Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Kasus di Sekolah Luar Biasa (SLBC) Pancaran Kasih dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Sayange Cirebon) Khodijah; Akhmad Affandi; Suklani
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1390

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pancaran Kasih dan Sayange Cirebon pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan pada umumnya, namun memiliki perbedaan yang besar terkait kondisi siswa yang berbeda tingkat kecerdasan intelegensi dan sosial dengan anak seusianya secara umum. Tujuan penelitian ini menganalisis perencanaan, pelaksanaan dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI di SLB Pancaran Kasih dan SLB Sayange Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan reduksi, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan cara membuat Program pembelajaran Individual (PPI) yang pada prinsipnya sama dengan Rencana Pelaksaaan Pembelajaran (RPP) hanya saja terdapat sejumlah adaptasi sesuai dengan kebutuhan. 2. Pelaksanaan pembelajaran untuk ABK membutuhkan guru dengan kualifikasi sarjana akan tetapi memiliki keterampilan dan sikap khusus berkaitan dengan ABK. 3. faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam bagi ABK di kedua sekolah tersebut yaitu: faktor internal, Kurangnya fokus pada saat proses pembelajaran dan faktor eksternal, Kurangnya pengajar faktor pendukung yaitu: faktor internal, Kerja sama antara sesama guru untuk selalu memotivasi siswa dan faktor eksternal, motivasi keluarga yang selalu mendukung anaknya. Kata Kunci: Perencanaan, Pelaksanaan pembelajaran, Pendidikan
Implementasi Metode Qiroati dan Metode Irfani dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menghafal Terjemah Al-Qur’an bagi Santri Pondok Pesantren Raudatul Irfan: Strategi Inriyani; Septi Gumiandari; Suklani
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1)Implementasi pembelajaran al-Qur’an dengan mengunakan metode Qiroati, dan implementasi metode Irfani dalam pembelajaran terjemah al-Qur’an. 2) Efektifitas pembelajaran al-Qur’an dengan menggunakan metode Qiroati dan metode Irfani. 3) Faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode Qiroati dan metode Irfani dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an dan kemapuan menghafal terjemah al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Subyek penelitiannya pimpinan Pondok Pesantren,Guru Qiroati, dan santri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data yaitu Reduksi Data, Penyajian Data dan verivikasi data. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi, teknik ini terbagi menjadi tiga bagian; triangulasi sumber, triangulasi data dan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian in yaitui: (1)Implementasi pembelajaran al-Qur’an menggunakan metode Qiroati menggunakan teknik klasikal dan individual. Pelaksanaan dilakukan menjadi tiaga bagian, klasikal hafalan surat pendek, do’a yaumiyah, Juz amma (disesuaikan dengan jadwal), individual, dan setoran hafalan materi klasikal. Evaluasi terdiri dari empat tahap, yakni evaluasi kenaikan jilid, Tas-Q lembaa, Tas-Q Koorcam, dan Tas-Q Koorcab. Implementasi pembelajaran metode Irfani diawali dengan membaca surah al-Fatihah, membaca ayat yang akan diterjemahkan dan dihafalkan terjemahnya, Ustadz menjelaskan tafsirnya, dan setoran hafalan terjemahan kepada wali kelas masing-masing. (2) Menurut peneliti pembelajaran membaca al-Qur’an menggunakan metode Qiroati sudah bisa dikatakan efektif, dengan banyaknya santri yang sudah bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan tartil. Sedangkan untuk penggunaan metode Irfani, diketahui bilum bisa dikatakan efektif karena pembelajaranpun masih dilaksanakan secara bersamaan (kelas gemuk), dan kurangnya tenaga pengajar. (3)Faktor pendukung penggunaan metode Qiroati yaitu semua guru Qiroati sudah bersyahadah, fisik santri semuanya dalam keadaan sempurna, santri memiliki minat dan motivasi yang tinggi, dan memiliki pengalaman belajar al-Qur’an di jenjang sebelumnya. Sedangkan untuk pembelajaran terjemah al-Qur’an metode Irfani didukung oleh ketersedian media pembelajaran yaitu modul terjemah al-Qur’an metode Irfani, minat dan motivasi santri dalam menhafal terjemah al-Qur’an metode Irfani. Faktor penghambat penggunaan metode Qiroati yaitu ketidak tersedian media pembelajaran yaitu buku Qiroati, santri yang belum memiliki pengalaman belajar al-Qur’an di jenjang sebelumnya, kurannya disiplin santri saat pembelajaran akan dimulai. Sedangkan faktor penghambat penggunaan metode Irfani ialah, pembelajaran masih dilaksanakan secara bersamaan, kurangnya guru yang mampu mengajar terjemah al-Qur’an menggunakan Bahasa Inggris.
Pengaruh Kepemimpin dalam Pola Asuh Santri untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Pondok Pesantren Daar Azzahra Lulu Alwiyah; Kambali; Suklani
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.291

Abstract

Kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi bawahan terkait dengan kegiatan-kegiatan yang telah ditentukan, direncanakan, dan diorganisasikan agar tercapai pada tujuan yang ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari gaya kepemimpinan terhadap pola asuh santri dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Metode penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa Kepemimpinan transformasional yang efektif di pondok pesantren memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan prestasi akademik santri. Dengan menciptakan lingkungan yang kondusif, memotivasi santri, menerapkan disiplin yang baik, dan memastikan sumber daya pendidikan yang memadai, pimpinan pesantren dapat mendorong santri mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi. Gaya kepemimpinan yang inspiratif, partisipatif, dan penuh perhatian terhadap kebutuhan santri akan membantu mereka berkembang tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam karakter dan spiritualitas mereka.
Pengaruh Peran Wali Kelas dalam Meningkatkan Motivasi serta Hasil Belajar Siswa Mochamad Dicky Yudhantaka; Suklani; Kambali
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh manajemen kesiswaan, khususnya peran wali kelas, terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa di sebuah sekolah menengah pertama berbasis pondok pesantren. Penelitian kualitatif deskriptif ini melibatkan 24 siswa kelas 9B sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran yang sangat sentral dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dukungan emosional, bimbingan, dan motivasi yang diberikan oleh wali kelas mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong siswa untuk mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Selain itu, manajemen kesiswaan yang efektif, seperti pengelolaan kelas yang baik dan komunikasi yang efektif antara wali kelas, siswa, dan orang tua, juga berkontribusi pada peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran wali kelas sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di lingkungan sekolah berasrama. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kompetensi wali kelas dan memberikan dukungan yang memadai bagi mereka dalam menjalankan tugasnya.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN AKHLAK SISWA KELAS 10 JURUSAN TEKNIK BISNIS SEPEDA MOTOR DI SMK ISLAM DIPONEGORO LOSARI BREBES Anto Santoso; Suklani; Akhmad Affandi
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2024): Maret
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to 1. Describe the implementation of Islamic Education (PAI) learning based on the Free Learning Curriculum in the Motorcycle Business Engineering Department for 10th-grade students at SMK Islam Diponegoro Losari, 2. Determine the impact of implementing PAI learning based on the Free Learning Curriculum on the Improvement of Ethics of 10th-grade students in the Motorcycle Business Engineering Department at SMK Islam Diponegoro Losari, and 3. Identify the supporting and inhibiting factors in the implementation of PAI learning based on the Free Learning Curriculum on the Improvement of Ethics of 10th-grade students in the Motorcycle Business Engineering Department at SMK Islam Diponegoro Losari. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews and observations. The main findings indicate that the implementation of PAI learning based on the Free Learning Curriculum has a positive contribution to shaping the character and morals of students. PAI teachers play a crucial role in adapting the curriculum and learning materials to be relevant to the needs and interests of students. Supporting factors include teacher training, infrastructure support, and student involvement in learning, while obstacles include a lack of resources and challenges in online implementation during the pandemic. The implications of this study underscore the importance of continually improving the quality of relevant and applicable PAI learning for students, as well as expanding support and facilities to support the implementation of the Free Learning Curriculum in vocational high schools.
Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Guru Umi Awaliatul Laely; Suklani
Jurnal Dirosah Islamiyah Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Dirosah Islamiyah
Publisher : Pascasarjana IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/jdi.v6i3.3027

Abstract

Classroom Action Research is research conducted among teachers to solve a problem in the classroom in order to improve the quality of learning. This requires the role of the school principal to encourage teachers' abilities in conducting Classroom Action Research. This research aims to determine the ability of teachers to write Classroom Action Research, the school principal's efforts to improve teachers' writing skills in creating Classroom Action Research and to find out the inhibiting and supporting factors. The method used in this research is qualitative with a descriptive nature. The subjects in this research were school principals and teachers at SD Negeri Ciduwet 2 Brebes Regency, using interview, observation and documentation data collection techniques. Meanwhile, to analyze data by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. From this research, the results showed that the teacher's ability to write Class Action Research at SD Negeri Ciduwet 2 Brebes Regency was still low and the managerial work carried out by the principal at SD Negeri Ciduwet 2 Brebes Regency in improving the teacher's ability to write Class Action Research had not been implemented optimally. And the inhibiting factors were found, namely the lack of encouragement from the government in educational units, the teacher's motivation was only for promotion and considering Classroom Action Research to be difficult, while the supporting factors for writing Classroom Action Research were the school principal providing opportunities for teachers to develop competence independently through training.
Manajemen Kurikulum Miftah Syahrul Ramadhan; Suklani
Jurnal Dirosah Islamiyah Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Dirosah Islamiyah
Publisher : Pascasarjana IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/jdi.v6i3.3233

Abstract

Curriculum management is a curriculum management system that is comprehensive and systematic in order to realize curriculum achievement. A curriculum that is considered good is a curriculum that follows developments in science and technology in society. Curriculum empowerment determines achievement and failure in education. Therefore, this It is the responsibility of educational institutions and all stakeholders must have the same goals in planning, organizing, implementing and evaluating the curriculum.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN LEARNING CIRCLE ANTAR GENERASI GURU UNTUK PENGEMBANGAN BUDAYA BERBAGI PENGETAHUAN DI SMA NEGERI 3 CIREBON Septiana, Azis; Cahyani, Dewi; Suklani
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/k3x19213

Abstract

This study aims to analyze the implementation of intergenerational Learning Circle management in developing a culture of knowledge sharing among teachers at SMA Negeri 3 Cirebon. The Learning Circle program, known as Entog Cup Ekek, serves as a collaborative platform for senior and junior teachers to exchange best practices, present innovative learning models, and develop technology-based and AI-assisted assessments. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings show that the implementation of the Learning Circle operates through structured stages of planning, collaborative execution, and reflective evaluation, enabling systematic knowledge transfer. The culture of knowledge sharing across generations has strengthened, indicated by increased openness, active participation, and routine discussions of pedagogical innovations across MGMP subject groups. The program also positively impacts professional collaboration, reduces intergenerational barriers, and minimizes competency gaps—particularly in pedagogical and digital skills-between senior and junior teachers. These findings indicate that the Learning Circle can function as an effective knowledge management model that enhances teacher professionalism and fosters a collaborative school culture.
Online Learning Evaluation and Student Satisfaction in Islamic Religious Education Distance Programs Muhamad, Syaikhu; Udin, Tamsik; Suklani
International Journal of Education and Humanities Vol. 6 No. 1 (2026): International Journal of Education and Humanities (IJEH)
Publisher : Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/(ijeh).v6i1.383

Abstract

The shift from face-to-face instruction to online learning has introduced significant challenges in maintaining student satisfaction, particularly in Islamic Religious Education (PAI) courses. Issues such as limited interaction, unclear academic information, restricted access to academic services, and perceptions of tuition fees during distance learning have raised concerns regarding the effectiveness of online learning implementation. Student satisfaction is a crucial indicator of learning quality and plays an important role in achieving the educational objectives of PAI programs. This study aims to examine the impact of online learning on student satisfaction among third-semester students enrolled in the Distance Learning Program (PJJ) of Islamic Religious Education at IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Specifically, the study examines the impact of online learning evaluation on student satisfaction, while also identifying other factors that contribute to it. A quantitative research approach was employed using regression analysis. Data were collected through a structured questionnaire distributed to third-semester PJJ students, measuring variables such as online learning evaluation, clarity of academic information, accessibility of academic staff, and perceptions of tuition fees. The results indicate that the constant has a significant effect on student satisfaction (coefficient = 24.125, p < 0.05), whereas the online learning evaluation variable does not have a statistically significant effect (coefficient = 0.011, p > 0.05). Despite the non-significant influence of learning evaluation, other factors—particularly clarity of information, tuition fee structure, and staff accessibility—were found to meaningfully contribute to student satisfaction. These findings suggest that improving the clarity of academic communication, reviewing tuition fee policies, and enhancing the accessibility of academic and administrative services are crucial strategies for enhancing student satisfaction. Such improvements can support the development of more effective and sustainable online learning practices within Islamic Religious Education programs
PEGARUH BUDAYA KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI TERHADAP KINERJA GURU ASN DI SMAN 1 LOHBENER : PEGARUH BUDAYA KERJA, MOTIVASI KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI TERHADAP KINERJA GURU ASN DI SMAN 1 LOHBENER Agus Fidyani; Khumaedi; Suklani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37053

Abstract

Demi meningkatkan produktivitas pegawai,maka sering dilakukan pembenahan dan peningkatan sumber daya manusia dari pegawai.Namun sering kali kegiatan peningkatan sumber daya manusia dari pegawai tidak mencapai hal yang diharapkanya itu tercapainya tujuan dari organisasi sekolah tersebut seperti peningkatan produktivitas kerja pegawai.Meskipun telah memiliki sumber daya yang berkualitas, pegawai belum tentu dapat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru ASN di SMAN 1 Lohbener dengan komitmen organisasi sebagai variable mediasi. Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 39 responden yaitu Guru SMA Negeri 1 Lohbener. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: 1) Budaya kerja berpengaruh terhadap Kinerja guru ASN. 2) Motivasi kerja berpengaruh terhadap Kinerja guru ASN. 3) Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap Kinerja guru ASN. 4) Budaya kerja tidak berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi. 5) Motivasi kerja berpengaruh terhadap Komitmen Organisasi. 6) Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap Budaya kerja dan kinerja guru ASN. 7) Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap Motivasi kerja dan Kinerja guru ASN.