Mukti Dono Wilopo
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : JURNAL ENGGANO

ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS LAUT DAN TRANSPOR MASSA AIR DI PERAIRAN SEKITAR PULAU ENGGANO DENGAN MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK 3D Iwan Pramesti Anwar; Mukti Dono Wilopo; Aulia Try Atmojo
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.2.%p

Abstract

GLORYS12V1 merupakan produk dari model numerik 3 dimensi fisika oseanografi dengan resolusi horizontal 1/12o x 1/12o (sekitar 8 km x 8 km) dan 50-layer terhadap kedalaman. Arus laut merupakan salah satu parameter dinamika oseanografi yang berhasil disimulasikan dengan baik oleh model tersebut. Arus laut terhadap kedalaman dapat digunakan untuk kajian tranpor volume. Dengan menggunakan GLORYS12V1 dapat dikaji arus permukaan dan transpor volume rata-rata bulanan di perairan sekitar Pulau Enggano dan sekitarnya selama tahun 2013. Kecepatan arus permukaan bervariasi antara 0-0,75 m/detik. Sementara itu, untuk arus terhadap kedalaman berkisar antara 0-1 m/detik dengan arah dan besar arus bervariasi terhadap kedalaman. Bahkan untuk bulan-bulan tertentu antara permukaan hingga kedalaman 50 m arah nya berbeda dengan kedalaman >50 m hingga dasar. Arus terhadap kedalaman di barat laut dengan tenggara Pulau Enggano memiliki perbedaan arah pada bulan-bulan musim peralihan seperti April dan November. Sementara untuk besarnya relatif sama yaitu pada kisaran 0-1 m/detik. Kemudian transpor volume terhadap kedalaman yang melalui perairan antara Pulau Enggano dengan daratan Sumatra berkisar antara -2 Sv sampai 2 Sv, (1 Sv=106 m3/detik). Nilai positif (negatif) menunjukan arah transport ke barat laut (tenggara). Transpor maksimum berada pada kedalaman 100-700 m pada bulan April-Mei dan Oktober-November menuju barat laut sedangkan bulan Februari-Maret dan Juni-Juli menuju tenggara. Perbedaan arah transpor terhadap kedalaman terjadi pada bulan Februari-Maret (musim barat) dan Juni-Juli (musim timur). Sedangkan pada musim peralihan I dan peralihan II transpor terhadap kedalaman arahnya cenderung seragam yaitu menuju tenggara. Korelasi antara transpor volume dengan kecepatan angin lokal menunjukan kuat searah dari permukaan hingga kedalaman 20 m. Selanjutnya, dari kedalaman 20-300 m korelasi tranpor volume dengan angin berlawanan. Terakhir, dari kedalaman 300 m hingga dasar korelasinya searah namun tidak signifikan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kecepatan arus dan transpor volume di Perairan Pulau Enggano dan sekitarnya dipengaruhi oleh kecepatan angin lokal untuk permukaan - 20 m dan pengaruh regional untuk kedalaman > 20 m. KATA KUNCI: Perairan Pulau Enggano, Arus Laut, Transpor VolumeABSTRACTGLORYS12V1 is a product of a 3-dimensional numerical model of oceanographic physics with a horizontal resolution of 1/12o x 1/12o (approximately 8 km x 8 km) and 50 layers to depth. Ocean currents are one of the parameters of oceanographic dynamics which the model has successfully simulated. Ocean currents to depth can be used for volume transport studies. Thus, by using GLORYS12V1, it is possible to study the average monthly surface currents and transport volumes in the waters around Enggano Island and its surroundings during 2013. The surface current velocity varies between 0-0.75 m/s. Meanwhile, current with depth ranged from 0-1 m/s with the direction and magnitude of the currents vary with depth. Even for certain months, the direction is different between the surface to a depth of 50 m, with a depth of > 50 m to the bottom. Currents to deep in the northwest and southeast of Enggano Island have different directions in the transitional season months, such as April and November. Meanwhile, the magnitude is relatively the same, namely in the range of 0-1 m/s. Then the transport volume to depth through the waters between Enggano Island and mainland Sumatra ranges from -2 Sv to 2 Sv, (1 Sv=106 m3/s). A positive (negative) value indicates the direction of transport to the northwest (southeast). Maximum transport is at a depth of 100-700 m in April-May and October-November towards the northwest while February-March and June-July towards the southeast. The difference in transport direction with depth occurs in February-March (west season) and June-July (eastern season). Meanwhile, in transition seasons I and II, the direction of transport towards depth tends to be uniform, namely towards the southeast. The correlation between volume transport and local wind speed shows the unidirectional strength from the surface to a depth of 20 m. Furthermore, from a depth of 20 m-300 m, the volume transport correlates with the opposite wind. Finally, from a depth of 300 m to the base, the correlation is unidirectional but not significant. This indicates that current velocity and volume transport in the waters of Enggano Island and its surroundings are influenced by local wind speeds for surface – 20 m and regional influences for depths > 20. KEYWORDS : Enggano Island’s waters, Sea current, Volume transport
HUBUNGAN INDIAN SUMMER MONSOON INDEX DENGAN OCEAN HEAT CONTENT DAN INDIAN SUMMER MOONSON RAINFALL DI ARABIAN SEA MINI WARM POOL Mukti Dono Wilopo
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.%p

Abstract

            Wilayah Arabian Sea Mini Warm Pool (ASMWP) merupakan wilayah yang terletak di tenggara Laut Arab dimana pada pre-summer monsoon SPL sangat hangat melebihi 30oC. ASMWP diketahui memiliki pengaruh terhadap Indian summer monsoon di Asia namun pengaruhnya terhadap parameter lain perlu diinvestigasi. Pada studi ini akan dibahas pengaruh Indian Summer Monsoon terhadap Ocean Heat Content(OHC) di ASMWP dan Indian Summer Monsoon Rainfall (ISMR) di India serta hubungan OHC dan Net Heat Flux (NHF) terhadap ISMR pada periode 1955-2006. Indian Summer Monsoon Index (ISMI) diperoleh dari selisih antara anomaly kecepatan angin zonal pada tekanan 850 mb (U850) di 40-80o BT, 5-15o LU dengan 70-90o BT, 20-30o LU. Untuk menghitung OHC digunakan integrasi vertikal suhu dari kedalaman 0 – 700 meter. Awal periode didominasi nilai ISMI positif dan pada akhir 2000an hingga 2010an pola ISMI berubah menjadi negatif. Hubungan antara ISMI dengan ISMR menunjukkan adanya korelasi positif pada semua periode pengamatan, namun hubungan ini melemah pada periode 1995-2004. Pada periode 1995-2004 selain ISMI, OHC700 dan NHF, ada faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap ISMR. Hubungan antara OHC700 di ASMWP dengan ISMR menunjukkan bahwa penurunan OHC700 pada periode pengamatan akan terjadi penurunan ISMR. Penguatan konveksi di ASMWP mengakibatkan pergeseran konveksi dari daratan India ke selatan yang mengakibatkan pelemahan jet stream timuran tropis sehingga ISMR menurun.a 
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PULAU BAAI KOTA BENGKULU Dewi Purnama; Yar Johan; Mukti Dono Wilopo; Person Pesona Renta; Jojor Marito Sinaga; Jesica Marta Yosefa; Helen Marlina M; Amelia Suryanita; Hence Mahyarany Pasaribu; Kiki Median
JURNAL ENGGANO Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.6.1.110-124

Abstract

Mikroplastik merupakan sampah plastik kecil yang berukuran <5 mm, sebagian besar berasal dari penguraian plastik-plastik berukuran besar yang dikelompokkan dalam 2 jenis mikroplastik yaitu sekunder dan primer. Mikroplastik primer merupakan produksi plastik dalam bentuk mikro, seperti manik-manik pada produk perawatan kulit, sedangkan mikroplastik sekunder merupakan bagian, pecahan, dari suatu hasil fragmentasi plastik yang lebih besar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi jenis dan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan  Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Desember 2020. Pengambilan sampel sebanyak 30 ekor yang berukuran antara 26,4-54,5 cm dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pulau Baai Kota Bengkulu. Analisis mikroplastik dilakukan di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Hasil penelitian ditemukan 4 tipe mikroplastik, yaitu Fragmen, Granual, Film dan Fiber dengan total kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yaitu sebesar 52,7 partikel/ind, dengan Rata-rata 10,5±7,2 partikel/ind. Persentase kelimpahan mikroplastik tertinggi yaitu tipe fiber/filament dan fragmen masing-masing sebesar 41%.
KONDISI TERUMBU KARANG DI TANJUNG GOSONGSENG DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO PROVINSI BENGKULU Muhammad Andre Nugraha; Dewi Purnama; Mukti Dono Wilopo; Yar Johan
JURNAL ENGGANO Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.245 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.1.1.43-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang dan mengevaluasi kondisi terumbu karang berdasarkan nilai indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks mortalitas. Metode yang digunakan adalah metode suvei dengan menggunakan transek garis menyinggung (LIT), terdiri atas 3 stasiun dimana masing-masing stasiun dibagi atas 2 sub kedalaman yakni pada kedalaman 3m dan 10m. Tipe terumbu karang yang ada di Perairan Tanjung Gosongseng Pulau Enggano memiliki tipe terumbu karang tepi. Hasil penelitian ditemukan 11 jenis bentuk pertumbuhan, yaitu Acropora Branching (ACB), Acropora Digitate (ACD), Acropora Encrusting (ACE), Acropora Submassive (ACS), Acropora Tabulate (ACT), Coral Branching (CB), Coral Massive (CM), Coral Encrusting (CE), Coral Submassive (CS), Coral Foliose (CF), dan Coral Mushroom (CMR). Tutupan karang di Tanjung Gosongseng menurut Kep Men LH no 4 Tahun 2001 tergolong buruk, sedang, baik dan, baik sekali keanekaragaman di kategorikan sedang, dominansi dikategorikan rendah, keseragaman di kategorikan tinggi, serta mortalitas sedang. Untuk parameter kualitas air baik untuk pertumbuhan terumbu karang
STUDI STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI KARANG BAYANG DAN KARANG LEBAR, PERAIRAN PULAU TIKUS,KOTA BENGKULU Zamdial Zamdial; Deddy Bakhtiar; Dede Hartono; Yar Johan; Maya Angraini Fajar Utami; Nurlaila Ervina Herliany
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.106-120

Abstract

Ekosistem terumbu karang yang cukup luas terhampar di sekitar perairan Pulau Tikus yang terdiri dari ± 238 hektar. Dua lokasi fishing ground bagi nelayan yang tinggal di wilayah pesisir Kota Bengkulu adalah KarangBayang dan Karang Lebar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ikan karang di kedua lokasi tersebut. Itu menggunakan metode survei. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Analisis struktur komunitas ikan karang terdiri dari kelimpahan, komposisi jenis (KJ), indeks keanekaragaman (H'), indeks kemerataan (E), dan indeks dominasi (C). Penelitian ini menemukan 11 famili dan 22 spesies ikan karang dengan total 324 individu. Kepadatan ikan karang diperkirakan sekitar 2.160 ekor/ha. Rata-rata ikan target, ikan mayor, dan ikan indikator adalah 9,62%, 61,41%, dan 28,97% untuk Karang Bayang, dan 7,82%, 60,92%, dan 31,27% untuk Karang Lebar. ndeks keanekaragaman ikan karang (H') di setiap lokasi berada pada kisaran 2,37-2,50 dan 2,27-2,46. Selanjutnya nilai indeks kemerataan (E) ikan karang untuk kedua lokasi tersebut rata-rata sebesar 0,92 (Karang Bayang) dan 0,94 (Karang Lebar) yang menunjukkan kondisi populasi ikan karang yang stabil. Indeks dominasi (C) ditemukan agak tinggi di Karang Lebar (0,14) dibandingkan KarangBayang (0,11) yang menunjukkan tidak ada dominasi ikan karang.Kondisi komunitas ikan karang di lokasi penelitian masih cukup baik. Nilai IRDI masing-masing lokasi adalah 34,15% dan 31,70% yang mencerminkan kesehatan terumbu karang dalam kondisi sedang. Kata kunci :  Ikan karang; Karang Bayang; Karang Lebar; Struktur komunitas; Pulau  Tikus
IDENTIFIKASI JENIS IKAN TERUMBU PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI PERAIRAN DESA MALAKONI PULAU ENGGANO Mukti Dono Wilopo; Maya Anggraini Fajar Utami; Fenomena Harefa
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.79-91

Abstract

Desa Malakoni Pulau Enggano memiliki ekosistem pesisir meliputi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Ekosistem terumbu karang di Desa Malakoni hampir tersebar di seluruh pantai Desa Malakoni dan termasuk dalam kategori sedang hingga baik (41.56%-52.2%) dengan rata-rata 46.93%. Keadaan terumbu karang pada perairan Desa Malakoni menyebabkan ikan terumbu sangat melimpah dan beragam sehingga menjadi salah satu sumber pangan bagi masyarakatnya. Informasi jenis-jenis ikan terumbu di perairan Desa malakoni saat ini belum diketahui, sehingga perlu diidentifikasi untuk pengelolaannya. Pengamatan ikan terumbu dilakukan dengan metode survey menggunakan teknik underwater fish visual census (UVC) dengan acuan area sampling terumbu karang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 140 spesies dari 31 famili dengan kelimpahan total dari semua stasiun pengamatan sebesar 26.144 ind./ha. Jenis ikan indikator ada 16 spesies dari 1 famili, ikan mayor 63 spesies dari 15 famili dan ikan target 62 spesies dari 15 famili. Hasil analisis persentase komposisi ikan berdasarkan kelompoknya di Perairan Desa Malakoni memiliki persentase ikan indikator 6%, ikan mayor 33% dan ikan target 61% dengan 8 status tropik ikan terumbu.
Biodiversitas Rumput Laut Alami di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu Mukti Dono Wilopo; Nurlaila Ervina Herliany; Maya Anggraini Fajar Utami; Delvi Saputri
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.1.12-17

Abstract

  ABSTRAK                                                                                                                         Pantai Teluk Sepang mempunyai potensi rumput laut namun belum diketahui identifikasi jenis dan persen tutupannya.Penelitian ini dilakukan sebagai informasi pendukung dalam pemanfaatan rumput laut secara berkelanjutan oleh masyarakat wilayah pesisir di Kota Bengkulu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2021 di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis–jenis rumput laut dan untuk menganalisa struktur komunitas rumput laut di Perairan Pantai Teluk Sepang Kota Bengkulu yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi, kerapatan serta tutupan persentase. Metode yang digunakan adalah metode survei, dan pengambilan data menggunakan transek kuadrat ukuran 50 x 50 cm. Jenis rumput laut yang ditemukan sebanyak 20 spesies yang termasuk ke dalam 3 kelas yang berbeda, yaitu kelas Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Jumlah jenis rumput laut yang terbanyak berasal dari kelas Chlorophyta sebanyak 10 spesies, diikuti Rhodophyta sebanyak 7 spesies, dan Phaeophyta sebanyak 3 spesies. Persentase tutupan jenis rumput laut pada stasiun 1 berkisar antara 0,15 – 6,50%, pada stasiun 2 berkisaran antara 0,24 – 16,58%, pada stasiun 3 berkisar antara 0,13 – 15,99%, dan pada stasiun 4 berkisar antara 0,56 – 10,77%. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan bahwa secara keseluruhan perairan Pantai Teluk Sepang masih berada pada kisaran yang layak untuk mendukung pertumbuhan rumput laut.   Kata kunci : Rumput laut, identifikasi, persen tutupan, pantai teluk sepang   ABSTRACT   Teluk Sepang Beach has the potential for seaweed, but the identification of its types and percentage of coverage are currently unknown. This research was conducted to provide supporting information for the sustainable use of seaweed by coastal communities in the city of Bengkulu. The research was carried out in October 2021 in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu. The objectives of this study were to identify the types of seaweed and analyze the community structure of seaweed in the waters of Teluk Sepang Beach, Bengkulu, including diversity index, uniformity, dominance, density, and percentage coverage. The method used was a survey method, and data collection was done using quadrat transects with a size of 50 x 50 cm. A total of 20 species of seaweed were found, which were classified into three different classes, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta. The highest number of seaweed species was from the Chlorophyta class with 10 species, followed by Rhodophyta with 7 species, and Phaeophyta with 3 species. The percentage coverage of seaweed species at station 1 ranged from 0.15 - 6.50%, at station 2 it ranged from 0.24 - 16.58%, at station 3 it ranged from 0.13 - 15.99%, and at station 4 it ranged from 0.56 - 10.77%. The results of water quality parameter measurements showed that overall, the waters of Teluk Sepang Beach were still within the suitable range to support the growth of seaweed.   Keywords: identification, percentage cover, seaweeds, teluk sepang beach
Komposisi Nutrisi Rumput Laut Coklat (Phaeophyta) dan Merah (Rhodophyta) Asal Perairan Teluk Sepang Kota Bengkulu herliany, vivien; Utami, Maya Angraini Fajar; Wilopo, Mukti Dono; Permatasari, Nurul
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.2.147-153

Abstract

Seaweeds have potential uses as functional foods. But until now, there is still few information about the nutritional composition of seaweeds, especially from Teluk Sepang Beach, Bengkulu City. This study was held to examine the chemical characteristics of brown and red seaweeds from Teluk Sepang Beach, Bengkulu City. This research was carried out in November 2021-March 2022. This research used descriptive exploratory method by analyzing the proximate composition of 8 species of seaweeds (4 species of brown seaweeds and 4 species of red seaweeds). Water, protein, crude fat, ash and crude fiber content refer to the AOAC (2016) procedure while carbohydrate content is calculated based on by difference. The chemical characteristics of seaweeds (water content, ash, crude protein, crude fiber, crude fat and carbohydrates content) varied from one species to another. But in general the proximate composition of all seaweeds species was still in the range of values ​​found in seaweeds. The largest composition in seaweesd is carbohydrates (13.644% - 69.91±0.71%) and ash, which have an important role for humans nutrition and the food industry. The content of protein (0.97±0.33%. - 2.88±0.23%) and crude fat (0.19±00% - 4.12±0.32%) in seaweeds is relatively low so it can be used as low fat foods. Crude fiber in seaweeds(1.16±0.16% - 7.65±0.53%) showed that seaweeds can be used as functional foods.  
Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa, Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Nisa Nurul Suci, An; Iresta Wardani, Firdha; Dono Wilopo, Mukti; Putri Sari , Yenni; Abdurrahman Mahfudz, Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.226-233

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan salah satu kelompok Bivalvia yang hidup dan berkembang di Ekosistem Mangrove. Kerang ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai biota konsumsi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Salah satu daerah penghasil kerang lokan di Kota Bengkulu adalah Muara Jenggalu, terletak di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Permintaan masyarakat yang cenderung meningkat setiap tahun menyebabkan meningkatnya eksploitasi terhadap kerang lokan. Pemanfaatan kerang lokan dieksploitasi secara langsung di ekosistemnya yaitu ekosistem mangrove. Pengambilan kerang lokan secara terus menerus dan banyaknya aktivitas manusia di sekitar kawasan Muara Jenggalu dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan ketersediaan stok kerang lokan di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan nisbah kelamin kerang lokan di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Pertumbuhan kerang lokan di Muara Jenggalu bersifat allometric negative (<3) dimana pertumbuhan panjang cangkang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Persentase jumlah kerang lokan berjenis kelamin jantan yaitu 61,96% dan berjenis kelamin betina 38,04%.
Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa, Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu Nella Tri Agustini; Nisa Nurul Suci, An; Iresta Wardani, Firdha; Dono Wilopo, Mukti; Putri Sari , Yenni; Abdurrahman Mahfudz, Akbar
JURNAL ENGGANO Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.9.2.226-233

Abstract

Kerang lokan Geloina erosa merupakan salah satu kelompok Bivalvia yang hidup dan berkembang di Ekosistem Mangrove. Kerang ini telah dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai biota konsumsi dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Salah satu daerah penghasil kerang lokan di Kota Bengkulu adalah Muara Jenggalu, terletak di Jalan Jenggalu Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Permintaan masyarakat yang cenderung meningkat setiap tahun menyebabkan meningkatnya eksploitasi terhadap kerang lokan. Pemanfaatan kerang lokan dieksploitasi secara langsung di ekosistemnya yaitu ekosistem mangrove. Pengambilan kerang lokan secara terus menerus dan banyaknya aktivitas manusia di sekitar kawasan Muara Jenggalu dikhawatirkan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan ketersediaan stok kerang lokan di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan nisbah kelamin kerang lokan di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Pertumbuhan kerang lokan di Muara Jenggalu bersifat allometric negative (<3) dimana pertumbuhan panjang cangkang lebih dominan daripada pertumbuhan berat. Persentase jumlah kerang lokan berjenis kelamin jantan yaitu 61,96% dan berjenis kelamin betina 38,04%.