Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Pupuk Kandang Dan Sistem Irigasi Alur Terhadap Ketersediaan Air Tanah Dan Pertumbuhan Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) Nofianti Zebua; Natalia Kristiani Lase
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.666

Abstract

This study aims to determine the impact of the use of manure and furrow irrigation system on soil water availability and the growth of red chili plants (Capsicum annuum L.). In Indonesia, agricultural land often experiences problems such as soil degradation and water scarcity, which affect crop yields. Therefore, it is important to find solutions based on sustainable agriculture, such as the use of organic fertilizers and more efficient irrigation techniques. This research method is based on a review of previous studies, using a literature study approach. The data collected came from literature sources, through the process of reading, recording and organizing research materials. The data sources are taken from journals or articles that have existed before and books related to agriculture. The results showed that the application of manure and furrow irrigation significantly increased soil moisture and plant growth compared to the control treatment. This finding is in accordance with several previous studies, such as those conducted by Sitorus and Tyasmoro (2019), Dewi et al. (2020), and Arifin (2021).
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy Serlin Jessica Mendrofa; Natalia Kristiani Lase
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.676

Abstract

This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer on the growth and yield of pakcoy (Brassica rapa L.) plants. The research method used was descriptive qualitative with a direct observational approach, interviews with farmers and agricultural extension workers, and visual documentation of plant growth over four weeks. The results showed that pakcoy plants treated with liquid organic fertilizer experienced better vegetative growth, including increased plant height, more leaves, darker green leaf color, and higher yield compared to untreated plants. The fertilizer used contains essential macro and micronutrients and phytohormones that accelerate plant growth. Moreover, the use of this fertilizer improves soil conditions and supports sustainable agricultural practices. The study concludes that liquid organic fertilizer significantly contributes to increasing the productivity of pakcoy plants both ecologically and economically.
ANALISIS METODE SELEKSI BENIH MENGGUNAKAN LARUTAN NaCl UNTUK MENILAI KUALITAS BENIH PADI (ORYZA SATIVA L.), KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DAN CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) Arif Indra Jaya Gea; Juwita Sartika Halawa; Romanus Restu Gulo; Ningsi Kristiani Mendrofa; Viktoris Julman Waruwu; Veniman Gulo; Natalia Kristiani Lase
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.3935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode seleksi benih menggunakan larutan NaCl dalam menilai kualitas benih. Seleksi benih menggunakan larutan NaCl merupakan teknik yang umum digunakan untuk menguji daya berkecambah dan kualitas benih, dimana benih yang berkualitas baik cenderung tenggelam pada tingkat salinitas tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung, dimana kegiatan ini dilakukan pada saat pratikum dasar-dasar agronomi dalam menyeleksi benih yangh berkualitas dan tidak berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seleksi benih dengan larutan NaCl efektif dalam membedakan benih yang berkualitas dan tidak berkualitas, dimana benih yang tenggelam dalam larutan NaCl menunjukkan kualitas yang lebih baik. Metode ini sederhana, murah, dan dapat dilakukan di lapangan tanpa memerlukan peralatan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode seleksi benih menggunakan larutan NaCl dapat dijadikan alat yang bermanfaat untuk menilai kualitas benih secara cepat dan efektif dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman dengan menggunakan konsentrasi NaCl yang tepat.
INOVASI HASIL PANGAN PEMBUATAN KERIPIK BAYAM SEBAGAI ALTERNATIF CEMILAN SEHAT Kasih Iman Gulo; Nince Anjelin Gulo; Desep Aferius Laoli; Perti Citra Damarni Waruwu; Areani Zebua; Budieli Putra Zalukhu; Teguh Wa’asaro Zebua; Newyear Krisman Jaya Harefa; Silvia Siska Halawa; Natalia Kristiani Lase
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.2976-2984

Abstract

Bayam (Amaranthus sp.) merupakan komoditas sayuran daun yang mudah dibudidayakan dan banyak diusahakan di pekarangan maupun lahan pertanian warga Dusun IV, Desa Faodoro Lauru, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias. Penanganan pascapanen yang dilakukan masih terbatas pada penjualan dan konsumsi segar sehingga nilai ekonominya rendah, mengingat daun bayam mudah layu dalam hitungan jam setelah panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendiseminasikan teknologi pengolahan pascapanen sederhana kepada kelompok ibu rumah tangga melalui produksi keripik bayam sebagai pangan fungsional bernilai tambah. Metode pelaksanaan mengintegrasikan sosialisasi partisipatif, demonstrasi teknis, dan pendampingan berkelanjutan melalui empat tahap, yaitu persiapan, demonstrasi produksi, pendampingan pengemasan-pemasaran, dan evaluasi. Daun bayam muda dilapisi adonan tepung beras dan tepung terigu berbumbu rempah, lalu digoreng hingga renyah tanpa bahan pengawet sintetis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta dalam sortasi dan grading bahan baku, formulasi adonan untuk tekstur renyah dan stabilitas produk, serta strategi pengemasan dan branding sederhana yang mendukung daya saing pasar. Produk keripik bayam berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha rumah tangga yang meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong diversifikasi konsumsi sayuran, termasuk bagi ibu hamil yang membutuhkan asupan zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi. Kegiatan ini dapat menjadi model pengembangan agroindustri skala rumah tangga yang berpotensi direplikasi di wilayah pedesaan lain dengan karakteristik agroekologi serupa
PROSES PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI SKALA RUMAHTANGGA YANG PRAKTIS DAN BERKUALITAS Natalia Kristiani Lase; Destini Friska Bestari Waruwu; Sri Oktafiyanti Lombu; Priska Rahmat Yanti Zega; Victoris Julman Waruwu; Cahya Masaindah Zendrato; Gusti Fanolo Bate’e; Cynthia Florentina Mendrofa; Joy Blesswan Endriyanti Mendrofa; Jefon Citrawan Halawa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3063-3066

Abstract

VCO (Virgin Coconut Oil) adalah minyak kelapa murni yang diektraksi dari daging kelapa murni yang proses pembuatannya tidak memerlukan pemanas (api). Masalah yang sering dihadapi dalam pembuatan VCO (Virgin Coconut Oil) yaitu pembuatan yang masih secara konvensional dengan waktu fermentasi yang memakan waktu yang sedikit lama sehingga mempengaruhi kualitas hasil yang tidak begitu optimal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan langsung. Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah warga Desa Hilimbuasi, Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses fermentasi di plastik bening mampu memisahkan minyak kelapa murni, dari air dan ampas tanpa memerlukan pemanas
Penerapan Sarunisasi Sebagai Upaya Perlindungan Buah Pisang Kepok di Kabupaten Nias Perti Citra Damarni Waruwu; Silvia Siska Halawa; Kasih Iman Gulo; Newyear Krisman Jaya Harefa; Teguh Wa'asaro Zebua; Budieli Putra Zalukhu; Areani Zebua; Desepi Aferius Laoli; Nince Anjeli Gulo; Natalia Kristiani Lase
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/asq0ht16

Abstract

Pisang kepok merupakan komoditas hortikultura unggulan di Indonesia yang produksinya rentan terhadap serangan hama seperti thrips, ulat buah, dan lalat buah, serta risiko luka gesek yang mempercepat pembusukan. Artikel ini mengkaji praktik ‘sarunisasi’, yaitu pembungkusan tandan pisang kepok menggunakan plastik atau kertas yang dilakukan secara turun-temurun oleh petani di Kabupaten Nias, sebagaimana diamati melalui kegiatan magang mahasiswa di Dusun II, Desa Fadoro Lauru, Kecamatan Hiliduho. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkannya pada literatur ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarunisasi dilakukan sejak jantung pisang mulai mekar hingga sebelum sisir buah terbuka penuh, dengan tiga tujuan utama, yaitu melindungi buah dari hama, mencegah luka gesek yang menjadi jalan masuk patogen, dan menjaga kualitas fisik buah untuk mempertahankan nilai jualnya. Pada beberapa kasus, praktik ini dipadukan dengan penyemprotan insektisida secara terbatas. Temuan ini memperlihatkan bahwa sarunisasi merupakan bentuk kearifan agronomis lokal yang secara prinsip sejalan dengan kajian ilmiah mengenai pengemasan tandan pisang (fruit bagging) di berbagai negara penghasil pisang, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui uji coba bahan pembungkus alternatif dan edukasi penggunaan insektisida yang lebih aman.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi Antorius Waruwu; Natalia Kristiani Lase; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, validitas, kepraktisan, dan keefektifan LKPD berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi Struktur Bumi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi, bahasa, desain, dan instrumen, guru IPA, peserta didik kelas VIII-A sebagai uji coba instrumen, serta 29 peserta didik kelas VIII-C UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons, dan tes pemahaman konsep melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan LKPD dilakukan melalui lima tahap ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan dan validasi, implementasi dalam pembelajaran, serta evaluasi. Hasil validasi LKPD memperoleh persentase 95% dari ahli materi, 85% dari ahli bahasa, dan 95,5% dari ahli desain dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi instrumen memperoleh 90% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan LKPD memperoleh respons guru sebesar 96%, uji perorangan 91,52%, kelompok kecil 84,55%, dan uji lapangan 85,07%, seluruhnya berkategori sangat praktis. Keefektifan LKPD berdasarkan peningkatan pemahaman konsep ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor pretest dari 12,72 menjadi 24,72 pada posttest. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan p < 0,001 dengan Cohen’s dz sebesar 5,10, hasil N-Gain sebesar 0,77 berkategori tinggi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pemahaman konsep, yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Dengan demikian, LKPD berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat praktis serta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah penggunaan LKPD. Namun, karena penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest tanpa kelompok kontrol, peningkatan tersebut tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat.
Soil Physical And Chemical Properties Under Different Land Management Systems Patricia Zeni Febriani Waruwu; Helmin Parida Zebua; Yoel Melsaro Larosa; Putra Hidayat Telaumbanua; Dian Agung Sanora Laia; Ridho Victory Nazara; Natalia Kristiani Lase
Journal of Integrated Agriculture and Forest Sciences Vol. 1 No. 1 (2025): NILAFO - December
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil physical and chemical properties are critical indicators of soil quality and sustainability under different land management systems. This study aimed to evaluate and compare soil physical and chemical characteristics across conventional agriculture, conservation agriculture, agroforestry, and natural land systems. Soil samples were collected at a depth of 0–20 cm using both disturbed and undisturbed sampling techniques. Key physical parameters, including bulk density, total porosity, and soil moisture content, as well as chemical properties such as soil pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium, were analyzed using standard laboratory methods. The results revealed significant differences among land management systems. Conventional agriculture exhibited higher bulk density and lower organic carbon and nutrient contents, indicating soil degradation due to intensive management practices. In contrast, agroforestry and natural land systems showed improved soil structure, higher organic matter content, and more balanced nutrient availability. Conservation agriculture demonstrated intermediate soil conditions, suggesting its potential to mitigate soil degradation. Overall, the findings highlight the importance of sustainable land management practices in maintaining soil health and enhancing long-term agricultural productivity and environmental sustainability.