Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Konflik Organisasi dalam Memediasi Kepemimpinan Transformasional dan Perubahan Organisasi Ardiansyah, Fuad; Sanaba, Hardiman Farmit; Apriliani, Mira; Mangean, Alfredo
JURNAL PSIKOLOGI Vol 20, No 2 (2024): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v20i2.25886

Abstract

Peran konflik organisasi menjadi topik penting dalam memahami dinamika kepemimpinan dan adaptasi perubahan. Dalam konteks kepemimpinan transformasional, konflik organisasi dapat berfungsi sebagai variabel mediasi yang mempengaruhi kesiapan individu maupun kelompok terhadap perubahan yang diinisiasi oleh organisasi. Adanya pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dalam mengontrol terjadi konflik organisasi menjadi suatu hal yang penting untuk diperhatikan untuk menuju perubahan yang diinginkan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran konflik organisasi dalam memediasi kepemimpinan transformasional dan kesiapan terhadap perubahan organisasi. Partisipan dan subjek penelitian yakni karyawan swasta yang bekerja di Perusahaan sawit di wilayah Papua Barat Daya. Proses penentuan sampel menggunakan random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Multifactor Leadership Questionnare (MLQ) untuk mengukur Kepemimpinan transformasional, Skala Kesiapan terhadap Perubahan untuk mengukur kesiapan terhadap perubahan organisasi, dan Skala Konflik Organisasi. Kemudian, Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yakni Analisa PROCESS untuk menguji hubungan antar variabel independent, dependen yang terjadi melalui variabel mediator. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peran konflik organisasi dalam memediasi kepemimpinan transformasional dan perubahan organisasi.Hasil penelitian ini menekankan bahwa konflik organisasi bukan semata-mata hambatan, tetapi dapat menjadi elemen penting yang menjembatani kepemimpinan transformasional dan keberhasilan perubahan organisasi, dengan memanfaatkan temuan ini, organisasi dapat menciptakan pendekatan yang lebih efektif dalam mengelola konflik, memperkuat kepemimpinan, dan memastikan keberhasilan transformasi organisasi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan BUMN Mira Apriliani; Fuad Ardiansyah; Syafira Putri Ekayani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7678

Abstract

Kepuasan kerja merupakan parameter penting untuk menilai keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan anggotanya agar dapat tetap menjaga eksistensi perusahaannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan salah satunya yaitu gaya kepemimpinan transformasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh dari gaya kepemimpinan transformasional (Variabel X) terhadap tingkat kepuasan kerja (Variabel Y) di kalangan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik purposive sampling. Jumlah Subjek yang dilibatkan adalah 123 karyawan BUMN yang berada di wilayah kota dan kabupaten Sorong. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik regresi linier sederhana. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan tingkat kepuasan kerja karyawan, nilai koefisien korelasinya 0,511 dan signifikansi <0,001. Hal tersebut menunjukan semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional maka akan semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawanya. Pengaruh efektivitas gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja sebesar 56,4%, sehingga masih ada 43,6% faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja.
Adversity Quotient dan Kinerja Karyawan Ditinjau dari Jenis Kelamin di Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Mei Rista Dian Nawangwulan; Fuad Ardiansyah; Adinda Shofia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7679

Abstract

Kinerja karyawan sangat penting bagi pencapaian tujuan perusahaan, mencakup kualitas dan kuantitas hasil kerja individu atau kelompok sesuai standar yang ditetapkan. Penelitian ini berfokus pada pengaruh Adversity Quotient terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sorong, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Uji yang dilakukan meliputi uji validitas, reliabilitas, outlier, Independent Sample T-Test, dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Adversity Quotient dan kinerja karyawan. Namun, hipotesis bahwa terdapat perbedaan kinerja berdasarkan jenis kelamin ditolak, karena uji statistik menghasilkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,111, yang melebihi batas signifikan 0,05. Ini menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kinerja ASN laki-laki dan perempuan di Kabupaten Sorong. Kesimpulannya, meskipun Adversity Quotient berpengaruh pada kinerja karyawan, kinerja ASN laki-laki dan perempuan di OPD menunjukkan kesetaraan. Kedua kelompok memiliki kinerja yang sama baik, mencerminkan tidak adanya bias gender dalam kontribusi mereka terhadap organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya fokus pada pengembangan Adversity Quotient tanpa memandang jenis kelamin.
Pengaruh Literasi Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial terhadap Perilaku Pencarian Bantuan Psikologis Profesional pada Gen Z di Kota Sorong Istiqomah, Ikrima Dianti; Shofia, Adinda; Ardiansyah, Fuad
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8090

Abstract

Kondisi mental merupakan salah satu dimensi dari konsep kesehatan mental yang tidak dapat diabaikan. Gen Z adalah kelompok individu termuda saat ini yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi, namun mereka sangat rentan terhadap masalah kesehatan mental karena cenderung bergantung pada aktivitas di internet dan media sosial. Perilaku mencari bantuan psikologis profesional merupakan langkah penting dalam mengelola kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi kesehatan mental dan dukungan sosial terhadap perilaku mencari bantuan psikologis profesional pada Gen Z di Kota Sorong. Instrumen penelitian terdiri dari skala Mental Health Literacy Questionnaire (MHKQ), skala dukungan sosial, dan skala perilaku mencari bantuan psikologis profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 288 orang di Kota Sorong serta menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi kesehatan mental dan dukungan sosial secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen, yaitu perilaku mencari bantuan psikologis profesional. Literasi kesehatan mental dan dukungan sosial juga berperan dalam meningkatkan sikap terhadap pencarian bantuan psikologis profesional (Literasi Kesehatan Mental: p = 0,000 < 0,05; Dukungan Sosial: p = 0,000 < 0,05).
Stres Kerja Sebagai Prediktor Komitmen Afektif pada Karyawan Non-Captive PT. PKSS Sorong Chusnul Khotimah; Syafira Putri Ekayan; Fuad Ardiansyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.8494

Abstract

Komitmen afektif merupakan isu penting bagi organisasi manapun, karena komitmen afektif merupakan bentuk dorongan yang kuat dari seorang karyawan terhadap tujuan organisasi dan tetap menjadi anggota organisasi tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi komitmen afektif karyawan salah satunya yaitu tingkat stres kerja yang dialami karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruh stress kerja terhadap komitmen afektif pada karyawan. Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimen, jumlah subjek yang dilibatkan adalah 111 karyawan non-captive PT. PKSS Kota Sorong. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala stres kerja yang berjumlah 21 aitem dan skala komitmen afektif yang berjumlah 9 aitem. Kemudian data dianalisis menggunakan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat 39,7% pengaruh stres kerja terhadap komitmen afektif, sedangkan 60,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Pada penelitian ini ditemukan bahwa terdapat pengaruh negatif antara stres kerja terhadap komitmen afektif pada karyawan. Artinya semakin rendah stres kerja yang dialami karyawan maka akan semakin tinggi komitmen afektif yang dimiliki karyawan.
PSIKOEDUKASI BERMAIN EXPERIENTAL LEARNING PERMAINAN TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KEAKASARAN DASAR ANAK KAMPUNG BATU LUBANG Fuad Ardiansyah; Muhamad Ali Kasri; Abdulrahman Hatsama; Nabilah Farah Fadilah; Aulia Choirunnissa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19398

Abstract

Abstrak: Kurangnya fasilitas belajar serta tenaga pendidik menjadi alasan minimnya kemampuan literasi anak. Tujuan Pengabdian ini untuk meningkatkan keaksaran dasar atau literasi dengan menggunakan metode bermain experiental learning permainan tradisional. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan sosialisasi, penyuluhan, serta praktik bermain permainan tradisional yang ditujukan kepada anak-anak Kampung Batu Lubang Pantai sebanyak 35 anak dengan melakukan pretes dan postes dengan total 75 aitem untuk mengukur ketercapaian program. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 40% anak mengalami peningkatan literasi baca tulis, dan sebaganyak 34% anak mengalami peningkatan literasi numerasi yang mana hal ini berdampak pada penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.Abstract: The lack of learning facilities and teaching staff is the reason for the lack of children's literacy skills. The aim of this service is to improve basic literacy by using traditional experiential learning game play methods. The method used in this service is socialization, counseling, and the practice of playing traditional games aimed at 35 children from Batu Lubang Pantai Village by conducting pre-tests and post-tests to measure the program's achievements. The results obtained were that as many as 40% of children experienced an increase in reading and writing literacy, and as many as 34% of children experienced an increase in numeracy literacy, which had an impact on the good and correct use of Indonesian.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kartu Huruf Di Tk Bahari Kofarkor Uspessy, Mayling Ketrin; Rokhima, Nur; Ardiansyah, Fuad
Anakta : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 2 (2024): Anakta Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/anakta.v3i2.7755

Abstract

As a means of communication, language is a very important tool in children’s lives. Language is also a tool for conveying thoughts and feelings to other people which also functions to understand other people’s thoughts and feelings. The aim of developing early childhood language skills is so that students are able to communicate verbally with their environment. This is in contrast to the situation at the Bahari Kofarkor Kindergarten, Raja Ampat Regency, where many children are not able to speak the language well and are not able to receive the language well either. For example, children cannot carry out 2-3 commands spoken by the teacher, children cannot tell simple experiences, etc. So this research was done. With the aim of improving children’s language skills through role-playing activities. This research consists of two cycles where the previous activities were carried out. Research (pre cycle) the average language ability of children was only 30.46% or as many as 6 out of 15 children. In cycle I it was 50.46%. Meanwhile in cycle II children’s language skills had increased on average. Average of 70.23%. Thus it can be said that the role of Letter Card activities can improve children’s language skills at the Bahari Kofarkor Kindergarten and parents are expected to provide the right stimulus for each level. Development so that the child’s growth and development can be achieved optimally.
BERANTAS BUTA AKSARA PADA MASYARAKAT SUKU ASLI PAPUA KAMPUNG WARMON KOKODA MENGGUNAKAN FLASH CARD Kasri, Muhamad Ali; Ardiansyah, Fuad; Hatsama, Abdulrahman; Hakim, Muhammad Arief; Patty, Graselia Elizabeth
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26512

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kampung Warmon Kokoda yang belum bisa baca tulis dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadikan prtumbuhan Ekonomi di kampung tersebut kurang berkembang. Tujuan dari progam pengabdian ini adalah mengurangi angka buta aksara pada kampung Warmon Kokoda Kabupaten Sorong Papua Barat Daya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran berbasis media flashcard. Sedangkan tahapan pengabdian yaitu Persiapan: Survei lapangan, Observasi dan wawancara, Analisis kebutuhan; Pelaksanaan Program : Perancangan Program, Sosialisasi, Implementasi Progam; dan Pelaporan : Evaluasi dan Monitoring, dan Laporan Akhir. Adapun proses pembelajarannya menggunakan media flash card. Mitra dalam program pengabdian ini adalah Kampung Warmon Kokoda yang menjadi peserta adalah Masyarakat Kampung Warmon Kokoda sebanyak 45 orang. Pencapaian masyarakat kampung warmon kokoda pada PKM ini terjadi peningkatan kemampuan membaca dan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Adapun presentase capaiannya adalah Kemampuan membaca meningkat sebesar 11,18% pada usia<15 tahun dan pada usia >15 tahun meningkat sebesar 7,31%. Sedangkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengalami peningkatan dengan presentasi 11,2% pada kategori usia<15 tahun dan pada kategori usia>15 tahun sebesar 4,8%. Capaian ini berdasarkan hasil post-test peserta atau masyarakat yang mengikuti pembelajaran keaksaraan dan pembelajaran penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Abstract: The people of Warmon Kokoda Village who cannot read, write and use good and correct Indonesian have made economic growth in the village less developed. The purpose of this community service program is to reduce the illiteracy rate in Warmon Kokoda Village, Sorong Regency, Southwest Papua. The method used in implementing learning is flashcard media-based learning. While the stages of community service are Preparation: Field survey, Observation and interview, Needs analysis; Program Implementation: Program Design, Socialization, Program Implementation; and Reporting: Evaluation and Monitoring, and Final Report. The learning process uses flashcard media. The partner in this community service program is Warmon Kokoda Village, which is participated by 45 Warmon Kokoda Village Community. The achievement of the Warmon Kokoda Village community in this PKM is an increase in reading ability and the use of good and correct Indonesian. The percentage of achievement is Reading ability increased by 11.18% at age <15 years and at age> 15 years increased by 7.31%. Meanwhile, the use of good and correct Indonesian language has increased with a presentation of 11.2% in the age category <15 years and in the age category> 15 years by 4.8%. This achievement is based on the results of the post-test of participants or the community who participated in literacy learning and learning the use of good and correct Indonesian language. 
Psychological Safety as a Catalyst for Healthcare Team Performance: Mediating Roles of Communication and Mental Health in Crisis Contexts Ardiansyah, Fuad; Cahyono, Maria Yuni Megarini; Adiawaty , Susi
Psychosocia : Journal of Applied Psychology and Social Psychology Vol. 2 No. 3 (2024): July 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/psychosocia.v2i3.804

Abstract

The COVID-19 pandemic placed unprecedented pressures on global healthcare systems, particularly frontline workers. This study examines how psychological safety influences team performance through the mediating roles of communication satisfaction and mental health among Indonesian healthcare professionals. A mixed methods approach involving surveys with 177 workers and interviews with 27 participants revealed that psychological safety significantly predicted team performance, partly through communication and well-being. Respondents frequently reported moderate quality of life, with qualitative findings highlighting fear of infection, communication challenges, emotional strain, and supportive peer dynamics. These results underscore the need to embed psychological safety frameworks into crisis protocols, ensuring effective communication, mental health support, and responsive leadership. The study proposes a multi-level model contextualized within Indonesian healthcare that offers practical strategies for improving team performance in resource-limited environments.
Self-Efficacy and Anxiety in Facing School Exams Aini, Nur; Wahyuni, Nengsih Sri; Ardiansyah, Fuad
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 2 (2024): Volume 12, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i2.15142

Abstract

Researchers found a problem faced by junior high school students, namely feeling unable to face computer-based exams, which can trigger feelings of anxiety. This quantitative correlational research aims to determine the relationship between self-efficacy and anxiety in junior high students when facing school exams. In this study, researchers used a purposive sampling technique with a totalof 251 junior high school students who were taking school exams and came from sorong district. The research instrument used a self-efficacy scale and an anxiety scale. This research uses two scales, namely the self-efficacy scale and the anxiety scale. The research results showed that there was a correlation of r = -0.181 and a significance value of 0.004 (p<0.05), which means there is a relationship between self-efficacy and anxiety in the remaining junior high school students in facing school exams. The higher the self-efficacy, the lower the anxiety. Conversely, the lower self-efficacy, the higher the anxiety. The results of this research can serve as a reference and provide insight for students in facing school exams to increase their sel-efficacy to minimize the anxiety that junior high school students have in facing school exams.Peneliti menemukan suatu permasalahan yang di hadapi pada siswa SMP yaitu merasa ketidakmampuan dalam menghadapi ujian berbasis komputer sehingga dapat memicu timbulnny perasaan cemas. Penelitian kuanitatif korelasional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan pada siswa SMP dalam menghadapi Ujian Sekolah. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan total partisipan sebanyak 251 siswa SMP yang sedang dalam menghadapi ujian sekolah dan berasal dari kabupaten sorong. Instrumen penelitian menggunakan skala efikasi diri dan skala kecemasan. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala efikasi diri dan skala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar r = -0.181 dan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p<0,05) yang berarti ada hubungan efikasi diri dengan kecemasan pada siswa SMP dalam menghadapi ujian sekolah. Makin tinggi efikasi diri maka semakin rendah kecemasannya. Sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin tinggi kecemasannya. Hasil dari penelitian ini bisa menjadi acuan dan memberikan wawasan untuk para siswa dalam menghadapi ujian sekolah agar dapat meningkatkan efikasi diri nya sehingga dapat meminimalisir kecemasan yang dimiliki siswa SMP dalam menghadapi ujian sekolah.