Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN MINIMARKET DI SIMEULUE Triyanto, Triyanto; Jonsa, Alimas; Marefanda, Nodi; Abdillah, Ligar
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v4i1.10214

Abstract

Merebaknya minimarket bertaraf nasional bagi sebagian orang dianggap mengancam keberlangsungan para pedagang kecil di daerah. Tampilan yang elegan seolah memberikan prestise yang tinggi bagi para pelanggannya. Namun bukan berarti tidak ada cacatnya, banyak minimarket bertaraf nasional dengan konsep swalayan tersebut diduga banyak melakukan penipuan. Khususnya penipuan mengenai harga, harga yang dipajang di rak barang sering lebih rendah daripada harga barang yang ada di kasir. Masyarakat sering tertipu dengan harga-harga tersebut, namun setiap komplain dijawab dengan harga yang benar yang ada di kasir. Kemudian sebagian orang mengabaikan dan sebagian lagi mengembalikan ke dalam rak. Hal ini sangat berbeda dengan toko-toko kecil yang dikelola tidak menggunakan konsep swalayan. Bahkan harga sering dinego oleh pembeli, untuk mendapatkan harga yang lebih murah lagi meskipun selisihnya hanya sedikit. Bagaimana sesungguhnya kepuasan masyarakat dalam berbelanja di minimarket/swalayan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada setidaknya 5 (lima) indikator layanan minimarket/swalayan masih belum memuaskan dan harus diperbaiki dengan prioritas yang tinggi. Kemudian terdapat 7 (tujuh) indikator yang harus diperbaiki dengan prioritas rendah, 1 (satu) indikator layanan merupakan berlebihan, dan 8 (delapan) indikator layanan perlu dipertahankan. Mengenai perbedaan harga antara di rak dengan di kasir, merupakan layanan yang harus diperbaiki dengan prioritas yang tinggi. Harapan masyarakat agar pelayan memberikan harga di rak daripada di kasir, ternyata mengecewakan. Petugas selalu berpatokan dan memberikan harga di kasir daripada di rak. Namun yang mengagetkan, banyak masyarakat yang belum menyadari akan hal ini, masyarakat berpikir antara harga di rak dan di kasir sama.  
Home Industry sebagai Sarana Pemberdayaan Perempuan di Pulau Sabang Abdillah, Ligar; Sopar, Sopar; Tjoetra, Afrizal; Maifizar, Arfriani
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.223-231

Abstract

Gender inequality in the work environment is still a problem faced by various countries. This research aims to describe home industry as a means of empowering women to achieve gender equality and women's economic welfare. This research also aims to find common ground between local culture and women's empowerment and identify forms of government support. The benefit of this research is to voice gender equality in accessing economic resources and realizing economic prosperity for women. This research also contributes academically to enriching references for women's empowerment to achieve gender and economic equality. This study is supported by descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation and in-depth interviews. The results of this research show that the home industry is very much in line with efforts to empower women to increase access to economic resources and minimize gender inequality. The female workers involved in home industry practices have contributed to fulfilling the family's living needs. Women's empowerment through the AG cake production house is supported by local culture which can show tolerance between religious communities. Even though the owner of the AG cake is a Christian, the production process uses methods and ingredients that do not conflict with the Islamic values of Sabang residents. Granting permits to produce AG cakes is a form of government support that provides legal protection for women's empowerment. This research needs to be continued with research that is able to integrate home industry, women's empowerment, and ecotourism to become a holistic study.
Politik Keamanan: Pengakuan Identitas Primordial Dalam Resolusi Konflik Kasus Aceh dan Papua Afriandi, Fadli; Ariyadi, Fachriza; Abdillah, Ligar; Latif, Ikhwan Rahmatika; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1896-1907

Abstract

Tulisan ini mempunyai misi untuk melihat usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan keamanan di Aceh dan Papua khususnya melihat kepada resolusi konflik. Tulisan ini merupakan kajian politik kemanan yang melihat penggunaan identitas primordialisme sebagai alat dalam resolusi konflik yang terjadi di Aceh dan Papua. Argumen utama dalam penelitian ini adalah dalam memperoleh keamanan di Aceh dan Papua menggunakan resolusi konflik yang berorientasi kepada pengakuan identitas primordial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan instusionalisme. Dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik seperti studi dokumen, dan webinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik Aceh dan Papua dapat meredam dipengaruhi dengan adanya kesepakatan pengakuan identitas, Aceh memperoleh pengakuan dalam identitas agama sedangkan Papua berdasarkan  kesukuan (Orang Asli Papua/OAP). Pengakuan dan pelaksanaan identitas agama di Aceh dan Papua dapat dilihat dengan implementasi UU Pemerintah Aceh dan UU Otonomi Khusus bagi Papua yang mengakomodir pelaksanaan syariat Islam dan OAP pada bidang keberadaan majelis, pendidikan, peradilan, politik dan pemerintahan. 
KAJIAN KOMPARATIF PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF KARL MARX DAN EMILE DURKHEIM Abdillah, Ligar; Triyanto, Triyanto; Sopar, Sopar
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v4i2.11130

Abstract

Social change is an essential part of societal dynamics and a significant focus in the evolution of social sciences, which examine various aspects such as values, norms, and social structures. This study aims to illustrate the differing paradigms of classical sociological figures, namely Karl Marx and Emile Durkheim, in analyzing social change within society. The research employs a descriptive qualitative approach and literature review in its data collection process. The analysis in this study not only outlines the contrasting perspectives of these two thinkers but also describes the relevance of their ideas to contemporary phenomena of social change. The findings reveal fundamental differences: Karl Marx firmly relies on the concept of historical materialism to critically examine social change, emphasizing economic conditions as a driving factor. In contrast, Emile Durkheim explains that social change is not rooted in conflict and opposition but rather a process of societal adaptation to maintain social order and preserve social solidarity. This study underscores the need to explore more contemporary forms of social change, such as extreme climate shifts, digitalization, and social movements, to make classical theories more applicable to current realities.
Sosialisasi Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar Negeri Seumantok Kabupaten Aceh Barat Sopar, Sopar; Saputra, Akmal; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sarianti, Lilis; Arfriani, Arfriani
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v4i2.1600

Abstract

Bullying in elementary schools is a common issue that can negatively impact children's psychological, social, and academic development. Therefore, preventive efforts through socialization activities are necessary to raise awareness and understanding among students, teachers, and parents regarding bullying prevention. This community service was carried out at Seumantok Public Elementary School, West Aceh Regency, aiming to provide education on the effects of bullying and strategies for its prevention. The methods used included interactive presentations, group discussions, and bullying scenario simulations to provide participants with a comprehensive understanding. The results showed that this socialization successfully increased students' awareness of the importance of mutual respect and the adverse effects of bullying. Teachers were also trained to recognize signs of bullying and implement strategies to manage classroom conflicts. Additionally, parents were provided with guidance on creating a family environment that supports children's emotional development. Program evaluation through surveys indicated that 85% of participants felt more prepared to prevent and handle bullying cases. This community service concludes that an education-based approach, collaboration, and the involvement of all stakeholders effectively raise awareness and foster an anti-bullying culture in elementary schools. Similar programs are recommended to be implemented in other schools as part of efforts to create a safe and conducive learning environment.
Sosialisasi Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa SMA Negeri 1 Kuala Kabupaten Nagan Raya Sopar, Sopar; Yana, Rahmah Husna; Abdillah, Ligar; Juraida, Irma; Yulianda, Riki
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v4i2.1619

Abstract

Community service activities with the theme of socializing scientific writing for students at SMA Negeri 1 Kuala Nagan Raya Regency aim to increase students' interest in writing because the aim of writing is no longer just stringing words together, but demands more complex abilities. The approach method used in this service is through outreach to students of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province, totaling 30 (thirty) people. The planned activities are in the form of socialization which will later be followed by questions and answers, discussions and writing practice for participants. Based on the results obtained in the KTI outreach to SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province, it can be explained that the students are able to understand and understand the importance of writing as scientific work in school. The growth and development of students' interest and talent in writing at SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province towards scientific writing which is expected to be able to grow and develop student achievements together.
Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Nelayan Tangkap Di Pulau Banyak Aceh Singkil Mursyidin, Mursyidin; Sopar, Sopar; Yulianda, Riki; Abdillah, Ligar; Sariyanti, Lilis; Samwil, Samwil
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.242-249

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang bagaimana peran panglima laot dalam adaptasi nelayan tangkap di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Sedangkan tujuan penelitian adalah untuk menganalisis peran panglima laot di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, melalui pendekatan konstruktivis. Penelitian ini dilakukan di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Pengumpulan data lapangan yang dibutuhkan peneliti gunakan metode wawancara mendalam atau indefth interview dan observasi lapangan secara partisipatif. Wawancara dilakukan terhadap Panglima laot dan juga nelayan yang bertempat tinggal di Pulau Banyak Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Pengolahan dan analisa data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa panglima   laot   secara umum memiliki   peran   untuk   mengatur   segala   hal   yang berkaitan dengan pesisir dan kelautan di wilayah adatnya. Panglima Laot dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempunyai batas-batas wilayah kewenangan yang diatur melalui ketentuan adat laot yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 10 tahun 2008 tentang Lembaga Adat. Peran panglima laot dalam adaftasi nelayan tangkap meliputi peran dalam menentukan waktu melaut, peran dalam menentukan alat tangkap yang digunakan, peran dalam menggunakan teknologi modern sebagai fasilitas melaut serta peran dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan tangkap
Pemberdayaan Kelompok Nelayan melalui Pelatihan dan Pemberian Fish Finder Abdillah, Ligar; Lisdayanti, Eka; Hartini, Hartini; Mariah, Mariah; Febrian, Cutwan Nurul
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 9 No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v9i2.23732

Abstract

Kemiskinan di wilayah pesisir menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan dan membutuhkan upaya untuk meningkatan kesejahteraan. Kelompok nelayan skala kecil memiliki kelemahan terhadap tatakelola sumber daya laut sehingga termasuk kedalam kelompok rentan secara sosial dan ekonomi. Penggunaan alat tradisional yang kurang efisien menjadi faktor penyebab kerentanan yang dialami kelompok nelayan saat ini. Hasil riset terdahulu menyebutkan bahwa kelompok nelayan membutuhkan teknologi fish finder untuk meningkatkan hasil tangkapan. Pelatihan dan pemberian fish finder sosialisasi dan pelatihan penggunaan teknologi fish finder kepada kelompok nelayan Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil merupakan salah satu upaya pemberdayaan untuk meningkatkan margin keuntungan dan efisiensi biaya operasional. Pemberdayaan ini dilaksanakan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan pengoperasian, hingga penerapan teknologi fish finder di kehidupan sehari-sehari. Sosialisasi pentingnya fish finder dalam aktivitas penangkapan ikan berhasil meningkatkan pemahaman peserta. Pelatihan dan demonstrasi perangkat berjalan dengan baik dan diikuti secara antusias oleh para nelayan. Kepercayaan diri dan kemandirian para nelayan meningkat saat mereka diberikan kesempatan untuk menerapkan teknologi fish finder secara langsung di kehidupan sehari-sehari. Mereka juga berhasil menerapkan materi pelatihan yang diberikan pada hari sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bentuk dukungan konkret terhadap kelompok nelayan agar mampu memanfaatkan teknologi modern yang berkemajuan.
Use of Village Funds as an Effort to Improve the Economy of Fishermens Communities in Aceh Singkil Regency Lestari, Yeni Sri; Liyana, Cut Irna; Abdillah, Ligar; Chadijah, Devi Intan; Khosihan, Aan
Journal of Governance and Social Policy Vol 6, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v6i1.36782

Abstract

This study examines the role of the Pulo Sarok Village Government in Aceh Singkil Regency in managing village funds to support fishermen's empowerment from a public policy perspective. The main focus is to analyze the effectiveness of implemented policies and the challenges encountered in the allocation and utilization of village funds, including limitations in human resources, constrained budgets, and low technological literacy among local fishermen. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation of relevant policies. The findings indicate that although village funds are distributed regularly, their implementation remains suboptimal due to weak inter-agency coordination, limited oversight from the regency government, and low levels of community participation. Economic empowerment efforts have yet to show a significant impact on improving the fishermens welfare. This study highlights the importance of transparency in fund management, the strengthening of local human resource capacity, and synergy between village and regency governments to create sustainable policies that support the fisheries sector and the livelihoods of fishermen in Pulo Sarok Village.
Mewujudkan Sekolah Ramah Lingkungan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kuala Kabupaten Nagan Raya Sopar, Sopar; Samwil, Samwil; Abdillah, Ligar; Yulianda, Riki; Maifizar, Arfriani; Lestari, Yeni Sri; Yana, Rahma Husna; Sariyanti, Lilis; Asra, Saiful
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v5i1.1662

Abstract

This article is titled Creating an Environmentally Friendly School for Students, particularly within the environment of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province. The purpose of this community service is to realize an environmentally friendly school for students, especially within the environment of SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province.The approach method used in this community service is the Focus Group Discussion (FGD) through socialization with 21 (twenty-one) students from Class XI Science at SMA Negeri 1 Kuala, Nagan Raya Regency, Aceh Province. The planned activity is in the form of a socialization session, which will be followed by a question-and-answer session, discussions, and writing practices for the participants. At the beginning of the socialization, the team presented the material using a PowerPoint presentation for 20 minutes, followed by a Q&A session and discussion for 90 minutes, and concluded with a 10-minute summary. This community service aims to create an environmentally friendly school, particularly in environmental management, to support the Go Green School program. Students, educational staff, the school committee, teachers, and the principal play an active role in each stage of the activities, including classroom explanations, planning environmentally friendly school activities such as Go Green School, and implementing the LISA (Lihat Sampah Ambil — See Trash, Pick It Up) program. All participants felt that activities like this are important and requested continuous guidance in the future due to their many benefits. Environmental management, cleanliness, and greening activities within the Go Green School program, along with their practical implementation in schools, can provide insights to students to enhance their skills and behavior in implementing environmentally friendly schools. This includes social friendliness, physical environmental friendliness, Go Green School, and Adiwiyata schools.