tersedianya lapangan kerja baru. Penelitian ini diharapkan menjadi data dan informasi dasar serta bahan masukan dalam perumusan kebijakan dalam peningkatan pendapatan nelayan tradisional dan sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
STUDI PEMBERDAYAAN ANAK NELAYAN MELALUI PENDIDIKAN DI DESA PAKABBA KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Erman Syarif; Syamsunardi Syamsunardi
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.096 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.24363

Abstract

ABSTRACTThis study aims: 1) To find out the parents' perspective on children's formal education and 2) To find out what factors influence the sustainability of children's education. This type of research is qualitative research. The research location is in Pakkaba Village, North Galesong District, Takalar Regency. There are three stages in this research, namely data collection, analysis and presentation of the results of data analysis/checking the validity of the data. Collecting data through observation, interviews, and documentation. Data verification strategy with data reduction, data categorization, data display, and conclusion (verification). The results of the study show that 1) the level of public knowledge of children's education is very diverse, but basically they are already aware of the importance of education for their children for the future, 2) the factors that influence the education of fishermen's children are 4 factors, namely: economic factors, environmental factors, parental education factors and motivational factors. It is hoped that parents and the community will always provide guidance and supervision of children's education, for the realization of better education and children's personality.
STRATEGI PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA LAUT MELALUI KEARIFAN LOKAL SISTEM PUNGGAWA-SAWI DI DESA PALALAKKANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Hasriyanti Hasriyanti; Erman Syarif
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.755 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20096

Abstract

AbstrakLingkungan pesisir wilayah Indonesia memerlukan strategi pemberdayaan sumber daya laut melalui bentu kearifan lokal. Salah satu kearifan lokal dalam bentuk sistem kerja yakni punggawa-sawi yang ada di desa Palalakkang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi alamiah) yakni pada kehidupan dan perilaku punggawa-sawi dalam kehidupannya di daratan dan di lautan. Sumber data primer dan teknik pengumpulan data, lebih banyak diperoleh dari observasi partisipasi (participation observation), dan wawancara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan melalui sistem punggawa-sawi, dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni: ketergantungan nelayan dengan pemilik modal, penggunaan alat tangkap antar nelayan, penentuan patron-klien kelompok nelayan, permasalahan penggunaan bom, pukat dan bahan berbahaya lainnya, perencanaan struktur kerja, tahap konservasi wilayah perairan, dan diversifikasi usaha nelayan. 
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN KEBENCANAAN TERHADAP SIKAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA TAHUN 2019 Sri Rahmadani; Erman Syarif
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.261 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i2.13198

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan mengalami bencana longsor. Hal tersebut dapat mengganggu kehidupan masyarakat dan mengancam keselamatan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui tingkat pengetahuan kebencanaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko, 2) Mengetahui perilaku masyarakat terhadap adanya sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko, 3) Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kebencanaan terhadap sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko. Sampel diambil menggunakan Teknik Simple Random Sampling, sebanyak 97 orang dari 2.886 penduduk. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: Dokumentasi, Kuesioner, dan Observasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel terhadap variabel lainnya, dan melakukan uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov smirnov dan metode grafik. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan kebencanaan didapatkan nilai rata-rata responden 65,32% yang termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku masyarakat terhadap adanya sikap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko berada dikategori kurang baik, karena masyarakatnya hanya memikirkan untuk bertahan hidup, sehingga tidak meluangkan waktu untuk mempersiapkan kewaspadaannya terhadap bencana. Hasil pengujian menggunakan analisis regresi linier sederhana, maka didapatkan ada pengaruh positif pengetahuan kebencanaan terhadap sikap kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana tanah longsor di Desa Lonjoboko. Hal ini berarti semakin tinggi pengetahuan kebencanaan maka akan semakin tinggi pula sikap kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana tanah longsor.
Co-Authors Abd Malik Abdul Malik Abdul Malik Abdul Malik Abidin, Muhammad Rais Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Achmad, St. Aqilah Raihanah Adeyemi Alonge, Titus Al Ghani, Muhammad Zulfi Alief Saputro Amal Arfan, Amal Amdah, Misdar Anwar Anwar Asham Bin Jamaluddin Asriana, Winda Daniel Happy Putra Diponegoro, Luqman Machmud Dirawan, Gufran Darma Dua Padang, Reski Natalia Emmanuel Abiola, Ogunrinde Ernawati Syahruddin Kaseng Fathahillah Fatikha Ulyya Hamka, Nurul Eka Pratiwi Hardiman Hardiman Hasriyanti Hasriyanti Hasriyanti Hastati, Sri Hendra Hendra I Komang Astina Ibrahim Abbas Ibrahim Abbas, Ibrahim Ihsan, Husnul Khotimah ikhsan, Andi Muhammad Ikhwana, Nur Jumriani, Jumriani Jumriati, Jumriati Kajornsin, Boonreang Khaerunnisa Khaerunnisa Leo, M Nur Zakaria Lisman, Lisman Maddatuang Maddatuang Maddatuang Mannan, Abdul Misdar Amdah Muh. Azriel Putra Rizal Muhamad Ihsan Azhim, Muhamad Ihsan Muhammad Ansarullah S. Tabbu Muhammad Arfin Muhammad Salim Muhammad Kalilwara Muhammad Yusuf Munirah Latief, Maisarah Musawantoro, Muhammad Mustafa, Putri Rizky Delia Nasiah Badwi Nasir, Nirmala Nur Faizah Nur Syam Nurdin Nurdin Nurul Azizah Azzahrah Patiung, Irene Dian Rahma Musyawarah Rahma Musyawarah, Rahma Ramli Umar Riadi S, Moh Ryan Rusdi Rusdi Saenal Ashar Samsu, Taufiq Hidayat Saputra, Indrikal Sitti Masyitah Meliyana R. Sri Rahmadani Steve Carver Suharni Suharni Sukri Nyompa Sulaiman Zhiddiq Sulaiman Zhiddiq, Sulaiman Sumarmi Susan L Cutter Syamsul, Putri A Syamsunardi Syamsunardi Syamsunardi Syamsunardi, Syamsunardi Tamira Tamira Titus Adeyemi Alonge Tubu, Bunga Uca Sideng Yuni Lamart, Dwi Putri Zaenal, Faisal Akbar