Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Lingkungan Sehat dan Tanggap Bencana Menuju Kelurahan Sadar Wisata di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate Nur Upik En Masrika; Abd Hakim Husen
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.384

Abstract

Kota Ternate Provinsi Maluku Utara sangat tinggi keragaman hayati dan keindahan alamanya. Namun, seiring dengan perubahan iklim global dan erupsi akibat aktifnya gunung api tentu perlu kewaspadaan terhadap kekayaan yang kita miliki tersebut. Kewaspadaan menjadi semakin perlu diperhatikan terutama terhadap keselamatan masyarakat dan kekayaan hayati. Melalui pemberdayaan masyarakat dengan program lingkungan sehat, sadar wisata dan tanggap bencana di Kelurahan Kayu Merah Kota Ternate yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan dan pemahaman mitigasi bencana pada masyarakat dalam memberikan pertolongan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sehingga diharapkan mereka dapat terhindar dari infeksi bakteri dan kuman. Metode kegiatan ini berupa pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menuju Kelurahan sadar wisata. Hasil yang diharapkan agar masyarakat di Kelurahan Kayu memiliki peningkatan pengetahuan dan pemahanan sedini mungkin tentang PHBS, mitigasi bencana dan sadar wisata.
Edukasi ASI Eksklusif dan Pengenalan Bahan Pelancar ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting Nur Upik En Masrika
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 1 (2023): February, Pages 1-120
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i1.740

Abstract

Data tahun 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2%. Indonesia berada pada urutan lima besar di dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting dengan lebih dari sepertiga anak balita yang tingginya berada di bawah rata-rata. Menurut data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 menunjukkan telah terjadi penurunan angka stunting hingga 27,67 persen, namun hal ini masih dianggap tinggi mengingat WHO menargetkan kurang dari 20 persen. Banyak dikalangan masyarakat yang mengalami kemunduran pemahaman terkait pemberian nutrisi pada balita, salah satunya yakni pemberian air susu Ibu (ASI) ekslusif. Rendahnya angka pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan kultural, sistem kesehatan dan rendahnya pengetahuan tentang pemanfaatan ASI. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif pada balita dan pengenalan bahan makanan pelancar ASI untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ASI guna mencegah kejadian stunting. Metode pengabdian yakni memberikan edukasi disertai sesi tanya jawab terkait mitos yang beredar pada masyarakat, diselingi pemberian kuesioner pre dan post-test pada masyarakat untuk mengukur tingkat pemahaman. Lokasi kegiatan ini yakni Desa Yehu dan Desa Tadupi yang berada di Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan. Hasil kegiatan didapatkan terjadi peningkatan pemahaman masyarakat setelah diberikan edukasi terkait ASI ekslusif, paham jenis-jenis bahan pelancar ASI dan pencerahan terkait mitos-mitos yang ada di masyarakat.