Claim Missing Document
Check
Articles

Optimizing Students' Critical Thinking Skills through PhET Simulation-Based Problem-Based Learning Model Putri Pratiwi, Dhea; Acesta, Arrofa; Nugraha, Febby Fajar
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol. 9 No. 1 (2026): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30740/jee.v9i1.326

Abstract

This research is motivated by the low level of students' critical thinking skills in Natural Science learning, which stems from students' lack of activity and the implementation of teaching models that do not emphasize critical thinking skills. This study aims to determine the difference in critical thinking skills between the experimental class, which utilized the PhET simulation-aided Problem-Based Learning (PBL) model, and the control class, which utilized the Cooperative Learning model. Furthermore, it aims to analyze the difference in the improvement of critical thinking skills between the two groups. This research adopts a quantitative approach with a quasi-experimental research type and a non-equivalent control group design. The subjects of this study were sixth-grade students at SD Negeri 1 Cimaranten. Data were collected using a test instrument consisting of 6 essay questions. Based on the results, it can be concluded that: (1) there is a significant difference in critical thinking skills between the experimental class using the PhET simulation-aided PBL model and the control class using the Cooperative Learning model; (2) there is a significant difference in the improvement of critical thinking skills between the experimental class and the control class.
The Effect of the Use of Media Geoboard To Student LearningOutcomes (Quasi-Experimental Study of Mathematical Content ofFlat Build Material in Grade IV Students of SD Negeri CigedangLuragung District, Kuningan Regency): Quasi-Experimental Study of Mathematical Content of Flat Build Material in Grade IV Students of SD Negeri Cigedang Luragung District, Kuningan Regency ; Arrofa Acesta; Febby Fajar Nugraha; Anggy Giri Prawiyogi
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/pxx1rk12

Abstract

Untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar dan perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan media geoboard dengan kelas kontrol yang menggunakan kertas berpetak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen dengan desain penelitian Nonquivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Sampel yang diambil 37 siswa dari dua kelas yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen yang menerima pembelajaran dengan menggunakan media geoboard dan kelas IV B sebagai kelas kontrol yang menerima pembelajaran dengan menggunakan media kertas berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan media geoboard, hal ini terbukti karena sudah dilakukan uji-t dan perbedaan peningkatan (gain) hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan media geoboard berada dikriteria sedang dan kelas kontrol yang menggunakan kertas berpetak berada di kriterian rendah.
Karakter guru dalam Aspek Kompetensi Kepribadian pada Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Mia Zultrianti Sari; Marlina Eliyanti Simbolon; Santi Hendayani; Agus Gunawan; Arrofa Acesta
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11048

Abstract

Sistem pendidikan tidak terlepas dari sumber daya. Guru menjadi salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan yang dinamis berkembang dan berubah sesuai kebutuhan. Pemerintah Indonesia mengatur bahwa guru wajib memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian. Kompetensi kepribadian sangat erat dengan kesadaran dan motivasi dalam mengajar pada individu guru. Proses kegiatan belajar mengajar yang tentu bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga mentransfer nilai karakter. Sekolah dasar menjadi satuan pendidikan paling awal pada jenjang formal dimana kualitas kompetensi guru nya harus baik untuk menghasilkan siswa yang berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kompetensi kepribadian guru dalam proses pembelajaran dari sudut pandang guru itu sendiri dan juga siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan survei melalui instrumen rubrik yang diisi oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di tiga sekolah mendapatkan hasil yang berbeda antara tanggapan siswa dan guru pada indikator-indikator kompetensi kepribadian guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini berarti guru belum secara utuh mengoptimalkan kemampuan kompetensi kepribadiannya dalam mengajar.
Pengembangan Media Pembelajaran Animasi Berbasis Canva Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Pada Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Siswa Kelas IV SDN Maleber Wenda Putri Apriyani; Yani Fitriyani; Arrofa Acesta
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 2 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i2.544

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep siswa yang disebabkan oleh kurangnya inovasi dalam penggunaan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran animasi berbasis CANVA yang layak dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Tahap penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Subjek uji terbatas terdiri dari dua validator ahli yaitu ahli media dan ahli materi, subjek uji utama adalah guru kelas IV sebagai praktisi dan 30 siswa kelas IV Sekolah Dasar. Instrumen meliputi tes pemahaman konsep siswa, angket penilaian produk oleh validator ahli materi, dan ahli media, serta angket tanggapan guru. Analisis data hasil penilaian validator menggunakan uji Aiken's V, sedangkan efektivitas produk diuji dengan pretest dan posttest hasil tes pemahaman konsep siswa dan analisis uji paired sample t-test. Hasil uji terbatas menunjukkan bahwa media pembelajaran animasi berbasis CANVA dikategorikan sangat layak digunakan, dengan rerata skor Aiken's V sebesar 0,96 yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Media terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai dari 50% pada pretest menjadi 80% pada posttest serta nilai nilai thitung 14,39 yang  lebih besar dari nilai ttabel 2,045. Kesimpulannya, media pembelajaran animasi berbasis CANVA yang dikembangkan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI RPG MAKER PADA MATERI LEMPENG BUMI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA fajar Sidiq; Pajar Anugrah Prasetio; Arrofa Acesta
Jurnal Riset Pendidikan Dasar Dan Karakter Vol 8 No 1 (2026): JURNAL RISET PENDIDIKAN DASAR DAN KARAKTER
Publisher : LP2M Universitas Adzkia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59701/pdk.v8i1.581

Abstract

Motivasi belajar siswa kelas VA SDN 1 Awirarangan tergolong rendah dengan rata-rata persentase sebesar 45% pada hasil observasi awal, yang termasuk dalam kategori kurang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran game edukasi RPG Maker untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas VA SDN 1 Awirarangan. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket tanggapan guru dan siswa, serta lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Aiken’s V dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh nilai Aiken’s V sebesar 0,95 dengan kategori sangat layak. Uji efektivitas dengan derajat kebebasan (df)= 22 menghasilkan nilai t_hitung sebesar 25,27 yang lebih besar dari t_tabel sebesar 2,07 pada taraf kepercayaan = 0,05, menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa secara signifikan. Dengan demikian, media pembelajaran game edukasi RPG Maker layak dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
IMPLEMENTASI GROWTH MINDSET DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Sundara, Fazar Aldia; Tsauri, Ade Sufyan; Malik, Abdilla Nur Alif; Acesta, Arrofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61815

Abstract

growth mindset is the belief that abilities and intelligence can be developed through effort, effective strategies, and continuous learning experiences. This concept is essential in elementary education as it fosters students' learning motivation, perseverance, and academic resilience. This study aims to examine the implementation of a growth mindset in elementary school learning, the role of teachers in fostering it, and its impact on students. The study employed a descriptive qualitative approach using a literature review method. Data were collected from relevant journal articles, books, conference proceedings, and academic documents and analyzed using content analysis. The findings indicate that a growth mindset can be implemented through student-centered learning, a learning culture that values effort and progress, constructive feedback, and assessment practices that emphasize competency development. Teachers play a crucial role as facilitators, motivators, and role models in cultivating a growth mindset. Its implementation positively influences students' motivation, self-confidence, perseverance, and ability to overcome challenges. Therefore, collaboration among teachers, schools, and parents is essential to create a sustainable learning environment that supports the development of a growth mindset. Keywords: Growth Mindset, Elementary School, Learning ABSTRAK Growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, dan pengalaman belajar. Konsep ini penting diterapkan di sekolah dasar untuk meningkatkan motivasi, ketekunan, dan resiliensi akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi growth mindset dalam pembelajaran sekolah dasar, peran guru, serta dampaknya terhadap peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa growth mindset dapat diterapkan melalui pembelajaran berpusat pada peserta didik, budaya belajar yang menghargai proses, umpan balik konstruktif, dan asesmen yang mendukung perkembangan kompetensi. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam membangun pola pikir tersebut. Penerapan growth mindset berdampak positif terhadap motivasi, kepercayaan diri, ketekunan, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi tantangan, sehingga diperlukan kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua untuk mendukung penerapannya secara berkelanjutan. Kata Kunci:; Growth Mindset, Sekolah Dasar, Pembelajaran
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN GROWTH MINDSET PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nur Alif Malik, Abdillah; Aldia Sundara, Fazar; Sufyan Tsauri, Ade; Acesta, Arrofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62873

Abstract

The development of a growth mindset has become an essential aspect of elementary education, as it encourages students to believe that intelligence and abilities can be developed through effort, perseverance, and continuous learning. However, learning practices in schools remain largely focused on academic achievement rather than the learning process, limiting students' motivation and resilience in overcoming challenges. This study aims to examine teachers' strategies for fostering a growth mindset among elementary school students through a review of relevant literature. The study employed a literature review method by analyzing and synthesizing theories and findings from previous studies on growth mindset, the characteristics of elementary school students, teachers' instructional strategies, and the implementation of growth mindset in the learning process. The findings indicate that teachers play a crucial role in fostering a growth mindset by providing process-oriented praise, constructive feedback, encouraging students to view mistakes as learning opportunities, offering challenges that match students' abilities, using positive and motivating language, creating a supportive learning environment, and promoting self-reflection. These strategies are aligned with the student-centered learning approach advocated in the Merdeka Curriculum and contribute to improving students' learning motivation, self-confidence, perseverance, and academic resilience. Therefore, the consistent implementation of appropriate instructional strategies can effectively support the development of resilient, adaptive, and lifelong learners who are well prepared to face future academic and real-life challenges.
Peran Growth Mindset dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Sufyan Tsauri, Ade; Aldia Sundara, Fazar; Nur Alif Malik, Abdillah; Acesta, Arrofa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62874

Abstract

Hasil belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor nonkognitif seperti growth mindset. Peserta didik yang memiliki growth mindset cenderung lebih percaya bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, dan pengalaman belajar yang berkelanjutan sehingga lebih mampu menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan mengkaji peran growth mindset dalam meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar melalui studi literatur. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta referensi lain yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian sesuai dengan fokus kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa growth mindset berperan positif dalam meningkatkan hasil belajar melalui peningkatan motivasi belajar, ketekunan, self-efficacy, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan growth mindset melalui pemberian umpan balik yang konstruktif, penghargaan terhadap proses belajar, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Dengan demikian, implementasi growth mindset secara terintegrasi dalam pembelajaran di sekolah dasar dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Empowering Primary School Teachers through Service-Learning-Based Classroom Action Research Training for Continous Improvement Isnaini Wulandari Jumadi; Arrofa Acesta; Ndaru Mukti Oktaviani; Heri Herwanto; Eva Arnaz
IMPACTS: International Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Economics Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/impacts.v5i1.22434

Abstract

Purpose ­ This community service program aims to empower primary education teachers in conducting classroom action research as a strategy for continuous improvement, addressing their low research competence and limited understanding of classroom action research practices. Methods - The methodology for this community service is service learning. The activities include offering service activities to students, students registering for service activities, focus group discussions explaining the purpose of service activities to students, investigating problems, observing partners, and preparation for action, service action, and reflection. It was conducted in three meetings with 15 teachers at SDN 1 Mandirancan. Activities included workshops, focus group discussions, and mentoring. Data were collected through pre-test and post-test and analyzed using a paired sample t-test Purpose ­ This community service program aims to empower primary education teachers in conducting classroom action research as a strategy for continuous improvement, addressing their low research competence and limited understanding of classroom action research practices. Methods - This study employed a service-learning approach involving university students as facilitators to support primary school teachers through workshops, focus group discussions, and mentoring sessions. It was conducted in three meetings with 15 teachers at SDN 1 Mandirancan. Activities included workshops, focus group discussions, and mentoring. Data were collected through pre-test and post-test and analyzed using a paired sample t-test Result and discussions - The findings indicate a significant improvement in teachers’ understanding and skills. The mean score increased from 62.40 (pre-test) to 81.73 (post-test), with t-value (5.87) > t-table (2.145), indicating statistical significance. Additionally, 73.33% of teachers were able to identify classroom problems and develop initial classroom action research proposals, while 80% showed increased confidence in data analysis. The service-learning approach effectively facilitated experiential learning, bridging theory and practice. Conclusion - The community service successfully enhanced teachers’ knowledge, skills, and confidence in conducting classroom action research. The integration of training and mentoring proved effective in supporting sustainable professional development and improving teaching practices.