Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Gaster

PENGARUH LARUTAN DETERGENT DAN LARUTAN KLORIN PADA PROSES PENCUCIAN ALAT MAKAN DENGAN METODE TRHEE COMPARTEMENT SINK TERHADAP PENURUNAN JUMLAH ANGKA KUMAN PADA ALAT MAKAN DI RS PKU MUHHAMADIYAH SURAKARTA Annisa Andriyani
Gaster Vol 5 No 1 (2009): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.067 KB)

Abstract

Salah satu jalur perjalanan makanan  melewati proses pencucian alat makan. Proses pencucian alat makan yang sempurna memegang peranan di dalam mencegah menularnya penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit lewat makanan. Oleh sebab itu diperlukan proses pencucian yang memenuhi standar kesehatan. Metode pencucian alat makan yang digunakan saat ini di RS PKU Muhammadiyah Surakarta adalah three compartemen sink (TCS) dengan modifikasi penggunaan larutan detergent dan larutan klorin.Tujuan: Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan detergent dan larutan klorin pada proses pencucian alat makan dengan metode three compartement sink dalam menurunkan jumlah angka kuman alat makan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperiment dengan rancangan percobaan acak lengkap (RAL). Populasi adalah semua alat makan yang ada di RS PKU Muhammadiyah Surakarta Sampel yang digunakan adalah 9 yang berupa 3 piring, 3 gelas dan 3 sendok. Jumlah unit percobaan dalam penelitian ini adalah 3 ulangan x 3 alat makan x 2 pemeriksaan = 18  unit percobaan. Analisis akan dilakukan dengan uji-t. Hasil: Rata-rata jumlah angka kuman alat makan sebelum dicuci sebesar 832 koloni/cm² dan setelah dicuci sebesar 51,1 koloni/cm². Uji t menunjukkan p=0,0019 yang berarti signifikan Simpulan : Ada pengaruh larutan detergent dan larutan klorin pada proses pencucian alat makan dengan metode three compartement sink dalam menurunkan jumlah angka kuman alat makan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Kata Kunci : Alat makan, Angka Kuman, three compartement sink
PERBEDAAN PENGARUH PEDIDIKAN KESEHATAN GIGI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI PADA ANAK DI SD NEGERI 2 SAMBI KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI Sri Hastuti; Annisa Andriyani
Gaster Vol 7 No 2 (2010): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.826 KB)

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan. Sebanyak 89% anak Indonesia di bawah 12 tahun menderita penyakit gigi dan mulut. Data pemeriksaan dari anak-anak di Sekolah Dasar Negeri 2 Sambi dengan di bantu dokter gigi puskesmas setempat anak yang mengalami permasalahan gigi dilihat dari def-t, DMF-T dan OHI-S sebanyak 44,41% dari 93 anak yang diperiksa. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisa apakah ada perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi. Tujuan; Mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan gigi menggunakan metode ceramah dengan lembar balik dan metode demonstrasi dengan alat peraga dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi pada anak SD Negeri 2 Sambi usia 7-8 tahun. Metode; Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan rancangan one group pretest-post test. Hasil; Pendidikan kesehatan menggunakan  metode ceramah dengan lembar balik dan metode demonstrasi dengan alat peraga gigi terbukti memiliki perbedaan, dari hasil analisa metode ceramah (-23,567>3,254) dan metode demonstrasi (-15,327>3,254). Kesimpulan; Pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dengan lembar balik lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi alat peraga gigi.   Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan Gigi, Pengetahuan, Anak
KEEFEKTIFAN PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Refi Safitri; Annisa Andriyani
Gaster Vol 8 No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.638 KB)

Abstract

Abstrak; Berdasarkan survei Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2001 diketahui bahwa penyakit saluran nafas merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah penyakit gangguan pembuluh darah. Sebanyak antara 1,5 juta sampai 3 juta orang di Indonesia mengidap penyakit asma, dan kurang lebih sepertiga dari kasus asma diantaranya adalah usia dewasa. Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang memberikan gejala–gejala batuk, mengi, dan sesak nafas. Masalah utama pada pasien asma yang sering dikeluhkan adalah sesak napas. Untuk mengurangi sesak nafas yaitu antara lain dengan pengaturan posisi saat istirahat. Posisi yang paling efektif bagi pasien dengan penyakit kardiopulmonari adalah posisi semi fowler dengan derajat kemiringan 45°, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma. Tujuan; Mengetahui keefektifan pemberian posisi semi fowler pada pasien asma guna mengurangi sesak nafas. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre test-Post tets. Hasil; Terbukti ada perbedaan sesak nafas antara sebelum dan sesudah pemberian posisi semi fowler, dapat penelitian diperoleh hasil T-test sebesar -15,327 dengan p = 0,006. Kesimpulan; Pemberian posisi semi fowler dapat efektif mengurangi sesak nafas pada pasien asma. Kata Kunci : Posisi semi fowler, Sesak nafas, Asma.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RSUD Dr. MOEWARDI Dewi Utami; Annisa Andriyani; Siti Fatmawati
Gaster Vol 10 No 1 (2013): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.602 KB)

Abstract

Pendahuluan; Kanker serviks tergolong dalam kanker organ reproduksi pada wanita. Kanker serviks atau yang  lebih dikenal dengan  istilah kanker  leher rahim adalah  tumbuhnya sel-sel tidak normal  pada  leher  rahim.Sel-sel  yang  tumbuh  tidak  normal  ini  berubah menj adi  sel kanker. Individu yang mengalami kanker serviks dapat mengalami kecemasan karena penyakit berkepanjangan yang tak kunjung sembuh. Tujuan; Mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap  tingkat kecemasan kemoterapi pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. Moewardi. Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 95 responden sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa bivariat yaitu Kendall Tau. Hasil; hasil uji Bivariate dengan Kendall Tau membuktikan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga  dengan  tingkat  kecemasan  kemoterapi  pasien  kanker  serviks  dibuktikan  dengan nilai z hitung (4,63) > z tabel (1,96) atau nilai p: 0,000 < 0,05. Kesimpulan; Ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan kemoterapi pada pasien kanker serviks di RSUD Dr. Moewardi Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Kecemasan, Kemoterapi
KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA Ita Handayani; Annisa Andriyani
Gaster Vol 10 No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.19 KB)

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu
TINGKAT KECEMASAN SUAMI SAAT ISTRI MENJALANI PERSALINAN NORMAL DI PONEK RSUD Dr. MOEWARDI Nur Fitri Utami; Annisa Andriyani
Gaster Vol 11 No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.923 KB)

Abstract

Persalinan merupakan sebuah peristiwa penting dalam kehidupan manusia dan merupakan satu rangkaian yang menyatu dalam kehamilan. Persalinan merupakan pengalaman yang penuh dengan kecemasan. Kecemasan ibu pada persalinan primipara cukup tinggi di bandingkan pada persalinan multipara. Kecemasan dan perubahan emosi tidak hanya di alami oleh ibu saja tetapi suami pun juga bisa merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh ibu. Tujuan; Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Metode; Penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 96 responden, sedangkan instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisa bivariat menggunakan uji-t tidak berpasangan. Hasil; Hasil uji bivariate dengan uji-t tidak berpasangan membuktikan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap isrti yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal dibuktikan dengan nilai p=0.000 dimana <0.05. Kesimpulan; Ada perbedaan tingkat kecemasan suami terhadap istri yang menjalani persalinan primipara dan multipara dengan persalinan normal di RSUD Dr.Moewardi. Kata Kunci ; tingkat kecemasan, suami, persalinan normal
METODE MEMPERBANYAK PRODUKSI ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DENGAN TEHNIK MARMET DAN BREAST CARE DI RSUD KARANGANYAR Rani Rahayu; Annisa Andriyani
Gaster Vol 11 No 2 (2014): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.198 KB)

Abstract

Pendahuluan; Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, kejadian proses mulai menyusui di Indonesia <1 jam yaitu 29,3 %. Salah satunya karena kondisi ibu yang melahirkan dengan caesar menyebabkan proses menyusuinya terganggu akibat luka operasi di bagian perutnya yang menyebabkan ASI tidak lancar. Strategi untuk merangsang produksi ASI dapat dilakukan perawatan payudara yaitu teknik marmet dan breast care. Tujuan; Mengetahui perbedaan teknik marmet dan breast care terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea di RSUD Karanganyar. Metode; Quasi eksperiment: Pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan tehnik Purposive Sampling, jumlah sampel 16 pada kelompok perlakuan 16 pada kelompok kontrol. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil; Uji Paired t-test kelompok intervensi menunjukkan ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan teknik marmet (p value) 0.000 <0,05, uji Paired t-test kelompok kontrol menunjukkan ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan breast care (p value) 0.000 <0,05, uji Independen t-test menunjukkan tidak ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan teknik marmet dan breast care antara kelompok perlakuan dan kontrol (p value) 0.274 >0,05. Kesimpulan; Tidak ada perbedaan teknik marmet dan breast care terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea di RSUD Karanganyar. Kata kunci; sectio caesarea, teknik marmet, breast care,produksi ASI